IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Calon pacar


__ADS_3

...⛅SAAT UPACARA⛅...


Mereka pun upacara dengan tertib kebetulan Leta sebarisan dengan El disana. Jadi El bisa seluasnya melihat Leta saat upacara.


"Masya Allah satu barisan nih sama calon pacar," ucap El dalam hati sambil tersenyum.


Leta yang sedari tadi seperti tidak tenang untuk upacara pun menoleh ke arah kanan nya dan ternyata disitu ada El, pantas saja dia seperti ada yang mengawasi hehe.


"Buset dimana-mana ada aja tu orang," ucapnya dalam hati sambil nunduk.


Awalnya Leta menjalankan upacara seperti biasanya tetapi lama-lama perut Leta serasa perih dan Leta pun merasa pusing, secara tiba-tiba Leta terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.


El orang yang pertama melihat Leta pingsan pun langsung keluar dari barisan dan segera mengangkatnya ke UKS.


Semua murid dan juga guru terpelogo melihat El yang begitu kuat untuk mengangkat Leta ke UKS. Sampainya di UKS, El menidurkan Leta dikasur UKS tersebut dan mengambilkan minyak lalu ditaruh ke dekat hidung Leta.


...🌠RUANGAN UKS🌠...


"Penjaga UKS mana sih masa enggak ada satu pun orang yang jaga sini," umpat El kesal.


Leta pun tersadar lalu membuka matanya sedikit demi sedikit, El yang merasakan Leta sudah sadar pun langsung menanyakan keadaan nya kepada Leta.


"Alhamdulillah Let lo udah sadar," ucap El yang nampak khawatir.


"K-kok gw bisa ada disini El?" tanya Leta dengan suara serak.


"Iya lo tadi pingsan jadi gw bawak kesini, lagian ini yang jaga UKS mana sih masa enggak ada satu pun," jawab El.


"Lo yang ngangkat gw?" tanya Leta lagi untuk memastikan.


"Iya..." jawab El dengan lembut.


Leta merasa terharu karena El telah menolongnya sekaligus sangat perhatian dengan Leta, sampai-sampai El menunggu Leta sampai sadar.


"Makasih ya El lo udah nolong gw," ucap Leta kepada El.


"Sama-sama calon pacar," jawab El sambil tertawa.


"Mulai dah ni orang"


"Oh iya lo upacara lagi sana gw juga udah sadar," ujar Leta.


"Enggak ah gw mau disini aja nemenin lo," balas El.


"Lah nanti lo dicariin kalo lama-lama disini."


"Biarin aja gw udah biasa jadi incaran guru-guru disini hahaha," ledek El.

__ADS_1


Sedang asiknya bercerita perut Leta pun tiba-tiba berbunyi, Leta memang mempunyai penyakit maag jadi kalau dia telat makan sedikit pun dia akan jatuh pingsan.


"Lo laper Let?" tanya El dengan heran.


"Hehe iya nih gw tadi pagi kesiangan jadi enggak sempet sarapan makanya gw pingsan tadi, gw punya penyakit maag," ujar Leta memberikan penjelasan.


"Oke lo tunggu sini gw mau ambil makanan buat lo." El pun segera keluar dari UKS meninggalkan Leta.


"Ehh t-tapi... yaelah dah keluar."


Tak lama Leta menunggu, El pun langsung datang lagi kedalam UKS dengan membawakan makanan dan minuman.


"Nih lo makan dulu," ujar El sambil menyodorkan makanan nasi bungkus kepada Leta.


"Sekali lagi makasih ya El, gw gak enak jadinya sama lo," ucap Leta tak enak hati.


"Yaelah biasa aja lo kan calon pacar gw," ujar El percaya diri. Leta segera memakan makanan yang diberikan oleh El tersebut sebelum waktu upacaranya habis.


"Duh Let lo makan kaya anak kecil." El bangkit untuk mengambil tissu lalu mengelapkan nya disudut bibir Leta yang celemotan.


"Eh..." Leta terkejut dan terdiam sejenak.


"Jangan kaget gitu Let, ini pemanasan sebelum kita pacaran beneran, jadi kalo udah resmi nggak canggung hehe," ucap El sambil menatap mata Leta.


Leta hanya membeku tak berkutik dengan perlakuan Elvano. "Duh kok kaku gini sih, biasa aja dong Let," ucap Leta dalam hati sambil menatap mata El.


Upacara sedari tadi sudah selesai Leta maupun Elvano tidak sadar akan hal itu. Elvano fokus menatap bibir Leta perlahan El mulai mendekat kearah wajah Leta, tanpa disadari Leta menutup matanya tetapi suara teman-teman mereka menghentikan gerakan Elvano.


Suara pintu terbuka ternyata terdapat Ramon, Kevin, Gibran dan dibelakang mereka ada Dira, Cia, dan juga Lisya yang berdiri tepat didepan pintu dan segera masuk kedalam UKS.


Mendengar suara pintu yang tiba-tiba terbuka Leta langsung menjauhkan wajahnya dengan sikap sedikit canggung, sedangkan El menoleh ke asal suara tersebut.


"Wah-wah El mulai nakal yah bund," ucap Gibran menggelengkan kepalanya.


"El inget tempat," ucap Ramon sambil menduduki salah satu kursi disana.


"Let lo nggak papa kan?" tanya Cia khawatir dan langsung menghampiri Leta.


"Let muka lo pucet banget," ucap Dira sambil menggenggam tangan Leta.


"Lo udah makan kan?" tanya Lisya.


"Udah kok, ini baru selesai makan," ucap Leta dengan wajah yang sedikit pucat.


"Let lo nggak diapa-apain ni anak kan?" tanya Gibran sambil menunjuk kearah Elvano.


"Nggak lah gw juga ngotak kali," ucap El tak terima.

__ADS_1


"Barusan," ujar Kevin mengompori.


"Ya tadi kelepasan," ucap El sambil menggaruk belakang kelapanya.


"Yok balik kekelas aja, gw nggak mau disini sendirian," ajak Leta beranjak dari duduknya.


"Gw bantu, kalian duluan aja biar gw yang nganterin Leta," kata El sambil mendekat kearah Leta.


Mereka yang paham maksud El pun langsung menuruti lagi pula mereka tau bahwa El sedang berusaha untuk dekat dengan Leta, yahh sebagai teman yang baik mereka 100% paham soal itu.


🌹Prov Leta & Elvano🌹


"Let kita duluan yah," ucap Lisya dan diangguki oleh Leta lalu mereka keluar dari ruangan tersebut.


"El ntar lo nyusul aja ke kelas, kita duluan," ujar Kevin sambil menepuk bahu Elvano. Dari kejauhan Gibran mengacungkan jempol untuk memberi semangat dan di balas 'oke' oleh Elvano.


"Let lo bisa jalan nggak atau mau gw gendong," ucap El sambil membantu Leta untuk berdiri.


"Apa sih El, gw bisa kok cuman masih pusing aja," jawab Leta sambil bertumpu dengan tangan Elvano.


"Gw anterin lo sampai kelas," ujar El sambil memegang punggung Leta dari samping sedang kan Leta menggenggam tangan El.


Sepanjang jalan menuju X MIPA 1 semua orang tak henti-hentinya menatap mereka dan juga ada yang membicarakan mereka secara terang-terangan.


"Eh jadi mereka beneran pacaran"


"Cocok banget"


"Ya ampun Leta pucet banget kasian yah dia"


"Woi minggir gw mau ngefotoin mereka"


"Alah paling juga caper sama Elvano"


"El ngapain sama Leta sama gw aja"


Mendengar perkataan itu Elvano mengeratkan tangannya dengan tubuh Leta dan terus menuntun Leta hingga kelas.


"El gw bisa jalan sendiri," ucap leta dengan suara sayupnya.


"Udah calon pacar nurut aja," balas El sambil tersenyum dan kembali berjalan.


Akhirnya El mengantarkan Leta ke dalam kelasnya dan langsung menuntun Leta untuk duduk di kursi miliknya.


...🔥RUANGAN KELAS🔥...


"Makasih yah El," ucap Leta tersenyum sambil menatap El.

__ADS_1


"Iya calon pacar, makanya kalo pagi-pagi itu harus sarapan dulu," ujar El sambil mencubit hidung Leta.


"Hehehe iya-iya," jawab Leta dengan diiringi gelak tawanya. El senang melihat Leta yang tertawa lepas karena ulahnya.


__ADS_2