
Kini tinggal lah Elvano dan Vina di parkiran motor berdua saja, Elvano membiarkan Vina untuk berbicara duluan kepada nya.
"El jadi jawabannya apa?" tanya Vina kepada Elvano.
Elvano mendekat ke arah Vina dan berkata, "Lo tau kan kalo gw udah punya pacar?"
"I-iya tau El ya terus kenapa?" tanya Vina balik dengan sedikit gugup karena dirinya dan Vina berdekatan cukup dekat.
"Yaudah berarti lo udah tau jawabannya," jawab El yang langsung menjauh dari wajah Vina.
El yang melihat Vina terdiam kerena perkataan nya dia segera menghidupkan motornya untuk segera pergi menemui Leta.
"El tunggu," ucap Vina yang baru sadar jika El ingin pergi dia segera berlari memberhentikan El.
"Gw gak peduli lo mau pacaran sama siapa aja, gw gak peduli kalo gw bakal di cap pho sama orang-orang El. Gw udah lama suka sama lo tetapi kenapa yang lo pilih itu Leta, gw gak kalah cantik kok sama Leta," celoteh Vina dengan percaya diri sedangkan El hanya membuang muka dengan malas.
"El..." panggil Vina yang melihat El tidak memperdulikan ucapan nya.
Sudah cukup El benar-benar muak dengan Vina dia pun angkat bicara, "Lo gak denger apa yang gw ucapin tadi? gw udah punya pacar Vina gw gak butuh lo karena Leta sudah cukup sempurna di mata gw jadi gw mohon sama lo cari laki-laki lain oke banyak kok yang ganteng diluar sana, bye gw duluan."
El pun segera menjalankan motornya meninggalkan Vina yang nampaknya sangat sedih saat ditolak mentah-mentah sama El.
"Lihat aja Let gw bakal ambil El dari lo," ucap Vina dalam hati dengan kesal.
🍄Prov Leta & Aron🍄
"Dek? lo kenapa? tumben diem?" tanya Aron di saat dalam perjalanan menuju ke rumah nya.
Kali ini Leta harus menahan air matanya di depan Aron, jika dia cerita yang sebenarnya Aron pasti akan marah dan memberi El pelajaran dengan memukul nya.
"Gak gw gak boleh nangis.. hufttt Leta tenang," ucap Leta dalam hati sambil sesekali menarik nafas untuk menenangkan dirinya.
"Woi!"
"Eh apa Bang?" tanya Leta yang tersadar dari lamunan nya.
"Lo kenapa sih Dek? ada masalah di sekolah? atau lo ada masalah sama El sampai begong segitunya," ujar Aron yang melihat Leta sedari melamun.
"Enggak kok Bang, ini loh Leta bingung mau ngerjain tugas madam gimana Leta gak ngerti lagi," tutur Leta berbohong.
"Serius lo mikirin tugas?" tanya Aron yang sedikit tidak percaya oleh perkataan Leta.
__ADS_1
"Iya Abang udah ah gak usah dipikirin."
Leta dan Aron telah sampai dirumah nya dan tak lama El pun datang saat mereka baru saja turun dari mobilnya Aron.
"Letaa.." panggil El yang segera turun dari motornya.
Leta yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat El sudah berada di depan rumahnya.
"Dek ada El tuh, Abang tinggal dulu ya," ujar Aron sambil melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah.
Leta pun berjalan mendekat ke Elvano, "Kenapa?"
"Aku mau jelasin sama kamu Let.. kalo aku tu.." Belum sempat El berbicara Leta sudah memotong nya.
"Kenapa? kamu mau bilang kalo kamu udah pacaran sama perempuan tadi? kamu jahat El," ujar Leta yang langsung berlari masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Elvano yang menahan isak tangis nya.
"Duhh nggak gitu Let," kata Elvano yang ingin mencekal lengan Leta namun Leta lebih dulu berlari dan langsung masuk kedalam rumahnya.
"Let... Lett dengerin gw dulu arghh," geram Elvano yang mengacak rambutnya.
El langsung menyusul Leta yang masuk kedalam rumah, diambang pintu ternyata sudah ada Sonya yang memang sudah mengamati mereka.
"El.. kenapa Leta kaya marah gitu? yaudah ayo sini kita masuk dulu," tutur Sonya yang tau bahwa El pasti sangat sulit untuk menjelaskannya.
"Kamu duduk dulu yah Mama mau bikin minum sebentar."
"Iya Tan," balas Elvano yang masi terus memikirkan Leta.
👾SONYA POV👾
"Assalamualaikum Mamaa.. orang ganteng udah pulang!" teriak Aron sambil melemparkan sepatunya kesembarangan arah.
"Hehh Abang nggak usah teriak-teriak," sembur Sonya yang hanya di balas cengiran oleh Aron.
"Mana Letanya?"
"Tuhh pacaran di depan rumah," tunjuk Aron menunjuk ke luar. Sonya yang penasaran pun langsung mengintip dari jendela, tetapi yang ia liat malah perdebatan antara Leta dan juga kekasihnya.
"Lohh kenapa mereka cekcok, hemm pasti mereka salah paham yahh namanya anak muda lah ya," celoteh Sonya yang memaklumi tentang pertumbuhan anaknya.
🧚♀LETA POV🧚♀
__ADS_1
Leta masuk kedalam rumah dan melewati Sonya begitu saja, ia terus menghapus air matanya di sepanjang langkah kakinya. Leta menaiki tangga dengan cepat dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Brakkk..
Suara pintu yang di tutup oleh Leta dengan sangat kuat. Leta melempar tasnya dan membekap wajahnya dengan memeluk boneka tedy berwarna coklat.
"Hikss.. dasar playboy!" dengus Leta yang terus memukul boneka tersebut dengan air mata yang terus mengalir.
"Hikss.. murahan lo bisanya ngambil pacar orang liat aja gw bejek-bejek juga tu cewek!"
"Elvano sialan! hiks... aaa kesel banget," celoteh Leta yang terus mengumpat.
Setelah tangisan Leta merendah ia langsung mengganti baju dan kembali duduk di atas kasurnya.
"Apasih tu cewek cantik juga nggak, El juga gatel banget udah tau ada gw masih aja embat orang lain!" kesal Leta yang terus memisuh-misuh nama Elvano.
"Huffft haus gw dari tadi ngomel-ngomel nggak jelas," tutur Leta yang beranjak dari kasurnya dan berjalan menuruni tangga.
🍩Sonya & Elvano🍩
"Ini di minum dulu yah," tutur Sonya dan ikut duduk di kursi sebelah Elvano.
"Coba ceritain sama Mama."
El menghembuskan nafas pelan lalu ia menceritakan semuanya secara perlahan.
"Jadi gini Tan.."
"Panggil Mama aja," potong Sonya dengan cepat.
"Hehe iya Ma..."
"Jadi tadi Leta liat El lagi ngobrol sama cewek tapi sebenernya El juga nggak ada apa-apa sama cewek itu tapi... Leta mikirnya kalo El yang selingkuh," jelas El dengan raut wajah yang sangat mencemaskan Leta.
"El nggak mungkin selingkuh dari Leta Ma.. El sayang banget sama Leta, El juga sebenernya udah ngebentak cewek itu tapi yang Leta liat malah kalo El selingkuh," lirih El yang menggenggam tangannya.
"Hemm El dengerin Mama yah, salah paham atau pun cemburu itu hal wajar dalam dunia percintaan. Jadi El harus ekstra sabar ngadepin sikap Leta dan yang harus kalian aja adalah saling percaya satu sama lain," ungkap Sonya yang memberi arahan pada El.
"Maafin Leta..."
Ternyata sedari tadi Leta sudah mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1