
Saat Elvano membuka sebuah pesan dari nomor yang ditidak dia kenal dirinya langsung emosi dan kesal, Elvano sudah tau jika ini kerjaan Brayn dan teman-temannya itu. Dia segera membalas pesan Brayn tersebut.
...+628*****...
+628*****
Lo bisa seneng-seneng sekarang, sebentar lagi gw akan rebut Leta dari lo hahaha
^^^Elvano:^^^
^^^Hah lo pikir gw gak tau lo itu siapa?^^^
^^^Mau lo apain cewek gw hah?^^^
^^^Kalo sampai lo nyentuh cewek gw abis lo!^^^
Elvano benar-benar kesal kenapa Brayn mengancam dirinya lewat Leta, apa yang akan dia lakukan sama Leta.
"Arghhh dasar lo! awas aja kalo sampai tu brengs*k nyentuh Leta gak akan gw biarin!" ucap Elvano dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.
Untuk menenangkan pikiran nya yang begitu kacau Elvano memutuskan untuk beristirahat saja, besok dia harus memikirkan suatu cara agar bisa mencegah Brayn menyentuh Leta nya itu.
...Pagi Hari🌥️...
Pagi hari Leta sudah siap dengan pakaian sekolahnya dengan sedikit make up natural agar menambah kecantikan wajahnya. Leta turun kebawah untuk sarapan terlebih dahulu sebelum dirinya berangkat menuju ke sekolah.
Saat dia turun, Sonya langsung menghampiri dirinya dan berkata, "Sayang di luar ada temen kamu nungguin katanya mau berangkat bareng."
Leta pun bingung apakah mungkin El yang menjemput dirinya, "Siapa?"
"Enggak tau Mama belum pernah ngelihat dia coba deh kamu keluar dulu dia udah nunggu tuh," jawab Sonya kepada Leta.
Leta yang ikut penasaran pun langsung segera menuju ke pintu keluar untuk melihat siapa yang menjemputnya pagi-pagi seperti ini. Dan betapa terkejutnya saat dia melihat bukan El yang menjemputnya melainkan Brayn.
"Brayn?" Merasa namanya dipanggil Brayn pun menoleh ke arah Leta dan tersenyum.
"Kok kamu.."
"Eh Leta apa kabar? sorry nih gw kepagian ya kerumah lo, gw mau ajak lo berangkat bareng mau gak?" tanya Brayn to the point kepada Leta. Sedangkan Leta masih syok baru saja kemarin El berbicara soal Brayn.
__ADS_1
"Hello Let.." ucap Brayn yang menyadarkan Leta dari lamunannya.
"Hah? apa?" tanya Leta yang seperti orang linglung.
Brayn membuang nafasnya pelan, "Gw ganggu ya kalo datang pagi-pagi gini?"
"Eh E-enggak kok biasa aja," jawab Leta gugup.
"Lo mau kan berangkat bareng gw kesekolah? kan sekolah kita satu arah jarang-jarang juga ya kan," ajak Brayn sambil tersenyum.
Leta kali ini benar-benar bingung dia harus menjawab apa, jika dia menolak dia tidak enak dengan Brayn tetapi jika dia menerima bisa-bisa El salah paham dan marah sama Leta.
"Aduh gimana ya, gw soalnya berangkat bareng Abang gw," jawab Leta yang tak enak hati.
"Emm gitu yah."
Saat mereka sedang asik mengobrol Sonya datang untuk menyuruh Leta sarapan pagi dahulu.
"Leta yok kamu sarapan dulu ajak temen kamu sarapan bareng," tutur Sonya kepada Leta dan juga Brayn.
"Em yaudah yok kita sarapan dulu," ajak Leta kepada Brayn.
"Gak papa deh Leta nolak berangkat bareng gw yang penting gw bisa sarapan bareng sama dia dan keluarganya satu awalan yang bagus Brayn," ucap Brayn dalam hati sambil sedikit tersenyum miring.
"Loh loh ini siapa lagi dek, awas kalo El sampai tau bisa marah loh," ujar Aron yang mulai menjahili Leta.
"Duduk Bray," ujar Leta yang tidak menjawab pertanyaan dari Aron. Setelah Brayn duduk, Leta langsung menarik tangan Aron dan berjalan menjauhi meja makan.
"Dek apaan sih gw mau sarapan nih ntar telat," dengus Aron yang melepaskan tangan Leta begitu saja saat mereka sudah berada di ruang nonton.
"Shuttt ihh Abang dengerin Leta dulu," rengek Leta yang takut bila dirinya dan juga El akan bertengkar untuk kedua kalinya.
"Huffft apa?" tanya Aron dengan ketus.
"Emm gw nggak tau kenapa dia tiba-tiba kerumah kita, itu loh Bang yang pernah nyamperin Leta waktu turun dari mobil," jelas Leta yang menunjuk kearah dapur.
"Lahh tu anak nggak ngabarin lo dulu gitu?" tanya Aron yang juga ikut terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Leta.
"Terus kalo El jemput gw gimana dong Bang entar El bisa salah paham," rengek Leta yang hampir menangis membuat Aron juga ikut panik.
__ADS_1
"Udah lo makan aja duluan biar gw yang tunggu El di luar nanti gw yang jelasin," ungkap Aron yang menenangkan Leta. Leta menurut ia kemudian berjalan kearah meja makan.
...🌻Teras Rumah🌻...
Aron berjalan ke depan dan duduk di kursi teras sambil menunggu El datang. Dari kejauhan Aron mengamati stiker yang ada di motor milik Brayn, Aron tersadar bahwa lambang serigala merah merupakan musuh bebuyutan genk tengkorak.
"Gw kayak kenal deh sama stiker ini," gumam Aron yang terus mengamati dari jauh.
"Hahh! ini kan lambang genk Serigala Merah berarti tu anak musuh dari genk tengkorak," kata Aron yang terkejut sekaligus khawatir dengan keselamatan adiknya.
"Wah-wahh ni anak nggak beres."
🤠ELVANO POV🤠
"Bun Abang berangkat sekolah dulu yah," ucap El yang buru-buru menuruni tangga sambil memasang jam tangan miliknya.
"Hehh Abang hati-hati entar jatoh lo," kata Rena yang mengingatkan.
"Abang... ayo kita sarapan dulu," ajak Ayah yang sudah duduk di meja makan dengan Alvin yang sudah siap dengan seragam Tk nya.
"Aaa Ayah, Abang mau cepet kan mau jemput Leta," rengek El dengan wajah memelas.
"Udah Abang, kata Ayah sarapan yah kamu harus sarapan dulu... lagian ini juga masi pagi," tegur Rena sambil menguangkan air putih kedalam gelas.
"Hufff iya-iya Abang sarapan dulu," lirih El yang berjalan gontay kearah meja makan.
"Lagian pasti pacar kamu juga lagi sarapan Bang," ujar Ayah yang tersenyum geli kearah anaknya itu. Mereka makan dengan tenang tidak ada yang bersuara, setelah selesai makan El langsung bergegas menuju rumah Leta.
"Bunda... Ayahh Abang pergi dulu yah," pamit El pada mereka.
"Iya hati-hati Bang jangan ngebut-ngebut," tutur Rena yang mengingatkan.
El mengendarai motor kesayangannya serta memakai helm fullface andalannya. Tidak menunggu waktu yang lama akhirnya El sudah sampai di komplek perumahan Leta. Ia turun dari motor sambil menaruh helm lalu berjalan memasuki halaman rumah Leta.
"Lahh ini motor siapa? seinget gw motor Bang Aron modelannya bukan kayak gini," gumam El yang nampak bingung serta penasaran.
"Eh Bang jangan ngelamun entar kesambet loh," tegur El yang baru saja datang.
"Hah? eh lo udah nyampai ternyata."
__ADS_1
"Emm Bang itu motor siapa? setau gw motor Abang nggak model kayak gitu," tanya El yang penasaran.
"Owh iya gw mau ngasih tau sama lo," tutur Aron yang menepuk bahu El.