IPA IPS Jadi Penghalang

IPA IPS Jadi Penghalang
Museum Geologi


__ADS_3

"Eh udah semua kan makannya? katanya kita mau foto disana," tutur Lisya sambil menunjuk kearah air terjun.


"Udah nih yok kita kesana," ungkap Leta sambil membersihkan mulutnya.


"Yaudah yok kesana, mumpung masih disini ntar kita keburu disuruh kumpul lagi," ujar Cia menanggapi. Setelah mereka makan, mereka semua berjalan beriringan menuju air terjun yang tak jauh dari pondok yang mereka duduki tadi.


"Yang cewek hati-hati ini jalannya licin," ungkap Ramon memperingati.


"Sini Let, pegang tangan gw biar nggak jatoh," ujar El dengan memberikan tangannya kearah Leta. Leta pun dengan senang hati menerima penawaran dari El, dirinya memegang tangan El dengan senyum manisnya.


"Astagfirullah licin banget," ungkap Cia yang hampir terjatuh.


"Kan udah gw bilang jalannya hat.." belum lah selesai Ramon melanjutkan kalimatnya tiba-tiba Dira sudah terjatuh dan memegangi kakinya yang berdarah.


"Srett"


Suara yang berasal dari Dia yang terpeleset dan pergelangan kaki nya pun  terluka.


"Aww.." lirih Dira saat terpeleset menginjak batu yang terbilang licin.


(Siapa lagi yang ceroboh kalo bukan Dira xixi)


Ramon langsung membantu Dira berdiri dan duduk di pinggir sungai untuk mengobati luka di kaki Dira.


"Akhh kaki gw," rintih Dira yang kesakitan.


"Pelan-pelan jalannya, duduk disini dulu," ungkap Ramon sambil menuntun Dira.


"Duhh Dir makanya hati-hati, untung gw udah siapin obat merah," tutur Leta yang nampak khawatir.


"Dira mah kebiasaan selalu jatoh," ucap Lisya sambil memutar matanya malas.


"Sya nggak boleh gitu lah namanya juga Dira," celoteh Cia sambil menyengir.


"Obatin aja dulu Let ntar kalo udah baru kita foto disana," kata Gibran prihatin. Leta mulai mengolesi obat merah ke pergelangan kaki Dira dengan perlahan.


"Ssstt perih Let," rintih Dira yang menahan rasa sakitnya.


"Iya bentar ini dikit lagi udah kok," tutur Leta yang masih fokus mengobati luka Dira.


"Nahh udah kok," ujar Leta kemudian beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Masih perih nggak?" tanya Lisya pada Dira.


"Nggak sih yaudah yok kesana ntar kita nggak jadi foto lagi," ucap Dira kemudian berusaha untuk berdiri dan di bantu oleh Lisya.


Setelah mengobati Dira mereka kembali berjalan kearah tempat dimana air terjunnya bagus untuk posisi foto.


"Kayaknya disini bagus deh, gw taruh kamera nya disini yah," ungkap Kevin dan memasang kamera nya dengan posisi yang telah sesuai.


"Oke udah coba kalian berdiri disana gw mau liat di kamera kita semua dapet nggak," ungkap Kevin yang menyuruh mereka berdiri di depan air terjun.


"Yok-yok kesana," ungkap Leta dan mereka berjalan dengan perlahan.


"Segini nggak Vin kira-kira," tutur Gibran sambil teriak.


"El loh geser dikit... nah iya segitu, weyy sisain tempat gw di sebelah Cia," ujar Kevin yang mengatur posisi.


"Okee satu.. dua... tiga," ucap Kevin sambil berlari kearah mereka dan segera berpose dengan kamera yang sudah memakai timer.


📸Cekrekk...📸


"Gantian Bran lo yang nyalain timer nya lagi capek nih gw," rengek Kevin dengan wajah yang di buat seolah-olah kelelahan.


"Alasan lu, bentar-bentar gw nyalain dulu, " celoteh Gibran lalu berlari kearah kamera dan langsung berlari lagi ketempat mereka.


"Fotoin gw sama Kevin dong," rengek Cia pada Gibran.


"Bentar gw ambil dulu," tutur Gibran sambil berlari untuk mengambil Kamera.


"Gw juga yah Bran fotoin," ungkap Leta menimbrung.


"Iya-iya kita foto semua kok tenang aja," ungkap Gibran mengacung jempolnya.


Mereka mengabadikan momen ini dengan berfoto dan mempostingnya di Sosial media.


Sedang asik berfoto Madam menyuruh semua murid Nusa Bangsa untuk berkumpul diarea kebun teh.


"Heh itu sepertinya suaranya Madam deh," ucap Leta tiba-tiba semuanya terdiam mendengar suara yang kata Leta adalah suara Madam.


"Yok anak-anak kita kumpul disini, itu yang sedang berada di air terjun segera kesini ya nak kita akan pergi ketempat wisata lain," ucap Madam dengan menggunakan mic agar semua murid kedengeran dengan suaranya.


"Tuh tuh kan bener woi disuruh kumpul buruan," ujar Dira yang belari duluan meninggalkan Leta dan yang lain.

__ADS_1


"Tunggu napa Dir elah takut banget sama Madam," ucap Kevin kesal.


Leta dan teman-teman segera berkumpul ke tempat yang disuruh oleh Madam.


Melihat semua murid nya sudah berkumpul Madam pun mulai berbicara.


"Yak udah kumpul semua kan, jadi abis ini kita akan berangkat ke Museum Geologi jadi Madam harap kalian tidak meninggalkan sampah bekas jajanan ataupun makanan kalian tadi disini. Sebelum berangkat kita membereskan tempat ini dahulu oke."


Mendengar pernyataan dari Madam, semua murid mulai mengikuti perintah yang disuruh oleh Madam tersebut. Satu persatu sampah disana sudah tidak ada lagi.


Saat sudah bersih Madam mulai berbicara lagi. "Dikarenakan sudah bersih jadi sekarang yok kita langsung cus ke Museum."


"Yeyy!!" teriak mereka bahagia.


Lalu semua murid pun masuk kedalam Bis tersebut dan bis tersebut mulai melajukan mesinnya menuju ke tempat tujuan.


Ketempat tujuan memakan waktu yang cukup lama belum lagi macet dijalan tetapi mereka masih tetap semangat untuk berlibur diakhir tahun ini.


...🐣 MUSEUM GEOLOGI 🐣...


Museum ini sangat indah disini banyak sekali peninggalan batu zaman dahulu, berbagai macam tengkorak dinosaurus, berbagai macam tengkorak manusia pada zaman purba dan lain sebagainya.


Disini kita juga akan tau sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia dengan menonton film 3D tentang geologi.


"Wahh tempatnya bagus banget," ucap Lisya yang menatap dengan takjub museum ini.


"Iya gak sabar deh yok masuk," sambung Dira sambil menarik tangan Lisya untuk masuk.


"Eh tungguin woi." Dan yang lain menyusul Dira dan juga Lisya yang berjalan lebih dulu.


"Nah anak-anak ini yang dinamakan Museum Geologi disini kalian akan melihat berbagai macam batu, senjata, tengkorak atau pun semacamnya pada zaman purba saat itu. Kalian boleh ngapain aja disini asal tidak ada satu barang pun yang kalian ambil dan yang kalian rusak paham?" tanya Madam panjang lebar.


"Siap paham Madam," ucap semuanya dengan kompak.


Semua nya berpencar untuk mengunjungi satu persatu tempat di museum ini. Leta dan teman-temannya memilih melihat dahulu tengkorak yang besar berbentuk dinosaurus itu.


"Woii liat itu jadi ini yaa yang namanya tengkorak Dinosaurus, ngmong-ngomong hewannya masih ada atau enggak ya," ujar Dira sambil memperagakan seperti orang berpikir.


"Iya gak lagi lahh Dir masa iya masih ada, ancur dong nanti kita diinjek-injek sama tu hewan," celoteh Cia kearah Dira.


"Bener juga kata lo, emm tapi sekarang dimana yaa tu Dino," ucap Dira lagi.

__ADS_1


"Lo kenapa mau tau banget tentang tu Dino, mau lo pelihara Dir?" tanya Lisya dan yang lain tertawa mendengar perkataan Lisya itu.


__ADS_2