
Setelah selesai dari komedi putar, Devan mengajak sang istri untuk berjalan-jalan di taman hiburan. Justin, Austin dan juga Lukas juga memutuskan untuk bersenang-senang, meski awalnya Lukas tidak mau berjauhan dengan sang kakak perempuan, namun Justin dan Austin memaksanya untuk ikut dengan mereka.
Ketika berjalan-jalan, Devan yang sedang menggenggam lengan istrinya dan berjalan di samping tiba-tiba di tarik oleh Alana.
“ ada apa “ tanya Devan.
“ aku ingin makan itu “ ucap Alana sambil menunjukan tempat penjualan permen kapas.
“ baiklah “
Setelah itu, Devan membawa Alana untuk mendekat pada tempat penjualan permen kapas.
“ bentuk apa yang kau inginkan “ tanya Devan.
“ kelinci “
Setelah mendengar permintaan Alana, Devan memesan permen kapas seusuai dengan keinginan istrinya. Saat permen kapas itu selesai, Alana langsung mengambilnya dan tersenyum bahagia ketika merasakan manisnya permen kapas.
Devan yang melihat itu menjadi senang dan mengambil ponselnya untuk mengabadikan momen saat istrinya tersenyum. Setelah mengambil foto Alana, Devan memutuskan untuk menjadikannya Background ponselnya.
“ apakah kau tidak ingin merasakannya “ tanya Alana.
“ bantu aku memakannya “
Mendengar permintaan Devan, Alana menjadi menyesal karna sudah menawarkannya pada Devan. Meski sedikit keberatan, Alana masih tetap mencebik sedikit permen itu dan menyuapkannya ke Devan.
“ permen ini semakin manis ketika kau yang menyuapinya “ goda Devan.
Alana hanya tersenyum ketika mendengar itu, pada akhirnya ketika jam 5 sore. Devan memutuskan untuk membawa Alana ke tempat yang sudah dia siapkan untuk kencan mereka malam ini. Pria itu juga sudah meminta izin pada keluarga Alana.
Setelah sampai, Alana menjadi takjub saat melihat restoran yang ada di dataran tinggi dan berdekatan dengan laut. Devan juga langsung membawanya ke sebuah ruangan yang memiliki sebuah jendela besar dengan pemandangan laut serta tempat terbenamnya matahari.
“ apakah kau menyukainya “ tanya Devan.
“ iya, ini tempat yang bagus saat melihat matahari terbenam “
“ apa yang ingin kau pesan “
“ terserah pada mu “
Setelah mendengar hal itu, Devan memutuskan untuk memesan steak untuk mereka berdua. Alana yang sedang asyik dengan pemandangan laut tidak menyadari bahwa sekali lagi, Devan mengambil fotonya yang berlatar belakang senja.
“ apakah kau pernah berkencan “ tanya Devan.
“ tidak, mengapa kau bertanya seperti itu “
“ aku hanya ingin bertanya, bisakah aku meminta sesuatu dari mu “
“ apa itu “
“ aku sedikit terganggu saat kau berbicara menggunakan kata 'kau' untuk ku, jadi aku ingin kau memberikan ku sebuah panggilan yang akrab “
Ketika mendengar permintaan Devan, Alana berfikir sejenak. Sejujurnya dia juga sedikit tidak enak ketika berbicara ‘kau‘ pada pria itu.
“ bagaimana jika aku menangil mu suami “ ucap Alana.
“ itu jauh lebih baik “ ucap Devan bahagia, dia tidak menduga bahwa istrinya akan bersedia memanggilanya suami.
“ baiklah jika seperti itu “
Setelah itu, mereka berdua menikmati pemandangan matahari terbenam, tidak berapa lama akhirnya makanan yang mereka pesan sudah datang dan seperti biasa, Devan akan memotongkan bagian-bagian daging untuk sang istri.
Alana yang melihat perlakukan Devan hanya dapat diam dan menikmatinya. Dia juga senang ketika Devan selalu memanjakannya saat mereka berdua.
“ terima kasih “ ucap Alana.
“ sama-sama “
Setelah itu, mereka makan dengan tenang. Devan juga beberapa kali menghapus noda steak yang ada di sudut bibir sang istri.
__ADS_1
“ apakah kau ingin pergi ke suatu tempat setelah ini “ tanya Devan setelah mereka selesai makan.
“ bagaimana jika kita pergi ke pasar malam yang berada tidak jauh dari rumah ayah dan apartemen mu “
Alana baru ingat bahwa ada sebuah pasar malam yang berada di dekat apartemen dan rumah ayahnya.
“ baiklah, kita akan pergi kesana “
“suami, apakah tidak apa-apa jika kita pergi lagi “
“ tidak, bagaimana pun malam ini adalah malam kencan kita “
Setelah mengatakan itu, Devan langsung membawa sang istri ke pasar malam tersebut. Sesampainya di sana, Devan mengajak sang istri untuk masuk ke dalam dan memintanya untuk memilih sebuah wahana untuk di naiki.
“ aku ingin masuk ke dalam rumah hantu “ ucap Alana.
“ baiklah “
Devan sengaja untuk tidak melarang sang istri, dia ingin menghabiskan malam ini bersama dengannya.
Saat masuk ke dalam rumah hantu, Alana yang belum pernah memasuki rumah hantu menjadi takut ketika melihat manusia yang memakai kostum hantu menghampiri mereka. Ketika melihat itu secara refleks Alana memeluk tubuh sang suami saat terkejut dengan kehadiran sosok menyeramkan itu.
Devan yang mendapat pelukan itu menjadi bahagia, dia bahkan sangat ingin mengucapkan banyak terima kasih pada orang yang menyamar sebagai hantu itu.
“ tenanglah, aku bersama mu “ ucap Devan.
“ mereka sangat menyeramkan “
“ tidak apa-apa, mereka tidak akan berani mendekati mu saat aku ada “
Alana yang mendengar itu menjadi tenang kembali, dia juga berjanji untuk tidak lagi memasuki rumah hantu di masa depan.
Ketika mereka keluar dari rumah hantu, Alana meminta untuk naik biang lala bersama Devan. Mereka menikmati malam yang indah berdua di biang lala tersebut.
Setelah selesai menaiki biang lala tersebut, Devan dan Alana memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar tempat dan berhenti ketika Alana melihat tempat mesin capit boneka.
“ tidak, aku tidak bisa memainkannya tapi aku sangat ingin melihat suami ku memainkannya untuk ku “ ucap Alana.
Mendengar kata-kata ‘suami ku’dari sang istri membuat Devan menjadi bersemangat. Dia memutusakan untuk bermain dan ingin mendapatkan boneka yang ada di dalamnya untuk Alana.
Setelah membeli koin, Devan mulai menggerakan mesik capit untuk mengambil boneka yang ada di dalam. Alana yang juga sedang berdiri di samping Devan ikut menjadi serius ketika melihat itu, saat percobaan yang di lakukan oleh Devan selalu gagal dan hanya meninggalkan satu koin. Alana menjadi sedikit sedih, namun kesedihan itu segera terganti ketika Devan akhirnya bisa mendapatkan sebuah boneka Octopus berwarna biru berukuran sedang.
Melihat boneka yang sangat imut itu, Alana menjadi bahagia. Devan yang melihat kebahagiaan sang istri menjadi ikut senang.
“ apakah kau suka “ tanya Devan.
“ ya, ini sangat imut. Terima kasih karna sudah memberikan boneka ini “ ucap Alana dengan senyum bahagia.
“ apa pun untuk istri ku "
Setelah selesai dengan mesin pencapit itu, Alana meminta untuk di belikan es krim. Meski awalnya Devan keberatan, namun ketika dia melihat wajah sedih sang istri. Maka dengan berat hati Devan membelikan es krim satu bungkus untuknya.
“ aku ingin es krim “ ucap Alana.
“ tapi ini sudah malam, bagaimana jika besok saja “
“ tidak, aku ingin sekarang “
Melihat bahwa sang istri menjadi sedih, Devan akhinya membelikannya.
“ baiklah, tapi hanya satu bungkus “
“ terima kasih “
Alana yang sudah mendapatkan apa yang dia mau langsung memakan es krimnya dan meminta Devan untuk memegang bonekanya.
“ apakah kau masih ingin bermain “
“ tidak, aku sudah lelah. Lagi pula ini sudah larut malam, kita harus pulang “ ucap Alana.
__ADS_1
“ baiklah, malam ini kita tidur di apartemen ku “
“ tapi aku belum meminta ijin pada ibu dan ayah “
“ aku sudah meminta ijin kepada mereka tadi sore “
Mendengar bahwa pria itu sudah mempersiapkan semuanya, Alana memutuskan untuk mengikuti kemauan Devan.
“ bagaiman jika kita pulang dengan berjalan “ usul Alana.
“ apakah kau yakin “
“ ya, aku sudah lama tidak berjalan-jalan “
“ baiklah, aku akan meminta Diego untuk menjemput mobil mu “
Setelah itu, Devan menghubungi Diego untuk menjemput mobil Alana dan mereka berjalan berdampingan menuju apartemen Devan.
Namun saat di perjalanan, entah mengapa tiba-tiba saja kaki Alana sakit dan dia tidak bisa berjalan dengan baik. Devan yang melihat itu menjadi cemas dan memutuskan untuk menggending sang istri.
“ ayo, naiklah di punggung ku “
“ apakah tidak apa-apa “
“ tidak, lagi pula kaki mu harus segera di obati “
Ketika mendengar perkataan Devan, akhirnya Alana bersedia untuk di gendong oleh Devan. Saat di perjalanan mereka sesekali berbincang.
“ apakah aku berat “
“ tidak, kau bahkan sangat ringan. Itu membuat ku sedikit khawatir, berjanjilah mulai sekarang kau harus makan banyak dan mengatur pola hidup yang sehat oke “
“ baiklah, bolehkah aku bertanya “
“ silahkan “
“ jika nanti kedua orang tua mu menolak pernikahn kita dan menjodohkan mu dengan wanita lain apakah kau akan meninggalakan ku “
“ mengapa kau mengatakan pertanyaan semacam itu, sepertinya kau masih belum percaya dengan cinta ku “
“ bukan seperti itu, aku hanya ingin bertanya “
“ aku tidak akan pernah meninggalkan mu dan tidak akan pernah mau menerima perjodohan konyol itu. Tapi jika suatu hari kau meminta ku untuk pergi dari mu, maka aku akan pergi meski itu akan sangat menyakitkan untuk ku “
“ aku tidak akan pernah meminta mu pergi “ ucap Alana dengan pasti.
Devan yang mendengar perkataan sang istri menjadi terkejut, jantungnya bahkan berdetak sangat kencang. Dia juga tidak percaya bahwa istrinya akan mengatakah hal seperti itu.
“ apa yang baru saja kau ucapkan “ tanya Devan memastikan.
“ aku tidak akan pernah meninggalkan atau bahkan meminta mu untuk pergi, jadi tolong bersabarlah sedikit lagi. Karna aku sedang berusaha untuk mencintai mu “
“ apakah kau sedang tidak bercanda “ ucap Devan, pria itu bahkan merasa bahwa dia sedang bermimpi saat mendengar ucapan Alana.
“ tidak, aku serius, aku juga tidak ingin suami ku terlalu lama menunggu ku untuk mencintainya “
“ terima kasih sayang, aku berjanji akan tetap mencintai dan menunggu mu “ ucap Devan bahagia.
“ akulah yang seharusnya mengucapkan terima kasih, bagaimana pun suami sudah banyak membantu dan tetap sabar menunggu ku “
Setelah mengatakan itu, Alana menyandarkan kepalanya di pundak Devan. Wanita itu merasa sangat nyaman ketika berada di pundak Devan.
Tidak berapa lama, akhirnya mereka berdua sampai di apartemen. Devan yang sudah menyiapkan segal hal untuk sang istri langsung memintanya untuk membersihkan diri agar bisa segera beristirahat.
Setelah selesai mandi, Alana yang sudah memakain piama bergegas untuk membaringkan tubuhnya di ranjang. Dia cukup kelelahan dengan perjalanan hari ini, Devan yang sudah selesai dan baru masuh kamar juga ikut berbaring di samping sang istri.
“ selamat malam sayang, terima kasih untuk hari ini dan terima kasih juga untuk kejujuran mu malam ini. Aku bahagia saat mendengar hal yang terlontar dari mu “ ucap Devan bahagia.
Alana yang sudah terlelap dalam tidurnya tidak dapat mendengar ucapan pria tu, setelah mengucapkan kata-kata itu, Devan tidak lupa mengecup kening sang istri dan memeluknya saat tidur.
__ADS_1