Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Berbelanja Bersama


__ADS_3

Pagi ini, Alana sedang sarapan bersama Devan. Suasana kali ini sudah berubah menjadi penuh kedamaian, Alana juga tidak lagi berkata kasar atau menolak bantuan Devan.


Setelah sarapan, Devan berniat mengajak Alana untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka. Dia ingin memulai pengejarannya terhadap Alana.


“ aku akan pergi ke minimarket untuk berbelanja, apakah kau ingin ikut “


Mendengar ajakan Devan, Alana diam sesaat. Sejujurnya dia juga ingin mencari udara segara agar tidak terlalu cemas.


“ baiklah, tapi bisakah aku memakai kursi roda saja. Aku tidak ingin merepotkan mu untuk “


“ tentu, aku akan mengambilnya untuk mu “


Setelah mengatakan itu, Devan pergi mengambil kursi roda yang sudah di siapkan olehnya tadi pagi. Pria itu kembali mendorong kursi roda dan membiarkan Alana duduk sendiri.


“ apakah sudah selesai “ tanya Devan.


“ sudah “


Devan langsung mendorong kursi roda itu dan membawanya ke parkiran mobil, hari ini mereka menggunakan mobilnya karena ruangannya yang cukup luas dan memiliki keamanan yang baik.


Sesampainya di minimarket, Alana langsung di bawa masuk ke dalam oleh Devan. Mereka mulai berbelaja, Alana yang baru pertama kali berbelanja setelah 5 tahun hidup dengan kesendirian akhirnya bisa merasakan kebahagiakan lagi.


Dia bisa mengambil apa saja yang di inginkannya dan Devan tidak melarangnya. Karena tindakan itu, akirnya keranjang yang ada di pangkuan Alana menjadi penuh. Devan bahkan mengambil satu lagi keranjang kosong untuk membiarkan Alana memilih apa yang dia suka.


Wajah Devan juga sangat bahagia ketika melihat bahwa istrinya sangat antusias ketika berbelanja. Mereka juga tidak menyadari bahwa orang-orang yang ada di dalam minimarket melihat mereka dengan tatapan kagum dan iri.


“ apakah sudah cukup “ tanya Devan ketika melihat Alana berhenti mengambil barang.


“ iya, ini bahkan terlalu banyak. Apakah kau keberatan, jika ya aku akan membayarnya “


“ tentu saja tidak, aku senang kau mengambil apa saja yang kau inginkan “ ucap Devan sambil tersenyum, dia bahkan mengelus kepala istrinya dengan lembut.


“ apakah kau yakin “


“ tentu, ayo kita bayar belanjaan ini “


Setelah itu, Devan mendorong kursi roda Alana dan membawa salah satu keranjang yang sudah penuh oleh belanjaan Alana.


Saat berada di antrian, Alana sedikit tidak nyaman ketika ikut mengantri. Jadi dia meminta untuk menunggu di luar pada Devan.


“ aku akan menunggu di luar saja, keberadaan ku akan menyusahkan mu “


“ apa kau yakin, aku tidak merasa di susahkan “


“ iya, aku akan menunggu di luar saja “


“ baiklah “


Setelah itu Alana keluar, dia merasa beruntung karena Devan memberinya kursi roda elektrik sehingga dia tidak perlu mengerakan kedua tangannya untuk memutar roda. Ketika di luar, Alana bisa melihat anak-anak yang sedang bermain layang-layang. Pemandangan itu membuat hati Alana sedih, dia merindukan masa kanak-kanaknya dulu.

__ADS_1


Saat Alana sedang menikmati pemandangan itu, Devan yang sedang membayar barang belanjaanya menjadi kesal ketika kasir yang sedang menghitung belanjaannya mengajaknya berbicara dan mengejek Alana.


“ apakah dia pacar anda tuan “


Devan hanya diam dan fokus untuk melihat cara wanita itu menghitung barang belanjaanya. Wanita yang mengajaknya berbicara sedikit tersinggung ketika Devan tidak merespon pertanyaannya, namun meski begitu. Dia masih tetap melanjutkan pembicaraanya, dia juga menunjukan pada Devan bahwa dia menyukai pria itu.


“ sayang sekali anda harus memiliki kekasih yang lumpuh seperti itu, seharusnya anda meninggalknya. Bagaimana pun pria setampan anda seharusnya memiliki kekasih yang normal tuan “


Sang kasir berfikir bahwa Devan terpaksa menjadi kekasih Alana, jadi dia berencana untuk memberi saran pada Devan untuk mencari yang lain.


Devan yang mendengar hal itu langsung marah. Dia tidak tahu dari mana wanita itu memiliki keberanian untuk mengatakan hal itu padanya, setelah belajaannya selesai di bayar. Devan langsung mengatakan hal yang membuat sang kasir malu.


“ aku baru tahu bahwa seorang kasir seperti mu berani menghina istri ku. Akan ku beritahu pada mu bahwa dia adalah istri ku dan dia juga tidak lumpuh, aku sengaja memintanya naik kursi roda karna aku tidak ingin melihatnya kelelahan ketika berbelanja “


Setelah itu, Devan membawa bungkusan belanjaanya dan meninggalkan sang kasir yang menundukan wajahnya karena malu. orang-orang yang mendengar percapakan antara sang kasir dan Devan langsung mengejek sang kasir di dalam hati mereka.


Ketika di luar, Devan melihat bahwa istrinya sedang melihat ke arah anak-anak yang sedang bermain layang-layang di lapangan yang ada di sebrang jalan.


“ apakah kau ingin bermain layangan seperti mereka “ tanya Devan.


“ ah, kau sudah selesai “ Alana terkejut ketika mendengar suara Devan.


“ sudah, apakah kau ingin bermain layangan “ tanya Devan sekali lagi.


“ iya, tapi itu mungkin di lain waktu. Saat ini aku tidak bisa bermain karna kakek masih belum di temukan “


“ aku berjanji akan secepatnya mendapatkan kakek dan kita bisa bermain layangan di Negara A “ janji Devan.


“ ayo kita pulang “


“ baiklah “


Setelah itu, Devan berjalan di di samping Alana. Ketika sampai di mobil, Devan langsung menyusun barang-barang belanjaan dan membantu Alana untuk masuk kedalam mobil, setelah semuanya selesai mereka pergi meninggalkan minimarket.


Mereka juga tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang penuh kebencian ketika melihat kebersamaan mereka. Wanita itu sangat marah ketika mengetahui pria yang dia suka dan sudah merenggut kesuciannya tadi malam di rebut oleh Alana.


“ Alana kau sangat berani, kau bahkan merebut pria ku“


Hari ini, Audry baru saja pulang dari hotel. Tadi malam dia sedang makan malam bersama dan tidur di hotel dengan Devan, dia sangat bahagia ketika memikirkan kejadian tadi malam. Dia berfikir bahwa setelah malam itu, Devan akan menjadi miliknya. Namun saat pagi, pria itu sudah tidak ada lagi di kamar dan sekang dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Alana merebut prianya.


“ aku tidak akan melepaskan mu Ana “


Setelah mengatakan itu, Audry langsung melaju mobilnya untuk kembali ke rumah. Dia berniat untuk mengajak ibunya memberikan pelajaran pada Alana karena sudah merebut prianya.


Sayangnya Audry tidak tahu bahwa pria yang tadi malam bersamanya bukanlah Devan. Itu adalah rencana Olivia, wanita itu sengaja membayar seorang pria dan make up artis untuk membuat pria itu mirip dengan Devan, dia bahkan meminta Audry untuk merekam semua kejadian di dalam kamar hotel untuk menjadi barang ancaman ketika Devan tidak ingin bertanggung jawab.


Sesampainya di apartemen, Alana dan Devan yang sedang duduk di sofa, tiba-tiba terkejut ketika mendengar suara ponsel Alana yang berbunyi. Ketika melihat siapa pemanggilnya, wajah Alana menjadi dingin, sejujurnya dia sedang tidak ingin berdebat dengan wanita itu.


“ siapa yang memanggil “

__ADS_1


“ wanita itu “


“ angkat saja, mungkin kita bisa melacak keberadaan kakek darinya “


Setelah memikirkan itu, Alana menjadi setuju. Dia langsung mengangkatnya dan mendengar suara bahagia wanita itu.


“ halo Ana, apakah kau sudah mendapatkan keberadaan kakek mu “ ucap Olivia bahagia.


“ apa yang ingin kau bicarakan, jika kau hanya ingin membual. Maka jangan ajak aku “


Setelah mendengar itu, Olivia tertawa dari sebrang telepon.


“ sepertinya kau akan tetap jadi pecundang. Kau bahkan tidak bisa melindungi kakek mu “


Saat Olivia sedang berbicara, Devan langsung melacak nomornya dari ponselnya. Alana yang melihat itu juga semakin bersemangat untuk terus membiarkan wanita itu berbicara.


“ apakah kau yakin bahwa aku seorang pecundang "


“ ya, kau bahkan tidak bisa menang melawan ku. Pada akhirnya di dalam permainan ini akulah pemenangnya “


“ kau terlalu percaya diri, apakah kau tidak tahu bahwa orang yang terlalu percaya diri akan selalu kalah “


“ aku tidak perduli, bagaimana pun akulah yang menang. Oh ya apakah kau ingin tahu bagaimana keadaan kakek mu “


“ dimana dia !!!! “ ucap Alana marah.


Tampa menjawab pertanyaan Alana, Olivia mendekatkan ponselnya ke arah tuan Edgar dan menyuruh orang bayaranya untuk menyiksa kakek Alana.


Alana yang mendengar jeritan kakeknya menjadi sangat marah. Devan yang melihat itu langsung memeluk Alana dan menenangkannya, dia tidak ingin Quenza mengambil alih tubuh istrinya.


Alana yang mendapatkan pelukan hangat Devan menjadi tenang kembali, air matanya tiba-tiba membasahi kedua pipinya.


“ apakah kau sudah mendengarnya Ana, jika sudah maka sekarang aku meminta mu untuk menyerahkan perusahaan mu dan menjadi budak ku seumur hidup mu “


“ apakah kau berfikir aku takut dengan ancaman mu “


“ aku akan memberi mu waktu sampai besok. Jika besok kau tidak bisa memutuskannya maka pria tua ini akan segera mati “


Setelah itu, Olivia memutuskan sambungannya. Alana yang mendengar ancaman wanita itu sedikit cemas.


“ tenanglah, aku sudah mendapatkan informasi keberadaan kakek, ku pastikan malam ini dia akan selamat “


“ apakah kau tidak berbohong “


“ tidak, jadi sekarang tenanglah. Setelah kakek selamat kau harus langsung membalaskan dendam mu oke “


“ terima kasih, aku bahkan tidak tahu harus membalas kebaikan mu "


“ cukup biarkan aku tetap di sisi mu, itu sudah lebih dari cukup untuk ku “

__ADS_1


Mendengar hal itu, Alana langsung berjanji pada dirinya untuk tetap bersama Devan meskipun dia masih belum bisa mencintainya. Dia akan tetap berada di sisi Devan meski nantinya dia tetap tidak bisa mencintai Devan.


__ADS_2