
Hari dan bulan berganti, saat ini kandungan Alana memasuki bulan ke 7. Alana sangat bahagia karna kedua bayinya semakin aktif di dalam perutnya, dia juga sudah membaca di buku panduan bahwa saat memasuki bulan ke 7, bayi akan memberikan respon jika di ajak bicara seperti menendang perut sang ibu.
“ sayang aku pulang “ ucap Devan bahagia.
Saat ini, pria itu telah pulang tepat jam makan siang dan dia tidak akan kembali ke perusahaan karena beralasan tidak ingin membiarkan istrinya bosan.
“ lihatlah sayang, papa kalian dengan bangganya pulang saat pekerjaanya masih banyak di kantor “ ucap Alana pada kedua anaknya yang masih di dalam kandungan.
“ hei, kau tidak boleh menjelek-jelekan aku di depan anak kita “ ucap Devan.
Pompom dan Brownie yang sedang tidur di samping kiri dan kanan Alana hanya menatap Devan dengan tatapan jenuh. Mereka terkadang kesal saat mendengar pria itu berbicara hal-hal yang menggelikan.
“ halo sayang, papa pulang. Apakah kalian tidak rindu dengan papa “ ucap Devan sambil menyenderkan kepalanya di perut Alana.
Perkataan itu yang sudah sering kali Pompom dan Brownie dengankan dari Devan, mereka bahkan sudah menebaknya ketika melihat kehadiran Devan.
“ sepertinya tidak, mereka tidak suka jika papa mereka menjadi pemalas “ goda Alana.
“ sayang tolong jangan dengankan ucapan mama kalian, papa tidak pemalas. Papa hanya ingin menemani kalian sepanjang waktu “
Saat mendengar ucapan menggelikan lainnya, Pompom yang sudah kesal langsung memberikan tendangan kecil pada Devan.
“ lihatlah, Pompom bahkan jenuh mendengar ucapan suami ku “ ucap Alana geli.
“ hei kucing pemalas, kau seharusnya berlatih untuk mengecilkan tubuh mu bukan tidur di sini “ ejek Devan.
Mereka sudah sering bertengkar, terkadang keduanya memberikan pelajaran pada Devan dengan melarang pria itu mendekati Alana selama setengah hari.
Saat Alana melihat suaminya yang masih setia menempelkan kepalanya pada perutnya sambil mengejek Pompom menjadi tersenyum. Dia tidak tahu bahwa mereka bertiga akan selalu bertengkar kecil.
“ apakah suami ku sudah lapar “ tanya Alana.
“ belum, apakah kau sudah lapar “
Ketika Alana ingin menjawab ucapan Devan. tiba-tiba saja sesuatu yang membahagiakan terjadi. Devan mendapat tendangan dari kedua anaknya.
“ sayang mereka sedang menyapa ku “ ucap Devan takjub.
Pria itu tidak mengira bahwa bayi mereka akan menyapanya dengan tendangan tersebut. Alana yang juga merasakan hal seperti itu juga ikut bahagia.
“ sepertinya mereka mulai aktif karnq ini sudah memasuki bulan ke 7 “ ucap Alana.
“ benarkah “
“ iya, ibu dan ibu mertua mengatakan bahwa saat usia kandungan memasuki bulan ke 7, mereka akan mulai aktif dan sering menendang “
Devan yang mendengar itu menjadi bahagia, dia juga tenang karna kedua bayi mereka sehat dan aktif di dalam sana. Namun kebahagiaan Devan langsung berakhir saat Pompom dan Brownie bangun serta menedang pria itu agar menjauh dari Alana.
“ hei apa yang kalian lakukan “ ucap Devan kesal.
Bukannya mendengar, keduanya langsung memberikan elusan di perut Alana. Meskipun mereka tidak tahu apa yang sedang Alana bicarakan dengan Devan, namun mereka yakin bahwa keduanya sedang berbahagia dengan kandungan Alana.
Saat keduanya mengelus-elus perut Alana dengan kepala mereka, tiba-tiba saja mereka mendapatkan tendangan yang sama dengan Devan. Alana yang melihat keduanya menjadi tersenyum.
__ADS_1
“ mereka juga menyapa kalian berdua, apakah kalian senang “ tanya Alana.
Keduanya memberikan elusan lagi pada perut Alana sebagai jawaban dari pertanyaan Alana dan Devan yang melihat hal itu hanya bisa diam, dia masih belum bisa menang melawan keduanya.
Setelah melihat bahwa keduanya tidak akan pergi dari istrinya, Devan memutuskan untuk masuk ke rumah dan mengambil persediaan makanan untuk Pompom dan Brownie untuk bernegoisasi.
“ apakah kalian tidak ingin makan daging bakar “ tawar Devan pada keduanya.
Saat Devan mengatakan hal itu, dia sudah meletakkan dua tempat makan yang penuh dengan daging bakar.
“ aku sudah menyiapkan daging bakar untuk kalian “ tawar Devan.
Ketika keduanya mencium aroma daging bakar, Pompom dan Brownie langsung berlari ke arah Devan untuk mengambil daging tersebut. Devan yang melihat itu bersiap-siap untuk bengkit namun semuanya gagal saat melihat keduanya membawa dagung dengan mulutnya dan berjalan ke arah Alana.
Ketika Devan melihat itu, dia menjadi sangat kesal, dia tidak menduga bahwa kedua hewan tersebut akan sepintar itu.
Namun Devan tidak putus asa untuk memenangkan persaingan mereka, ketika pria sedang memikirkan cara ke dua untuk menyingkirkan Pompom dan Brownie. Tiba-tiba saja Rafael datang. Pria itu langsung bertanya pada Devan yang duduk di rerumputan.
“ mengapa kau duduk di sini “ tanya Rafael.
“ mereka sekali lagi menyingkirkan ku karna tahu bahwa kedua anak ku sedang menyapa ku dengan memberikan tendangan “ ucap Devan sedih.
Ketika Rafael mendengar ucapan Devan, dia menjadi penasaran dengan tendangan yang di berikan oleh keduanya.
“ kau mau kemana “ tanya Devan saat melihat Rafael berjalan.
“ aku juga ingin disapa oleh mereka “ ucap Rafael.
“ aku harus mencobanya agar aku tahu “
Setelah mengtaakan hal itu, Rafael dengan percaya dirinya berjalan menuju Alana. Saat dia sudah dekat, tiba-tiba saja Pompom mengaum ke arah pria itu. Kejadian itu membuat Rafael terkejut serta melangkah mundur.
Saat Devan melihat usaha sia-sia Rafael, dia langsung tertawa. Apakah dia tidak tahu bahwa keduanya sama ganasnya dengan istrinya ketika marah.
“ sepertinya kau gagal “ ejek Devan.
“ mengapa mereka sekejam itu. Aku hanya ingin menyapa Alana bukan menyakitinya “ ucap Rafael kesal.
“ mereka selalu melakukan hal seperti itu saat bersama Alana, aku bahkan pernah tidak bisa dekat dengan Alana selama setengah hari “
“ sepertinya kita harus memberikan mereka pasangan agar tidak menjadi saingan kita “ ucap Rafael.
“ aku setuju dengan itu “
Saat keduanya sedang merencakan cara meningkirkan Pompom dan Brownie, tiba-tiba saja Lukas datang sambil beteriak ke arah Alana.
“ kakak aku datang “ ucap Lukas bahagia.
Saat Devan dan Rafael melihat tingkah menggelikan Lukas yang seperti seorang gadis memutuskan untuk mengabaikannya. Namun ketika mereka melihat Pompom dan Brownie berlari ke arah Lukas, kedunya tiba-tiba mendapatkan ide untuk menjauhkan kedua kucing besar itu dari Alana.
Saat ini, kehadiran Lukas menjadi penolong Devan dan Rafael.
Alana yang melihat hal itu hanya bisa tertawa kecil, dia tahu bahwa Pompom dan Brownie sangat menyukai Lukas. Mereka bahkan langsung melupakan kehadirannya jika Lukas sudah datang.
__ADS_1
“ sepertinya pria itu cukup berguna untuk kita saat ini “ ucap Devan.
“ kau benar, kita harus bergegas ke Alana “ ucap Rafael.
Setelah mengatakan Devan dan Rafael mendekati Alana. Devan yang sedang bahagia karna bisa menyingkirkan Pompom dan Brownie meminta Lukas untuk tetap di sana.
“ tetaplah disana, kami harus melakukan sesuatu “ ucap Devan.
Lukas yang tahu bahwa dia telah menjadi tumbal untuk Devan dan Rafael menjadi kesal, dia tidak menduga bahwa kedua kucing besar itu sangat menyukainya.
“ bolehkah aku menyentuhnya “ tanya Rafael.
“ tentu “ ucap Alana.
Setelah mendengar persetujuan Alana, Rafael langsung menyentuhnya. Ketika telapak tangan Rafael berada di perut Alana, sekali lagi kedua bayi memberikan tendangan sebagai pertanda sapaan dari keduanya.
“ ini sangat menakjubkan “ ucap Rafael.
“ iya, ini adalah hari pertama mereka melakukan hal itu “ ucap Alana.
Rafael hanya diam saat mendengar ucapan Alana. Bagaimana pun dia begitu bahagia saat mendapatkan sapaan seperti itu dari anak Alana dan Devan.
“ bagaimana jika kita makan siang, sepertinya ini sudah jam 2 siang “ ucap Devan.
“ baiklah “ ucap Alana.
Setelah itu, Alana meminta Pompom dan Brownie untuk melepaskan Lukas. Dia sedikit prihatin saat melihat penampilan acak-cakan Lukas.
“ Pompom, Brownie lepaskan dia “
Ketika mereka medengar perkataan Alana, mereka berdua langsung melepaskan dan berlari menuju Alana. Lukas yang merasa hidupnya telah bebas juga ikut bangun dari rerumputan.
“ apakah kau sudah makan siang “ tanya Alana.
“ belum kak “
“ kalau begitu ayo makan bersama “
“ baik “
Saat Devan melihat wajah bahagia Lukas, dia tiba-tiba mendapatkan sebuah ide untuk jangka pendek dalam menghadapi Pompom dan Brownie.
“ bagaimana jika kau tinggal di rumah ini dalam beberapa hari ke depan “ ucap Devan pada Lukas.
“ apakah boleh “ tanya Lukas.
“ tentu, lagi pula aku sedang sibuk dengan pekerjaan ku jadi kau bisa menjadi teman Alana “ ucap Devan dengan wajah serius.
" baiklah jika begitu “
Devan dan Rafael tersenyum saat mendengar perkataan Lukas. Mereka akhinya memiliki sedikit waktu untuk mengalihkan perhatian Pompom dan Brownie sebelum memerikan pasangan untuk kedua hewan tersebut.
Sedangkan Lukas yang tidak tahu dengan rencana kedua pria itu, terlihat bahagia saat Devan menginjikannya tinggal di rumah kakak perempuanya. Bagaimana pun saat ini dia sedang membutuhkan teman cerita.
__ADS_1