IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Ketemuan


__ADS_3

📱👉Panggilan Masuk


"Tumben banget ni anak nelfon"


📞: "Apa?"


"Gw udah nyiapin semuanya"


📞: "Nahh bagus tuh"


"Tinggal cari orangnya aja"


📞: "Tenang bisa di atur itu mah"


"Hmm good yaudah bye"


📞: "Owh cuman itu doang.. Oke bye"


...🌳Vina dan Brayn🌳...


Vina tengah duduk di sebuah taman yang lokasinya tidak jauh dari sekolah Brayn, Vina sudah menunggu sedari tadi hingga kejenuhan memenuhi isi kepalanya.


"Gila ya tu orang.. Gue udah nungguin dari tadi sampek lumutan gini belom juga dateng-dateng," dumel Vina yang melempar kerikil kecil. Dari kejauhan Brayn sudah menahan gelak tawanya karena melihat raut wajah Vina.


"Hmm... Maaf lama," kata Brayn yang berdiri di depan Vina.


"Maaf-maaf.. Jenggotan nih Gue nungguin Lo lama banget!" bentak Vina yang kemudian beranjak dari duduknya.


"Eh.. Mau kemana?" tanya Brayn yang namun di hiraukan oleh Vina.


"Haus Gue mau beli minum," kata Vina yang kemudian berjalan melewati badan Brayn.


"Yaelahh maaf, yaudah Gue bayarin Lo minum deh.. Tapi jangan marah lagi yah?" ungkap Brayn yang tak tahu harus berbuat apa.


Mendengar kalimat yang di keluarkan oleh Brayn membuat Vina seketika tersenyum dan membalikkan badannya.


"Bener yahh Lo yang bayar?" tanya Vina pada Brayn.


"Iyee giliran gratis aja lo melek,"


"Ocee deh ayokk kita ke cafe sana," ungkap Vina yang sontak langsung menarik tangan Vina. Brayn mematung saat Vina memegang tangannya dengan perlahan.


...😈Prov Brayn😈...


"Mampuss... Udah jam berapa nih, pasti tu anak udah nungguin Gw dari tadi," ujar Brayn dengan segera menaiki kuda besi miliknya.

__ADS_1


"Ehh bro mau kemana lo?" teriak Rio yang melihat Brayn seperti sedang buru-buru.


"Gue duluan ada urusan,"


Tak menunggu waktu lama Brayn sudah sampai di taman yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah. Brayn melepas helm dan melihat kesekitar untuk mencari keberadaan Vina.


"Nahh itu orang nya," Brayn berjalan dengan santai dengan rambut urakan yang menjadi ciri khas dari Brayn.


"Hmm... Maaf lama," kata Brayn yang berdiri di depan Vina.


"Maaf-maaf.. Jenggotan nih Gue nungguin Lo lama banget!" bentak Vina yang kemudian beranjak dari duduknya.


"Eh.. Mau kemana?" tanya Brayn yang namun di hiraukan oleh Vina.


"Haus Gue mau beli minum," kata Vina yang kemudian berjalan melewati badan Brayn.


"Yaelahh maaf, yaudah Gue bayarin Lo minum deh.. Tapi jangan marah lagi yah?" ungkap Brayn yang tak tahu harus berbuat apa.


Mendengar kalimat yang di keluarkan oleh Brayn membuat Vina seketika tersenyum dan membalikkan badannya.


"Bener yahh Lo yang bayar?" tanya Vina pada Brayn.


"Iyee giliran gratis aja lo melek,"


"Ocee deh ayokk kita ke cafe sana," ungkap Vina yang sontak langsung menarik tangan Vina. Brayn mematung saat Vina memegang tangannya dengan perlahan.


'Tapi kok Gue nggak marah yah waktu Vina narik tangan Gue gitu aja.. hmmm Dia lucu juga ternyata kalo lagi ngambek, haisss.. Lo apaan sih Brayn stop okeh stop Lo itu fokus ke Leta Brayn'


Cafe Sehatie~


Brayn dan juga Vina sudah duduk di satu meja dengan menghadap ke arah jalan serta minuman yang sudah mereka pesan.


"Hmm Cafe nya bagus yah," kata Vina sambil melihat sekeliling ruangan.


"Jelas dong.. Pasti di deket sekolahan Lo nggak ada Cafe sebagus ini kan," ungkap Brayn dengan sombong.


"Dihh biasa muka Lo nggak usah di songong-songongin juga muka Lo emang udah songong," ujar Vina yang mendadak berubah manjadi sinis.


"Yahhh songong-songong gini yang penting tetep cakep," balas Brayn yang menyisir rambut dengan jari-jari kekarnya.


"Cakep cakep pala lu, muka pasaran aja bangga!"


"Apa lo bilang? muka gue ini muka limited edition kali, Lo tu yang muka pasaran!"


"Dih sok cakep bener lo, bagusan juga muka supir gue dari pada lo!"

__ADS_1


"Capek gue debat sama lo! yaudah buruan mau mesen apa? jangan banyak banyak ya bangkrut gue," ujar Brayn dengan raut mukanya yang kesal. Bagaimana tidak kesal jika wajah ganteng milik Brayn ini disama-samakan dengan supirnya jelas beda lah!


"Ngomong aja takut duit lo kurang kan?!"


"Heh denger yaa semua orang juga tau siapa gue, tenang ajaa gue ini horang kaya tujuh turunan," jawab Brayn dengan mengangkat alisnya sebelah.


"Iye deh iyee si paling kaya! yaudah kalo lo banyak duit pesanin gue minuman yang paling enak disini, Lo pasti tau kan? sekalian makanan yang paling enak!" celoteh Vina dengan menyunggingkan senyumannya.


'Gila ni anak ngomongnya cuman mau minum'


"Eh mbak!" teriak Vina yang ia yakini adalah seorang pelayan di cafe tersebut.


Pelayan itupun menghampiri Vina dan Brayn di mejanya "Iya mba mau pesen apa?"


"Saya dengan teman saya mau pesen makanan dan minuman yang paling enak disini, dia yang bayar ya mbak," jawab Vina dengan menunjuk Brayn sedangkan pelayan tersebut hanya mengganguk dan tersenyum.


"Baik silahkan ditunggu ya mbak dan masnya," ucap pelayan itu dengan sopan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Rakus bener ya lo, ngomongnya cuma mau minum haus gimana sih," sindir Brayn sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Yaa sekali kali dong kapan lagi makan gratis dibayari horang kaya tujuh turunan lagi," balas Vina dengan cepat.


"Ini mas mbak pesanannya," ujar seorang pelayan sambil membawakan makanan dan minuman yang dipesan oleh Vina.


"Makasih ya mbak."


"Eh ngomong-ngomong gimana rencana Lo?" tanya Vina langsung to the point.


"Gue minta Lo untuk deketi Elvano terus,"


"Yaelah itu mah gue lakuin terus tiap hari tanpa Lo suruh juga gue deketin." Vina benar dia selalu deketi Elvano kapanpun dan dimana pun dia melihat lelaki itu.


"Bagus deh,"


"Udah gitu doang? Lo cuman nyuruh gue ketemuan ngomongi ini doang? nyuruh gue cuman deketi Elvano? gak ada yang lebih ekstrim gitu?" tanya Vina bertubi-tubi.


"Ya gitu doang sih, gue juga ada rencana sementara Lo deketi si El gue bisa deketi Leta gitu aja," jawab Brayn simple.


"Ngwomong ngwomong low bewnerawn.."


"Kalo lagi makan kunyah dulu," tegur Brayn kearah Vina yang belum selesai bicara. Vina dengan cepat mengunyah makanan dan mulai berbicara kembali.


"Iye iye ngomong-ngomong Lo beneran suka sama Leta?"


"Gak sih gue cuma mau bales dendam aja sama si El, tapi perasaan gue hari-hari ini bukan cuman untuk balas dendam kayanya tapi gue beneran suka sama tu anak," jawab Brayn menjelaskan.

__ADS_1


"Good! gue dukung Lo 1000%" ucap Vina sambil memukul bahu Brayn, entah kenapa Brayn merasakan desiran yang aneh didalam tubuhnya saat tangan mungil itu menyentuh pundaknya.


__ADS_2