IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Ketua Genk


__ADS_3

...🙈 MENGOBATI LUKA🙈...


"Aghh.." rintih El sambil memegangi tangan Leta.


"Eh sakit yah, tahan El ini lukanya lagi di bersihin," ucap Leta dengan sangat hati-hati membersihkan luka di pelipis Elvano.


"Iya, udah biasa kayak gini mah," ucap El sambil menatap mata Leta.


"Makanya nggak usah sok jago jadi orang, inget El nyawa itu kagak ada yang jual," dumel Leta dengan kesal.


Dirinya berbicara seperti itu supaya El tau bahwa Leta sangat amat mengkhawatirkan kondisinya.


"Nohh El dengerin Ibu Negara udah bilang kayak gitu trus kapan El, Leta resmi jadi milik lo sepenuhnya," ujar Gibran sambil memakan cemilan yang di pegang oleh Lisya.


"Tunggu aja, paling juga bentar lagi," ucap El sambil melirik kearah Leta. Seketika Leta pun menahan rasa malunya.


"Eh Gib itu bibir lo keluar darah, emang nggak sakit apa kalo lo sambil makan kayak gitu?" tanya Lisya terkejut sambil tetap mengunyah snack miliknya.


"Gib Gab Gib, emang gw sabun Gib apa"


"Udah biasa kita mah kayak gini," jawab Gibran yang mau mengambil snack lagi tetapi ditepis oleh Lisya.


"Nggak, lo bersihin dulu baru boleh makan," tegas Lisya yang tetap menatap Gibran.


"Hah lo mah nggak asik, orang cuman luka dikit doang," rengek Gibran kepada Lisya.


"Susah banget dibilangin, sini-sini gw bersihin," ucap Lisya sambil menarik tangan Gibran supaya mendekat kearahnya. Refleks Gibran langsung menegakkan tubuhnya dengan jarak yang begitu dekat dengan wajah Lisya.


...🤗WAKTU TERASA TERHENTI🤗...


Tanpa disadari mereka malah saling menatap satu sama lain "Lisya lucu setengah Kak Ros setengah Opa," ucap Gibran dengan suara pelan tetapi masi bisa Lisya dengar.


"Apa kata lo gw mirip kak Ros," ujar Lisya sambil mendorong wajah Gibran.


"Maksudnya lo itu kadang galak kayak kak Ros, kadang juga baik kayak opa itu gw tau dari si Alpin," ucap Gibran dengan cepat.


"Terserah lo deh," ucap Lisya malas untuk melanjutkan pembicaraan, lalu Lisya mulai membersihkan luka Gibran.


"Diem," ucap Lisya yang tengah fokus membersihkan luka Gibran.


"Aghh..pelan-pelan woi," rintih Gibran sambil memegangi pipinya.


"Katanya udah biasa tapi kok sakit," ucap Lisya mengangkat alisnya.


"Gimana nggak sakit orang lu bersihinnya kayak mau makan orang," celoteh Gibran dengan kesal.


"Lo nya aja yang lebay," ujar Lisya datar lalu mengambil obat merah untuk mengobati luka Gibran. Gibran hanya diam sambil melihat gerak-gerik tangan Lisya yang mengobati lukanya dengan telaten.

__ADS_1


💙Prov Dira & Ramon💙


"Mon lo mau?" tawar Dira sambil menyodorkan keripik kentang kearah Ramon.


"Nggak," jawab Ramon sambil menggelengkan kepalanya.


"Udah nggak papa nih aaaa," ucap Dira yang ingin menyuapi Ramon.


"Ntar aja Dir, kalo gw mau pasti gw ambil sendiri," ujar Ramon sambil menjauhkan tangan Dira dari wajahnya.


"Yaudah kalo gitu," ujar Dira lalu kembali memakan snack miliknya.


"Eh Mon jadi bener, lo ketua komplotan ini?" tanya Dira yang tetap fokus pada cemilannya.


"Iya, emang kenapa?" ujar Ramon lalu bertanya balik kepada Dira.


"Yahh nggak papa sih nanya doang, kali kan huk huk huk," ucap Dira sambil menjelaskan tetapi saat Dirinya tengah berbicara Dira pun tersedak keripik. Ramon yang panik dengan kejadian itu pun langsung refleks memberikan Dira minum.


Tangan Ramon masih memegang botol air mineral yang sedang diminum oleh Dira dan sebaliknya tangan Dira memegangi tangan Ramon yang membantunya untuk minum.


"Makanya kalo makan itu jangan sambil ngomong," ucap Ramon yang tak sadar bahwa tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.


"Ramon ganteng juga ya kalo gw perhatiin," ucap Dira dalam hati sambil memperhatikan Ramon.


Dira yang duluan sadar pun mulai menjauhkan tangannya dari Ramon. Ramon lantas terkejut pasalnya dia juga tidak tau jika dia sedari tadi memegang tangan Dira.


"Eh sorry gw enggak sengaja," ucap Ramon.


El, Leta, Kevin, Cia, Gibran dan juga Lisya hanya tersenyum menyaksikan ke uwuan dari Ramon dan juga Dira.


"El kayaknya si pokemon enggak lama lagi bakal taken nih," ujar Gibran kepada El.


"Emm kayaknya sih ya enggak Vin, malu tapi mau ya enggak hahaha," ledek El sambil menyenggol lengan Kevin.


"Udah kalian ini jahil banget sama temen gw," ucap Lisya yang nampaknya membela Dira.


"Wah temannya membela ni gaes," sambung Gibran.


"Emang dia temen gw ngapa lo," balas Lisya dengan nada tinggi.


"Sejak kapan kalian punya markas gini?" tanya Leta penasaran.


"Udah lama Let," jawab El tersenyum.


"Tapi kami dicap selalu enggak baik sama orang-orang disini padahal mah kita anak baik ya gak gaes," ucap Kevin.


"Loh kok gitu?" tanya Dira kearah Kevin.

__ADS_1


"Karena kita itu sering tawuran, berantem sama orang-orang disini kalo prinsip kami sekarang kalo enggak ada yang ganggu kami enggak bakal ganggu duluan," ujar Kevin menjelaskan.


"Apa kalian banyak musuh? sampai-sampai orang banyak yang nyerang gitu?" sekarang giliran Lisya yang bertanya.


"Enggak paling ya biasa lah genk sebelah suka iri sama kita ya kan," jawab Gibran.


"Iri kenapa?" tanya Lisya lagi.


"Enggak tau deh," jawab Gibran.


Mereka pun berbicara dan tertawa bareng di markas sampai mereka lupa jika hari sudah sore.


"Ehh woi udah sore, ayok pulang nanti gw dicariin sama Abang gw," ucap Leta.


"Oh iya udah sore yaudah yok pulang," ujar Lisya.


"Mau dianter atau gimana?" tanya Kevin kearah Cia dan yang lain.


"Enggak usah kami pulang aja berempat kan kami tadi dateng bareng masa pulang sama kalian," jawab Cia ke Kevin.


"Oh iya udah hati-hati ya," ucap Gibran.


"Iya kami pulang dulu byee." Mereka bangkit dan meninggalkan markas Genk Tengkorak tersebut.


...🏵️ SUASANA DIDALAM MOBIL🏵️...


Didalam mobil Cia membuka suara duluan, "Eh Sya lo suka ya sama Ramon."


"Apaan sih siapa juga yang suka," balas Lisya tak terima.


"Kali aja soalnya kalian cocok kalo udah berantem hahaha," sambung Leta.


"Yee enggak lah gw enggak suka sama Pokemon itu tuh si Dira yang cocok sama Gibran sama-sama bobrok," ucap Lisya sambil menunjuk ke arah Dira.


"Malah gw yang kena dah lah males." Mendengar kan jawaban serta ekspresi dari Dira semuanya tertawa tak terasa mereka telah sampai dirumah Leta, mereka menghantarkan Leta terlebih dahulu karena satu jalan sama markas tengkorak tadi.


Leta pamit pulang dan segera langsung masuk kedalam rumahnya itu.


...🐣RUMAH LETA🐣...


"Assalamualaikum," ucap Leta.


"Waalaikumsalam, kamu baru pulang Sayang? ini udah sore loh," jawab Sonya kearah Leta.


"Hehe maaf Mam, Leta tadi enggak liat jam jadi enggak tau kalo udah sore gini," ujar Leta kepada Sonya.


"Iya enggak papa, sekarang kamu mandi nanti turun makan malam udah itu kamu tidur oke nanti kamu kesiangan besok pasti kamu capek kan." Leta merespon anggukan lalu dia langsung menuju ke atas untuk membersihkan diri.

__ADS_1


-


Selamat membaca!! salam Chococips:3


__ADS_2