
Setelah selesai dengan urusan di markas, Devan langsung membawa sang istri menuju apartemen mereka. Malam ini Devan ingin memiliki waktu bebas bersama Alana tampa gangguan dari orang lain.
Saat di perjalanan, Alana yang melihat wajah fokus sang suami tiba-tiba saja mengejutkan pria itu dengan kecupan ringan yang di berikan olehnya di pipi.
“ sayang “ ucap Devan.
“ wajah suami ku sangat menggemaskan ketika sedang fokus, aku tidak bisa untuk tidak mengganggunya “ ucap Alana.
Devan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, dia tahu bahwa Alana sudah mulai menunjukan sikap manja dan usil padanya.
“ kenapa tidak di sini “ ucap Devan sambil mengecup bibir sang istri.
Alana yang mendapatkan kecupan ringan itu langsung tersipu malu, dia tidak menduga bahwa suaminya akan melakukan hal itu.
“ baiklah sekrang berkendaralah dengan benar “ ucap Alana mengalihkan.
Ketika Devan mendengar perkataan Alana menjadi tersenyum, dia tahu bahwa sekrang istrinya sedang malu setelah mendapatkan ciuman darinya.
“ sesuai keinginan istri ku “
Setelah berkendara selama setengah jam, Devan dan Alana akhirnya tiba di apartemen mereka. Devan juga dengan sigap langsung membantu sang istri untuk turun dan membawanya masuk ke apartemen mereka.
“ selamat datang di apartemen kita sayang “ ucap Devan.
“ tempat ini masih tetap rapi meski tidak ditempati selama satu bulan “ ucap Alana.
“ tentu, aku sengaja tidak merubah apa pun semenjak terakhir kali kita berada di sini. Aku ingin suasananya tetap
seperti terakhir kali kita meninggalkannya “
Alana hanya tersenyum saat mendengar perkataan suaminya, dia tahu bahwa pria itu akan melakukan hal-hal romatis dan berkesan hanya untuk dirinya.
“ apakah kau bosan “ tanya Devan.
“ sedikit, sejujurnya aku sudah ingin berjalan-jalan “
“ bersabarlah, dokter mengatakan kau akan segera bisa berjalan setelah melakukan beberapa kali terapi serta memakan banyak makan sehat untuk memperkuat tubunya mu “
“ baiklah “
“ kita akan pergi ke ruang kerja ku, di sana ada beberapa buku dan komputer untuk bermain game jika kau merasa bosan “
“ oke "
Setelah itu, Devan mengajak Alana pergi ke ruang kerjanya dan memberikan beberapa buku dan komputer yang sengaja di isi dengan berbagai macam permainan untuk Alana.
Saat Devan sedang fokus bekerja dan Alana fokus dengan gamenya, tiba-tiba saja ponsel pria itu berbunyi. Saat Devan melihat si pemanggil, dia langsung kesal.
“ mengapa tidak di angkat “ tanya Alana.
“ ini dari teman kuliah ku, mereka ingin aku menghadiri reuni besok malam “
“ bukankah itu bagus, lantas mengapa wajah suami ku terlihat sangat kesal “
“ aku tidak suka mengahadiri acara seperti itu, bagi ku itu sangat membosankan “
Mendengar itu Alana tiba-tiba memikirkan sesuatu untuk membuat suaminya mau pergi ke acara reuni bersama teman-teman kuliahnya dulu, di aingin suaminya memiliki hubungan yang baik dengan teman-temannya.
__ADS_1
“ bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan “ ucap Alana tiba-tiba.
“ apa itu ? “
“ suami ku harus datang ke acara reuni itu dan bertahan selama satu jam di sana “
“ apa yang akan terjadi jika aku akan menang “ tanya Devan penasaran.
“ aku akan memberikan hadiah untuk kesayangan ku “
“ apa yang menjadi hadiahnya “
“ sebuah permintaan, suami ku bisa meminta apa saja kepada ku ketika bisa menyelesaikan tantangan itu “
Mendengar hadiah yang di katakan sang istri Devan menjadi semangat, dia tidak menduga bahwa istrinya akan mengatakan hal seperti itu padanya.
“ baik, istri ku harus menepati janjinya “
“ tentu, tapi jika suami gagal maka hadiah itu tidak berlaku sama sekali “
“ sepakat “
Setelah itu Devan mengangkat tubuh Alana dan membuatnya duduk di atas pangkuannya, Alana yang sedang bermain langsung kalah saat mendapatkan perlakukan Devan.
“ aku kalah “ ucap Alana sedih.
“ maaf sayang, aku akan diam sekarang. Jadi kau bisa bermain kembali “
“ aku sudah tidak ingin bermain lagi “
Ketika Devan mendengar itu dia langsung tertawa, dia tidak menduga bahwa sang istri akan berhenti saat dia menggodanya.
“ tidak juga, aku hanya bosan karna sudah mengulang semua permainan ini “ ucap Alana, baginya permainan itu sama sekali tidak menantang karna dia sudah berulang kali memenangkannya.
“ apakah kau ingin membaca buku “
“ tidak terima kasih, meskipun aku jenius tapi aku tidak terlalu suka membaca karna itu membuat ku mengantuk “
“ lalu apa yang kau lakukan saat ujian jika tidak membaca buku pelajaran “ ucap Devan penasaran.
“ aku selalu mengingat saat para guru menjelaskan materinya, aku juga melakukan bimbel dan melarang guru bimbel ku untuk memberikan tugas membaca “
Ketika Devan mendengar itu, dia menjadi kagum pada ke jeniusan sang istri. Jika dia harus membaca banyak buku saat masa-masa sekolah hingga perguruan tinggi maka istrinya hanya perlu mendengarkan gurunya agar bisa menyerap semua ilmu mereka.
“ apakah teman sekelas mu tidak iri atau berbuat hal yang jahat kepada mu ketika melihat kejeniusan mu “
“ tentu tidak, aku mengatasi semua rasa iri itu dengan membantu mereka untuk belajar. Aku juga menolak untuk memberikan contekan agar mereka bisa mendapatkan nilai yang murni dari hasil jerih payah mereka sendiri “
“ aku semakin bangga kepada mu “
“ apakah suami tidak merasa aku sombong atau menyebalkan “
“ tentu tidak, aku juga tidak merasa rendah ketika mendengarnya. Bagi ku itu adalah keahlian mu dan aku sangat
bangga karna bisa memiliki istri jenius yang dapat mengajarkan banyak ilmu kepada anak-anak ku di masa depan “
“ terima kasih sayang “
__ADS_1
Devan mengecup puncak kepala sang istri, setelah duduk selama setengah jam. Devan memutuskan untuk mengajari Alana untuk berjalan, pria itu memegang satu tangan Alana dan memintanya untuk menggerakan
kakinya dengan perlahan.
Saat proses itu, Alana beberapa kali hampir terjatuhh. Kakinya masih belum sepenuhnya sembuh. Tulangnya masih belum benar-benar kuat karna telah lama tidak di gunakan untuk berjalan.
“ apakah kau lelah sayang “ tanya Devan.
“ iya, ini bahkan lebih melelahkan dari pelatihan yang ku jalani di masa lalu “
Saat ini tubuh Alana di penuhi oleh keringat, itu terjadi karna dia sudah satu bulan tidak pernah melakukan olahraga.
“ baiklah kita akan berhenti “
Setelah mengatakan itu, Devan membawanya ke kamar untuk membersihkan diri. Dia juga memutuskan untuk membuatkan makan malam untuk mereka.
Saat Alana selesai membersihkan diri, dia memutuskan untuk luar kamar setelah memakai pyama dengan menggunakan kursi rodanya. Sejujurnya dia merasa tidak bebas saat menggunakan kursi roda, namun
dia juga tidak bisa memaksakan kakinya untuk bergerak saat ini.
“ kau sudah lapar “ tanya Devan.
“ belum, apakah yang sedang suami ku masak “
“ aku membuatkan sup ikan dan sup kentang serta wortel “
Mendengar dua jenis masakan yang akan di buat oleh Devan, Alana menjadi kagum padanya pria itu. Dia bahkan tidak bisa memasak sedangkan suaminya sangat ahli memasak.
“ apakah ada yang bisa ku bantu “
“ saat ini tubuh mu sedang lemah jadi kau tidak bisa terlalu banyak bekerja, jadi sekarang pergilah ke meja makan dan tunggu aku selesai memasak “
“ baiklah “
Alana tahu bahwa saat ini tubuhnya sedang tidak baik jika melakukan aktivitas yang berat jadi dia memutuskan untuk mengalah dan menuruti permintaan sang suami.
Setelah menungggu selama beberapa saat, Devan akhirnya selesai dengan masakannya dan langsung menyiapkan makan malam mereka. Saat makan Devan selalu memasukkan banyak sayuran dan ikan ke dalam piring sang istri, dia ingin tubuh istrinya bisa segera kembali kuat seperti dulu lagi.
Alana yang mendapatkan perlakukan seperti itu hanya bisa pasrah, meski perutnya sudah kenyang namun dia tidak berani mengentikan perlakuan Devan karna takut suaminya akan semakin memaksanya.
Setelah selesai makan malam dan membersihkan dapur, Devan membawa Alana masuk ke kamar untuk beristirahat. Dia juga berniat untuk membawa Alana ke kantor bersamanya.
“ besok kau ikut dengan ku ke kantor “ ucap Devan.
“ mengapa “
“ karna mulai sekarang aku akan selalu ada di samping mu, aku tidak ingin kejadian itu terulang kembali “
“ tapi aku bisa tinggal bersama ibu, lagi pula jika aku ikut ke kantor maka suami akan merasa terganggu “
“ aku tidak merasa terganggu, aku bahkan merasa tenang jika kau berada di sekitar ku “
Melihat bahwa perktaan Devan tidak bisa di tolak, Alana akhirnya memutuskan untuk mengikuti apa yang diinginkan suaminya.
“ baiklah, aku akan ikut ke kantor bersama suami ku “
“ terima kasih sayang. Sekarang tidurlah, selamat malam sayang “
__ADS_1
“ selamat malam, suami ku “