
Setelah mendapatkan pencerahan, Sean mulai menyusun kembali rencana hidupnya dalam 5 tahun kedepan. Selama menunggu kepulangan Violla dan anaknya, Sean memutuskan membuka usaha di bidang otomitif, seperti hobinya yang mengoleksi motor-moto mahal. Menjual motor mahal serta menyediakan servis akan dia lakukan.
Alana dan Devan senang dengan rencananya, keduanya bahkan tidak ragu-ragu memberikan modal untuknya. Tidak hanya modal, Sean juga bisa memakain nama keduanya sebagai penarik minat pembeli.
Di awal membuka usaha, Sean masih sering bertanya pada Alana dan Devan tentang mempromosikan serta meminta nasehat mengenai bisnis. Lalu tahun dan bulan berjalan dengan cepat. 5 tahun berlalu, usaha yang dibuat untuk Violla dan anaknya akhirnya berhasil.
Banyak orang yang datang padanya, entah itu membeli atau bahkan menservis. Hubungannya juga mulai membaik dengan teman-temannya, seperti Carl dan Mika. Kedua pasangan itu akhirnya memilii 2 orang anak yang sangat lucu, sama seperti keduanya. Athaya dan Lukas juga di karunia 2 orang anak.
Untuk Rafael, walau awlnya sulit. Sean tetap meminta maaf pada pria itu, bahkan pada hari pertama dia datang. Rafael langsung memberikan pukulan, membuatnya tidak bisa turun dari ranjang selama 5 hari. Namun dia tidak perduli, mati di tangan Rafael bahkan lebih baik baginya, setidaknya dia sudah berusaha dengan kerasa untuk mendapatkan maaf dari calon kakak iparnya.
Perjuangan itu pun akhirnya berhasil, saat Diana yang terpaksa pulang meninggalkan putrin serta cucu laki-lakinya untuk merawat Rafael yang sakit. Sean yang kebetulan sedang berlutut di hadapan pintu rumah selama berjam-jam akhirnya di bawa masuk oleh Diana.
"Aku mungkin masih sangat membenci mu, dengan semua perlakukan mu terhadap putri ku membuat hati ku masih sangat benci saat melihat mu. Tapi aku juga tidak ingin egois, Alana sudah menceritakan semua penderitaan mu di masa lalu, kau pernah mengalami hidup yang tragis karena di tolak sehingga membuat mu menjadi sangat arogan. Jadi ku putuskan untuk mencoba memaafkan mu, setidaknya maaf ku demi putri ku serta cucu laki-laki ku yang membutuhkan sosok ayah."
Kata-kat itu mmebuat Sean menangis, dia merasa sangat beruntung dan sedih. Beruntung karena memiliki calon ibu mertua yang memahaminya dan sedih karena dirinyalah Violla menderita.
"Biarkan untuk kali ini aku mempercayai mu. Jangan sampai kepercayaan itu hancur karena ketidak tulusan atas dosa-dosa mu, sedangkan untuk Violla, jika kau memang ingin mendapatkannya maka kau harus berusaha. Biarkan Rafael aku yang mengurusnya." Dendam di masa lalu akibat perlakukan sosok ayah membuat Diana sadar akan sikap putranya.
"Terima kasih, aku akan berusaha menjadi pria yang pantas untuk bersanding dengan Violla dan ayah yang cocok untuk putra ku."
Diana senang melihat perubaham besar dari Sean. Dia bahkan kagum akan kegigihan sang calon menantu, tidak pernah membahas pengalamannya yang pernah gila setelah kepergiaan putrinya semakin membuat Diana suka.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang kau harus kembali. Bulan depan Violla dan Arsean akan pulang."
"Arsean?"
"Ya, Violla menyisipkan nama mu di dalam nama anak kalian. Arsean Caesar Aldero."
Sean terpana, dia tidak menduga jika Violla memakain 2 nama dalam nama anaknya. Pertama Arsean lalu kedua Alderi, nama belakang yang Sean ciptakan sendiri. Nama aslinya adalah Arsean Xario Aldero.
"Baik, aku akan mengingat nama anak ku. Terima kasih karena sudah memberitahu nama Ar pada ku."
"Sama-sama."
Setelah mengetahui nama putranya, Sean langsung membuat semua asetnya atas nama putranya serta Violla. Dia bahkan meminta seorang pelukis terkenal melukis sosok putranya yang menggemaskan, di lengkapi dengan nama Arsean Caesar Aldero.
"Bu, mengapa ibu bias memaafkan pria itu dengan mudah? Bukankah dia yang sudah membuat Violla menjadi seperti ini."
Diana paham dengan keksalan putranya, di masa lalu dia sudah di sakiti oleh sosok ayah sehingga menjadi tabu jika ada pria yang sama dengan ayahnya. Ditambah lagi Violla sudah mengalami kejadian mengerikan di masa lalu membuat Rafael semakin tidak suka dengan Sean.
"Dia juga manusia sayang, bahkan hidupnya lebih menderita dari pada kalian. Kalian masih beruntung memeliki ibu, sedangkan dirinya. Dia harus di buang oleh ibunya lalu di tolak oleh ayahnya, menurut mu. Apakah menurut mu dia masih bisa menjadi manusia yang baik dengan masa lalu yang mengerikan seperti itu?"
Rafael terdiam saat mendengar kata ibunya, dia baru tahu jika Sean memiliki masa lalu seperti itu. Jangankan merasakan kasih sayang, Sean bahkan tidak pernah di ajari tentang menghormati wanita pada ibunya. Lalu mengapa dia dengan sombongnya menghakimi Sean.
__ADS_1
"Aku tidak tahu jika dia mengalami hal mengerikan seperti itu. Bu."
"Begitu juga dengan ibu, Nak. Awalnya ibu tidak tahu hingga Alana memberitahu masa lalu Sea pada ibu, meskipun Alana cukup berat menceritakannya karena tidak ingin rasa kasihan ibu membuat Sean mendapatkan pengecualian."
"Tidak heran mengapa Alana tidak berniat memberitahu ku."
"Bukan hanya itu sayang, ibu juga baru tahu jika setelah kepergian Violla. Sean menjadi frustasi hingga 5 bulan lalu menjadi pendiam selama 2 bulan. Dan ibu mengetahuinya dari pelayan yang bekerja di rumah Alana."
Alana memang tidak pernah berniat memberitahu Violla atau pun keluarganya tentang kondisi Sean pasca di tinggal Violla. Baginya itu bukan hal yang harus di katakana karena dia ingin Sean memperbaiki kesalahannya sendiri.
"A-aku benar-benar terkejut mendengarnya, Bu."
"Sama halnya dengan ibu, itu menunjukan bahwa dia benar-benar menyesal dengan tindakannya. Ibu juga tahu bahwa sebenarnya dia memiliki perasaan lebih pada Violla tapi baru mengetahuinya ketika Violla sudah pergi." Diana adalah seorang wanita sekaligus ibu. Jadi dia bias tahu tentang perasaan Sean pada putrinya setelah mendengar cerita pelayan Alana.
"Lalu bagaimana sekarang, Bu? Apakah kita akan membiarkan Violla Bersama dengannya atau menjauhkannya."
"Biarkan mereka yang mengurusnya, kita tidak perlu ikut campur karena bagaimana pun Violla sudah pernah mencoba membuka hatinya pada pria lain tapi dia tetap tidak bisa dan membuat perasaan pria itu terluka."
Selama di Negara K, Violla pernah mencoba membuka hatinya untuk pria lain. Mereka bahkan sudah merencanakan pernikahan, tapi pernikahan itu tidak pernah terjadi karena Violla memutuskan jujur tentang perasaanya.
"Ibu benar, sekuat apa pun kita memaksanya itu tidak akan pernah berhasil. Masalah hati hanya mereka yang tahu."
__ADS_1
"Kau benar sayang, jadi sekarang mari kita biarkan mereka beriteraksi. Lagi pula Arsena butuh sosok ayah dan ibu pikir Sean sudah pantas menjadi ayah yang baik."
"Baik bu, kalau begitu bulan depan biarkan Sean yang menjemput mereka. Jika memang mereka ingin langsung menikah dan hidup Bersama maka aku tidak akan melarangnya."