
Di Perusahaan QA.
Saat ini, Alana sedang mengerjakan sebuah aplikasi baru yang di minta oleh Raiden untuk produk ketiga mereka. Ketika sedang asyik bekerja, tiba-tiba saja sang sekretaris masuk ke dalam sambil membawa buket bunga mawar merah.
“ Bos, ada kiriman bunga “
Alana yang mendengar buket bunga menjadi kesal, ini bukan yang pertama kalinya dia menerimanya. Alana sudah menerima kiriman bunga sebanyak 5 kali dari pria misterius itu.
“ letakkan saja di meja “
“ baik Bos “
Setelah itu, sang sekretaris keluar dan meninggalkan buket bungan di meja kerja Alana. ketika sudah tidak ada lagi orang di dalam ruangan, Alana langsung membuang buket itu ke tong sampah dan merobek surat yang menempel di buket tersebut.
Saat Alana sedang kesal, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Ketika melihat nomor si pemanggil, Alana menjadi semakin kesal.
“ berhentilah bertindak kekanak-kanakan “ ucap Alana kesal.
“ sepertinya bunga saja tidak cukup untuk menunjukan kepada mu bahwa aku benar-benar mencintai mu “ ucap pria misterius itu.
“ aku sudah mengatakan bahwa kita tidak akan pernah bisa bersama, aku juga sudah menikah. Jadi tolong berhentilah mengirim bunga “
“ tapi aku menjadi semakin tertarik saat mendengar bahwa kau sudah menikah, bagaimana jika aku datang ke Negara A dan merebut mu dari pria itu “
“ itu tidak akan berhasil, aku tidak akan pernah meninggalkannya “
“ kita belum mencobanya, lagi pula aku lebih baik darinya dalam segala hal sayang “
“ aku tidak perduli, aku juga tidak akan pernah mau bersama mu “
Setelah mengatakan hal itu, Alana langsung menutup sambungan telpon. Dia sangat kesal dan ingin segera melampiaskannya pada pria itu.
Tapi sayangnya dia tidak akan pernah bisa menang melawannya, karna pria itu lebih hebat darinya. Saat Alana berusaha untuk menenangkan diri, sekali lagi ponselnya berbunyi dan itu dari pria misterius.
Alana yang sedang tidak ingin berdebat akhirnya mengabaikannya, namun si penelpon tidak menyerah. Ponselnya terus saja berbunyi hingga pada panggilan terakhir Alana yang sudah kesal menerima panggilan itu tampa melihat si pemanggil.
“ sudah ku katakan bahwa itu tidak akan pernah terjadi “ ucap Alana kesal, namun kekesalannya berubah menjadi gugup ketika mendengar suara sang suami.
“ ada apa sayang “ ucap Devan penasaran.
“ ti...tidak apa-apa “ ucap Alana gugup.
“ apakah kau yakin, sepertinya kau sedang kesal dan menyembunyikan sesuatu dari ku “
“ aku baik-baik saja dan tidak ada yang ku sembunyikan “ ucap Alana yang berusaha tenang.
“ baiklah, tapi jika kau memiliki sesuatu harap langsung menceritakannya pada ku oke, aku tidak ingin ada rahasia di antara kita “
“ iya, apakah ada sesuatu yang ingin di bicarakan “ tanya Alana.
“ aku hanya ingin memberitahu bahwa nanti aku tidak bisa menjemput mu “
“ apakah suami lembur “
“ iya, ada beberapa pekerjaan yang harus segera di selesaikan “
“ baiklah, jangan lupa untuk makan malam “
“ iya, kau harus segera pulang ketika selesai bekerja dan tunggu aku di rumah ayah “
__ADS_1
“ siap “
Setelah itu, sambungan telepon terputus. Ketika Alana mengingat perkataan Devan tentang tidak ada yang boleh di sembunyikan, dirinya menjadi sedikit merasa bersalah karna tidak memberitahu sang suami.
Namun, dia juga tidak bisa memberitahunya karna takut nyawa Devan akan terancam ketika mengetahui tentang pria misterius yang selalu mengirimnya buket bunga mawar merah. Bagaimana pun pria itu bukan pria yang mudah di lawan olehnya apalagi oleh Devan yang tidak memiliki ilmu bela diri.
Setelah berfikir panjang, Alana akhirnya memutuskan untuk menghadapi pria itu sendirian dan tidak ingin melibatkan Devan, setelah memikirkan semuanya. Wanita itu melanjutkan pekerjaannya dan langsung pulang ketika jam sudah menunjukan pukul 6 sore.
Sesampainya di rumah, Alana yang telah di antar oleh supir Devan bergegas untuk masuk ke dalam rumah serta mandi dan membantu sang ibu menyiapkan makan malam.
Ketika mereka makan malam, Lukas yang tidak melihat sosok Alana satu harian menjadi menempel padanya. Dia bahkan mengeluh karna perlakuan Devan yang sengaja menjauhkan dirinya dari kakak permpuannya.
Saat Myra dan yang lainnya melihat tingkah laku Lukas, mereka hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka tahu bahwa Lukas sudah menggap Alana keluarganya jadi mereka tidak mencoba untuk mengganggu pembicaraan keduanya.
Ketika jam menunjukan pukul 9 malam, Alana meminta ijin untuk pergi ke kamarnya. Dia juga mengatakan bahwa Devan akan datang ke rumah malam ini.
Saat Alana sedang di kamar, Devan baru saja tiba di kediaman Stanly. Ketika dia akan masuk ke dalam rumah, dia melihat Lukas yang sedang memegang sebuah buket mawar merah di tangannya. Karna penasaran, Devan mendekati pria itu dan bertanya.
“ apakah itu dari kekasih mu “ tanya Devan.
“ tidak, ini untuk kak Ana “ ucap Lukas yang masih belum menyadari bahwa ucapannya akan membuat Alana dan Devan bertengkar.
“ dari siapa “ tanya Devan mulai cemburu.
“ aku tidak tahu, tapi pria itu sudah beberapa kali mengirim bunga mawar untuk kak Ana “
“ mengapa kau tahu bahwa si pengirim adalah seorang pria dan Alana sudah berulang kali mendapat kiriman bunga “
“ aku melihat nama si pengirim yang menyebut dirinya Mr. Secret Adminer dan aku juga pernah melihat kak Ana membuang bunga mawar itu ke tong sampah beberapa hari yang lalu “
Setelah mendengar perkataan Lukas, Devan yang sudah cemburu dan kecewa karna sang istri tidak memberi tahu tentang kiriman bunga langsung meninggalkan Lukas dan menuju kamar sang istri untuk bertanya.
Sesampainya di kamar, Devan melihat bahwa Alana sedang fokus pada laptopnya dan tidak menyadari kehadirannya. Melihat itu, Devan langsung mengunci kamar dan berdehem untuk memberitahu kehadirannya. Alana yang mendengar suara Devan menjadi terkejut.
“ aku ingin bertanya sesuatu pada mu “ ucap Devan dingin.
Alana yang mendengar suara dingin sang suami menjadi terkejut, dia juga tidak tahu mengapa pria itu bersikap dingin padanya ketika pulang kerja.
“ apa yang ingin suami tanyakan “
“ apakah kau sering mendapatkan buket bunga mawar merah “
Saat mendengar tentang kiriman bunga, Alana menjadi gugup. Dia tidak menduga bahwa hal seperti itu telah di ketahui oleh Devan.
“ kau gugup, apakah kau sedang berselingkuh dari ku “ ejek Devan.
“ aku tidak pernah berselingkuh, tentang bunga itu aku memang mendapatkannya tapi aku tidak pernah berselingkuh “
“ kau bahkan tidak memberitahunya pada ku, jadi mungkin kau memang benar-benar memiliki hubungan dengan pria lain, jangan bilang kejadian tadi siang saat kau kesal ada kaitannya dengan pria itu. Katakan pada ku apakah ini yang kau maksud dengan berusaha untuk mencintai ku “ ucap Devan dengan penuh kekecewaan.
“ aku tidak berselingkuh, alasan ku untuk tidak mengatakannya pada mu karna aku takut nyawa mu akan terancam ketika mendengar tentang kiriman bunga ini “ ucap Alana.
Pada akhirnya suasana ruangan berubah mencekam, Alana yang tahu bahwa Devan sedang cemburu menjadi sedikit menyesal karna sudah menyembunyikan kebenaran itu.
“ apa maksud mu “
“ aku memang sengaja tidak memberitahu mu karna aku juga tidak tahu nama pria itu dan tidak ingin kau terluka karna cemburu. Pria itu tidak bisa kita singgung karna dia memiliki latar belakang yang kuat serta ilmu bela diri yang tinggi, aku bahkan tidak bisa menyingkirkannya “
Saat mendengar ucapan sang istri, Devan menjadi tenang dan sedikit merasa bersalah karna telah menuduh istrinya berselingkuh.
__ADS_1
“ aku akan menceritakan ini pada mu, pria itu berasal dari Negara S dan dia sangat kuat. Kami pertama kali bertemu 4 tahun yang lalu, saat itu dia dan kelompoknya datang ke Negara A untuk menindas beberapa kelompok kecil dan Black Lion salah satunya. Awalnya aku berfikir bahwa pria itu mudah untuk di lawan. Namun sayangnya aku salah karna ketika kami bertarung aku hampir kehilangan nyawa ku dan setelah itu entah mengapa dia menjadi tertarik pada ku, aku juga sudah menolaknya berulang kali namun dia tetap mengejar ku hingga suatu hari, dia harus pergi meninggalkan Negara A untuk membereskan masalah keluarganya. Setelah kepergiannya hidup ku menjadi damai namun sekali lagi, pria itu tiba-tiba saja muncul kembali dan selalu mengirim bunga mawar merah untuk ku “
Devan menjadi semakin merasa bersalah karna sudah menuduh istrinya, dia tidak tahu bahwa sang istri pernah mengalami hal seperti itu.
“ maaf, aku tidak tahu jika ceritanya akan menjadi seperti ini “
“ sudahlah, aku juga salah karna menyembunyikan hal ini dari mu “
“ apa kau marah pada aku “
“ aku tidak marah, hanya saja aku sedikit kecewa karna kau tidak bertanya baik-baik dan langsung menuduh ku berselingkuh “
Saat mendengar bahwa istrinya kecewa dan tidak memanggilnya suami, hati Devan menjadi sakit dan menyesal.
“ sekarang pulanglah, mungkin kau butuh privasi “ ucap Alana datar.
“ tidak aku akan tetap di sini “
“ baiklah, lakukan apa yang ingin kau lakukan “
Setelah itu, Alana pergi ke kamar mandi meninggalkan Devan dengan rasa bersalah. Devan tahu bahwa dirinya sudah membuat hubungan mereka renggang kembali karna rasa cemburu.
Saat Alana keluar dari kamar mandi, dia tidak melihat kehadiran Devan. Alana berpikir mungkin pria itu sudah kembali ke apartemennya, ketika dirinya akan tidur. Tiba-tiba saja kamarnya di ketuk oleh sang ibu.
“ sayang, boleh ibu masuk “
“ boleh bu “
Setelah mendengar persetujuan sang putri, Myra bergegas masuk ke dalam kamar dan duduk di samping putrinya.
“ ibu mendengar bahwa kalian tadi sedang bertengkar “
“ apakah semua orang tahu bu “ ucap Alana terkejut.
“ tidak, hanya ibu yang mendengar saat berjalan melewati kamar mu “
“ apakah menurut ibu aku salah “
“ kalian berdua salah sayang, kau tidak memberitahu tentang kebenarannya dan suami mu terlalu mencintai mu sehingga dia tidak bisa mengontrol emosinya ketika cemburu “
“ ibu benar, mungkin ini memang kesalahan ku yang masih saja suka menyembunyikan sesuatu darinya “ ucap Alana menyesal.
“ kau tidak sepenuhnya bersalah sayang, kedatangan ibu ke kamar mu hanya ingin memberikan nasehat untuk putri cantik ibu. Mulai sekarang ibu ingin kau belajar untuk melakukan komunikas yang baik dengan suami mu. Bagaimana pun ketika kalian menikah, semua masalah harus kalian diskusikan dan tidak ada yang saling menyembunyikan, sejujurnya ibu menyukainya karna dia pria yang baik. Jadi mulai sekarang kau harus sering memperhatikan dan menjaga perasaannya, ibu juga tahu bahwa kau masih belum bisa mencintainya. Namun bertindaklah lebih adil ketika bersamanya, jika kau terus menerus mengabaikannya mungkin pernikahan kalian akan berakhir ketika ada wanita lain yang mencoba merayu suami mu. Apakah kau mau dia di ambil oleh wanita lain dan meninggalkan mu ? “
" tidak ibu, cukup satu kali aku merasakan hal menyakitkan itu. Aku tidak ingin Devan pergi dengan wanita lain "
" maka kau harus merubah sikap mu sayang, kau harus mencoba mencintainya dan menjadi istri yang baik untuknya "
“ baik ibu, sekarang aku akan pergi ke apartemennya untuk meminta maaf “
“ tidak perlu, dia sedang berbincang dengan ayah mu. Nanti jika dia sudah kembali ke kamar kau harus meminta maaf padanya “
“ iya ibu, terima kasih karna sudah memberi ku nasehat “
“ itu adalah tugas seorang ibu, ibu tahu bahwa kalian masih mudah dan belum sepenuhnya mengetahui tentang kehidupan setelah pernikahan. Jadi tugas ibu adalah memberikan masukan untuk putri kesayangan ibu “
“ aku sayang ibu “ ucap Alana sambil memeluk sang ibu.
“ ibu juga sayang pada mu, sekarang ibu akan pergi. Jangan lupa untuk meminta maaf pada suami mu dan mengingat setiap nasehat yang ibu berikan pada mu malam ini “
__ADS_1
“ baik bu “
Setelah itu, Myra bergegas untuk keluar kamar sang putri. Dia tidak ingin menantunya berfikir bahwa dirinya terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.