
Setelah kejadian semalam, Devan menjadi semakin posesif. Dia bahkan tidak ingin meninggalkan sang istri untuk pergi ke kantor, namun Alana yang merasa tidak enak memintanya pergi dan berjanji datang ke kantornya untuk makan siang bersama.
Saat Devan mendengar janji sang istri, dia langsung tersenyum dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Kejadian itu tidak luput dari pandangan Alana.
“ aku akan meminta Jordan mengantar mu nanti “ ucap Devan.
Saat ini mereka sedang sarapan pagi bersama, Alana yang mendengar perkataan Devan mengaggukan kepalanya. Dia tidak merasa terganggu dengan perkataan sang suami.
“ baiklah, aku akan pergi ke kantor “ ucap Devan.
“ hati-hati di jalan sayang “
Devan memberikan kecupan ringan di kening Alana dan pergi ke luar rumah untuk masuk ke mobil.
Setelah kepergiaan Devan, Alana memutuskan untuk beristirahat sejenak karna tubuhnya lebih sering lelah ketika usia kandungannya memasuki bulan ke 6.
Ketika jam menununjukan pukul 10 pagi, Alana bangun dan memutuskan untuk membuat makan siang untuk mereka berdua. Para pelayang yang melihat sang nyonya turun ke dapur menjadi panik dan berusaha untuk menyerahkan pekerjaan memasaknya pada mereka.
“ tidak apa-apa, suami ku sudah lama tidak merasakan masaka ku jadi hari ini aku sengaja memasak untuknya “ ucap Alana.
“ tapi nyonya sedang hamil, kami tidak ingin sesuatu terjadi “
“ karna kalian sangat khwatir, bagaimana jika kalian menyusun masakan ku ke kotak bekal agar aku bisa langsung membawanya “
“ baik nyonya “
Setelah itu, para pelayang melakukan permintaan Alana. Mereka membantu wanita itu menuangkan masakannya ke bekal makan siang dan menutupnya dengan rapat.
“ baiklah, aku akan pergi “ ucap Alana.
“ iya nyonya, tolong hati-hati di jalan “
“ iya “ ucap Alana lalu tersenyum.
Saat di depan rumah, Jordan sudah menunggu Alana dengan mobil miliki Devan. pria itu sengaja meminta Jordan mencemput Alana dengan mobilnya yang nyaman dan luas.
“ silahkan nyonya “ ucap Jordan sambil membukakan pintu.
“ terima kasih “
“ sama-sama nyonya “
Setelah Alana naik, Jordan berlari ke arah kemudi dan mulai menjalankan mobilnya menuju kantor Devan. Perjalanan ke perusahaan itu tidak memakan waktu lama, hanya butuh waktu 30 menit, mereka akhirnya sampai.
“ Bos sedang ada rapat, jadi nyonya di minta untuk menunggu di ruangannya “ ucap Jordan.
“ baiklah “
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Alana langsung masuk ke dalam perusahaan sedangkan Jordan pergi memarkirkan mobil. Saat Alana masuk, semua karywan yang telah mengenali Alana bergegas memberikan salam padanya.
“ selamat siang nyonya, apakah anda ingin bertemu dengan Bos Devan “ tanya seorang karyawan.
“ iya, kami berencana untuk makan siang “ ucap Alana ramah.
Para karyawan yang melihat sikap ramah serta keromantisan antara sang Bos dan istrinya menjadi kagum. Mereka bahkan menjadikan keduanya sebagai panutan untuk menjalani hidup yang bahagia.
“ tapi saat ini Bos sedang rapat, jika memang nyonya tidak keberatan kami bisa menemani anda untuk mengobrol “ ucap karyawan wanita.
“ terima kasih, dimana kalian akan makan siang “ tanya Alana.
Wanita itu senang saat melihat perlakukan para karyawan sang suami yang ramah dan sopan. Hal itu juga membuatnya sedikit rindu dengan perusahaanya.
“ sebentar lagi akan jam makan siang jadi kami memutuskan untuk makan di kantin perusahaan nyonya “
“ sepertinya itu menyenangkan “ ucap Alana.
“ maksud anda “
“ iya, itu menyenangkan karna bisa makan siang dengan teman-teman wanita serta bisa bercerita tentang banyak hal “
Setelah mereka mendengar ucapan Alana, mereka menjadi sedikit merasa bersalah padanya. Bagaimana pun mereka sudah tahu jika Alana telah melupakan masa remajanya.
“ bagaimana jika kita berteman nyona, bukankah itu juga menyenangkan “ usul salah satu karyawan wanita
“ baik “
Saat mereka sedang bercengkrama. Tiba-tiba saja sebuah suara wanita yang terdengar putus asa memenuhi lobi kantor, para karyawan yang sedang di lobi bersama Alana langsung melihat si pemilik suara.
“ dimana Devan, dia harus bertanggung jawab “ ucap sang wanita dengan suara keras.
Alana yang melihat sosok itu langsung tersenyum dingin, dia tidak menduga bahwa wanita itu masih berani mengganggu suaminya setelah pengiriman hadiah semalam. Dia bahkan memasang wajah menjijikan sambil menyentuh perut buncitnya.
“ cepat panggil pria itu, aku ingin meminta pertanggung jawaban karna sudah membuat ku hamil “ ucapnya dengan nada percaya diri.
Semua orang yang ada di lobi termasuk Alana langsung menatap jijik pada sang wanita, apakah dia berfikir bahwa dengan mengatakan hal yang memalukan tersebut mereka akan percaya. Lagi pula semua orang sudah tahu bahwa Devan telah menikah dan dia pria yang bersih.
“ sepertinya kau masih belum puas dengan hadiah yang ku kirim semalam “ ucap Alana tiba-tiba.
Saat Dolla mendengar perkataan Alana, dia hanya menatapnya dengan tatapan menghina sekaligus iri. Dia juga sudah tahu bahwa Alana telah datang ke perusahaan Devan dan berencana untuk membuat hubungan mereka merenggang dengan pengakuannya. Dia berfikir bahwa Alana sama dengan wanita-wanita yang telah dia ganggu suaminya.
“ apa maksdu mu, aku datang ke perusahaan ini untuk meminta pertanggung jawaban suami mu “ ucap Dolla penuh percaya diri.
“ sepertinya kau sudah tahu tentang posisi ku di hidup Devan dan juga sengaja datang ke perusahaan ini untuk membuat hubungan kami merenggang. Tapi sayangnya kau tidak tahu bahwa musuh mu tidak selemah itu nona “ ucap Alana tenang.
Para karyawan menatap Alana dengan pandangan takjub, mereka tidak menduga bahwa istri Bos mereka tidak terprovokasi dengan ucapan Dolla dan mengganggapnya hanya sebuah lelucon.
__ADS_1
“ apa maksud mu, apakah kau berfikir aku akan membuang-buang waktu dengan mengucapkan omong kosong “ ucap Dolla kesal.
“ bukankah itu yang sedang kau lakukan. Kau mengucapkan kata-kata omong kosong hari ini, apakah kau tahu bahwa banyak celah saat mendengar kebohongan mu “
Saat Dolla mendengar perkataan Alana, dia menjadi sedikit panik. Dia tahu bahwa kebohongannya akan tidak masuk akal, namun dia juga tidak bisa merelakan Devan menjadi milik Alana.
“ celah pertama adalah suami ku tidak pernah menginap di luar. Celah kedua, dia selalu pulang saat makan siang dan celah ketiga dia seorang OCD akut. Jadi nona, katakan pada ku kapan suami ku memiliki waktu untuk tidur dengan mu “
Setelah mendengar kebenaran yang di ucapan Alana, para fans Alana dan Devan langsung bersorak gembira. Mereka tidak menyesal telah menjadikan keduanya idola, saat mengetahui bahwa Alana sangat percaya dengan suaminya.
“ ka...kami melakukannya pagi hari, dia selalu meluangkan waktu ke rumah ku sebelum pergi ke kantor “ ucap Dolla gugup.
“ apakah begitu. Baiklah sekarang aku akan bertanya para kalian semua, kapan suami ku terlamat pergi bekerja “ tanya Alana pada para karywan.
“ tidak pernah nyonya, Bos selalu datang di jam 7 pagi. Kami bahkan selalu melihat mobilnya terparkir sebelum kami masuk ke kantor “ ucap Mera.
Setelah mendengar hal itu, Alana tersenyum pada Dolla. Dia juga melihat wanita itu menjadi panik saat mendengar ucapan para karyawan.
“ apakah kau sudah kehabisan ide untuk berbohong nona Dolla, jika belum maka katakan sekarang. Saat ini aku sedang ingin melihat sejauh mana kehebatan mu “
Dolla menjadi kesal, dia tidak menduga bahwa Alana bukan wanita yang mudah di manipulasi. Dia bahkan lebih licik dan kejam darinya.
“ sepertinya nona Dolla telah kehabisan semua idenya untuk berbohong “ ejek Alana.
Para karyawan yang semakin banyak di lobi menjadi bersemangat saat melihat tontonan gratis tersebut. Bagaimana pun mereka sudah lama ingin melihat penampilan Alana ketika menjatuhkan lawannya.
“ karna nona Dolla telah kehabisan kata-kata maka sekarang aku akan menyampaikan pada mu tentang diri ku yang sebenarnya “ ucap Alana sambil berdiri.
Dia sengaja berjalan menuju Dolla untuk membisikan kata-kata yang mengerikan untuk wanita itu.
“ nama ku Quenza Alana. Aku tidak pernah suka jika ada wanita menjijikan yang tidak tahu malu berniat mengambil suami ku, aku juga selalu membuat mereka yang berani memprovokasi ku hidup menderita dan apakah kau tahu apa yang mereka sebutkan tentang ku setelah berhadapan dengan Quenza Alana ? “ tanya Alana.
Dolla masih tetap diam, dia sudah ketakutan dengan ucapan Alana. Dia tidak pernah menduga bahwa akan ada hari dimana dia kalah dengan wanita lain.
“ mereka sering menyebut ku iblis “ bisik Alana di telinga Dolla.
Setelah mengatakan hal itu, Alana tersenyum dingin pada Dolla. Dia juga bahagia saat melihat wajah pucat Dolla.
“ jadi nona Dolla, ku sarankan pada mu untuk tidak memprovokasi ku di masa depan karna aku tidak akan bersikap lunak jika itu terjadi “ ancam Alana.
Dolla langsung pergi setelah mendengar ucapan Alana, dia yang tadinya datang dengan wajah penuh percaya diri sekarang pergi dengan wajah pucat dan penuh dengan kekalahan.
“ sepertinya sekarang suami ku sudah selesai rapat, jadi aku akan ruangannya. Ingat untuk merahasiakan kejadian hari ini dari suami ku “ ucap Alana.
“ baik nyonya “
Setelah mengatakan hal itu, Alana bergegas menuju lif yang akan mengantarkanya ke ruangan Devan. Sesampainya di depan ruangan, Alana langsung masuk ke dalam dan menunggu suaminya datang.
__ADS_1