Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

"Bi, tolong ambilkan kotak obat dan berikan pada pria ini." Meskipun masih benci, Alana tetap tidak akan tega melihat kondisi Sean yang penuh luka.


"Baik nyonya." Pelayan tersebut mengambilkan kotak obat lalu memberikannya pada Sean.


"Obati luka mu," ucap Alana lalu melihat sang pelan. "Bibi, tolong ambilkan satu piring nasi dan sayur untuknya."


"Baik nyonya."


Sean yang tahu bahwa Bosnya masih perduli padanya memutuskan mengobati lukanya dengan cepat lalu mulai makan setelah sang pelan memberikannya satu piring penuh nasi bercampur sayuran.


Ruangan menjadi hening ketika melihat Sean dengan sangat lahap menghabiskan makanan tersebut, seolah-olah dari tidak makan selama 2 hari. Membuat Alana mulai sedikit memaafkannya karena bagaimana pun Sean hanya seorang manusia biasa, di tambah masa lalunya yang membuatnya menjadi sangat jahat.


Selesai makan malam, Sean menatap wajah Alana dengan penuh harap. Dia tahu Bosnya sudah menyadari maksud kedatangannya dan benar saja. Alana memutuskan menjawab rasa ingin tahu Sean.


"Dia tidak jadi menikah dengan Carl, hanya saja kau juga tidak akan bisa bertemu dengannya."


"K-kenapa Bos?" Sean mulai takut jika mimpinya tentang darah yang mengelilingi Violla benar-benar terjadi.


"Mengapa aku harus memberitahu mu? Dan mengapa kau sangat ingin tahu tentang kondisinya. Bukankah kau tidak ingin melihatnya, kau bahkan tidak mengakui anak mu sendiri." Alana menatap wajah Sean penuh tanda tanya. "Upss maaf, bayi itu bukan milik mu. Kau sudah mengatkannya di hadapan kami, maaf karena aku lupa tentang itu," ucap Alana pura-pura menyesal.


Sean terluka namun tidak mencoba menyangkal karena dialah yang membuat semuanya semakin rumit. "Aku salah Bos, saat itu aku melakukannya dalam keadaan marah karena mereka datang mengganggu hidup ku. Wanita itu bahkan menjual ku pada pria yang tidak pantas menjadi seorang ayah."


"Lalu bagaimana dengan mu, apakah kau berfikir bahwa kau pantas di sebut seorang ayah? Bukankah kau sama saja dengan pria itu, karena sudah menolak bayi mu sendiri."


Ya, Sean sadar bahwa secara tidak sengaja. Dia juga sama dengan ayahnya, membuang anak yang tidak berdosa dan menyakiti seorang wanita yang tulus mencintainya. Sean benar-benar merasa bahwa dirinya lebih bajin*an dari ayahnya.


"Sekarang pulanglah, lupakan Violla. Jangan lagi ingat dia, lakukan apa pun yang kau inginkan."


Sean menggelengkan kepanya, "Tidak Bos, aku tidak akan pergi sebelum mengetahui kondisi Violla."


"Apa kau berfikir bahwa aku akan perduli?"

__ADS_1


"Aku tahu kau tidak akan perduli, kau juga berhak membenci ku. Dan aku akan keluar dari Black Lion jika kau ingin Bos. Tapi ku mohon, katakan kondisi Violla pada ku." Sekali lagi, air mata Sean membasahi kedua pipinya. Alana yang melihat hal itu menjadi sedikit prihatin.


Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa, begitu pula Sean yang sejak kecil tidak pernah mendapatkan kasih saying orang tua. Dia juga berhak meminta maaf dan memohon pengampunan, seperti itulah yang ada di fikiran Alana.


"Ambilah surat ini, baca dan cermati apa isi di dalamnya. Jika kau sudah memahaminya maka datanglah pada ku, aku pasti akan memberitahu mu kemana dan apa yang terjadi pada Violla." Alana memberikan surat  yang di tulis Violla pada Sean. "Sekarang pulanglah, tubuh mu butuh tenaga untuk menghadapi penyesalan yang sedang menghinggapi mu. Dan untuk kerja, kau boleh datang kapan pun kau mau."


Sean mengangguk paham lalu pergi meninggalkan Alana. Dia tahu akan percuma jika dirinya memaksa Bosnya mengatakan padanya kondisi Viola, setidaknya malam ini dia masih bisa berharap kembali karena Violla tidak jadi menikah dengan Carl.


Sesampainya di apartemennya, Sean mulai membuka surat yang di tulis tangan oleh Violla. Tulisannya yang sangat indah membuat Sean merasa rindu dengan sosok wanita itu.


(Teruntuk kamu, pria yang paling ku cintai sekaligus ayah dari anak ku.


Maaf jika aku sudah hadir di kehidupan mu dan membuat hidup mu berantakan. Maaf sudah membuat semua orang membenci mu, aku benar-benar minta maaf atas semua kesalahan ku pada mu.


Teruntuk kamu, pria yang paling ku cintai sekaligus ayah dari anak ku.


Aku mencintai mu, itu bukan kesalahan bagi ku. Kau seperti hadiah dari Tuhan atas segala penderitaan ku ketika aku masih menjadi seorang wanita penghibur. Dan sayangnya kau begitu indah hingga wanita seperti ku tidak bisa menyimpan mu untuk ku sendiri.


Teruntuk kamu, pria yang paling ku cintai sekaligus ayah dari anak ku.


Teruntuk kamu, pria yang paling ku cintai sekaligus ayah dari anak ku.


Saat aku menulis surat ini, anak kita sudah berusia 2 bulan. Apakah kau tahu, meskipun dia masih belum bisa bergerak atau bahkan mungkin belum terbentuk. Aku sangat menyayanginya, dan apakah kau tahu kenapa? Itu karena dia adalah anak dari pria yang ku cintai, aku benar-benar sangat beruntung bisa menjadi ibu dari anak mu, meskipun kau tidak menginginkan kami.


Teruntuk suami ku.


Maaf sebelumnya jika aku menyebut mu suami ku. Jika kau keberatan maka jangan baca tulisan ini, tapi meskipun begitu. Aku akan tetap memanggil mu suami ku. Maaf aku terlalu memaksa, hehehe.


Bagi ku, kau suami ku dan mungkin akan satu-satunya menjadi suami ku meskipun mungkin tidak akan ada pernikahan untuk kita. Aku mencintai mu dan sangat amat mencintai mu hingga aku tidak bisa membenci mu meskipun kau sudah menolak ku dan anak kita, kau pria kedua yang ku cintai setelah kakak ku, Rafael.


Teruntuk ayah dari anak ku.

__ADS_1


Meskipun kepergian ku akan menjadi awal dari penderitaan anak kita, tapi aku tetap harus membawanya pergi jauh dari mu. Aku takut tidak bisa menerima saat melihat mu menikah dengan wanita lain lalu memiliki anak dengan pasangan mu. Aku benar-benar tidak akan sanggup melihat dan membiarkan anak ku hanya bisa memandang mu dari kejauhan namun tidak bisa menyentuh mu seperti aku yang tidak bisa memiliki mu.


Teruntuk Sean, pria yang hebat dan kuat.


Selamat tinggal, semoga setelah ini kau bisa hidup bahagia. Menemukan pasangan yang baik lalu hidup hingga tua bersamanya. Aku akan mendoakan mu dari kejauhan, dan akan mencintai mu dalam diam.


Terima kasih atas kebahagian yang kau berikan meskipun hanya sejenak. Akan ku simpan cerita kita sendirian. Aku mencintai mu dan akan tetap mencintai mu.)


Pada tulisan terakhir, air mata Sean semakin deras. Dia bahkan memeluk serta mengecup surat yang masih menyimpan harum dari parfum yang sering Violla gunakan.


"Maaf, aku benar-benar sudah membuat kalian menderita. Aku menyesal karena sudah menjadi pria bodoh." Sejak di buang oleh ibunya, ini pertama kalinya Sean merasakan sakit yang sangat amat dalam. Kehilangan 2 sosok yang menjadi titik kebahagianya membuat Sean tidak sanggup menahan pedihnya penyesalan.


 


 


 


 


 


-------------------------------------------------------


SETELAH AUTOR FIKIR-FIKIR, CERITA INI MUNGKIN AKAN SEDIKIT PANJANG DAN GAK JADI TAMAT HARI MINGGU. JADI MOHON MAAF KARENA AUTOR GK BISA TAMAT CEPAT DI KARENAKAN TIBA-TIBA AJA CERITANYA PANJANG BANGET. WKWKWKWK. AUTOR HILAF KARENA TERLALU SERU BUAT CERITA SEAN SAMA VIOLLA.


OH YA, SEDIKIT BOCORAN UNTUK CERITA SELANJUTNYA BIAR KALIAN GK PENASARAN ATAU EMANG LEBIH PENASARAN. HAHAHAH.


MALAM INI UP NYA CUMAN 2 KARENA KEHILANGAN KONSENTRASI, TAPI BESOK DI USAHAKAN BANYAK. DAN BAB KEDEPAN MENCERITAKAN PENYESALAN DAN KEJATUHAN SEAN YANG DI TINGGAL. DIA JUGA NANTI BAKAL MULAI BERHALUSINASI TENTANG VIOLLA SAMA ANAKNYA. TAPI ITU GK LAMA KARENA ALANA KASI PENCERAHAN DAN AKHIRNYA DIA BERUBAH JADI LAKI-LAKI YANG BAIK SAMBIL NUNGGU VIOLLA SAMA ANAKNYA PULANG.


AUTOR SAYANG KALIAN DAN TERIMA KASIH TETAP SETIA NUNGGU CERITA INI.

__ADS_1


SARANGHAE


__ADS_2