
Violla yang mendengar perkataan Sean menjadi khawatir, dia bahkan hampir menangis jika saja Sean tidak langsung berhenti dengan permainanya.
"Jangan menangis, hati ku sakit jika melihat air mata itu. Sudah cukup 5 tahun yang lalu kau menangis karena sikap bre*gsek ku. Aku juga tidak akan menyentuh mu sebelum kau mengijinkannya." Sean mengelus pipi lembut Violla dengan penuh cinta.
"Apa kau tidak berbohong?"
"Tidak, aku bukan lagi pria bren*sek seperti di masa lalu. Jadi kau harus percaya bahwa aku tidak akan melakukan hal yang tidak kau sukai."
Violla menganggukan kepalanya, dia tahu bahwa dirinya masih sangat cengang. Bukan karena dia trauma akan sentuhan Sean, hanya saja dia tidak ingin lagi mengulang kesalahan di masa lalu yang hamil di luar nikah.
"Kalau begitu sekarang kau harus mandi dan langsung turun untuk makan malam, kau pasti sangat lelah dan membutuhkan istirahat di malam hari."
"Baik."
Sean langsung keluar dari kamar putranya, meninggalkan Violla yang bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tepat jam menunjukan pukul 7 : 00 malam, Sean dan Violla akhirnya turun ke lantai bawah lalu ikut bergabung dengan keluarga mereka untuk makan malam. Arsean yang tadinya duduk di antara Jasmine dan Al, memutuskan pindah ke kursi sang ayah.
"Ar ingin makan bersama, Ayah." Karena ini adalah pertemuan pertama mereka setelah berpisah lama, membuat Arsean menjadi sangat manja pada sang ayah.
Sean yang mendengar permintaan sang putra dengan sigap mengangkat tubuh putranya lalu mendudukannya di pangkuannya. Pada akhirnya Violla yang selalu menjadi pusat dunia putranya tiba-tiba di abaikan setelah pria kecil itu bertemu dengan ayahnya.
Diana yang melihat wajah sedih putrinya karena sang cucu mengabaikan serta memilih duduk di dekat ayahnya hanya bias tersenyum. Dia juga sangat bahagia karena Sean benar-benar menjadi sosok ayah yang sangat bertanggung jawab serta penuh cinta untuk Arsean.
Makan malam di lakukan dengan damai, beberapa kali Sean akan memasukan sayuran ke piring Violla lalu menyuapi putranya dengan porsi makanan yang tidak terlalu pedas serta banyak.
Alana, Devan dan Rafael tersenyum penuh arti ketika melihat tindakan Sean yang tampak seperti seorang suami yang penuh cinta pada sang istri serta seorang ayah yang begitu memanjakan putranya. Pria itu bahkan rela tidak makan sebelum kedua sosok yang begitu berarti baginya selesai dengan makam malam mereka.
__ADS_1
Athaya yang pernah menghina Violla menjadi kagum akan sikap tanggung jawab Sean. Dia bahkan semakin menyesal karena sudah menghakimi keduanya tanpa mencari tahu tentang penyebab dari kejadian di masa lalu.
Setelah makan malam selesai, Violla yang sengaja menyibukan dirinya di dapur tiba-tiba mendengar suara Athaya yang sengaja menyusulnya.
"Halo, lama tidak bertemu," sapa Athaya malu.
"Ya, bagaimana kabar kalian?" tanya Violla tanpa mengalihkan wajahnya dari tumpukan piring Kotor.
Athaya yang melihat tindakan Violla yang sengaja mengabaikannya hanya bisa tersenyum kecut, dia benar-benar sudah membuat wanita sebaik Violla membencinya.
"Baik, Mika dan Carl juga sudah memiliki 2 orang putra. Aku dan Lukas juga." Jeda Athaya sejenak lalu melanjutkannya. "Apakah kau ingin kita bertemu hanya bertiga dengan Mika?"
Violla tersenyum kecil, dia sama sekali tidak ingin tahu tentang kehidupan mereka. Baginya pertanyaan itu hanya sebuah ungkapan dan tidak harus di jawab.
"Untuk apa? Bukankah kita sudah tidak lagi memiliki hubungan apa pun. Lagi pula, wanita kotor seperti ku tidak pantas bergabung dengan kalian, wanita baik-baik tanpa masa lalu yang menjijikan seperti ku."
"Apakah tidak ada maaf untuk kami?" Athaya sedih setelah mendengar kata-kata yang lebih mirip sebuah sindiran.
"Aku sudah memaafkan kalian, tidak ada benci atau pun dendam. Hanya saja setelah kejadian itu, aku belajar bahwa hanya Tuhan lah yang pantas menjadi tempat meminta serta harapan. Hanya Tuhan lah yang selalu ada di saat aku terpuruk dan tidak memiliki sandaran yang kokoh."
Semenjak kejadian itu, Violla semakin percaya akan baiknya Tuhan. Ketika orang-orang yang dia harapkan sebagai tempatnya bercerita berubah menjadi penambah kesakitannya, Tuhan tiba-tiba mengirimkannya orang-orang yang terlihat tidak perduli namun sebenarnya sangat perduli padanya.
"Maaf karena sudah menyakiti mu di masa lalu. Akhirnya aku tahu bahwa aku sangat egois dan tidak pernah mementingkan perasan mu." Selama 1 bulan dilarang keluar dari Lukas, membuat Athaya akhirnya menyadari bahwa semua yang pernah terjadi padanya merupakan hasil dari perbuatannya sendiri.
"Tidak hanya aku, kau juga sangat egois pada Athala. Selama 5 tahun pergi dari Negara ini, aku akhirnya sadar apa alasan yang membuat Athala sangat membenci mu. Itu karena kau terlalu egois dan sombong, kau melupakan kemampuan saudara kembar mu, kau melupakan perasaanya yang selalu menjadi bahan perbandingan oleh kedua orang tua mu. Mungkin juga oleh teman-teman sekelasnya, dia pasti pernah di hina karena tidak memiliki otak sepintar diri mu."
Athaya setuju dengan ucapan Violla, bagaimana pun beberapa tahun lalu. Saat masalahnya telah benar-benar selesai dan Athala berubah menjadi sangat baik, saudara kembarnya mengatakan dengan sangat jelas apa alasannya membencinya.
__ADS_1
"Ya, kau benar. Aku memang egois dan ingin selalu di puji hingga aku melupakan saudara kembar ku yang menderita akibat kesombongan ku." Tidak terasa air mata Athaya membasahi kedua pipinya.
"Senang karena sekarang kau sudah sadar akan kesalahan mu, semoga di masa depan kau tidak lagi menjadi wanita egois serta sombong. Kau juga bisa menjadi ibu yang baik untuk kedua anak mu, dan jangan penah ajarkan mereka sifat sombong yang pernah kau lakukan. Aku hanya tidak ingin kedua anak mu di benci oleh banyak orang. Terlebih lagi, mulai sekarang jangan melihat sesuatu dari cerita orang, cari tahu lebih dulu tentang kebenarannya baru setelah itu kau berhak untuk bertindak."
"Terima kasih, apakah kita masih bisa memperbaiki pertemanan kita seperti dulu? Mika dan aku sangat merindukan momen yang pernah kita lalu bersama." Athaya serta Mika masih berharap bisa bersahabat kembali dengan Violla seperti dulu.
"Maafkan aku, sepertinya itu akan sulit. Bagaimana pun kaca yang sudah pecah meskipun bisa di perbaiki kembali dia akan tetap terlihat retak dan tidak bisa menjadi seperti semula."
Athaya akhirnya sadar bahwa luka yang mereka torehkan pada Violla sudah membuat hati Violla menjadi hancur. Sepertinya perumpamaan kaca yang di gunakan Violla.
"Baiklah, terima kasih karena sudah bersedia memaafkan kami. Dan jika di masa depan kau ingin kembali, maka kami akan selalu menerima mu."
Setelah itu, Athaya pergi meninggalkan Violla dengan mata yang memerah karena menangis. Alana dan yang lainnya tidak bertanya alasan di balik mata merah itu karena mereka sudah tahu apa tujuan Athaya pergi ke dapur.
Tepat saat jam menunjukan pukul 10 malam. Alana serta yang lainnya pamit pulang, sedangkan Diana serta Rafael memutuskan menginap karena masih sangat rindu dengan Violla dan Arsean.
--------------------
tolong yg bilang autor pendendam atau sengaja gk maafin athaya sama mika di baca bab sebelumnya. karna kalian gk tau gimana sakitnya di hianati sahabat jadi kalian bilang itu hal yang keterlaluan dan autor yg pernah di hianati sahabat tahu gimana rasanya jadi klw emng gk suka sama novel autor maka autor minta maaf autor buat novel yg beda sesuai pengalaman autor.
kalau kalian tanya Violla berlebihan karna gk mau kembali jadi sahabat athaya sama mika itu karna menurut autor mereka bukan benar2 sahabat klw emng sahabat mereka gk akan asal ambil tindakan. contohnya mika. apa baik calon istri ngasi calon suaminya tanpa bertanya dulu. apa menurut kalian pantas seorang wanita yang mau nikah jodohin calon suaminya untuk wanita lain meskipun itu sahabatnya tanpa meminta persetujuan sama calon suaminya.
Dan untuk Athaya, semarah apa pun seorang sahabat dia gk akan langsung menghujat dia harusnya bertanya apa alasan sahabatnya menerima perjodohan yg dibuat Mika. seharusnya dia bertanya baik2 trus kasi saran dan nasehat yg baik bukan langsung menghujat atau bahkan membentak.
jadi sekarang apa menurut kalian seorang sahabat pantas ngelakuin hal kaya gtu sama sahabatnya bukannya di kasi pelukan hangat malah di jadikan bahan hinaan.
maka pesan autor klw baca di pahami setiap kalimat autor buat bab tentang sahabat karna autor udh ngerasain seperti apa pengorbanan seorang sahabat.
__ADS_1
Bukan autor baper cuman penulis mana si yang bakal terima klw udh capek buat bab sebuah pelajarn di bilang yg gk2. nanti klw autor buat pemerannya terlalu baik kaya sinetron indosiar kalian banyak yg komen. salah aja autor ya