Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Penyesalana Julian


__ADS_3

Di Apartemen Devan.


Hari ini, Devan berencana mengajak Alana untuk berbelanja. Hubungan mereka juga semakin membaik dan sikap Alana menjadi semakin riang serta sedikit manja, dia seperti menjadi orang lain setelah pembalasan dendamnya.


Mereka juga sudah memutuskan untuk berada di Negara M dua hari lagi, Alana masih ingin berkumpul dengan teman-temannya dan Devan tidak keberataan dengan hal itu.


“ ayo “ ucap Devan.


“ kemana kita akan pergi “ tanya Alana.


“ kita akan berbelanja, apakah kau tidak bosan di apartmen “


Mendengar kata berbelanja, Alana langsung semangat dan menerima ajakan Devan untuk pergi.


“ baik, ayo kita pergi “


Setelah mendapatkan persetujuan, Devan mengikuti langkan Alana ke garasai mobil. Ketika di mobil, Alana lebih banyak memandang keluar jendela. Sesampainya di supermarket, keduanya langsung masuk ke supermarket untuk berbelanja.


Saat berbelanja, Devan memutuskan untuk membawa Troli agar tidak kesulitan ketika mereka berbelaja banyak barang.


Alana juga menikmati waktu berbelanjanya, dia juga secara tidak sadar mengambil banyak bahan-bahan makanan dan makanan ringan.


Devan yang mendorong troli hanya tersenyum kecil ketika melihat istri kecilnya sangat antusias saat berbelanja. Sesekali Devan juga mengambil apa yang dia butuhkan dan beberapa bungkus Es krim untuknya serta Alana.


Setelah selesai memilih, Devan menuju meja kasir untuk membayar, sedangkan Alana memutuskan untuk menunggu pria itu di kursi yang ada di bawah pohon di samping supermarket.


Saat melihat pemandangan jalanan, tiba-tiba saja Alana di kejutkan dengan ucapan Devan yang sudah berdiri di depannya.


“ mau es krim “ tanya Devan.


“ apakah itu enak ? “


Ketika mendengar pertanyaan Alana, Devan mengangkat salah satu alisnya. Dia tidak tahu mengapa istrinya bertanya hal seperti itu.


“ apakah kau tidak pernah makan es krim “


“ pernah, tapi itu 5 tahun yang lalu. Aku sudah lupa tentang rasanya “


Selama 5 tahun hidup di Negara A, Alana telah melupakan banyak hal dan hanya fokus dengan balas dendamnya.


“ maaf, aku tidak tahu soal itu “ ucap Devan menyesal.


“ tidak apa-apa, apakah itu enak ? “ tanya Alana riang.


“ tentu, cobalah satu “ ucap Devan sambil memberikan plastik es krim.


“ terima kasih “


Setelah mengambil satu es krim coklat. Alana langsung membuka bungkusnya dan mencoba makanan dingin itu, ketika es krim memasuki mulutnya. Wanita itu tersenyum saat merasakan es krim yang membuatnya sangat tertarik.


Dia bahkan sudah memakan 3 bungkus es krim, Devan yang melihat itu hanya bisa tersenyum senang. Dia senang ketika melihat istri kecilnya sangat tertarik dan menyukai es krim yang di belinya.


Ketika mereka duduk bersama sambil memakan es krim. Tiba-tiba saja sebuah suara menyapa Alana, Devan yang mendengar suara itu menjadi kesal dan marah.


“ Alana “ panggil Julian.

__ADS_1


Alana yang sudah tahu bahwa ini akan terjadi tidak memberikan respon apa pun, baginya sekarang Julian sudah tidak penting lagi dan es krim yang ada di tangannya harus segera dia habiskan agar tidak mencair.


“ mengapa kau memanggil istri ku “ ucap Devan kesal.


“ aku ingin berbicara berdua dengannya “ ucap Julian.


“ tidak bisa, dia sekarang istri ku. Jadi jika kau ingin berbicara dengannya maka kau harus berbicara di depan ku “


“ tapi ini sesuatu yang harus ku bicarakan dengannya tanpa ada orang lain “


“ tidak, jika kau tidak mau maka pergi dari sini “ ucap Devan tegas.


Alana yang tadinya sedang asyik memakan es krim tiba-tiba terhenti ketika mendengar perdebatan kedua pria itu.


“ apakah kau bisa membeli 5 bungkus es krim lagi. Aku merasa ingin memakannya saat di rumah nanti “ ucap Alana dengan suara lembut.


Saat Devan mendengar perkataan Alana, dia menjadi sadar bahwa istrinya memutuskan untuk mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Julian.


“ baiklah, tapi ingat untuk menelpon ku jika pria itu melakukan hal yang buruk, oke “


“ tentu “ ucap Alana tersenyum.


Devan yang melihat senyum manis sang istri akhirnya luluh, dia tahu bahwa Alana sengaja mengatakan hal itu agar Julian bisa berbicara dengannya.


Setelah Devan pergi, Julian langsung duduk di samping Alana. Pria itu melihat wajah acuh Alana sambil makan es krim.


“ bicaralah, jika kau masih tidak berbicara maka aku akan pergi “ ucap Alana acuh.


Julian yang mendengar itu hanya bisa menghembuskan nafas pelan.


“ jangan samakan aku dengan masa lalu, lagi pula kau tidak mengenal ku dengan baik dan kau hanya mendekati ku untuk memanfaatkan ku “ ejek Alana.


“ aku minta maaf, aku tahu bahwa semua ini terasa tidak adil untuk mu “


“ aku sudah melupakannya “


“ tapi aku tidak bisa melupakan mu “ ucap Julian.


Ketika mendengar ucapan Julian, Alana membalikan tubuhnya dan memandang Julian dengan tatapan aneh.


“ bicaralah dengan normal “


“ aku normal Ana, aku tahu bahwa ini tidak masuk akal. Sejujurnya aku mencintai mu namun aku tidak mengetahuinya hingga kemarin ketika kau hadir di rumah sakit untuk membalaskan dendam mu . Saat melihat mu untuk pertama kali setelah 5 tahun berlalu, tiba-tiba saja aku tersadar bahwa aku benar-benar menyukai mu “


“ kau sangat mudah ketika mengatakan hal seperti itu “ ejek Alana.


“ aku serius saat mengatakan hal itu “


“ tapi itu sudah tidak lagi penting untuk ku “


“ apakah kau tidak lagi mencintai ku “ tanya Julian.


“ apa yang bisa ku cintai dari mu “


Mendengar perkataan Alana, Julian menjadi sedih dan tidak tahu harus berbicara apa lagi pada wanita itu.

__ADS_1


“ bisakah kau memberikan ku satu kesempatan “ ucap Julian tidak menyerah.


“ tidak, aku sudah bahagia dengan hidup ku saat ini. Bagi ku kau hanya masa lalu dan aku tidak ingin terus menerus tinggal di kisah masa lalu itu “


“ apakah karna sekarang kau sudah mendapatkan pria yang lebih kaya dan tampan seperti tuan Devan “


“ itu bukan urusan mu “


“ mungkin kau memang tidak benar-benar mencitai ku di masa lalu, maka ketika kau menemukan hal yang lebih baik kau akan melupakan ku “


Ketika Alana mendengar ucapan Julian, dia langsung tertawa mengejek. Dia tidak tahu dari mana Julian mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi serta tidak tahu malu.


“ apakah kau idiot. Apakah kau ingin aku tetap mengemis cinta mu seumur hidup ku, jika aku tidak benar-benar mencintai mu di masa lalu mungkin aku tidak akan membantu mu dan tetap diam ketika melihat mu bersama Olivia saat hari ulang tahun ku yang ke 17 tahun, aku bahkan sudah mengetahui bahwa kau dan dia sudah berpacaran di belakang ku saat itu “


Julian yang mendengar setiap perkataan Alana menjadi terkejut. Dia tidak tahu bahwa Alana sudah mengetahui kedekatannya dan hubungan terlarangnya bersama Olivia.


“ kau terkejut, apakah kau berpikir bahwa aku adalah seorang wanita lemah dan bodoh. Sayangnya kau salah, aku adalah wanita yang akan membalas setiap rasa sakit yang sudah ku terima pada mereka yang menyakiti ku “


“ maafkan aku “


“ aku mungkin bisa memaafkan mu, tapi aku tidak bisa melupakan setiap luka yang kau buat pada ku. Jadi maafkan aku, aku masih belum bisa memaafkan mu “


Julian tertunduk sedih ketika mendengar perkataan Alana. Dia sadar bahwa semua perbuataanya pada wanita itu sudah sangat menyakitkan.


Saat dia akan melanjutkan perkataanya, tiba-tiba saja Devan datang dan mengambil lengan Alana serta membawanya pergi. Julian yang melihat itu hanya bisa memandang kepergian kedua orang itu dengan sedih.


“ apa yang dia lakukan pada mu “ tanya Devan saat mereka dalam perjalanan.


“ tidak ada, hanya sebuah penyesalan yang tidak berarti “


Devan yang mendengar itu hanya diam, dia tahu bahwa Julian akan melakukan hal seperti itu dan bersyukur karena istrinya tidak lagi terpengaruh.


“ dimana es krim ku ? “ tanya Alana.


“ ada di belakang, nanti saat sampai di apartemen kau bisa memakannya “


“ apakah tidak cair “


“ tidak, kita akan segera sampai. Apakah kau menyukainya ? “


“ iya, itu sangat enak. Aku bahkan selalu merasa kurang ketika memakannya “ ucap Alana antusias.


Devan yang melihat itu tersenyum senang, dia akhirnya tahu salah satu cara untuk membuat istrinya bahagia.


“ aku akan selalu membelikannya untuk mu di masa depan “


“ terima kasih “


“ tidak perlu berterima kasih, bukankah kita teman “


“ iya kita teman, teman spesial “ ucap Alana polos.


Dia masih belum menyadari apa arti dari teman spesial di hati Devan.


Mereka berdua juga tidak tahu bahwa setelah ini kisah mereka akan semakin menarik dan menggemaskan dengan sifat manja Alana dan sifat bebas Quenza.

__ADS_1


__ADS_2