
Setelah misi penyelamat tadi malam. Alana memutuskan untuk mengunjungi keluarganya. Dia ingin memastikan keponakannya baik-baik saja dan bertemu dengan keluarganya.
“ sayang, aku ingin mengunjungi ibu “ ucap Alana.
“ mengapa tiba-tiba “ tanya Devan.
“ aku rindu pada mereka dan juga ingin melihat dua keponakan ku “
“ tapi pagi ini aku tidak bisa menemani mu, bagaimana jika siang hari “
Saat Alana mendengar ucapan Devan, dia berfikir sejenak dan memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Stanly.
“ sebaikanya kita bertemu di rumah ayah dan ibu saja agar suami tidak melakukan perjalanan jauh. Kita juga akan menginap di sana malam ini “ ucap Alana.
" tapi aku tidak bisa membiarkan mu pergi sendirian sayang “
“ aku baik-baik saja, ada Quenza dan aku juga akan melindungi diri ku sendiri “
“ aku masih belum bisa melepaskan mu “
Alana langsung mengecup bibir suaminya agar tidak lagi berbicara, dia tidak suka jika Devan mulai memikirkan hal-hal yang tidak akan pernah terjadi.
“ percaya pada ku, aku pasti akan melindungi anak kita “
Saat Devan melihat kesungguhan di mata Alana, dia akhinya pasrah dan membiarkan wanita itu pergi sendirian.
“ baiklah, tapi ingat untuk memberitahu ku jika sesuatu terjadi pada mu “
“ baik “
Setelah itu, Devan beranjak pergi menuju mobilnya. Dia masih belum bisa tenang setelah pembicaraan mereka tapi juga tidak bisa melarang sang istri agar tetap menunggunya.
Ketika mobil Devan sudah tidak terlihat, Alana bergegas ke kamar untuk menyiapkan semua perlengkapan mereka untuk mneginap nanti malam. Dia sudah lama tidak menginap di rumah ibunya.
Saat semuanya telah siap, Alana berpamitan dengan semua orang termasuk Pompom dan Brownie. Ketika semuanya selesai, Alana langsung menghidupkan mesin mobilnya.
“ hari ini kita akan berkunjung ke rumah kakek, nenek kalian sayang “ ucap Alana sambil mengelus perutnya.
Setelah mesin panas, Alana melajukan mobilnya dengan santai. Dia menikmati perjalanan yang membutuhkan 1 jam untuk sampai ke rumah keluarga Stanly.
Saat diperjalanan, tiba-tiba saja Alana menghentikan mobilnya untuk membeli air mineral di supermarket. Ketika selesai membeli, Alana yang berniat untuk kembali ke mobil menjadi terhenti saat melihat sosok pria yang selama ini sangat ingin dia hindari.
“ lama tidak bertemu “ ucap pria tersebut.
“ ada apa, mengapa kau harus membuang waktu mu dengan ku “ ucap Alana langsung.
“ kau masih tetap sama, tetap sombong dan angkuh “
__ADS_1
“ berhentilah mengucapkan omong kosong, aku tidak tertarik membuang waktu bersama mu “ ucap Alana ketus.
“ karna sudah seperti ini maka aku ingin bertanya pada mu. Kemana kau mengirim Olivia “
Saat Alana mendengar perkataan itu, dia tersneyum mengejek. Bagaimana dia bisa lupa jika pria itu masih tetap mencari keberadaan Olivia.
“ apakah aku harus memberitahu mu, bukankah kau sudah bahagia. Kau bahkan tega membiarkannya di siksa oleh istri mu “
“ itu bukan urusan mu, kau tidak berhak mencampurinya. Jadi sekarang katakan dimana wanita itu “
“ Julian, kau masih tetap sama. Kau hanya tahu menyalahkan orang lain tapi tidak bisa melihat kesalahan mu sendiri “
Saat Julian mendengar perkataan Alana, dia menjadi kesal. Dia tidak tahu mengapa setelah pembalasan dendamnya pada mereka Alana menjadi baik.
“ kau sepertinya bertindak seperti wanita baik, tapi sayangnya itu tidak lagi berguna di hadapan ku. Jadi sekarang katakan dimana dia, aku masih belum bisa membiarkannya hidup bahagia setelah apa yang dia lakukan di hidup ku “
Alana yang melihat kemarahan pria itu hanya tersenyum geli, Dia tahu bahwa Julian masih mencintai Olivia karna bagaimana pum mereka sudah bersama selama 5 tahun dan Olivia merupakan cinta pertamanya.
“ berhentilah menyalahkan orang lain, apakah kau tidak pernah bercermin. Jika memang dia yang telah membuat mu menderita lalu bagaimana kau bisa dengan bodoh termakan bujuk rayuannya “ ucap Alana.
Julian terdiam saat mendengar perkataan Alana, dia tahu bahwa perkataan Alana benar. Sejujurnya dia juga masih menyimpan rasa dengan wanita itu karna bagaimana pun mereka sudah melewati hari yang panjang bersama.
“ apakah kau tidak pernah memikirkan semuanya peristiwa yang terjadi di hidup kalian berdua, ini semuanya terjadi karna kalian telah bermain curang dan Tuhan langsung membalasnya “
Julian masih tetap diam saat mendengar perkataan Alana, dia tiba-tiba tersadar dengan semuanya. Dia juga merasa tercerahkan setelah mendengarkan nasehat Alana.
“ sejujurnya aku masih belum bisa memaafkannya atau bahkan kau, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan seorang wanita yang kehilangan harga dirinya meminta pertolongan dengan ku. Aku tahu persis bagaimana rasanya hidup sendirian “
“ aku tahu bahwa kau masih mencintai wanita itu, jadi sekarang pergilah. Temui dia dan minta maaf padanya, ini semua adalah akibat dari perbuatan kalian di masa lalu “
“ mengapa kau masih bersedia membantu kami dan memberikan masukan pada ku “ ucap Julian.
“ entahlah, aku hanya merasa semuanya telah usai. Tidak ada lagi dendam dan amarah, jadi sekarang aku ingin melepaskan semuanya agar aku bisa hidup bahagia dengan suami serta keluarga ku “
“ sepertinya kau sudah menemukan bahagia mu sedangkan kami harus merasakan apa yang pernah kau rasakan “
“ bukankah sudah ku katakan bahwa Tuhan langsung membalasnya. Ingatlah satu hal, di dunia ini jika kau melakukan perbuatan baik maka Tuhan akan memberikan mu kebahagian dan jika kau berbuat jahat maka Tuhan akan membalasnya. Mungkin aku pernah menyakiti kalian tapi itu karna kalian yang terlebih dahulu membuat hidup ku menderita “ ucap Alana tenang.
Julian tersenyum sedih saat mendengar ucapan Alana, hatinya bahkan terasa sakit. Dia juga menyesal karna sudah membuang permata demi mata ikan.
“ andai dulu aku tetap memilih mu mungkin kita sudah hidup bahagia bersama anak-anak kita. Tapi nyatanya sekarang kau telah bahagia serta mengandung anak dari pria lain “ ucap Julian.
“ tidak ada lagi gunanya menyesal, sekarang yang harus kalian ambil adalah pelajarannya agar kalian bisa hidup lebih tenang di masa depan. Meskipun aku masih belum bisa memaafkan tapi aku tidak ingin terus-terusan membenci kalian “
“ terima kasih karna sudah mau memberikan nasehat kepada ku, kau semakin dewasa dan bijaksana. Maafkan aku serta Olivia yang sudah memberikan luka kepada mu, semoga kau bisa tetap bahagia bersama dengan suami mu “
Alana hanya diam ketika mendengar perkataan Julian, dia tahu abhwa pria itu sudah mengerti dengan tujuan hidupnya.
__ADS_1
“ apakah kau bisa memberitahu ku dimana Olivia berada “ ucap Julian.
“ maaf, aku tidak bisa. Sekarang kau harus mencarinya sendiri agar kau tahu bagaimana rasanya berpisah dan mencari tahu keberadaan orang yang kau cintai “
Julian terkejut dan tidak menduga bahwa Alana masih ingin membuatnya menderita, namun dia juga tidak bisa memaksakannya karna dia tahu bahwa ucapan Alana adalah kebenaran untuknya.
“ baiklah, aku akan mencarinya sendiri. Terima kasih karna kau sudah bersedia memberikan ku nasehat “
Setelah mengatakan hal itu, Julian pergi meninggalkan Alana dengan wajah sedih. Bagaimana pun Alana benar mengenai perasaanya pada Olivia, sejujurnya alasannya mencari wanita itu karna ingin tahu keberadaan Olivia.
Dia tahu bahwa Alana telah membantu Olivia lari dari Negara A, dia juga telah menunggu kesempatan untuk bertemu dengan Alana dan Tuhan memberikannya kesempatan pada hari ini.
Saat Alana melihat bahwa Julian telah pergi, dia bergegas menuju kediaman Stanly. Sesampainya di kediaman, Alana langsung masuk.
“ ibu “ panggil Alana.
Myra yang sedang duduk bersama sang cucu langsung menatapa kearah putrinya yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Sejujurnya dia juga sangat merindukan putrinya, dia ingin berkunjung ke rumah mereka namun dia tidak bisa karna masih sibuk dengan urusan cucunya.
“ sayang kau datang “ ucap Myra bahagia.
“ aku merindukan mu bu “ ucap Alana saat duduk di samping ibunya.
“ begitu juga dengan ibu sayang, dengan siapa kau datang “
“ sendiri, Devan akan datang siang hari. Kami berencana untuk menginap “
Myra rersenyum bahagia saat mendengar ucapan putrinya, dia senang Alana akan menginap di rumah mereka.
“ bagaimana dengan kandungan mu “
“ sehat bu, dimana kakap ipar “
“ dia memiliki sesuatu yang sangat penting jadi harus pergi ke luar “
“ oh, hai Azka sayang “ ucap Alana pada sang keponakan.
Azka yang masih berusia 3 bulan hanya menatap Alana dengan wajah menggemaskannya. Alana yang melihat itu langsung memberikan ciuman di pipinya.
“ dia sangat manis bu “ ucap Alana takjub.
“ kau juga akan memilikinya nanti, kau bahkan akan memiliki 2 bayi “ goda Myra.
Alana hanya tersenyum saat mendengar ucapan ibunya, dia juga tidak percaya bahwa dia akan menjadi ibu dari dua anak.
“ aku masih tidak yakin apakah aku bisa merawat dua bayi sekaligus bu “
“ kalian pasti bisa sayang, ibu sudah melihat bahwa Devan juga telah belajar banyak hal tentang merawat bayi. Jadi kalian bisa merawatnya bersama “
__ADS_1
“ baik bu “
Dia tahu bahwa suaminya sudah belajar banyak hal tentang mengurus bayi, dia juga sudah belajar dari para pelayan dan kedua ibunya tentang merawat bayi.