Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
S2 Lukas Athaya


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat, satu bulan setelah pernikahan. Hubungan Lukas dan Athaya kembali normal dan bahkan semakin dekat.


" aku akan pergi ke kantor, jika ada sesuatu yang terjadi segera hubungi aku " ucap Lukas sambil mengecup kening Athaya.


" ya, hati-hati di jalan " ucap Athala malu.


" tidak ada panggilan romantis " ucap Lukas berpura-pura sedih.


Athaya yang mendengar hal itu menjadi semakin malu, dia bahkan gugup. Bagaimana pun mereka baru saja menikah dan Athaya belum terbiasa memberikan panggilan romantis untuk Lukas.


" aku belum terbiasa dan belum tahu panggilan apa yang kakak inginkan " ucap Athaya.


Entah sejak kapan Athaya menjadi sangat mengormati Lukas, dia bahkan menggunakan kata 'kakak' pada Lukas karena pria itu lebih tua 2 tahun darinya.


" untuk saat ini cukup kakak, aku bisa menunggu sampai kau benar-benar siap sayang "


" terima kasih kak "


" sama-sama, kalau begitu aku harus segera pergi. Jika aku lebih lama disini maka aku tidak akan pergi ke kantor " ucap Lukas.


Athaya hanya tersenyum saat mendengar perkataan Lukas, dia tahu bahwa suaminya masih belum bisa meninggalkannya di rumah karena kakinya masih belum sembuh total.


" aku akan baik-baik saja. Kak Ana, Al dan jasmine selalu menemani ku. Para pelayan bahkan sangat memperhatikan ku "


" baiklah, aku pergi dulu "


" ya " ucap Athaya sambil mengecup punggung tangan Lukas.


Setelah semuanya selesai, Lukas akhirnya pergi ke kantor. Athaya yang di tinggal sendiri memutuskan duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.


Saat Athaya sedang sibuk menonton televisi, tiba-tiba saja dia kedatangan seorang tamu wanita yang sangat cantik.


" halo Ata " sapa sang tamu.


" halo Violla " sapa Athaya.


Violla Kathryn Caesar, merupakan adik perempuan dari Rafael. Wanita itu sudah sembuh dari penyakit ganguan jiwanya beberapa bulan yang lalu setelah dirawat 2 tahun oleh para dokter profesional yang sengaja di bayar oleh Alana.


" aku sangat bosan di rumah, jadi aku memutuskan untuk mengunjungi mu. Apakah kau keberatan ? "


Setelah sembuh dari penyakit gangguan jiwanya, Violla akhirnya kembali menjadi wanita yang ceria. Namun hal itu hanya dia perlihatkan pada orang terdekatnya.

__ADS_1


" tentu tidak, aku bahkan senang karena kau mengunjungi ku "


Athaya sudah mendengar semua kisah Violla di masa lalu, dia bahkan merasa sangat sedih atas penderitaan wanita yang telah resmi menjadi sahabatnya.


Pertemuan mereka berawal saat Violla sedang bermain dengan Al dan Jasmine 2 minggu yang lalu. Ketika Violla melihat sosok Athaya yang sedang berada di depan rumah sambil duduk di kursi roda, Violla menjadi tertarik dan mulai mengajak Athaya berkenalan.


" oh ya, aku mendengar Mika sudah semakin membaik. Dia bahkan telah mengambil misi kecil dua hari yang lalu " ucap Violla antusias.


Selain Violla, Mika juka telah resmi menjadi sahabat kedua wanita tersebut. Mereka bahkan beberapa kali akan mengadakan acara minum teh di rumah Athaya saat Mika tidak memiliki tugas dan Violla yang sedang senggang.


" syukurlah, aku benar-benar merasa bersalah karena sudah membuatnya terluka karena permasalahan ku " ucap Athaya.


" jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, kau harusnya tahu bahwa semua kejadian itu tidak ada yang kebetulan. Itu adalah takdir dan kita sebagai manusia harus mengikuti apa yang Tuhan sudah tuliskan di cerita hidup kita "


" kau benar, mungkin dari awal semuanya adalah takdir. Tuhan membuat kita menikmati setiap rasa sakit agar saat kita diberi kebahagiaan, kita akan selalu mengucap rasa syukur. Jika kita tidak tidak pernah menikmati rasa sakit dan hidup kita selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita maka kita akan melupakan keberadaan Tuhan "


Athaya sudah banyak belajar mengenai jalan hidupnya, hal itu jugalah yang membuatnya bersedia memaafkan dan menjalin hubungan kembali dengan keluarganya.


" bintang seratus untuk nyonya Lukas " goda Violla.


Athaya hanya tersenyum saat mendengar perkataan Violla, sekarang dia akhirnya bisa bahagia. Semua doanya telah terkabul, Tuhan sudah memberikannya suami seperti Lukas dan sahabat yang baik seperti Violla dan Mika.


" kau tahu, sejak aku masih dinsekolah dasar. Aku sangat ingin memiliki seorang sahabat dan sekarang Tuhan sudah memberikannya pada ku " ucap Athaya.


" kak Alana memang wanita yang hebat, aku sudah mendengar sebagian cerita hidupnya dan itu sangat menyakitkan. Dia harus hidup sendirian dan membangun perusahaan di Negara yang belum pernah dia kunjungi "


" kau benar, tapi begitulah cerita hidup setiap orang. Tidak ada satu pun yang sama karena memang pada dasarnya Tuhan menciptakan makhluk berbeda-beda. Ada yang kuat setelah di terpa badai ada yang langsung menyerah ketika Tuhan memberikan batu kerikil yang kecil sebagai pembelajaran untuk menjadi semakin dewasa "


Athaya sangat setuju dengan Violla, bagaimana pun mereka sudah mengalaminya. Secara tidak. Langsung contoh dari ucapan Violla telah terjadi pada mereka.


" oh iya, apakah kau ingin berjalan-jalan ke luar. Hari ini aku mendapatkan ijin dari kakak pergi keluar, meskipun harus di kawal penjaga "


" benarkah, tapi sepertinya aku belum bisa pergi karena kaki ku masih tidak baik "


" kau tidak perlu khawatir, aku akan membantu mu "


" apa itu tidak merepotkan ? "


" tidak, lagi pula hanya mendorong kurso roda. Aku tidak keberatan sama sekali "


" baiklah, kalau begitu aku akan meminta ijin pada Lukas "

__ADS_1


" oke "


Setelah mendengar kata-kata Violla, Athaya langsung menghubungi Lukas.


" halo sayang, apakah ada sesuatu yang terjadi ? " ucap Lukas langsung.


" tidak, hanya saja aku dan Violla ingin pergi. Apakah kakak mengijinkannua, kami juga akan membawa penjaga "


" tidak "


" kak, aku sangat bosan "


" tidak, jika kau bosan maka minggu ini kita bisa pergi "


" tapi aku ingin pergi bersama teman wanita kak, jadi bolehkan "


" tetap tidak, aku tidak ingin sesuatu terjadi pada mu sayang "


Setelah kejadian penculikan yang dilakukan Athala, Lukas menjadi semakin posesif. Dia bahkan tidak membiarkan sang istri pergi keluar dari kediaman Devan.


Saat keduanya sedang berdebat, tiba-tiba saja Alana masuk ke dalam rumah. Wanita itu cukup bosan di rumah sendirian karena kedua anaknya sedang bersekolah sedangkan sang suami terpaksa ke kantor karena ada urusan sangat penting.


" ada apa ? " tanya Alana saat melihat wajah sedih Athaya.


" kak Lukas tidak mengijinkan ku pergi bersama Violla kak " adu Athaya.


" memangnya kalian akan pergi kemana ? " tanya Alana.


" hanya berbelanja dan jalan-jalan di mall kak, aku sengaja mengajak Athaya karena dia terlihat bosan di rumah " ucap Violla


Saat Alana mendengar perkataan Violla, dia langsung meminta ponsel Athaya dan berbicara dengan Lukas.


" aku akan menemani mereka, apakah kau masih tidak memberikan istri mu pergi " ucap Alana.


Ketika Lukas mendengar perkataan Alana, dia akhirnya memberikan ijin pada Athaya untuk pergi. Lukas yakin jika kakaknya pergi bersama Athaya dan Violla maka tidak akan ada yang berani menggangu kedua wanita tersebut.


" aku mengijinkan Athaya jika dia pergi bersama kakak "


" baiklah kalailu begitu, sekarang ku tutup telponnya. Bekerjalah dengan baik agar anak-anak kalian tidak malu memiliki ayah miskin " ucap Alana.


" siap kak, aku akan melakukan apa pun untuk keluarga kecil ku " ucap Lukas dengan suara lantang.

__ADS_1


Athaya yang mendengar perkataan Lukas menjadi malu, dia bahkan tidak menduga bahwa kakak iparnya akan mengatakan hal pedas seperti itu agar suaminya tidak malas bekerja.


Setelah mengucapkan beberapa kata, Lukas akhirnya memutuskan sambungan telepon. Alana yang melihat itu langsung mengajak kedua wanita tersebut pergi, mereka juga menggunakan mobil Alana untuk pergi dengan Sean sebagai supir.


__ADS_2