
Alana tersenyum ketika mendengar ucapan suaminya, dia juga merasa sangat beruntung karna telah menikah dengan pria yang sangat memahaminya.
“ tapi apakah aku boleh belajar memasak sesekali “ ucap Alana.
“ tentu sayang, namun kau harus berjanji untuk tidak memaksakan semuanya dan membuat diri mu tertekan “
“ baik, terima kasih suami ku “
“ sekarang kita harus tidur karna besok kau harus melakukan tes DNA. Selamat malam sayang “ ucap Devan sambil mengecup keningnya.
“ selamat malam suami ku “
Setelah itu, mereka memutuskan untuk tidur karna besok Alana harus pergi ke rumah sakit militer untuk melakukan tes DNA.
Keesokan harinya, setelah Lukas memberikan rambut Albert. Alana dan Devan langsung pergi menuju rumah sakit militer untuk melakukan tes DNA, di sana Alvin juga sudah menunggu mereka bersama dokter Han.
Saat bertemu dengan dokter Han, Devan menyapa pria itu dengan ramah. Han juga senang karna melihat Devan masih mengenalnya.
“ selamat pagi paman Han “ sapa Devan.
“ selamat pagi nak, apakah ini istri mu “ tebak dokter Han.
“ iya “
“ dia sangat cantik, siapa nama mu nona “
“ perkenalkan nama saya Quenza Alana “ ucap Alana sopan.
“ nama yang cantik sesuai dengan orangnya, tolong jangan berbahasa formal seperti itu dan panggil aku paman “
“ baik paman “
“ baiklah, mari kita lakukan tes DNA, apakah kau sudah membawa rambut tuan Albert “
“ sudah paman, sepertinya paman sudah tahu tentang kehadiran kami di sini “
“ tentu saja, Alvin sudah mengatakan semuanya dan aku juga cukup mendukung tindakan mu. Seperti yang kau katakan padanya, kau memang sangat mirip dengan keluarga Stanly ketika aku melihat mu secara langsung “ ucap Han.
“ terima kasih karna sudah mau mengerti paman, aku berharap paman bisa menyembunyikan ini dari siapa pun “
“ tidak perlu berterimaa kasih pada ku, bagaimana pun kau sekarang adalah istri dari Devan dan aku akan menutup rapat-rapat rahasia kita, bagaimana pun aku tahu bahwa kau memiliki alasan sendiri untuk merahasiakannya dari keluarga baru mu “
“ iya paman “
“ baiklah, sekarang kau bisa menyerahkan rambut mu dan ayah mu. Namun aku akan memberitahu mu bahwa untuk melakukan tes DNA melalui rambut sedikit sulit dan lama, jadi kau harus sabar untuk menunggu hasil tes itu, jadi aku ingin bertanya pada mu. Apakah kau yakin untuk melakukan tes DNA melalu rambut “
“ aku sangat yakin, aku juga akan menunggu hasilnya walau itu lama “
“ jika seperti itu, maka serahkan rambut mu dan ayah mu. Aku akan berusaha untuk mempercepat tesnya agar hasilnya bisa segera keluar “
__ADS_1
Setelah itu, Alana langsung mengeluarkan sampel rambutnya dan ayahnya kepada dokter Han.
“ baiklah aku akan melakukan tesnya, kalian sudah boleh pergi “
“ terima kasih paman “ ucap Alana.
“ kami akan pergi jika begitu “ ucap Devan.
“ berhati-hatilah “ ucap dokter Han.
Setelah berpamitan, ketiga orang itu langsung keluar dari ruangan sang dokter dan bergegas ke parkiran.
“ baiklah kak, aku harus segera pergi karna hari ini Sandra akan di perkenalkan kepada staf persusahaan “ ucap Alvin.
“ iya, kau harus berhati-hati saat menyetir “ ucap Devan.
“ iya kak, kakak ipar aku akan pergi “
“ baiklah, terima kasih karna hari ini sudah membantu ku dan tolong perlakukan Sandra dengan adil saat dia bekerja di perusahaan mu “ ucap Alana.
“ tentu kakak ipar “
Setelah mengucapkan beberapa kata lagi, Alvin akhirnya pergi. Devan dan Alana juga memutuskan untuk pergi ke perusahaannya mereka masing-masing.
Saat sampai di perusahaan, Alana memutuskan untuk bertemu dengan Raiden untuk membahas tentang aplikasi barunya dan juga perkembangan saham perusahaan QA.
“ aku sudah menyelesaikan aplikasi baru itu “
“ aku masih belum memberikannya nama, kali ini aku juga membuatnya khusus untuk pengguna android “
“ apakah itu anti virus lagi “
“ tidak, aku membuatnya untuk dapat membersikah semua file sampah dan meringankan kinerja ponsel yang menggunakan aplikasi itu “
“ apa alasan mu membuat aplikasi untuk pengguna android, sebelumnya kau terlihat lebih suka menciptakan aplikasi untuk komputer “
“ aku melihat bahwa sekarang orang-orang lebih banyak menggunakan ponsel pintar, bahkan banyak yang melakukan pekerjaan melalui ponsel jadi aku memutuskan untuk mengikuti perkembangan jaman agar perusahaan kita tidak tertinggal jauh “
“ iya kau benar, kita memang harus mengikuti perkembangan jaman. Baiklah kau bisa mengirimnya pada ku, soal nama aku dan yang lainnya akan memutuskannya nanti setelah melihat kinerjanya “
“ aku juga ingin berdiskusi tentang hal yang lain “
“ apa itu “
“ bagaimana jika kita membuka perusahaan yang berbeda “
“ perusahaan seperti apa yang kau inginkan “
“ aku sudah berbicara dengan kak Justin, dia memiliki bakat robotik jadi kami sepakat untuk bekerja sama dan membuat sebuah perusahaan robot “
__ADS_1
“ itu terdengar bagus, tapi di Negara A sudah banyak perusahaan robot. Perusahaan mereka juga sudah menciptakan banyak robot, lalu apa yang akan kita ciptakan agar mereka tidak mengatakan bahwa kita menjiplak karya mereka “
“ masalah itu kita akan berdiskusi dengan kak Justin “
“ apakah aku juga ikut dalam diskusi itu “
“ tentu, bagaimana pun kakak sudah mengetahui bagaiman kondisi pasar saat ini. Jadi kami membutuhkan mu untuk ikut berdiskusi “
“ baiklah, katakan kapan waktunya maka aku akan ikut “
“ siap, aku akan kembali ke ruangan dan mengirim aplikasi baru itu “
“ baik “
Setelah itu, Alana pergi ke ruangannya untuk mengirim aplikasi yang baru di ciptakan. Ketika selesai mengirim, Alana memutuskan untuk bersantai sebentar. Saat sedang menikmati pemandangan dari jendela kaca besar yang ada di ruangannya, tiba-tiba saja sekretarisnya masuk.
“ maaf mengganggu Bos “
“ apa yang kau perlukan “
“ saya ingin menyampaikan pesan dari nyonya Wesly Bos “
Ketika Alana mendengar nama itu, tiba-tiba saja jantungnya beredetak kencang. Dia merasa bahwa ibu Devan mencarinya bukan untuk hal yang baik.
“ apakah dia datang “
“ tidak, tadi seseorang menelpon ku dan mengatakan bahwa nyonya Weslya ingin bertemu dengan anda “
“ dimana dia mengatakan tempat pertemuan itu “
“ di restoran L’Espalier Bos “
“ baiklah, kau bisa kembali “
“ iya Bos “
Setelah sang sekretaris pergi, Alana memutuskan untuk pergi ke restoran yang sudah di tentukan oleh sang ibu mertua. Dia juga sengaja untuk tidak memberitahu Devan tentang pertemuannya dengan nyonya Wesly.
Alana tidak ingin, sang suami cemas atau bahkan melakukan sesuatu yang tidak baik kepada sang ibu jika pria itu tahu bahwa dia di minta untuk bertemu dengan ibunya.
“ sepertinya wanita itu tidak menyerah untuk mendapatkan suami ku, tapi sayangnya dia salah memprovokasi orang. Bagaimana pun aku tidak akan pernah memberikan milik ku pada orang lain “ ucap Alana pelan.
Saat ini, dia sedang meminjam mobil Raiden untuk pergi ke retoran itu. Dia juga tahu bahwa alasan nyonya Weslya sangat ingin bertemu dengannya, selain merasa terganggu dengan pernikahannya dengan Devan, nyonya Wesly juga sudah terkena hasutan Monly.
“ kita akan melihat bagaimana kau bisa lolos hari ini nona Monly “ ucap Alana.
Bagi Alana untuk menghadapi wanita seperti Monly adalah hal kecil untuknya. Bagaimana pun di masa lalu dia sudah pernah mengalami hal yang lebih mengerikan dari ini, jadi dia tidak keberatan untuk melakukan sesuatu yang akan membuat wanita itu membocorkan rahasianya sendiri di hadapan sang ibu mertua.
Alana juga sudah mendapakan sebuah ide untuk mempermalukan dan membuat nyonya Wesly curiga dengan wanita itu.
__ADS_1
“ karna kau sudah mengaku menjadi diri ku dan menjadi penyelamat suami ku maka aku akan membuat mu sadar bahwa kau tidak akan pernah bisa dengan mudah lolos saat berperan sebagai aku lebih lama lagi “ ucap Alana.
Ketika Alana sampai di restoran itu, dia dapat melihat sang ibu mertua dan Monly sedang berbicara dengan sangat akrab seperti ibu dan menantu. Alana dapat yakin bahwa kedua wanita itu sengaja melakukan itu untuk membuatnya sadar akan posisinya yang masih belum di akui oleh sang ibu mertua, namun sayangnya mereka tidak tahu bahwa orang yang sedang mereka hadapi bukanlah wanita biasa yang akan tertekan saat di perlakukan dengan tidak adil.