
Keesokan harinya, tepat jam 8 pagi. Devan yang membuka matanya menjadi panik ketika sang istri sudah tidak ada lagi di sampinya, dia merasa takut ketika mengetahui bahwa Alana tidak ada dan mulai berfikir negatif.
Tampa berfikir panjang, Devan yang sedang panik langsung keluar ruangan untuk mencari keberadaan sang istri. Dia turun ke lantai bawah dan ketaman rumah sakit, namun dia sama sekali tidak menemukanya.
Setelah lelah mencari dia rumah sakit, Devan memutuskan naik ke lantai 4 untuk mengambil ponsel serta kunci mobilnya. Dia berniat untuk mencari di luar, karna terlalu panik pria itu juga lupa untuk memeriksa rekaman cctv rumah sakit.
Saat Devan kelur dari lift, tiba-tiba dia terperangah ketika melihat Alana yang sedang menunggunya di depan pintu dengan kursi rodanya. Melihat hal itu, Devan bergegas menuju sang istri dan memeluknya.
“ kemana saja kau sayang, aku sudah mencari mu hingga lantai bawah namun tidak menemukan keberadaan mu “ ucap Devan.
“ maaf, tadi pagi aku sangat bosan jadi aku meminta Sam untuk mengambilkan kursi roda dan meminta mereka untuk sarapan “
“ lalu kemana kau pergi “
“ aku sedang melihat pemandangan dari balkon rumah sakit “
Setelah mendengar itu, Devan menjadi kesal pada dirinya. Mengapa dia tidak berfikir untuk mencari istrinya di balkon yang ada di lantai ini.
“ mengapa kau tidak membangunkan ku saat ingin berjalan-jalan “
“ aku tidak tega membangunkan kesayang ku saat tidur nyenyak “
Mendegar itu, Devan terswnyum dan mencubit pelan hidung istrinya.
“ kau tahu, saat aku membuka mata dan melihat mu sudah tidak ada membuat ku menjadi panik “
“ aku minta maaf telah membuat suami panik “
“ sudahlah tidak apa-apa, tapi lain kali kau harus membangunkan ku saat ingin pergi “
“ baiklah, sekarang ayo masuk ke dalam “
“ iya “
Setelah itu, Devan mendorong kursi roda sang istri. ketika mereka di dalam, Alana memutuskan untuk pergi ke kamar mandi sambil membawa baskom berukuran sedang yang selalu di pakai Devan untuk membersihkan tubuhnya ketika dia koma.
Ketika Devan melihat itu, dia menjadi penasaran dengan apa yang ingin di kerjakan oleh istrinya. Namun dia tidak bisa bertanya karna Alana tidak ingin mendengarkan ucapannya.
Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, Alana akhirnya keluar dengan memangku baskom yang berisi air hangat serta handuk kecil menuju ke arah Devan.
“ kemarilah, aku akan mengelap wajah suami “ ucap Alana.
Saat Devan mendengar itu, dia menjadi terkejut. Pria itu tidak tahu mengapa istrinya berubah menjadi lebih romantis setelah bangun dari koma.
“ baiklah “
Setelah itu, Devan mengikuti intruksi Alana untuk duduk di pinggir ranjang agar sang istri lebih mudah untuk mengelap wajahnya. Alana melakukan perkerjaanya dengan sangat teliti, wanita itu juga tidak sadar bahwa tidakannya telah mambuat jantung Devan berdetak sangat kencang.
“ sudah selesai “ ucap Alana, wanita itu bahkan tersenyum bahagia ketika menyelesaikan pekerjaanya.
“ sepertinya istri ku sangat bahagia ketika melakukannya “ goda Devan.
“ tentu, ketika melakukannya aku merasa seperti sedang merawat bayi besar “ ucap Alana antusias.
Ketika Devan mendengar ucapan sang istri, dia menjadi tersenyum. Dia bahkan tidak keberatan saat Alana memberikan sebutan bayi besar untuknya.
“ sepertinya kau sudah ingin memiliki bayi “ goda Alana.
“ iya, tapi aku juga tidak ingin terlalu terburu-buru “
“ mengapa ? “
“ karna aku sedang ingin menjaga bayi besar ku yang ini. Aku takut jika nanti aku sudah memiliki bayi yang lucu maka bayi besar ku akan cemburu “ goda Alana.
Devan langsung tertawa ketika mendengar ucapan Alana, dia tidak menduga bahwa istrinya akan menggodanya. Sejujurnya dia juga memiliki sedikit ketakutan jika suatu hari nanti mereka memiliki anak, dia takut bahwa perhatian Alana akan tertuju pada anak mereka dan dia akan di abaikan.
__ADS_1
“ sepertinya ketika nanti kita memiliki anak, aku harus mengirimnya ke rumah ibu atau ibu mertua agar istri ku tidak mengabaikan ku “ ucap Devan.
“ tidak bisa seperti itu, aku pernah mendengar bahwa seorang anak harus di beri kasih sayang yang penuh oleh kedua orang tuanya agar dia tidak menjadi anak yang pembangkang “
“ baiklah, kita akan merawat anak-anak kita bersama-sama. Tapi berjanjilah untuk tidak mengabaikan ku ketika kita sudah memiliki anak nantinya “
“ aku tidak akan mengabaikan suami ku, tapi suami juga harus mengingatkan ku jika aku salah dan jangan pernah membentak ku ketika suami marah serta jangan berselingkuh dari ku “
“ baik sayang, aku berjanji akan selalu setia pada mu. Aku juga akan menjadi suami serta ayah yang baik untuk mu dan anak-anak kita “
“ sepakat “
Setelah itu, Devan membawa baskom yang ada di pangkuan Alana ke kamar mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi ponselnya berbunyi.
“ ada apa “ tanya Devan.
“ kak ini gawat, keluarga Alaric datang ke rumah kakak ipar sambil membawa para wartawan. Mereka meminta semua harta kakak ipar dan mengatakan bahwa kakak ipar sedang krisitis “
“ baiklah, aku akan segera kesana “
“ tapi kak, apakah kakak ipar benar-benar kristis “
“ dia baik-baik saja, aku akan segera kesana "
“ baik kak “
Setelah itu, Devan memutuskan sambungan. Ketika dia akan pergi, tiba-tiba saja Alana berbicara.
“ aku ingin ikut “
“ tapi kau masih belum pulih sepenuhnya, aku takut kondisi mu akan terganggu saat berhadapan dengan kedua orang itu “
“ aku baik-baik saja, lagi pula ini adalah masalah ku. Jadi aku harus ikut dan menyelesaikannya sendiri “
Devan tahu bahwa ini memang masalah istrinya, namun dia juga tidak bisa membiarkan kedua orang itu melukai istrinya ketika mereka melihatnya hadir.
“ baikalah “
Setelah itu, Devan mengambil jaketnya dan memakaikannya ke tubuh mungil istrinya.
“ ini sangat besar "
“ akan sangat bagus jika itu kebesaran, tubuh mu akan terlindungi dari udara dingin “
Mendengar itu, Alana memutuskan untuk mengikuti keinginan Devan. Ketika mereka keluar, mereka melihat Jordan dan Sam telah kembali.
“ ayo kita harus pergi kerumah ayah “ ucap Devan.
“ baik Bos “
Jordan dan Sam langsung mengikuti kedua Bosnya dari belakang, sejujurnya ketika mereka mendengar suara Alana tadi pagi, keduanya menjadi terkejut. Mereka tidak menduga bahwa wanita itu telah bangun dari komanya.
Ketika mereka sampai di parkiran, Jordan memutuskan untuk menjadi supir dan Sam membukakan pintu untuk Devan yang sedang membantu Alana masuk ke dalam.
ketika semuanya sudah masuk kedalam mobil, Jordan menghidupkan mesin mobil dan membawa mobil dengan hati-hati. Ketika di dalam, Sam berbicara pada Alana.
“ Bos, aku senang ketika melihat mu sadar “ ucap Sam.
“ iya, aku juga senang ketika melihat semuanya baik-baik saja saat aku sadar “
Setelah itu, suasana mobil kembali hening. Namun itu tidak berlangsung lama karna Sam tiba-tiba teringat dengan pesanan Bosnya tadi pagi.
“ astaga Bos aku hampir lupa, ini pesanan mu tadi pagi “
“ terima kasih "
__ADS_1
Sam memberikan bungkusan yang berisi berbagai macam Cupcake yang di pesan oleh Bosnya.
“ terima kasih “ ucap Alana.
“ iya Bos “
Setelah itu, Alana membuka bungkusan itu dan mengambil salah satu Capcuke. Devan yang melihat itu langsung menghentikan Alana agar tidak memakannya.
“ jangan makan hal seperti di waktu pagi, kondisi mu saat ini belum sepenuhnya pulih “
“ siapa yang mengatakan ini untuk ku, lagi pula aku sudah sarapan dengan makanan rumah sakit “
“ lalu untuk siapa itu “
“ tentu saja untuk bayi besar ku “
Setelah mengatakan itu, Alana mencubit sedikit Cupcake dan menyuapkan makanan itu pada sang suami. Tindakan itu membuat Devan pasrah serta menerima suapan dari sang istri, Sam dan Jordan yang berada di bagian depan langsung merasa iri ketika melihat adegan romatis itu.
“ Bos, tolong kasihan kami yang jomblo ini “ ucap Sam sedih.
Alana yang sedang membersihkan sisa makanna di sudut bibir Devan menjadi terhenti. Dia bahkan menjadi malu karna tidak memikirkan keberadaan Sam serta Jordan.
Devan yang mendengar itu menjadi kesal karna adegan romantis yang sedang di lakukan istrinya tehenti karna ucapan Sam.
“ maaf, aku terlalu bersemangat ketika memberi makan bayi besar ku dan melupakan kalian “
Saat keduanya mendengar ucapan Alana, mereka langsung melihat wajah Devan. Ketika melihat bahwa pria itu baik-baik saja saat di sebut bayi besar, mereka akhirnya menyadari bahwa hubungan antara kedua Bos mereka menjadi semakin intim.
“ tidak apa-apa Bos, kami tahu bahwa kalian sedang menikmati momen berdua setelah sebulan berpisah “ ucap Sam.
Jordan yang mendengar interaksi antara Alana dan Sam menjadi terkejut, dia tidak menduga bahwa Alana tidak keberataan ketika Sam berbicara seperti itu.
“ oh iya Sam, bukankah kau sedang berpacaran dengan Lisa. Mengapa kau mengatakan bahwa kau jomblo “ ucap Alana.
Sam langsung terdiam ketika mendengar itu, dia tidak percaya bahwa Bosnya akan tahu tentang hubungan mereka.
“ dari mana kau tahu Bos “
“ tentu saja aku tahu, bagaimana pun aku dapat melihat interaksi kalian yang berbeda ketika saling bertemu “
“ apakah Bos keberatan jika kami memiliki hubungan “
“ tentu tidak, jadi kapan kalian akan menikah “
“ bisakah itu di bicarakan nanti Bos “
“ mengapa, apakah kau berniat hanya ingin berpacaran dengan Lisa “
“ tentu tidak Bos, aku hanya sedang mengumpulkan biaya untuk melamar Lisa “
“ kau tidak perlu memikirkan biayanya, aku sudah berjanji bahwa aku akan mengadakan acara resepsi yang mewah untuk para anggota Balck Lion “
Ketika ketiga pria itu mendengarnya, mereka terkejut dan tidak dapat mencerna informasi tersebut dengan cepat.
“ kau tidak perlu melakukan itu Bos “ ucap Sam.
“ aku harus, bagaimana pun kita adalah keluarga. Ketika aku masih belum sesukses sekarang kalianlah yang selalu menemani dan mendukung ku “
Sam menjadi terharu ketika mendengar ucapan Alana, dia sangat terharu dengan setiap perkataan Bosnya.
“ terima kasih Bos, kami akan selalu menjadi anggota Black Lion “
“ iya “
Setelah itu, Alana menyandarakan kepalanya di tubuh Devan. Pria itu juga langsung membenarkan posisi duduknya agar sang istri dapat nyaman saat bersandar padanya.
__ADS_1
“ bayi besar ku “ ucap Alana lembut.
Devan mengecup puncak kening sang istri dan tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Alana yang memanggilnya bayi besar.