IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Berubah?


__ADS_3

Bel sudah berbunyi menandakan jam sekolah telah usai, semua murid mengemasi barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang.


"Cia, Leta kita pulang duluan yah," ucap Dira yang berpamitan.


"Lo sama Lisya?" tanya Cia sambil mengemasi buku paketnya.


"Iya.. Bayy," balas nya sambil melambaikan tangan.


"Let lo pulang sama El kan?" tanya Cia pada Leta.


"Iya."


"Yaudah bareng aja, gw juga pulang sama Kevin," ungkap Cia dan diangguki oleh Leta.


Sesampainya di parkiran mereka sudah melihat El juga Kevin yang sudah duduk di motor mereka masing-masing.


"Hayy by," sapa Cia pada Kevin.


"Nih helm nya," ujar Kevin yang menyodorkan helm bogo coklat kearah Cia, Cia pun memakainya dan pulang duluan meninggalkan Leta dan juga El yang masih sama-sama bungkam.


"Let kita duluan yah," kata Cia yang berlambai kearah Leta begitupun sebaliknya.


"El gw cabut jangan lupa kumpul di rumah gw nanti," ujar Kevin yang di acungi jempol oleh Elvano.


Setelah motor Kevin dan juga Cia melaju barulah El membuka suaranya.


"Ayo pulang," ajak El yang menghidupkan motornya. Leta menaiki motor El dan masih menggunakan jaket El yang masi terikat di pinggangnya.


"Udah?" tanya El pada Leta.


"Iya.. " balas Leta dengan suara yang sangat kecil, El masih belum menjalankan motornya karena Leta tidak memegang baju El, El cukup heran biasanya Leta selalu memeluk nya ataupun cuma berpegangan. Leta yang tersadar maksud dari El pun, mencoba berpegangan pada baju Elvano setelah itu baru lah El menjalankan motornya.


"Leta kenapa yah? kok nggak kayak biasanya?" gumam El yang masi bertanya-tanya.


"Mau makan dulu?" tanya El disela perjalanan mereka.


"Enggak, langsung pulang aja," jawab Leta yang masi mengarah kedepan. El merasa bersalah dan khawatir pada Leta, dirinya sesekali melirik kekaca spion untuk memandangi wajah Leta.


Diperjalanan pulang, El menghentikan motornya untuk mampir ke supermarket di dekat rumah Leta terlebih dahulu.


"Tunggu disini apa ikut masuk?" tanya El pada Leta.

__ADS_1


"Disini aja," tutur Leta yang masih marah pada El, saat El berjalan kearah pintu supermarket seketika Leta berubah pikiran saat dirinya melihat segerombolan anak-anak berandalan yang tengah berjalan kearahnya, Leta langsung turun dan berjalan di sebelah Elvano.


"Gw ikut," kata Leta dengan cepat dan berlari kearah El, El sedikit tersenyum karena ia tahu pasti Leta takut karena melihat segerombolan pemuda yang ingin berjalan kearahnya.


"Katanya nggak mau," ledek El kearah Leta.


"Udah cepetan masuk," jawab Leta yang menahan malunya.


El masuk ke supermarket tersebut dan dia langsung mengambil troli, saat mengambil troli pegawai supermarket pun ada yang melempar senyuman kearah Elvano yang membuat mood Leta menjadi hancur.


"Silahkan Kak.." kata pegawai tersebut yang tersenyum manis kearah Elvano.


El menoleh kebelakang dan dia melihat raut wajah Leta yang cemberut masam, El menarik lengan Leta agar mendekat kearahnya dan membuat pegawai tersebut tidak enak hati terhadap Leta.


"Makasih," balas El yang kemudian mendorong troli. El mengambil 2 bungkus snack, 2 botol kiranti, El juga mengambil coklat dan juga eskrim.


"Mau apa lagi?" tanya El pada Leta. Leta tetap diam tetapi dirinya melihat kearah mie instan yang super pedas, Leta melangkahkan kaki nya dan mengambil 2 bungkus mie instan.


"Itu doang?"


"Emm," balas Leta yang menganggukan kepalanya. El mendorong troli tersebut ke meja kasir, setelah membayar El menyerahkan kantong kresek tersebut kearah Leta.


"Nihh... biar kamu nggak marah-marah lagi," kata El yang tersenyum hangat kearah Leta.


...🌄RUMAH LETA🌄...


Sesampainya dirumah Leta, Leta langsung berpamit kepada El untuk langsung masuk tanpa menyuruh El mampir terlebih dahulu seperti biasanya. El sangat merasakan perbedaan dari Leta.


Tiba-tiba Sonya yang mendengar suara motor El pun langsung keluar dan menghampiri El, dilihat lah Leta yang langsung menyelonong masuk kedalam rumah.


"Loh El gak masuk dulu?" tanya Sonya yang melihat El baru saja ingin menghidupkan motornya.


"Em gak usah Ma.. El langsung pulang aja," jawab El dengan sopan kepada Sonya.


"Yakin? emm gak deh mampir dulu yok."


"Gak usah Ma langsung pulang aja El," kata El yang langsung menjawab perkataan Sonya.


Sonya nampaknya curiga dengan El dan juga Leta, kenapaa Leta langsung masuk saja kerumah biasanya Leta mengajak El mampir dulu.


"Kali ini perintah Mama.. yaudah yok masuk," ajak Sonya yang langsung menarik tangan El untuk masuk. Dengan sangat terpaksa El masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Emm El kamu belum makan kan?" tanya Sonya kepada El yang baru saja duduk disofa.


"Belom Ma.."


"Yaudah kamu ikut makan siang ya ini Mama udah siapin makanan," kata Sonya yang menawari El untuk makan. El yang mendapat tawaran itu puns seketika menjadi tidak enakan.


"Eh e-enggak usah Ma.. El makan dirumah aja," ucap El dengan cepat.


"Loh kok gak usah? jarang-jarang juga kan kamu makan disini udah pokoknya jangan nolak." Sonya pun langsung melangkahkan kaki menuju ke dapur. El kali ini benar-benar sangat bingung, Leta saja seperti menjauh dengan El bagaimana bisa satu meja makan tetapi Leta masih marah dengannya.


Aron yang baru saja keluar dari kamarnya langsung dipanggil oleh Sonya.


"Aron!!!" teriak Sonya dari arah dapur.


"Iya Ma.." Aron pun segera untuk menghampiri Sonya.


"Tolong panggilin Adek kamu ya dikamar suruh dia makan," perintah Sonya kepada Aron, Aron dengan sangat terpaksa harus mengiyakan perintah dari Sonya.


"Iya." Aron segera melangkahkan kaki menuju ke kamar Leta.


💃LETA POV💃


"Argghhh!!"


"Kenapa sih gw kaya gini mood gw ancur banget!! mana perut gw sakit lagi," ujar Leta yang sedari tadi memegangi perutnya yang sakit itu. Leta pun membuka handphone yang langsung terpanjang wajah dirinya dan El diwallpaper handphone Leta.


"El lo jahat banget sih.." rintih Leta sambil menatapi foto dirinya dan juga El.


"Tadi perhatian banget sama Vina terus ngomong berdua lagi dibelakang taman sama perempuan bule emm," ucapnya lagi dengan Kesal.


"Gw gak tau harus gimana sekarang gw bener-bener pusing kalo masalah percintaan!"


Tok..tok..tok


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Leta, Leta segera membuka nya dan ternyata itu Aron.


"Hmm kenapa?"


"Lo disuruh Mama makan," kata Aron memberitahu, tetapi Aron mengamati mata Leta yang habis membengkak sepertinya Leta habis menangis.


"Tunggu." Aron mengangkat dagu Leta sedikit menghadap ke dirinya.

__ADS_1


"Lo abis nangis?"


__ADS_2