Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Resepsi


__ADS_3

Hari ini merupakan acara resepsi Devan dan Alana, keduanya telah sepakat untuk mengadakan acara tersebut saat usia kandungan Alana memasuki 5 bulan dan perutnya telah membengkak.


Mereka juga sudah memutuskan untuk melakukan acara resepsi di pinggir pantai dengan mengundang beberapa teman dekat dan kerabat.


“ untung saja gaunnya masih muat “ ucap Jenifer.


Saat ini Jenifer sedang membantu Alana memakai gaun pernikahan yang telah dia rancang beberapa bulan lalu.


“ aku sudah tidak tahu harus bagaimana kak, ini terlalu ketat dan perut ku telihat semakin besar “ ucap Alana.


“ bersabarlah, kau hanya memakai gaun ini selama beberapa jam “ hibur Salsa.


“ seharusnya aku meminta pria itu mengadakan resepsi saat usia kandungan ku 3 bulan “ ucap Alana sedih.


Salsa dan Jenifer hanya tersenyum ketika mendengar ucapan Alana, mereka juga tahu bahwa menjadi Alana sangat sulit karna harus membawa dua nyawa lagi di tubuhnya.


“ apakah kalian sudah tahu jenis kelamin mereka “ tanya Jenifer.


“ satu laki-laki dan satunya lagi tidak tahu kak, dia seperti menyembunyikan identitasnya “ ucap Alana.


“ aku merasa salah satunya wanita “ tebak Salsa.


“ jika itu wanita maka bagus, bagaimana anak ku dan anak Salsa adalah laki-laki “ ucap Jenifer.


“ ya, semoga saja kak “ ucap Alana.


Setelah selesai memakai gaun serta make up, Jenifer dan Salsa menatap kagum pada Alana. Mereka baru tahu bahwa Alana akan semakin cantik saat di berikan polesan make up.


“ tidak heran mengapa Devan sangat mencintai mu, kau terlihat semakin cantik ketika di berikan sentuhan make up “ ucap Jenifer.


“ aku setuju “ ucap Salsa.


Saat mereka sedang menggoda Alana, tiba-tiba saja pintu terbuka dan menampilkan Devan yang telihat sangat tampan dengan stelan jas yang serupa dengan sang istri.


Ketika Devan melihat sosok istrinya, dia langsung menatap takjub dengan penampilannya yang terlihat lebih seksi saat memakain gaun pengantin dengan perut yang besar.


“ kau sangat cantik “ puji Devan.


Alana tersipu malu ketika mendengar pujian sang suami, dia juga terpana saat melihat sosok Devan yang telihat berbeda dari biasanya dengan pakaian berwarna peace yang senada dengan gaunnya.


“ baiklah, sepertinya kita harus segera keluar karna acara akan segera di mulai “ ucap Jenifer.


“ baik “ ucap Devan.


Setelah mengatakan itu, Devan berjalan menuju sang istri dan menggenggam tangannya. Dia sengaja melakukan hal tersebut karna baginya genggaman itu menunjukan bahwa dia adalah wanitanya dan akan selalu berada di sisinya.


Saat mereka berjalan bersama, Jenifer dan Salsa sudah pergi ke posisi suami mereka. Mereka ingin melihat bagaimana Devan membawa Alana menuju pinggir pantai yang sudah di dekorasi dengan sangat indah beralaskan langit yang cerah.


Ketika mereka memasuki tempat resepis, semua mata memandang keduanya dengan tatapan takjub. Mereka tampak tercipta untuk saling melengkapi. Myra dan Albert bahkan menangis bahagia ketika melihat putri satu-satu mereka telah dewasa serta memakai gaun pengantin yang cantik.


" ibu tidak menduga bahwa sekarang putri ubu sudah akan menjadi seorang ibu dan memakai gaun pengantin yang cantik " ucap Myra bahagia.


" begitu juga ayah, rasanya baru kemarin kita berkumpul dan sekarang putri ayah akan menjadi seoarang ibu "


Alana yang mendengar ucapan kedua orang tuanya menjadi terharu. Sejujurnya dia juga tidak menduga bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu untuk dua orang anak yang ada di kandungannya.


" selamat sayang, semoga setelah ini rumah tangga kalian akan tetap harmonis " doa Eileen.


" dan semoga cucu ku sehat ketika lahir nantinya " ucap Darka.


Edgar yang juga ada di samping Albert tersenyum bahagia menatap sang cucu. Dia masih belum percaya bahwa cucu kesayangannya telah menikah dan akan menjadi seoarang ibu.

__ADS_1


" selamat sayang, kakek akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian mu " ucap Edgar.


Alana tersenyum pada kakeknya, dia sangat mencintai pria yang selalu memberikan bangak pelajaran berharga selama hidupnya.


" terima kasih karna sudah menerima kku dan mendoakan kebahagian ku " ucap Alana.


" sama-sama sama sayang " ucap merekq kompak.


Setelah itu para tamu undangan mulai memberikan ucapan selamat pada mereka. Ketika selesai, Devan membantu Alana untuk duduk di kursi.


" ini sangat indah " ucap Alana.


“ apakah kau suka “ tanya Devan.


“ iya, terima kasih karna sudah mewujudkan keinginan ku untuk mengadakan resepsi di pinggir pantai “


“ tentu sayang “


Setelah itu mereka saling berciuman untuk menunjukan bahwa mereka sudah bahagia. Semua orang yang melihat itu menjadi iri termasuk Justin, Austin, Lukas, Sandra dan Rafael.


“ kapan aku bisa merasakan hal seperti itu “ ucap Justin sedih.


“ aku bahkan ingin segera menikah saat melihat adik kecil mengadakan resepsi “ ucap Austin.


“ semoga aku bisa mendapatkan wanita yang baik seperti kak Ana “ ucap Lukas.


“ kapan aku bisa menemukan suami seperti Devan “ ucap Sandra.


Bagaimana setiap wanita pasti ingin memiliki suami seperti Devan yang sangat mencintai istrinya dan memanjakannya.


Saat ketika pria itu sedang bergumam, Rafael yang berdiri tidak jauh juga ikut sedih dan berguman pada pengawalnya.


Sang pengawal yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tahu bahwa Bos dan Devan sudah melakukan perjanjian saat Alana koma dan janji itu akan segera terwujud sebentar lagi.


“ tunggu disini, aku harus menyapa mereka “ ucap Rafael pada sang pengawal.


“ baik tuan “


Setelah itu Rafael berjalan menuju Alana dan Devan, dia menggunakan senyum manisnya saat menyapa mereka.


“ lama tidak bertemu sayang “ ucap Rafael pada Alana.


Devan yang mendengar hal itu hanya diam, dia tahu bahwa jika dia marah maka Rafael akan semakin menyiksanya. Kedua keluarga yang ada di sekitar mereka juga melakukan hal yang sama dengan Devan, mereka sudah tahu bahwa Rafael yang telah membawa Alana kerumah sakit. Mereka juga sudah tahu apa isi perjanjian antara Devan dan pria itu.


“ kau datang, aku berfikir bahwa kau sudah menghilang “ ucap Alana.


“ bagaimana bisa aku menghilang, aku tidak akan pernah bisa hidup tenang jika berjauhan dengan mu “ goda Rafael.


“ berhentilah mengucapkan omong kosong “ ucap Devan.


“ tolong biarkan aku berbicara, hari ini adalah hari yang bahagia untuk mu jadi bagikan sedikit kebahagian itu pada ku “ ucap Rafael pada Devan.


Devan diam dan tidak berniat membalas ucapan pria itu, dia tahu bahwa Rafael memiliki sifat tidak tahu malu dan dia akan menjadi idiot jika berhadapan dengannya.


“ lalu kemana saja kau selama ini “ tanya Alana penasaran.


“ sepertinya sayang ku menghawatirkan serta merindukan ku “ ucap Rfael bahagia.


“ seriuslah “


“ aku sedang fokus menciptakan perusahaan baru ku, bagaimana pun aku akan selamanya tinggal disini dan sebentar lagi aku juga akan kedatangan tamu yang sangat spesial “ ucap Rfael misterius.

__ADS_1


“ siapa itu, apakah dia seorang wanita “ tanya Alana.


“ tentu dia seorang wanita tapi sosoknya tidak bisa ku ceritakan kepada mu saat ini “ ucap Rafael.


Ketika Devan mendengar perkataan Rafael, dia langsung kesal karna pria itu menjadi tidak sabar dengan hasil akhinya dan mulai membicarakan perjanjian mereka.


“ kau sangat yakin bahwa itu akan menjadi wanita “ ucap Devan.


“ jika aku mengatakan wanita maka dia akan menjadi wanita “ ucap Rafael.


“ tapi kami bahkan tidak tahu, mungkin saja dia juga pria "


“ dia wanita “


Saat Alana mendengar percakapan kedua pria itu, dia tiba-tiba teringat tentang isi perjanjian keduanya. Dia menjadi semakin penasaran dengan isi perjanjian keduanya.


“ apakah ini yang kalian maksud dengan perjanjian “ tanya Alana.


“ tentu sayang, jadi tolong jaga kondisi mu dan jangan terlalu lelah. Jika sesuatu terjadi pada mu hubungi aku oke “ ucap Rafael.


“ lalu apa maksud dari wanita, apakah kalian sedang merebutkan seorang wanita “ ucap Alana cemburu.


“ tidak sayang, ini bukan wanita yang seperti itu. Aku tidak akan pernah melirik wanita lain “ ucap Devan.


“ jika seperti itu, maka katakan apa maksud dari percakapan kalian berdua “


“ maaf karna kami belum bisa menceritakannya pada mu, tapi semuanya akan terungkap jika waktunya telah tiba “ ucap Rafael.


Mendengar hal itu, Alana akhirnya mengalah meskipun dia telihat sangat kesal dengan percakapan misterius Devan dan Rafael.


“ kalian mencurigakan “ ucap Alana.


Saat Devan melihat wajah kesal istrinya, dia langsung menghiburnya dan berusaha untuk mengusir Rafael agar istrinya tidak lagi mencurigai atau bahkan bertanya tentang isi perjanjin mereka, bagaiaman pun dia masih belum siap untuk mengatakannya pada sang istri. Tapi pengusirannya menjadi sia-sia karna pria itu tidak mau mendengarkan ucapannya.


“ sekarang pergilah dari sini “ ucap Devan.


“ tidak, aku datang ke sini menjadi tamu dan aku juga ingin menyentuh perut bulatnya. Apakah itu boleh sayang “ tanya Rafael pada Alana.


Alana yang mendengar itu sedikit ragu, dia tidak tahu apa yang sedang di rencanakan oleh Rafael. Namun saat dia akan menolak, wajah Rafael menjadi semakin sedih dan itu membuatnya tidak tega.


“ baiklah, kau boleh menyentuhnya “ ucap Alana.


“ terima kasih “ ucap Rafael bahagia.


Wajah pria itu tampak sangat bahagia saat mendapatkan ijin dari Alana. Bagaimana pun dia sudah lama mengidam-idamkan hal sperti itu.


“ ini sangat keras “ ucap Rafael bahagia.


Alana yang melihat senyum bahagia Rafael menjadi sedih, dia tahu bahwa pria itu benar-benar menyayanginya. Namun dia juga tidak bisa membalas perasaanya karna sudah mencintai Devan.


“ apakah aku boleh sering datang ke rumah kalian, aku berjanji hanya akan menyentuhnya sebentar saja “ ucap Rafael.


Ketika Devan mendengar ucapan Rafael, dia langsung tertegung. Dia tahu apa alasan di balik perjanjian itu, perjanjian mereka bukan hanya sekedar rasa cintanya pada Alana tapi juga di sebabkan kejadian menyakitkan yang telah menimpanya.


“ tentu, lagi pula aku juga sibuk dan jarang menemani Alana. Tapi ingat kau hanya boleh menyentuh perutnya “ ucap Devan dengan berat hati.


“ baik, terima kasih karna sudah mengijinkan ku “ ucap Rafael bahagia.


Sekarang Rafael sudah banyak berubah. Dia sudah menjadi semakin ramah dan tidak segan-segan mengucapkan terima kasih pada orang yang membantunya.


“ sama-sama “ ucap Devan.

__ADS_1


__ADS_2