
Setelah itu, Devan meninggalkan rumah keluarga Stanly untuk menuju apartemen barunya. Dia juga harus segera beristirahat karna besok perkerjaan di kantor sedang menunggunya.
Saat Devan telah pergi, Alana bergegas untuk naik ke lantai atas dan menuju kamarnya beristirahat. Namun sebelum dia naik, Myra dan ketiga putranya memanggilnya.
“ sayang kemarilah sebentar “
“ baik ibu “
Alana langsung menghampiri ibu dan ketiga kakak laki-lakinya. Dia menatap ke empat orang yang di sayanginya dengan tatapan lembut.
“ apakah ada sesutu yang ingin ibu bicarakan pada ku “ tanya Alana.
“ tidak, ibu hanya ingin memeluk mu sebelum tidur “ ucap Myra lembut.
“ aku juga ingin melakukannya “ ucap Austin.
“ tentu saja, aku juga ingin memberikan pelukan selamat malam untuk kalian “ ucap Alana.
Setelah itu, Alana memeluk dan mengecup kedua pipi ibunya, dia juga memeluk ketiga kakaknya secara bergantian.
“ ayah juga ingin di peluk “
Albert dan Edgar yang baru saja keluar dari ruang kerja juga ikut berbicara.
“ kakek juga ingin “ ucap Edgar.
Setelah mendengar itu, Alana juga melakukan hal sama pada ayah dan kakenya. Hari ini Alana benar-benar bisa merasakan hidup bahagia bersama keluarga barunya.
“ baiklah, karna besok semua orang akan mulai bekerja maka sebaiknya kita tidur “ ucap Albert.
“ iya ayah “ ucap Alana dan ketiga kakak laki-lakinya bersamaan.
Ketika mendengar kekompaan putri dan ketiga putranya, Myra menjadi bahagia.
“ selamat malam kakek, selamat malam ayah, ibu “ ucap Alana dan ketiga kakaknya.
“ selamat malam sayang “ ucap Myra.
“ selamat malam, ingat untuk segera tidur “ ucap Albert.
“ ayah kalian benar, kalian harus segera tidur agar besok bisa bangun pagi “ ucap Edgar.
“ iya kakek “
Setelah itu, Alana dan ketiga kakak laki-lakinya bergegas untuk pergi ke kamar mereka masing-masing. Edgar, Albert dan Myra juga masuk ke dalam kamar mereka.
Pada akhirnya, malam ini adalah malam terbaik untuk semua orang yang ada di sekeliling Alana. Keluarga Stanly juga menjadi semakin berwarna setelah kehadiran Alana dan akan menjadi semakin berwarna dengan kehadiran Lukas besok hari.
***
Bandara Internasional Negara A.
Siang ini, akhirnya Lukas dan Vanessa tiba di Negara A. Lukas sangat antusias ketika pertama kali menginjakan kaki di Negara A, saat mereka akan keluar bandara, tiba-tiba saja seorang polisi bandara menghentikan mereka berdua.
“ kalian berasal dari negara mana “ tanya pria itu dengan wajah tegas.
“ kami berasal dari Negara M “ jawab Lukas.
“ apakah kalian tidak tahu bahwa untuk memasuki Negara A, kalian harus memiliki latar belakang yang kuat “
“ kami tahu tuan, aku adalah adik laki-laki yang di angkat oleh Quenza Alana Stanly “
Ketika pria itu mendengar ucapan Lukas, dia terkejud dan tidak percaya.
“ apakah kau berfikir aku akan percaya “
“ jika anda tidak percaya, kita bisa bersama-sama pergi ke perusahaan kakak perempuan ku “ ucap Lukas.
“ aku masih tidak bisa mempercayai mu “
Lukas yang mendengar itu, segera mengeluarkan kartu nama Alana dari dalam dompetnya dan memberikannya pada staf tersebut untuk membuktikan ucapannya.
“ lihatlah kartu ini, aku mendapatkannya dari kakak perempuan ku “ ucap Lukas sambil memberikan kartu nama itu.
__ADS_1
Ketika pria itu melihat kartu nama berwarna gold, dia menjadi sedikit percaya.
“ baiklah, tapi aku harus mengikuti kalian untuk bertemu dengan nona Alana untuk mengkonfirmasi hubungan kalian. Jika nanti terbukti kau berbohong maka kalian berdua akan masuk ke penjara “
“ tentu, lagi pula kami juga tidak tahu dimana kantor kakak ku “
Setelah mengetakan itu, Lukas dan Vanessa mengikuti sang polisi untuk pergi ke perusahaan Alana. Ketika di perjalanan, kedua orang itu menatap jalanan dengan tatapan takjub. Mereka akhirnya tahu bahwa Negara A lebih indah dari Negara M.
Sesampainya di perusahaan Alana, sekali lagi keduanya menatap takjub saat melihat besarnya perusahaan QA. Bangunan itu merupakan bangunan terbesar ketiga setelah perusahaan Wesly dan perusahaan Stanly milik Albert.
Ketika mereka berdiri di depan perusahaan, seorang security datang menghampiri. Lukas sangat senang ketika melihat bahwa security itu sangat ramah pada mereka.
“ apakah ada yang bisa ku bantu tuan “ tanya sang security.
“ aku ingin bertemu nona Quenza Alana “ ucap Lukas ramah.
“ oh, anda ingin bertemu Bos, apakah anda sudah membuat janji “
“ belum, aku baru saja tiba di Negara ini. Tapi jika anda menyebutkan nama ku padanya dia pasti mengenali ku “
“ baiklah, siapa nama anda tuan “
“ nama ku Lukas Xavier Alexander dan ini Vanessa teman ku “
“ baiklah, tunggu sebentar saya akan menghubungi sekretaris Bos. Sebaiknya kalian masuk terlebih dahulu “
“ terima kasih “
Setelah itu, Lukas dan yang lainnya mengikuti sang security untuk masuk ke dalam perusahaan. Saat di lobi, Lukas dapat melihat bahwa para karyawan perusahaan QA sangat ramah dan tidak sombong, mereka sangat berbeda dari karyawan yang ada di perusahaan lain.
Alana memang sudah menerapkan peraturan kepada para staf untuk memperlakukan sesama karyawan dan para tamu dengan ramah.
Setelah menunggu 15 menit, sang security menemui mereka dan menyampaikan bahwa Lukas dan Vanessa boleh bertemu dengan Bosnya.
“ apakah anda sudah percaya pada ku “ tanya Lukas pada sang polisi.
“ iya, jika begitu aku akan pergi “ setelah mengatakan itu, sang polisi langsung pergi meninggalkan perusahaan.
Lukas dan Vanessa juga dibawa oleh seorang karyawan untuk menuju kantor Alana, ketika mereka sampai. Lukas langsung berlari ke arah Alana yang sedang menanti mereka.
“ maaf, aku lupa tentang itu “ ucap Alana.
“ ini pasti ulah dari paman itu “
“ tidak, kondisi kakek sedikit menghawatirkan saat itu. Jadi kami segera pulang dan lupa untuk memberi tahu mu “
“ apakah itu benar “
“ tentu saja “
Setelah mendengar ucapan Alana, Lukas langsung memeluknya dan menangis sedih. Dia bahkan tampak seperti seorang anak berusia 10 tahun, Vanessa yang melihat itu juga merasa geli. Setelah berteman dengannya selama bertahun-tahun, baru kali ini dia melihat Lukas menangis di hadapannya.
“ apa yang terjadi, apakah salah satu dari karyawan ku menyulitkan mu “
“ tidak, mereka bahkan sangat baik dan ramah “
“ lalu mengapa kau menangis “
“ aku hanya sangat bahagia akhirnya kau bisa bertemu dengan mu “
Alana tersenyum ketika mendengar hal itu, setelah beberapa saat berpelukan. Lukas melepaskannya dan memperkenalkan Vanessa kepadanya.
“ kakak, perkenalkan ini adalah teman sekaligus manajer ku saat di Negara M “
“ halo nama saya Vanessa “ ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
“ nama ku Alana, tolong jangan berbicara formal seperti itu. Bagaimana pun kau adalah teman dari Lukas maka kita juga sudah berteman “ ucap Alana sambil menjabat tangan Vanesaa.
" apakah aku boleh memanggil mu kak Ana "
" tentu boleh "
“ terima kasih, aku juga masih tidak menyangka bahwa aku bisa bertemu dan berteman dengan wanita sehebat kak Ana “
__ADS_1
“ terima kasih “
Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba saja Casandra masuk ke dalam kantor dan memeluk Alana. Dia juga membawa bibi Gu bersamanya.
“ kau sangat jahat, mengapa kau tidak langsung menemui ku ketika kau sudah kembali “ ucap Casandra.
“ maaf, sebenarnya aku berniat untuk datang ke rumah setelah pulang kerja “
“ kau selalu seperti itu. Apakah kau tahu, aku sangat merindukan mu, bibi Gu bahkan beberapa kali datang ke rumah paman Albert untuk bertemu dengan mu tapi mereka mengatakan kau masih belum juga kembali “
Ketika Alana mendengar hal itu, dia langsung melepas pelukan Sandra. Dia berjalan menuju bibi Gu dan memberikan pelukan untuknya.
“ maaf bi, aku tidak pernah menghubungi mu “ ucap Alana sambil memeluk wanita itu.
“ tidak apa-apa, lagi pula kau sudah kembali dengan selamat. Itu sudah membuat ku bahagia Ana “
“ iya bi “
Setelah mereka melepaskan pelukan, Alana memperkenalkan Lukas dan Vanessa ke pada Sandra dan bibi Gu.
“ oh iya, perkenalkan ini Lukas adik laki-laki yang telah ku angkat saat berada di Negara M dan ini Vanessa manajer sekaligus teman baru ku “
“ halo, nama ku Casandra dan ini bibi Gu “ ucap Sandra ramah.
“ halo nona Sandra, halo bibi Gu nama ku Lukas dan ini Vanessa “ ucap Lukas.
Setelah perkenalan singkat itu, Alana memutuskan untuk membuat Vanessa tinggal di rumah lama dan Lukas ikut bersamanya karna pria itu menolak ketika di minta untuk ikut bersama Sandra.
“ Sandra, bibi Gu. Apakah Vanessa dan Lukas boleh tinggal bersama kalian “
“ tentu saja boleh, mengap kau bertanya seprti itu. Bagaimana pun rumah itu adalah milik mu “ ucap Sandra.
“ tidak, rumah itu sudah menjadi milik kalian sekarang, jadi aku ingin meminta ijin pada kalian. Apakah masih ada kamar kosong “
“ tentu masih ada “ ucap Sandra, dia juga mengalah karna berdebat dengan Alana akan percuma.
“ baiklah sudah di putuskan bahwa Lukas dan Vanessa akan tinggal di sana “
“ tidak, aku tidak ingin jauh dari kakak “ ucap Lukas.
“ bukankah kau seharusnya tinggal bersama dengan Vanessa, bagaimana pun kalian adalah teman “
“ aku tetap ingin tinggal bersama mu “ ucap Lukas.
“ apakah tidak apa-apa Nessa “ tanya Alana.
“ tentu saja tidak, aku bahkan sangat berterima kasih karna kak Ana bersedia memberikan tempat tinggal pada ku dan Lukas “
“ baiklah, Vanessa akan tinggal bersama Sandra dan Lukas akan tinggal bersama ku “
“ apakah bibi Myra akan setuju “ tanya Sandra.
“ astaga, aku hampir lupa untuk meminta ijin pada ibu. Tunggu sebentar aku akan menghubunginya “
Setelah mengatakan hal itu, Alana langsung mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya untuk meminta ijin.
“ halo sayang “ sapa Myra dengan suara lembut.
“ halo ibu, apakah aku boleh meminta sesuatu “
“ tentu sayang, apa yang sedang di inginkan putri kesayangan ibu “
“ begini bu, selama di Negara M aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dari ku, dia memiliki kisah yang hampir sama dengan ku. Ibunya sudah meninggal ketika melahirkannya, ayahnya juga mengabaikannya. Jadi saat dia bertemu dengan ku, dia ingin aku menjadi kakak perempuannya dan sekarang dia datang ke Negara A untuk tinggal bersama ku, apakah dia boleh tinggal di rumah ibu “
Ketika Myra mendengar cerita putrinya, hatinya sedikit sedih. Dia tidak membayangkan akan ada kisah yang hampir mirip dengan putrinya menimpa orang lain.
“ tentu sayang, lagi pula rumah kita cukup besar dan ibu merasa kesepian ketika kalian semua pergi bekerja “
“ terima kasih ibu, kami akan segera pulang “
“ baik sayang, ibu akan menunggu “
“ iya ibu “
__ADS_1
Setelah itu, Alana menutup telponnya dan mengajak Lukas untuk pulang ke rumah. Sandra dan bibi Gu juga memutuskan untuk pulang kerumah membawa Vanessa.