IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Usaha yang berbuah manis


__ADS_3

"Abangg!" teriak Leta yang masuk ke dalam kamar Aron. Kamar Aron sangat rapi dan bersih karena Aron memang orang yang pembersih.


"Apa? nggak usah teriak-teriak Letaa," tegur Aron yang mendorong kepala Leta hingga keluar kamar, karena Aron ingin mengunci kamarnya sebelum dirinya berangkat sekolah.


"Ckk Abang! rusak nih rambut Qilla," celoteh Qilla yang merapikan rambutnya.


"Buruan kebawah ntar El udah jemput lo tapi lo nya belum sarapan," ucap Aron yang menuruni anak tangga dengan cepat.


Leta berjalan menuruni tangga dan langsung duduk di meja makan.


"Kita sarapan apa Ma?" tanya Leta yang baru saja turun kebawah.


"Ini Mama udah siapin roti untuk kamu," jawab Sonya sambil mengoleskan sebuah selai untuk roti yang nantinya di makan oleh Leta.


Setelah Sonya memberikan roti tersebut, Leta segera melahapnya dan tak lupa dengan susu sebagai tambahan sarapan mereka kali ini.


Tok..tok..tok...


Mendengar ada suara ketukan, Sonya langsung membukanya dan ternyata itu adalah El.


"Ehh El mari masuk.." ajak Sonya kepada calon mantu nya itu hehe.


"Ehh iya Ma.." El segera masuk kedalam rumahnya Leta, dilihat lah Leta yang masih sarapan.


"Kamu udah sarapan El? yok sarapan bareng," ajak Sonya kepada El.


"Emm udah kok Ma, barusan El sarapan," jawab El dengan sopan.


"Ma Leta udah selesai nih, Leta sama El pamit ke sekolah ya," ujar Leta yang baru saja sudah sarapan.


"Ya sudah hati-hati ya." Leta lalu mencium punggung tangan Sonya begitu juga dengan El.


"Assalamualaikum.."


...🌱DI PERJALANAN🌱...


"Nih pakai," ucap El sambil menyodorkan sebuah helm untuk Leta kenakan. Leta segera memakaikannya.


"Nih pakai juga." Setelah helm El menyondorkan sebuah jaket untuk Leta kenakan.


"Untuk apa?" tanya Leta yang heran saat El memberikan sebuah jaket tersebut ke Leta.

__ADS_1


"Nutupin rok kamu, motor aku kan gede nanti kebuka-buka lagi rok kamu," jawab El kepada Leta. Leta mengembangkan senyumannya, seperhatian ini El terhadap Leta.


"Okayy.." Setelah memakai helm dan jaket pemberian El, Leta segera naik dan El segera menjalankan motornya menuju ke sekolah.


"Let kamu tau gak kenapa aku suka sama kamu?" tanya El secara tiba-tiba saat mereka sedang menuju ke sekolah.


"Enggak emang kenapa?"


"Ya aku juga gak tau sih kenapa yang pasti aku nyaman sama kamu, kamu itu beda sama perempuan lain," jawab El dengan sesekali melirik kearah kaca spion.


"Gombal! sama aja kok aku sama yang lain berlebihan ni kamu mujinya," kata Leta dengan sedikit tawanya.


"Ihh serius Let.." Leta hanya senyum-senyum sendiri saat El berkata itu padanya, sedangkan El mencuri pandang lewat spion motornya.


"Ehh El awas!!" teriak Leta saat seekor kucing yang sedang menyebrang jalan.


"Ehh!!" Sontak membuat El memberhentikan motornya secara tiba-tiba dan mendadak, untung saja El tidak menumbur kucing tersebut. Jantung El langsung berdetub kencang saat hampir ingin menabrak kucing tersebut.


"El! ihh makannya fokus dong kalo nyetir," celoteh Leta yang masih syok dengan kejadian tadi.


"Ya maaf kan aku fokusnya ke kamu doang hehe." Perkataan El sontak membuat Leta senyum-senyum sendiri lagi, bukannya Leta marah-marah malah sekarang dirinya menjadi baper hanya karena satu gombalan dari El saja.


Setelah beberapa jam kenempuh perjalanan menuju sekolah, akhrinya mereka pun sampai. Seperti biasa El memarkirkan motornya dan setelah itu El mengantar Leta terlebih dahulu kedalam kelas dan setelah mengantar Leta barulah El masuk kedalam kelasnya.


...🛵Parkiran sekolah🛵...


El menghentikan motornya dengan pelan dan Leta langsung turun dari motor serta melepas helm yang ia kenakan.


"Nih.." ujar Leta yang menyodorkan helm kearah Elvano.


"Jaket nya gimana?" tanya Leta saat El menaruh helm.


"Bawa aja ke kelas," kata El yang menoleh kearah Leta.


"Owh gitu yaudah yuk ke kelas," ajak Leta yang berjalan lebih dulu.


Saat mereka melewati jalan sepanjang kelas, banyak sekali sepasang mata yang mempeehatikan mereka. Dan ada juga yang mengucapkan selamat ulang tahun buat Leta.


"Kok mereka ngeliatnya gitu banget?" tanya Leta yang melirik kearah El.


"Udah nggak papa santai kan ada gw," tutur El yang membuat Leta sedikit lebih tenang.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun ya Let," ujar salah satu siswi yang tersenyum kearah Leta.


"Eh iya makasih ya.." balas Leta dengan menampil kan senyum manisnya.


"Habede Let.." sapa segerombolan siswi yang mendekati Leta.


"Owh ya makasih banyak yah," balas Leta yang tersenyum kearah mereka.


Tidak heran lagi sebab Leta dan juga El, dan maupun teman-temannya. Mereka salah satu murid yang famos di sekolah maupun di luar sekolah, jadi tak heran lagi bila banyak yang kenal dengan mereka.


Ketika sudah sampai di ambang kelas, Leta tak lupa untuk berpamitan dulu kepada El dan baru masuk kedalam.


"El.. aku masuk dulu yah," kata Leta yang masih menatap seorang pemuda yang tepat berdiri di depannya.


"Iya.. nanti ketemu di kantin okee," balas El yang mengacung kan jempol. Leta masuk ke dalam kelas sambil melambai kearah Elvano, setelah Leta masuk dan bergabung dengan teman-temannya barulah El segera bergegas menuju kelas nya.


...🐣Kelas Elvano🐣...


El berjalan kedalam kelasnya dengan santai, dirinya menaruh tas dan langsung berkumpul bersama teman-temannya.


"Gw kira lo bakal kesiangan," ujar Kevin saat El baru saja duduk.


"Ya nggak dong orang gw semangat hehe," balas Elvano yang mengangkat kaki dan menaruhnya di atas paha.


"Terbebas dari kekonyolan drama," sambung Ramon yang mendapat tepukan dari Elvano.


"Nahh itu lo tau Mon."


"Gw liat postingan nya si Leta, gilaa banyak banget yang komen ngucapin ultah, terus mereka nyangka lo sama Leta udah tunangan kan gw bengek lahh bjrr," celoteh Kevin yang menepuk bahu Elvano.


"Aamiin gw tunangan sama Leta," ungkap El yang mengusap wajah.


"Eh El gw liat-liat si Cinta cakep juga yah.. bagi wa nya dong," celoteh Gibran yang ingin meminta wa Cinta, bukannya mendapatkan apa yang ia inginkan tetapi Gibran malah mendapatkan tampolan dari Elvano.


"Yaa emang cakeppp, awas aja lo mau jadiin dia target selanjutnya. Mending lo cari mangsa yang lain ajalah," saran El setelah menepuk bahu Gibran.


"Yaaa kan lumayan El buat nambah koleksi gebetan gw," kata Gibran dengan cengengesan.


"Nggak gw ngak setuju, ntar yang ada si Cinta nangis darah gara-gara kelakuan lo yang bejat ini," celoteh El yang membuat mereka tertawa.


"Hahah sukurin lo nggak dapet lampu hijau sama Kakaknya," kata Kevin dengan gelak tawa.

__ADS_1


__ADS_2