
Saat ini, Devan dan Alana sedang duduk di ruang tamu, sedangkan putra mereka bermain dengan anak-anak Pompom dan Jasmine pergi bersama dengan Rafael.
Ketika mereka sedang menikmati suasana damai, tiba-tiba saja Rafael datang dengan wajah panik. Saat melihat hal itu, Devan serta Alana menjadi gugup.
“ ada apa “ tanya Alana.
“ Ja...smine “ ucap Rafael gugup.
Saat mereka berdua melihat ekspresi gugup Rafael ketika menyebutkan nama Jasmine, keduanya langsung tahu bahwa ada sesuatu yang buruk telah terjadi pada putri mereka.
“ ada apa dengan putri ku “ ucap Devan.
“ maafkan aku, ini semua salah ku “
“ katakan apa yang telah terjadi “ ucap Devan kesal.
“ dia di culik oleh keluarga ku “ ucap Rafael dengan suara putus asa.
Ketika Alana dan Devan mendengar perkataan pria itu, mereka menjadi terkejut dan tidak percaya. Mereka juga tidak menduga bahwa keluarga Rafael akan melakukan hal ini pada mereka.
“ bagaimana mereka bisa melakukan hal itu, apa tujuan mereka “ ucap Alana tetap tenang.
“ mereka tahu bahwa aku sangat mencintai Jasmine setelah melihat video ulang tahun Al dan Jasmine ke 4 tahun. Ini semua rencana mantan tunangan ku, dia tidak suka jika aku bahagia setelah meninggalkanya “
Setelah mendengar penjelasan Rafael, Alana langsung tahu bahwa ini pasti rencana tuhan untuk membantu Rafael membalaskan dendamnya kepada mereka yang sudah menyakiti pria itu.
“ sepertinya tuhan sedang ingin membuat ku membantu mu membalaskan dendam mu “ ucap Alana.
Ketika Rafael mendengar ucapan Alana, dia tiba-tiba tersenyum dingin. Rafael juga sependapat dengan Alana, di masa lalu. Dia mungkin tidak bisa melenyapkan mereka karna istri kedua ayahnya memiliki seseorang yang kuat di belakangnya. Tapi sekarang tuhan memberikan bantuan melalui Alana untuk melenyapkan orang-orang yang telah menyakitinya serta kedua wanita yang sangat dia cintai.
“ kau benar, tapi bagaimana kita bisa mencapai Negara S tampa ketahuan. Kita juga harus cepat-cepat menyelamatkan Jasmine “
“ kita akan pergi melalui jalur laut sebagai kelompok pedagang “ ucap Alana.
Saat Devan mendengar perkataan istrinya, dia tiba-tiba merasa tidak nyaman. Devan tahu bahwa istrinya akan pergi meninggalaknnya.
“ biarkan aku yang pergi menyelamatkan putri kita “ usul Devan.
“ tidak sayang, ini tidak semudah yang kau bayangkan. Mereka pasti memiliki pendukung yang sangat kuat dan licik “
“ apakah kau meragukan ku “ ucap Devan.
“ tentu saja tidak, ini bukan tentang ketidak percayaan. Suami ku mungkin sangat ahli dalam strategi bisnis tapi tidak dengan dunia bawah, aku mungkin tidak seahli suami dalam berbisnis tapi aku sudah hidup di luar dan mengalami begitu banyak kelicikan dunia bahwa yang gelap. Lagi pula aku juga akan membutuhkan suami dalam rencana ku “
“ apa itu sayang “ tanya Devan penasaran.
“ ketika saatnya tiba, suami ku akan tahu “
Ketika Devan mendengar perkataan istrinya, dia akhirnya tahu bahwa ucapan Alana benar. Istrinya bahkan sudah memikirkan rencana jangka panjang untuk Negara S.
“ baiklah, tapi aku takut sesuatu terjadi pada mu. Aku juga tidak akan pernah bisa memaafkan diri ku jika sesuatu yang buruk terjadi pada mu "
__ADS_1
“ tenanglah, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh atau bahkan menyakiti ku “ ucap Alana lembut.
Setelah mendengar perkataan Alana, Devan sedikit tenang. Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya jika sesuatu terjadi padanya.
Saat semuanya diam, Alana tiba-tiba mengeluarkan sejenis alat yang menyerupai Earphone berwarna hitam yang cukup kecil. Alat itu merupakan rancangan Alana untuk berkomunikasi dengan kedua anaknya.
“ halo sayang “ ucap Alana.
“ mama “ ucap Jasmine dengan suara kecil.
Alana selalu meminta kedua anaknya menyimpan benda itu agar mereka tetap bisa saling berkomunikasi meskipun sedang berjauhan atau bahkan dalam masalah.
“ apakah semuanya baik-baik saja, apakah mereka menyakiti mu sayang “ ucap Alana cemas.
“ tidak ma, tapi Jasmine tidak ingin berjauhan dengan papa dan mama. Jasmine bahkan sudah rindu dengan kakak Al dan ayah “ ucap Jasmine sedih.
“ bersabarlah sayang, besok mama akan tiba disana untuk menjemput Jasmine “
“ benarkah “
“ iya sayang, jadi sekarang dengarkan perkataan mama. Jangan pernah memperlihatkan kejeniusan atau ilmu bela diri mu pada orang lain, bertindaklah seperti anak lemah tapi jangan biarkan orang lain menyakiti mu “
“ baik ma “
“ karna putri mama sudah mengerti, maka sekarang mama akan menyudahi panggilan ini. Ingat untuk menyimpan benda ini “
“ baik ma “
“ kau sudah menyiapkan benda seperti itu sayang “ tanya Devan.
“ iya, aku tahu bahwa keberadaan anak-anak kita pasti akan terancam jadi aku memutuskan untuk menyiapkannya sebagai alat darurat “
Kedua pria itu paham dengan ucapan Alana. Mereka tahu bahwa keberadaan Alexander dan Jasmine selalu berada dalam bahaya mengingat kekayaan serta popularitas mereka di Negara A.
“ sekarang kita harus pergi, aku meminta mu menyiapkan kapal untuk kita “ ucap Alana pada Rafael.
“ baik “
Setelah mengatakan hal itu, Alana langsung menyiapkan barang-barangnya dan mengubah identitasnya menjadi pria. Dia tidak ingin suaminya cemburu ketika berbaur dengan banyak pria dan dia juga tidak ingin repot-repot saat ada pria yang tertarik dengannya jika dia tetap dengan identitasnya.
“ kau mengubah identitas mu “ ucap Devan dalam kamar.
“ iya, bagaimana pun aku tidak ingin suami ku akan cemburu ketika aku berbaur dengan pria lain “ goda Alana.
Devan yang mendengar hal itu menjadi malu, dia sadar bahwa sifat cemburunya sangat tinggi dan itu cukup merepotkan jika dia tahu bahwa istrinya akan berbaur dengan pria lain.
“ baiklah, ingat jaga diri mu di sana. Setelah selesai langsung kembali “ ucap Devan sambil memeluk tubuh istrinya.
“ baik sayang “
Alana pasti akan merindukan tingkah lucu suami serta cara memanjakannya. Sejujurnya dia tidak ingin pergi, namun saat ini dia tidak memiliki pilihan karna mereka telah membawa putrinya menjauh.
__ADS_1
“ aku mencintai mu “ ucap Devan.
“ aku past akan merindukan mu “ ucap Alana.
Devan yang mendengar itu menjadi semakin berat untuk mengijinkan istrinya pergi. Dia bahkan sedih saat mengingat bahwa malam ini, istrinya tidak akan tidur di sampingnya.
“ baiklah sekarang aku akan pergi, ingat untuk menjaga Al dan jangan beritahu keluarga tentang masalah ini “
“ baik “ setelah mengtakan hal itu, Devan mengecup bibir istrinya dalam tempo yang lama.
Pria itu sengaja melakukannya karna dia ingin menikmati bibir lembut istrinya sebelum dia pergi.
“ ini adalah ciuman selamat tinggal, jika nanti kau kembali, kau harus membayarnya sayang “ ucap Devan dengan suara serak.
“ baiklah “
Setelah berpelukan dan memberikan ciuman lagi, Devan akhirnya melepas pelukannya. Dia juga mengantar kepergian istrinya dengan hati sedih.
“ mama akan pergi “ ucap Al tiba-tiba.
“ iya sayang, sekarang Al harus menjadi anak yang baik bersama papa “
“ apakah Al tidak boleh ikut, Al juga ingin menyelamatkan adik “
Alexander telah mendengar semua pembicaraan kedua orang tuanya serta Rafael, dia juga sedih ketika tahu bahwa saudara kembarnya di bawa pergi oleh orang lain.
“ tidak sayang, jika Al ikut maka rencana mama akan gagal. Jadi sekarang Al tetap tinggal bersama papa dan tunggu mama pulang membawa adik Jasmine “
“ baik ma “ ucap Al sedih.
“ mama pergi sayang “ ucap Alana sambil mengecup kening putranya.
Setelah keluar rumah, Alana yang telah melihat mobil Rafal langsung bergegas ke sana. Dia membawa 8 orang anggotanya untuk ikut pergi ke Negara S. Devan juga mengirimkan Jordan Diego untuk ikut serta.
“ kau mengubah identitas mu “ ucap Rafael.
“ iya, ini lebih mudah jika ingin berhasil “
“ baiklah “
Saat semuanya telah siap, Rafael mulai menjalankan moilnya menuju pelabuhan. Di pelabuhan juga sudah di siapkan kapal berukuran sedang yang sudah di isi dengan barang bawaan mereka serta beberapa senjata untuk mereka.
“ sekarang kita akan melakukan misi penting di Negara S, jadi aku berharap bahwa tidak ada di antara kita yang berhianat “ ucap Alana.
“ baik “ ucap anggonta Alana dan Rafael.
Setelah selesai dengan pengumumannya, Alana memutuskan untuk naik ke kapal. Mereka juga harus bisa segera sampai karna takut nyawa Jasmine dalam bahaya.
Saat di perjalanan, Alana hanya diam dan menatap pemandangan indah laut. Wanita itu juga sedang memikirkan hukuman apa yang cocok untuk ibu tiri Rafael.
Sejujurnya, semenjak Devan memberitahunya mengenai kondisi pria itu. Alana menjadi bersimpati, namun dia juga tidak bisa mengusulkan sesuatu yang tidak seharusnya dia campuri.
__ADS_1