Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Kedatangan Alvin


__ADS_3

Setelah seminggu berada di rumah sakit, Alana dan Devan akhirnya kembali ke rumah mereka. Awalnya Eileen dan Myra meminta mereka untuk menginap di salah satu kediaman keluarga namun, Devan menolak dengan alasan ingin merawat bayi mereka secara langsung.


“ sepertinya hari ini Alvin akan kembali ke Negara A “ ucap Devan yang sedang menggendong putrinya.


Saat Alana mendengar hal itu, dia jadi teringat dengan hilangnya pria itu ketika dirinya hamil 2 bulan.


“ kemana saja dia selama ini, saat kehamilan ku 2 bulan aku tidak pernanh melihatnya lagi “


“ aku memintanya untuk mengelola cabang perusahaan yang ada di Negara C, saat kau hamil 2 bulan cabang perusahaan disana mengalami gangguan. Salah satu dari kami harus pergi, tapi karna kau sedang hamil dan aku tidak bisa berpisah dari mu jadi aku memintanya untuk menanganinya “


“ apakah sekarang sudah selesai “ tanya Alana.


“ kondisi perusahaan sudah mulai membaik, alasannya kembali kali ini karna ingin melihat kedua anak kita. Dia bahkan menangis saat aku memintanya untuk tinggal beberapa bulan lagi “ ucap Devan tampa rasa bersalah.


Alana yang mendengar hal itu hanya bisa diam, dia merasa tidak enak kepada Alvin karna harus pergi ke luar negri menggantikan sang suami yang tidak bisa berjauhan dengannya.


“ kapan dia tiba “


“ mungkin satu jam lagi “


Setelah itu, Alana mengalihkan perhatiannya ke arah bayi laki-lakinya. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu bersama Pompom dan Brownie, kedua kucing itu sangat antusias ketika melihat anggota baru yang di bawa oleh sang tuan.


Pompom dan Brownie juga tidak ingin berpisah dari keduanya, mereka bahkan membantu Alana untuk mendorong ayunan kecil untuk Alexsander.


“ Pompom, jangan terlalu cepat “ ucap Alana.


Saat Pompom mendengar hal itu, dia langsung melambatkan dorongannya ke ayunan tersebut. Brownie yang sedari tadi diam juga memutuskan untuk meminta Devan meletakan Jasmine ke ayunan agar dia bisa melakukan hal yang sama dengan Pompom.


Ketika Devan melihat tatapan berharap Brownie, dia menjadi kesal. Dia tahu bahwa tatapan itu sangat menggemaskan dan dia tidak akan bisa mengabaikannya.


“ baiklah, aku akan membiarkan mu melakukannya tapi ingat jangan terlalu kuat saat mendorong “ ucap Devan sambil meletakan Jasmine ke ayunan kecil.


Saat Brownie melihat bahwa Devan sudah meletakan Jasmine, dia langsung memposisikan dirinya di samping ayunan dan mendorongnya dengan perlahan.


“ sepertinya kita tidak perlu membayar pengasuh bayi “ ucap Devan.


Alana yang mendengar hal itu hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada sang suaminya. Dia juga setuju dengan ucapan Devan, mereka sudah mendapatkan pengasuh yang bahkan bisa melindungi kedua bayi mereka dari orang-orang yang berniat buruk.


Pompom dan Brownie masih tetap melanjutkan pekerjaan mereka, sejujurnya Alana tidak menduga bahwa kedua hewan kesayangannya akan langsung akrab dengan bayi mereka setelah pertemuan pertama mereka.


Saat keduanya sedang santai dengan Pompom serta Brownie yang asik dengan mendorong ayunan Alexander dan Jasmine. Tiba-tiba saja Alvin muncul dengan teriakan yang begitu kuat.


“ astaga kakak, apa yang sedang terjadi di rumah ini. Mengapa ada hewan buas dan mereka bahkan berdekatan dengan dua keponakan ku “ ucap Alvin panik.


Pria itu belum pernah bertemu langsung dengan Pompom dan Brownie, jadi saat melihat keduanya. Dia menjadi panik serta takut.


“ tidak bisakah kau tenang sedikit, mereka adalah Pompom dan Brownie. Pengasuh gratis kedua anak ku “ ucap Devan santai.


Ketika Alvin mendengar perkataan kakaknya, dia langsung tercengang dan tidak percaya. Saat ini dia berfikir bahwa dia memasuki rumah yang salah.

__ADS_1


“ selamat datang Alvin, perkenalkan mereka adalah hewan kesayangan ku dan keduanya sudah tinggal di sini ketika kami pindah “ ucap Alana.


“ benarkah itu, mengapa aku tidak pernah melihatnya saat berkunjung “


“ biasanya mereka berada di kandang atau di taman ketika kau datang “ ucap Devan.


“ lalu sekarang, mengapa mereka ada di sini dan mendorong ayunan kedua keponakan ku “ ucap Alvin cemas.


“ saat tiba di rumah tadi pagi, keduanya langsung masuk ke dalam rumah ketika melihat keberadaan Alexander dan Jasmine “ ucap Alana.


Setelah mendengar perkataan kakak iparnya, Alvin terdiam. Sejujurnya ini adalah kali pertama dia tahu bahwa kedua hewan buas bisa bertindak lunak dan menyukai dua bayi ketika pertama kali bertemu.


“ kakak ipar, bolehkah aku melihat dua keponakan ku “ ucap Alvin.


“ tentu, Pompom dan Brownie tidak akan menyerang mu jadi kau bisa mendekati mereka “


“ baiklah “


Setelah itu, Alvin berjalan mendekati ayunana kecil kedua keponakannya. Saat melihat wajah terlelap kedua bayi itu, hati Alvin merasa damai meskipun ada 4 pasang mata yang sedang mengawasinya.


“ mereka sangat menggemaskan kak “ ucap Alvin sambil menyentuh pipi kembut Alexander dan Jasmine.


“ tentu saja, bagaimana pun mereka adalah anak ku. Jadi mereka pasti sangat menggemaskan “ ucap Devan dengan percaya diri.


“ tapi aku melihat bahwa keduanya mirip kakak ipar “ goda Alvin.


Saat Devan mendengar hal itu, dia langsung memeriksa wajah kedua anaknya. Ketika Alvin dan Alana melihat tindakan pria itu, mereka tertawa bahagia karna Devan panik setelah mendengar perkataan Alvin.


“ tentu saja mirip, lihatlah hidungnya yang sangat mancung seperti mu dan juga kedua bola mata mereka yang sama dengan mu berwarna coklat muda sayang “


“ benarkah “


“ iya, jangan dengarkan Alvin. Dia hanya berusaha menggoda mu “


“ baik sayang “ ucap Devan sambil memeluk tubuh istrinya.


Alvin yang melihat keromantisan keduanya menjadi kesal dan memutuskan untuk menatap wajah kedua keponakannya yang telah bangun dari tidurnya.


“ hai sayang, keponakan paman yang cantik dan tampan “ sapa Alvin.


Kedua bayi itu menatap Alvin beberapa saat lalu mencari sosok ibunya, mereka telihat kelaparan.


“ sepertinya mereka sudah lapar “ ucap Devan.


“ iya, aku akan membawa mereka ke kamar “


“ aku akan menemani mu “


“ tidak perlu, Alvin pasti ingin bercerita dengan suami ku “

__ADS_1


“ baiklah, setelah mengantar Jasmine aku akan keluar kamar “


“ iya “


Setelah itu, keduanya pergi ke kamar membawa anak-anak mereka sedangkan Pompom serta Brownie kembali ke posisi tidurnya dan mengabaikan kehadiran Alvin.


Ketika selesai mengatar, Devan kembali ke lantai bawah untuk menghampiri Alvin dan bertanya tentang perkembangan perusahaan yang ada di Negara C.


“ bagaimana perkembangannya, apakah kelompok itu sudah mundur “ tanya Devan.


“ perusahaan sudah membaik tapi kelompok itu sepertinya masih belum bersedia mundur kak. Aku juga merasa mereka akan terus menekan cabang perusahaan kita sampai mereka mendapatkan apa yang mereka mau “ ucap Alvin.


“ sepertinya aku terlalu baik pada mereka sehingga mereka melupakan identitas mereka “


“ iya terutama wanita itu, dia sangat ingin datang ke Negara A dan menemui mu.Tapi untung saja dia kecelakaan dan cacat, jadi dia tidak akan bisa pergi ke Negara ini “


“ mengapa dia tidak mati saja, aku sangat ingin membunuhnya karna sudah berani melewati batasannya “


“ mati terlalu mudah untuknya kak, sekarang dia sudah mendapatkan karmanya dan tidak lagi berharga “


“ lalu, mengapa kelompok itu masih saja menekan kita “


“ mereka masih memiliki satu anak perempuan, aku mendengar dia sama gilanya dengan kakaknya. Aku takut kakak ipar akan terancam jika dia datang ke negara ini “


“ apakah kau berfikir dia akan mudah di sakiti “ tanya Devan.


“ yah, mungkin kakak ipar tidak akan tersentuh tapi bagaimana dengan kedua keponakan ku. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi mereka “


Saat Devan mendengar perktaan sang adik, dia menjadi cemas. Devan melupakan kenyataan bahwa sekarang mereka sudah memiliki dua anak dan keselamatan mereka bisa saja terancam.


“ sepertinya kita harus cepat-cepat menyingkirkan mereka “ ucap Devan.


“ iya, itu jalan satu-satunya kak “


kelompok yang sedang mengganggu cabang perusahaan di Negara C sangat ingin menikahkan Devan dengan salah satu putri mereka agar kekayaan serta kekuatan mereka bisa semakin kuat.


“ aku sudah memutuskan untuk menginap disini kak “ ucap Alvin tiba-tiba.


“ apakah kau tidak ingin pulang dan bertemu dengan keluarga “


“ mereka sudah tahu aku datang ke kediaman kalian, lagi pula aku tidak ingin meninggalkan dua keponakan ku. Aku masih ingin melihat mereka “


“ baiklah, lakukan apa yang kau mau. Pelayan akan menyiapkan kamar untuk mu “


“ terima kasih kak. Lalu bagaimana dengan dua hewan itu “ tanya Alvin.


“ mereka akan tinggal di rumah untuk berjaga-jaga mulai saat ini “


“ apakah kau yakin kak, bukankah ini terlihat sangat mengerikan “

__ADS_1


“ tenanglah, mereka sudah terbiasa hidup bebas di wilayah ini. Jadi ketika mereka ingin pergi maka mereka bisa pergi dan jika mereka ingin tinggal kami tidak melarangnya “


Ketika Alvin mendengar perkataan kakaknya, dia hanya bisa diam. Meskipun dia sangat menentang keberadaan Pompom dan Brownie di dalam rumah, namun dia juga tidak bisa berbuat apa pun karna dia juga merasa bahwa kehadiran mereka cukup di butuhkan saat ini.


__ADS_2