
Setelah kejadian tadi siang, Devan memutuskan untuk semakin posesif pada Alana. Pria itu akan selalu mengawasi setiap gerak-gerik istrinya dan orang-orang yang berdekatan dengannya.
Saat malam, Devan yang sudah kembali ke kamarnya tidak mengetahui bahwa sang istri pergi meninggalkan apartemen untuk pergi ke minimarket yang terletak tidak jauh dari apartemen mereka.
Alana yang sedang berjalan di malam hari tidak mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang mengikutinya dan mengawasi setiap gerak-geriknya.
Ketika sampai di supermarket, tubuh Alana yang sudah di kuasai oleh Quenza masuk ke dalam dan mulai membeli 5 bungkus es krim. Setelah membayar dia langsung duduk di kursi yang ada di depanminimarket dan memakan es krimnya dengan antusias.
Ketika sedang makan, tiba-tiba saja Lukas yang entah dari mana datangnya menghampirinya dan duduk di sampinya. Pria itu tidak tahu wanita yang ada di sampingnya sudah berubah menjadi Quenza.
“ hai, mengapa malam-malam kau makan es krim sendirian. Dimana paman itu “ tanya Lukas.
Quenza yang merasa terganggu terganggu langsung memasang wajah kesal, dia tidak senang jika ada orang yang mengganggunya.
“ siapa kau “
Lukas yang mendengar pertanyaan itu langsung terkejut. Dia tidak tahu mengapa wanita itu tidak mengenalnya.
“ apakah kau tidak mengenal ku ? “
“ tidak “
“ apakah kau terkena amnesia “ tanya Lukas khawatir.
“ aku tidak mengenal mu dan aku juga tidak terkena amnesia “
“ apakah kau Alana “
Pria itu menjadi curiga saat mendengar intonasi saat wanita itu berbicara. Dia juga merasa bahwa wanita yang ada di depannya bukan Alana.
“ panggil aku Quenza “
Setelah mendengar nama itu, Lukas menjadi semakin curiga. Dia tahu bawa namanya adalah Quenza Alana, tapi Alana tidak pernah menyebut dirinya Quenza.
“ apakah kau kerasukan roh jahat “
Quenza yang merasa tersinggung dengan ucapan Lukas menjadi marah dan memukul lengan pria itu dengan kuat. Lukas yang mendapatkan pukulan itu menjadi kesakitan, air matanya bahkan mengalir.
“ jika sekali lagi kau mengatakan hal bodoh itu, aku akan membuat mu tidak akan bisa bangun selama 2 bulan “
Mendengar ancaman Quenza, Lukas langsung terdiam. Dia juga menjadi takut ketika melihat ekspresi wajah Quenza ketika marah.
“ maafkan aku “
Quenza yang sedang asyik dengan es krimnya tidak menghiraukan perkataan Lukas. Merasa bahwa wanita yang ada di sampingnya tidak menghiraukannya, Lukas menjadi semakin penasaran dan memutuskan untuk berteman dengannya.
“ apakah kau masih ingin makan es krim, aku bisa membelikannya untuk mu “ ucap Lukas dengan ramah.
“ baiklah, cepat belikan aku 5 bungkus lagi. Kebetulan aku juga kehabisan uang “ ucap Quenza.
Wanita itu tidak sadar bahwa dia hanya membawa uang receh dan lupa membawa dompetnya.
Lukas yang mendengar itu langsung bergegas untuk membelikan es krim untuk Quenza, dia juga membeli beberapa makanan ringan untuknya dan wanita itu.
Ketika mereka sedang asyik makan es krim, keduanya tidak menyadari bahwa ada yang dengan sembunyi-sembunyi mengambil gambar mereka.
“ mengapa kau keluar sendirian “ tanya Lukas.
“ aku sedang ingin makan es krim “
__ADS_1
“ mengapa tidak mengajak paman itu “ Lukas sengaja memanggil Devan paman.
“ aku tidak ingin di ceramahi olehnya “
Quenza masih mengingat kejadian tadi sore saat Alana meminta untuk di belikan es krim, Devan yang mendengar permintaan itu langsung menolaknya dan mengatakan padanya bahwa dia tidak boleh terlalu banyak makan es krim.
“ dia tidak seharusanya begitu “ ucap Lukas.
Dia sengaja menjadi sangat baik dan menghasut Devan agar Quenza menjauh dari suaminya. Namun pria itu tidak tahu bahwa alasan Devan melarang Alana banyak makan es krim karna takut wanita itu akan jatuh sakit.
“ mengapa kau keluar malam-malam “
“ aku sedang mencari udara segar dan secara tidak sengaja melihat mu disini “
“ oh “
Saat mereka sedang bercengkrama, Devan yang merasakan sesuatu yang tidak beres langsung keluar kamar dan melihat kamar istrinya untuk memastikan wanita itu baik-baik saja.
Ketika masuk ke kamar, Devan langsung tercengan ketika melihat kamar itu kosong dan menjadi panik. Pria itu takut bahwa yang menguasai tubuh Alana adalah Quenza, dia juga langsung melihat rekaman cctv malam ini untuk mencari tahu kemana perginya sang istri,
Setelah mendapatkan petunjuk, Devan langsung memakai jaket dan pergi keluar apartemen, dia sengaja tidak mebawa mobil karna tahu bahwa sang istri tidak akan pergi jauh. Saat pergi keluar Devan merasa menyesal karna sudah mengirim Diego dan Jordan kembali ke Negara A terlalu cepat, jika saja kedua pengawalnya belum pergi, mungkin mereka bisa mengawasi sang istri saat dia tidak ada.
Saat di luar, Devan entah mengapa merasa bahwa sang istri sedang pergi ke minimarket yang ada di dekat apartemen mereka. Setelah memantapkan hatinya Devan langsung bergegas ke sana dan benar saja, ketika sampai di tempat Devan dapat melihat sang istri yang sedang berbincang dengan Lukas, pria itu dapat mengenalinya karna sudah akrab dengan suara Lukas.
“ mengapa kau keluar malam tampa memberitahu ku “ tanya Devan.
Quenza dan Lukas langsung terkejut ketika mendengar suara Devan yang sedang kesal. Mereka menjadi menyesal karna tidak dapat merasakan kehadiran pria itu.
“ aku takut kau akan melarang ku untuk makan es krim seperti dia “ ucap Quenza santai.
Lukas yang masih belum tahu dengan rahasia kedua orang itu menjadi semakin penasara. Devan yang mendengar ucapan itu juga menjadi sadar bahwa dugaanya benar, tubuh Alana sedang di kendalikan oleh Quenza.
“ aku tidak ingin kalian sakit “
“ tapi kau bisa makannya besok siang “
“ tidak, aku tidak mau menunggunya “
Devan yang mendengar itu hanya bisa bersabar, Lukas yang mendengar percakapan Devan dan Quenza menjadi seperti orang idiot karna tidak mengerti dengan ucapan yang mereka lontarkan.
“ tunggu sebentar, tolong jelaskan pada ku siapa yang kalian maksud ‘dia’ dan ‘kalian’ “ ucap Lukas.
“ kau berisik “ kata Quenza.
Lukas yang mendengar itu langsung sedih, dia tidak tahu memgapa wanita itu menjadi sangat sensitif terhadapnya.
“ ayo kita pulang “
“ tidak, aku masih ingin makan es krim “
“ besok aku akan membelikannya untuk mu, oke “
“ aku mau sekarang “ ucap Quenza tegas.
Setelah mengatakan itu, Quenza bahkan bertingkah seperti anak-anak berusia 5 tahun dengan berjongkok di tanah. Devan dan Lukas yang melihat itu menjadi terkejut.
“ paman, sebaiknya kau membelikannya. Apakah kau tidak kasihan padanya “
“ diam “ ucap Devan kesal.
__ADS_1
“ baiklah, jika kau tidak ingin membelikannya maka biarkan aku saja yang membelinya “ ucap Lukas.
sebelum Lukas beranjak pergi, tiba-tiba saja Devan menghentikannya dan mengajak Quenza untuk membeli es krimnya.
“ berhenti di sana, aku akan membelinya. Ayo pilih apa yang kau suka “ ucap Devan kepada Lukas dan Quenza.
Quenza yang mendengar itu langsung berdiri dan berjalan lebih dulu ke dalam minimarket. Lukas juga mengikutinya, pria itu bahkan mengambil beberapa makanan ringan untuknya dan membiarkan Devan membayar belanjaanya.
Setelah selesai berbelanja, Devan langsung mengajak kedua orang itu keluar minimarket dan mengusir Lukas.
“ sekarang kau bisa pulang “ usir Devan.
“ aku ingin ikut kalian “ ucap Lukas sedih.
“ tidak “ tolak Devan.
Ketika kedia pria itu sedang berdebat, tiba-tiba saja tubuh sang istri menjadi lemah dan hampir jatuh, Devan yang melihat itu langsung memeluknya.
“ apakah kau baik-baik saja “ ucap Devan khawatir.
“ iya “
“ ayo kita pulang “
“ aku sudah tidak sanggup jalan, bisakah kau menggendong ku “ ucap Quenza.
“ baiklah “
Setelah mengatakan itu, Devan berjongkok di hadapan Quenza. Wanita itu menjadi senang dan langsung menempel padanya.
Lukas yang melihat menjadi yakin bahwa itu bukan Alana, dia tahu bahwa Alana tidak akan bertindak seperti itu pada Devan.
“ ayo jalan “
Devan yang medengar ucapan semangat sang istri ketika di gendong menjadi bahagia. Dia tidak menyangka bahwa Quenza sudah mulai mengakuinya.
“ apakah kau masih ingin di sini “ tanya Devan.
“ apakah aku boleh ikut “
“ tentu, bagaimana pun aku harus menutup mulut mu malam ini “
Ketika mendengar ucapan Devan, Lukas menjadi cemas. Dia sedikit takut dengan ucapannya dan berniat untuk melarikan diri, namun dia juga tidak bisa melakukan itu karna hidupnya akan hilang besok pagi jika dia kabur.
Saat di jalan, Quenza menyandarkan kepalnya di pundak Devan dengan nyaman. Tubuhnya juga sudah tidak baik karna terlalu banyak makan es krim.
Ketika mereka sudah tidak terlihat lagi, seseorang yang sudah mengikuti Quenza langsung menelpon pihak lain.
“ apakah kau sudah mendapatkannya “
“ sudah “
“ bagus, aku ingin kau menyebarkan poto itu besok pagi dan tulis keterangan bahwa wanita itu telah menduakan suaminya “
“ baiklah, bagaimana dengan bayarannya “
" kau bisa tenang, setelah berita itu tersebar. Aku akan langsung mengirim sisanya berserta bonus atas kerja mu malam ini "
" terima kasih "
__ADS_1
Setelah itu, sambungan telepon itu terputus. Wanita yang menjadi pihak lain langsung tersenyum senang ketika mendengar berita bagus itu.
“ karna kau sudah menghancurkan ku maka aku juga harus menghancurkan mu Alana, aku tidak akan pernah membiarkan mu menang “ ucapnya dengan senyum licik.