
"Sya lo beneran gak papa? atau lo mau ke bis? ayok sama gw aja," tawar Gibran dengan senang hati.
"Tumben banget ni anak baik sama gw," ucap Lisya dalam hati dengan heran
Dira yang melihat mereka berdua lantas senyum-senyum sendiri, Ramon yang melihat Dira senyum-senyum sendiri pun mulai bergelidik ngeri.
Ramon langsung memegangi dahi Dira untuk memastikan, Dira lantas terkejut saat tangan Ramon berada di dahinya.
"Emm aman sih, tapi lo kenapa tiba-tiba senyum-senyum sendiri gitu?"
"Dih terserah gw dong lagian lo kenapa paket acar meriksa-meriksa dahi gw," jawab Dira ketus.
Gibran dan Lisya seketika melihat ke arah mereka berdua dan melemparkan pandangan satu sama lain untuk saling kode 'Kenapa'. Lisya yang ditanya itu pun menaikkan kedua bahunya tidak tahu.
"Eh udah napa berantem mulu, kita ke bis aja yok gw udah capek ni," ajak Lisya yang langsung berdiri dan mengarah ke dalam bis disusul oleh Gibran dibelakang nya.
🦄Prov Lisya & Gibran🦄
"Sya lo beneran gak papa?" tanya Gibran lagi.
"Iyee gak papa kenapa sih lo nanya mulu deh perasaan," jawab Lisya dengan heran.
"Ya kan gw khawatir aja lo kaya kecapekan gitu nanti lo kenapa-napa lagi."
Jlebb~
Saat Gibran mengatakan kalimat 'Khawatir' entah mengapa perasaan Lisya campur aduk sekarang. Apakah Gibran benar-benar khawatir dengan Lisya.
"Duh kenapa nih gw," ucap Lisya dalam hati sambil memegangi dadanya.
Gibran yang melihat Lisya memegangi dadanya mulai berpikiran yang tidak-tidak.
"Sya lo sesak nafas? yang mana yang sesak biar gw ambilin minyak kayu putih ya, lo tunggu disini."
Barulah Gibran ingin pergi tangan nya ditahan oleh Lisya terlebih dahulu, "Apaan sih lo enggak gw gak sesak nafas."
"Terus kenapa lo megangi dada lo?"
"Gak papa sih dah lah gw mau tidur dulu." Lisya menghadap ke arah jendela dan mulai memejamkan matanya.
"Yeee ni orang langsung tidur."
🐞Prov Dira, Gibran & Ramon🐞
"Eh gw tadi itu ketawa ngeliat Lisya sama Gibran tumben tu anak perhatian sama Lisya," ucap Dira menjelaskan dan hanya direspon anggukan oleh Ramon.
"Dah bye gw mau ke bis dulu." Dira pun bangkit dan berjalan menuju ke arah bis.
__ADS_1
"Eh woiii gw di tinggalin tungguin kutu badak." Ramon yang melihat Dira berjalan ke bis pun menyusulnya.
Saat Dira hendak menaiki tangga bis kakinya tergelincir dan terhanyun ke belakang, Ramon yang kebetulan berada di belakang Dira yang melihat Dira seperti ingin jatuh refleks menangkap nya.
Kini tatapan mereka menyatu, semua orang yang ada dibis dan yang ada di tempat makan tertuju ke mereka berdua.
"Cieeeeeeee," teriak semua yang melihat kejadian Dira dan juga Ramon.
Lisya yang seketika ingin tidur itu tiba-tiba bangun karena mendengar suara yang heboh begitu pun juga Gibran.
Gibran langsung ke tangga untuk melihatnya, di lihat lah Ramon dan Dira dengan posisi Ramon menahan badan Dira agar tidak jatuh.
Dira dan Ramon tersadar dari lamunan nya. lantaran suara teriakan yang meneriaki mereka berdua, lalu mereka kembali bersikap biasa saja.
"Makanya jalan itu liat-liat," ucap Ramon dengan berbisik dan mendahului Dira untuk berjalan menaiki tangga karena Ramon tidak ingin dilihat seperti orang salah tingkah dan malu.
Dira lalu menyusul Ramon ke dalam bis. Dira merasa malu serta canggung nya dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
🌈Prov Leta, Cia, Elvano & Kevin🌈
"Kalian mau beli apaan?" tanya El sambil menjenjeng tas Leta di bahunya.
"Emm apa yah, kayaknya keripik-keripik aja deh," ujar Leta sambil menaruh jarinya di dagu yang menandakan bahwa dirinya sedang berfikir.
"Iya udah itu aja cukup kayaknya soalnya kan kita udah makan juga," tutur Cia yang masih fokus pada gadgetnya.
"Ciaa... kamu tu lagi liatin apa sih ntar aja main handphone nya," tegur Kevin yang ingin merebut gadget Cia namun lebih dulu di tarik oleh Cia.
"Nanti aja mainnya disini banyak orang ntar di jambret," kata Leta yang ikut membantu Kevin.
"Iya juga sih yaudah ntar aja deh," akhirnya Cia menurut apa kata teman-temannya.
Setelah mereka membeli cemilan dan juga minuman, mereka langsung bergegas menuju bis.
"Sini gw bantuin," kata El yang langsung mengambil kantong kresek dari tangan Leta.
"Buruan ntar kita di tungguin Madam," celoteh Kevin yang lebih dulu berjalan di depan.
"Weyy gila liat noh madam mukanya udah kayak mau makan kita," ucap Cia yang mulai cemas.
"Duhh..." balas Leta sambil bergandeng di tangan Elvano.
...🙄DIDALAM BIS🙄...
"Ehmm di bis ini semua sudah lengkap?" tanya Bu Madam sambil membawa kipas tangan miliknya.
Semuanya masih diam sambil mengamati kursi yang sekiranya masih kosong, akhirnya Gibran membuka suara.
__ADS_1
"Anu Bu.. Elvano, Kevin, Leta sama Cia masih di luar Bu mereka lagi beli cemilan," kata Gibran yang sedikit gugup.
"Hemm mereka ini yaudah kalo semuanya sudah lengkap kasih tau supir bis nya. Tuh para supir bus lagi ngadem di bawah pohon sana," tunjuk Madam kearah kaca mobil.
"Misi Bu.. " ungkap Leta dengan suara pelan.
"Nahh panjang jakun eh maksud nya panjang umur... yaudah cepet kalian masuk soalnya waktu terus berjalan," celoteh Madam lalu keluar dari bis.
"Kalian lama banget sih?" dengus Lisya pada Leta dan juga Cia.
"Tempatnya cukup jauh Sya makanya lama," tutur Leta lalu duduk di sebelah Elvano.
"Tau nih Sya marah-marah mulu kerjaan lo," kata Dira sambil mendorong bahu Lisya.
"Let bagi minum dong gw haus banget," rengek Cia yang kelelahan.
"Nih punya loh.. yang lain kalo mau jajanan ambil aja itu juga untuk kita semua kok," ungkap Leta sambil menaruh kantong kresek bawaannya di tengah kursi.
🍉Prov Leta & Elvano🍉
"Mau?" tawar El yang ingin membuka keripik kentang.
"Iya boleh-boleh," balas Leta sambil menganggukkan kepalanya.
"El liat sini," kata Leta yang ingin mengajak El untuk ber-selfie.
📸Cekrek... 📸
Mereka berfoto dengan berbagai pose dan dengan kekonyolan yang di lakukan oleh Elvano.
"Hahaha muko lo El coba liat," ungkap Leta yang tengah menahan tawanya.
"Cakep kan gw disini," kata El dengan berlagak songgong.
"Dihhh pd banget," tutur Leta sambil melirik kearah El.
Drttt... Drtttt
"Eh bentar-bentar Bang Aron nelfon ni," celoteh Leta yang langsung mengangkat panggilan tersebut.
...📳Abang gw📳...
"Hallo Bang napa?"
📞: "Tidur.. perjalanan masih jauh."
"Iya-iya."
__ADS_1
📞: "Bagus, dah gw cuman mau ngomong itu doang."
"Iyaa.. pasti Mama yang nyuruh kan."