
Seminggu setelah pertemuan mereka, hubungan Lukas dan Athaya menjadi semakin dekat. Lukas bahkan menyempatkan diri untuk mampir ke toko roti milik wanita itu.
“ kak, apakah menurut mu aku terlalu cepat untuk menyukai wanita itu “ tanya Lukas pada Alana.
Saat ini mereka sedang duduk santai di kebun bunga, Pompom dan Brownie juga ada di sana bersama anak-anak mereka.
“ tidak, menyukai merupakan hal yang wajar. Tapi kau juga harus memastikan terlebih dulu, apakah kau benar-benar menyukainya atau hanya sekedar pelarian setelah di campakan oleh saudara kembarnya “
“ percayalah kak, aku tidak seperti itu. Aku benar-benar nyaman saat bersamanya “
“ katakan pada ku apa yang membuat mu menyukainya ? “
“ dia gadis yang sederhana, dia baik hati dan bijaksana. Aku sadar bahwa penilaian ku sedikit berlebihan, namun aku merasa itu hal yang wajar bagi ku mengingat dia membuat ku nyaman. Senyumnya bahkan membuat ku damai kak “
Saat Alana mendengar kata-kata Lukas mengenai Athaya, dia hanya tersenyum paham. Sejujurnya, dia juga bukan ahli dalam percintaan. Bagaimana pun hubungannya dengan Devan berbeda dengan pasangan lainnya, mereka menikah begitu saja dan dia baru bisa mencintai suaminya setelah koma selama 3 bulan.
“ jika seperti itu, kau harus memikirkan hubungan kalian selanjutnya. Apakah kau ingin kalian tetap berteman atau ingin melanjutkan kejenjang yang lebih serius “
“ sejujurnya aku ingin hubungan ini berhasil ke tahap pernikahan kak, namun aku takut dia tidak bersedia menikah dengan ku “
“ mengapa kau bisa mengatakan hal seperti itu ? “
“ aku takut jika dia sudah memiliki kekasih kak “
Saat Alana mendengar perkataan Lukas, dia langsung memukul kepala adik angkatnya itu. Bagaiman bisa dia memiliki adik angkat yang tampan namun bodoh.
“ mengapa kakak memukul ku “
“ aku ingin membuat mu tersadar. Aku akan mengatakan hal ini pada mu satu kali, jika wanita itu adalah wanita baik-baik, maka dia tidak akan membiarkan pria lain mendekatinya saat dia memiliki kekasih “
Lukas yang mendengar kata-kata Alana langsung paham, dia bahkan sedikit malu karena mengatakan omong kosong seperti itu.
“ jadi, menurut kakak dia tidak memiliki kekasih “
“ aku tidak bisa asal menebak, bagaimana pun yang selalu bertemu dengannya adalah dirimu. Jadi kau seharusnya dapat mengetahui apakah dia memiliki kekasih atau tidak “
Lukas mulai mengingat setiap pertemuannya dengan Athya, dia matanya wanita itu terlihat senang setiap kali mereka mengobrol dan dia juga tidak pernah terlihat berjalan dengan pria mana pun.
“ sepertinya dia memang benar-benar belum memiliki kekasih kak “
Alana hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah konyol Lukas. Sejujurnya dia juga cukup penasaran dengan sosok Athaya yang selalu di ceritakan oleh Lukas.
Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja Devan datang sambil membawa Al. Alana yang melihat itu tersenyum senang.
“ apakah kalian sudah selesai ? “ tanya Devan.
“ memangnya kami sedang apa ? “ tanya Alana kembali.
“ bukankah kalian sedang berdiskusi “
“ hanya diskusi ringan, apakah suami ku tidak kembali ke kantor lagi ? “
“ tidak, aku sangat bosan di sana. Hanya duduk dan melihat kertas-kertas yang tidak berarti, berbeda jika aku bersama mu dan anak-anak kita “
Sejak Jasmine dan Al lahir, Devan mulai jenuh dengan pekerjaanya di kantor. Dia bahkan lebih suka bekerja dari rumah jika tidak ada sesuatu yang penting terjadi.
“ dimana Jasmine ? “ tanya Alana.
“ dia di jemput oleh Rafael, ibunya sangat merindukan putri kita “
__ADS_1
Alana mengangguk paham dengan ucapan Devan, dia sudah tahu bahwa ibu Rafael sangat mencintai putrinya dan menganggap Jasmine sebagai cucunya.
“ bagaimana sekolahnya sayang ? “ tanya Alana pada sang putra.
“ lancar ma, Al mendapatkan nilai A dari guru “
“ anak mama hebat, tapi ingat Al tidak boleh sombong, oke “
“ siap ma “
Saat keduanya sedang berbicara, Devan tiba-tiba saja menyela. Dia baru ingat bahwa mereka harus mengunjungi Sandra yang baru saja melahirkan anak kedua mereka di rumah sakit.
“ sayang, aku baru ingat bahwakita harus pergi ke rumah skait menjenguk bayi Alvin dan Sandra “
“ astaga, aku bari ingat sayang. Apakah Al ingin ikut “
“ tidak ma, Al tidak suka bau rumah sakit “
“ apakah Al yakin sayang ? “
“ iya ma “
“ baiklah, hari ini Al tinggal bersama paman Lukas “
“ baik “
Setelah itu, Alana dan Devan pergi ke rumah untuk bersiap-siap ke rumah sakit. Sedangkan Al masih setia duduk di sisi Lukas.
“ apakah Al ingin ikut dengan paman ? “
“ kemana “
“ ke toko roti “
Saat Lukas mendengar ucapan Al, dia langsung tercengang. Lukas tidak meduga bahwa Al akan tahu apa tujuannya mengajak pergi ke toko roti.
“ iya, jadi apakah Al ingin ikut “
“ boleh, ayo paman “
“ ayo “
Setelah itu Lukas membawa Al ke toko roti, meskipun sifat Al dan Jasmine jauh berbeda. Namun Lukas cukup nyaman dengan Al walau keponakan laki-lakinya cukup pendiam.
Sesampainya di toko roti, Lukas langsung mengajak Al masuk ke dalam toko. Athaya yang melihat kedatangan keduanya tersenyum ramah.
“ selamat datang di toko kami “ ucap Athaya.
“ berhentilah bersikap sopan seperti itu, kita sudah resmi menjadi teman. Jadi kau tidak perlu mengucapkan kata-kata aneh seperti itu setiap kali aku datang “ ucap Lukas.
“ baiklah, siapa pria tampan ini ? “
“ dia saudara kembar Jasmine, Al beri salam pada teman paman “
“ baik, halo bibi. Nama ku Alexander, saudara kembar Jasmine “
Saat Lukas dan Athaya mendengar panggilan bibi dari Al, wajah mereka menjadi merah. Lukas bahkan sangat ingin menyembunyikan dirinya.
“ halo sayang, apakah kau ingin memesan sesuatu ? “ tanya Athaya.
__ADS_1
“ aku tidak terlalu suka manis, apakah bibi memiliki minuman. Sejenis teh yang tidak manis “ ucap Al santai.
“ tentu, toko kami memiliki teh oolong yang sangat bagus untuk kesehatan “
“ kalau begitu aku ingin teh oolong “
“ baiklah, kalian bisa duduk dulu. Aku akan menyiapkan teh tersebut “
“ apakah bibi tidak bertanya pada paman Lukas ? “ tanya Al tiba-tiba.
Athaya yang sedang gugup langsung tersenyum malu setelah mendengar perkataan Al, dia tidak menduga bahwa menghadapi Al sama sulitnya dengan menghadapi seorang Bos besar.
“ aku ingin teh hijau saja “ ucap Lukas cepat.
“ baiklah “
Saat Athaya pergi meninggalkan mereka, Lukas langsung bertanya tentang alasan Al yang memanggil Athaya sebagai bibi.
“ mengapa Al memanggil teman paman dengan sebutan bibi ? “
“ bukankah sebentar lagi dia akan menjadi bibi Al “
Tidak perlu di tanya mengapa Al berbicara seperti itu, semua orang yang dekat dengannya akan paham bahwa Al tidak suka berbasa-basi saat berbicara.
Saat keduanya sedang berbicara, Athaya akhirnya dating dengan membawa dua gelas teh berbeda ukuran untuk Al dan Lukas.
“ silahkan di nikmati “ ucap Athaya.
“ terima kasih bibi, apakah bibi tidak ingin menemani kami minum. Bagaimana pun paman sudah jauh-jauh datang hanya untuk bertemu dengan bibi “
Sekali lagi, Lukas merasa sangat malu dengan kata-kata Al. Dia tidak menduga bahwa hidupnya akan menjadi seperti itu ketika mengajak Al berkunjung.
“ tentu saja, kebetulan toko sedang sepi. Jadi kita bisa berbicara santai “
Athaya sama halnya dengan Lukas, dia tidak merasa terganggu dengan ucapan Al. Dia hanya merasa sangat aneh jika anak berusia 6 tahun bisa berbicara dengan sangat dewasa.
“ jadi, kapan bibi dan paman menikah “
Lukas yang sedang berusaha untuk meredam kegugupannya dengan minum teh langsung terbatuk saat mendengar perkataan Al. Dia benar-benar ingin menangis sekarang.
“ Al tidak boleh mengatakan hal seperti itu, teman paman jadi merasa tidak nyaman “
“ bukankah Al berkata yang sebenarnya “
Saat Lukas dan Athaya bingung untuk menjawab, tiba-tiba saja ada pelanggan yang dating. Athaya yang melihat itu langsung meminta ijin.
“ lihatlah, teman paman bahkan sangat gugup setelah mendengat kata-kata Al “
“ paman, Al hanya ingin membantu paman. Bagaimana jika nanti nasib paman sama persis seperti nasib paman Sean “
“ memangnya ada apa dengan Sean ? “
“ paman Sean patah hati karena wanita yang disukainya telah di ambil orang. Paman Sean terlambat mengungkapkan perasaanya, apakah paman mau seperti itu ? “
“ mengapa Al bisa tahu “
“ paman Sean sering bercerita dengan Al “
Lukas yang mendengar perkataan Al menjadi tercenang. Dia bahkan sedikit kesal dengan Sean yang sangat santai membicarakan tentang kisah asmaranya kepada anak berusia 6 tahun.
__ADS_1
“ lain kali Al tidak boleh mendengarkan kata-kata paman Sean, pembicaraan tentang hal seperti itu masih belum boleh di dengan oleh anak kecil. Apakah Al paham ? “
“ baik paman “