
Setelah Devan tahu bahwa sang istri sedang hamil, dia menjadi semakin protektif pada sang istri. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada istri dan calon anaknya.
“ sayang aku ingin pergi ke minimarket sebentar “ ucap Alana melalui sambungan telepon.
“ apa yang ingin kau beli, tidak bisakah Diego saja yang pergi “ ucap Devan.
“ aku juga harus pergi ke markas untuk memberitahu tentang kepindahan kita pada para anggota “
“ baiklah, tapi ingat untuk berhati-hati dan langsung hubungi aku jika sesuatu terjadi. Jangan terlalu lama di luar “ ucap Devan akhirnya mengalah.
“ baik “
Setelah mengucapkan beberapa kata manis, Alana menutup telponnya dan bersiap-siap untuk pergi. Dia harus pergi ke markas terlebih dahulu agar nanti tidak terlambat pulang ke rumah.
Saat Alana sedang menikmati perjalannya menggunakan mobilnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang hampir tertabrak olehnya. Ketika Alana melihat sosok kurus dengan rambut acak-acakan, dia bergegas untuk keluar mobil.
“ apa yang terjadi “ tanya Alana.
Sang wanita yang sedang mengatur nafasnya tertegung ketika mendengar suara yang sudah lama ingin dia temui.
“ A...na “ ucapnya gugup.
Ketika Alana akan bertanya, tiba-tiba saja dia mendengar teriakan beberapa pria ke arah mereka dan wajah Olivia menjadi panik serta pucat.
“ tolong bawa aku pergi, aku tidak ingin dibawa oleh mereka “ ucap Olivia.
Melihat bahwa kondisi Olivia yang sangat memprihatinkan, Alana dengan cepat membukakan pintu mobil dan membiarkan Olivia masuk. Setelah Olivia masuk, dia juga ikut masuk dan langsung mengemudikan mobilnya meniggalkan tempat itu.
“ kemana kau ingin pergi “ tanya Alana.
“ aku tidak tahu “ ucap Olivia sedih.
Saat melihat bahwa wanita itu sangat putus asa, Alana akhirnya membawanya ke masrkas untuk di tanya. Meskipun dia masih belum bisa memaafkan semua kejahatan Olivia, namun dia juga tidak bisa memperlakukannya seperti dia yang menyakitinya di masa lalu. Bagaimana pun jika dia melakukan hal itu dia akan terlihat sama jahatnya dengan Olivia.
Sesampainya di markas, Alana membawa Olivia ke ruangannya dan memerintahkan Rindu untuk menyiapkan makanan untuknya. Olivia yang melihat kebaikan Alana menjadi malu.
“ makanlah, sepertinya kau sedang kelaparan “ ucap Alana.
“ terima kasih “
Alana benar tentang dia yang kelaparan. Istri Julian sengaja tidak memberikan makanan selama satu hari serta memberikan penyiksaan yang kejam dengan perlakukan yang tidak manusiawi. Sedangkan Julian hanya melihat itu dengan tatapan tidak perduli.
Setelah Olivai selesai makan, Alana hanya diam dan menunggu wanita itu untuk berbicara. Dia ingin tahu apa yang di pikirkan Olivia.
Saat Olivia melihat tatapan itu, dia menguatkan hatinya untuk berani meminta maaf pada wanita yang sudah dia sakiti.
“ aku ingin meminta maaf pada mu Ana “ ucap Olivia tiba-tiba.
“ maaf tapi aku masih belum bisa memaafkan mu, aku membawa mu pergi bukan karna aku sudah melupakan kejahatan mu tapi karna aku adalah seorang wanita yang tidak bisa membiarkan wanita lain dalam bahaya “
__ADS_1
Ketika Olivia mendengar perkataan Alana, dia sama sekali tidak marah. Dia bahkan bersyukur karna Alana masih bersedia membantunya dan tidak memberikannya pada orang suruhan keluar tuan Ji.
“ aku tahu bahwa dosa ku sudah sangat banyak pada mu dan semua yang telah terjadi pada ku adalah balasan untuk ku. Aku juga tidak memaksakan mu untuk memaafkan ku tapi apakah aku boleh meminta bantuan mu satu kali ini saja “ ucap Olivia malu.
“ apa yang kau inginkan “ ucap Alana.
“ tolong kirim aku pergi dari Negara ini, aku tidak sanggup lagi jika harus terus mendapatkan perlakukan kejam dari mereka. Aku tidak keberatan jika kau mengirim ku ke Negara miskin atau pun kecil “ ucap Olivia.
Saat Alana mendengar itu, dia terdiam sejenak dan memikirkan setiap perkataan Olivia. Dia tahu bahwa wanita itu sudah sangat menderita sejak kedatangan Julian.
“ aku akan berterima kasih dan mendoakan mu jika kau bisa mengirim ku keluar dari sini “ ucap Olivia sekali lagi.
“ bukankah itu sedikit tidak tahu malu, kita bahkan tidak akrab. Jadi mengapa aku harus melakukannya “ ucap Alana.
“ aku tahu bahwa aku sangat tidak tahu diri dan aku juga tahu bahwa aku tidak pantas memintanya dari mu. Tapi aku hanya bisa meminta pada mu karna aku tahu kau wanita yang baik “ ucap Olivia.
Alana mengamati setiap pergerakan yang di lakukan oleh Olivai ketika dia berbicara dengannya. Dia melihat bahwa wanita itu sudah sangat menderita, wajahnya yang terlihat tua dan tubuhnya yang penuh dengan luka serta kurus. Bahkan rambut serta pakiannya seperti seorang pengemis.
“ apa kau yakin dengan ucapan mu “ ucap Alana.
Setelah menimbang bagaimana kondisi Olivia, Alana akhirnya bersedia membantu wanita itu pergi dari Negara A.
“ iya, aku ingin pergi dari negara ini dan tidak ingin kembali ke Negara M “
“ baik, aku akan membantu mu tapi itu bukan karna aku sudah memaafkan mu. Ini ku lakukan karna ku pikir kau sudah cukup mendapatkan balasan dari tuhan atas sifat iri dan serakah mu “ ucap Alana tenang.
Saat Alana medengar doa Olivia, dia hanya diam dan tidak berniat untuk menjawabnya. Setelah memikirkan negara yang cocok untuk wanita itu, Alana langsung membawanya ke bandara dan meminta Olivai merubah penampilannya dengan memakai rambut paslu serta masker dan kaca mata.
Ketika tiba di bandara, Alana tidak lupa memberikan uang yang sesuai dengan mata uang negara itu untuk melanjutkan hidup selama beberapa bulan.
“ ambilah ini, aku tahu bagaimana rasanya hidup di negara baru tampa memiliki uang atau keahlian. Tapi ini hanya sedikit dan setelah uang ini habis kau harus bisa menghidupi diri mu sendiri “ ucap Alana.
“ terima kasih, kau seperti malaikat untuk ku. Maafkan aku karna pernah menyakiti mu “ ucap Olivia bahagia.
“ sekarang pergilah, ingat untuk mengahapus rasa iri dan serakah mu. jadilah pribadi yang lebih rendah lagi karna hidup ini tidak selamanya berada di atas dan kau juga butuh orang lain untuk tetap hidup “ ucap Alana.
“ iya, terima kasih. Aku berharap semoga di masa depan aku bisa menjadi wanita setegar dan sehebat diri mu “ ucap Olivia.
Setelah mengatakan itu, Olivia langsung menuju pesawat. Dia juga melambaikan tangannya ke arah Alana dan memberikan senyum ramah serta hangat untuk wanita yang sudah dia sakiti di masa lalu.
“ tuhan tolong jaga wanita itu, tetap buat dia bahagia dan buat suami serta keluarganya selalu mencintainya “ doa Olivia dalam hati.
Setelah melihat kepergian Olivia. Alana merasa hatinya kosong dan nyaman, dia merasa bahwa beberapa hal yang masih mengganjal di hatinya tiba-tiba saja lenyap dan digantikan oleh rasa tenang serta damai.
Ketika urusannya telah selesai, Alana melihat jam tangannya dan dia menjadi panik karna ini sudah lewat makan siang. Dia takut Devan sudah pulang ke rumah dan tidak mendapatinya di rumah. Dia tahu bahwa pria itu sudah sangat posesif padanya setelah kabar kehamilannya.
Tampa membuang waktu, Alana langsung pulang ke apartemen. Sesampainya dia sana, Alana terkejut ketika melihat wajah suaminya yang dingin saat mereka saling bertatapan.
“ sayang kau sudah pulang “ ucap Alana dengan manja.
__ADS_1
Wanita itu tahu bahwa suaminya sedang marah padanya, Jadi dia memutuskan untuk merayunya gara sang suami tidak marah.
Melihat bahwa Devan tidak menajwab dan hanya mentapanya, Alana dengan penuh keberanian duduk di pangkuan pria itu dan meletakan tangan Devan di perut ratanya.
“ sayang apakah kau tidak ingin mengelus perut ku “ ucap Alana dengan wajah sedih.
Devan yang mulai terpengaruh dengan rayuan Alana menjadi kesal pada dirinya sendiri. Dia masih tetap tidak bisa menang melawan rayuan istrinya.
“ keman saja kau pergi, ponsel mu bahkan tidak bisa di hubungi “ ucap Devan.
Alan ayang mendengar itu menjadi terdiam, dia bahkan lupa untuk mengaktifkan ponselnya yang sengaja dia matikan tadi.
“ maaf sayang ponsel ku kehabisan batrai dan tadi aku bertemu dengan Olivia “ ucap Alana setengah jujur.
“ mengapa kau bisa bertemu dengan wanita itu. Apakan dia menyakiti mu “ tanya Devan khawatir.
Devan tidak menduga bahwa istrinya akan bertemu dengan wanita jahat itu.
“ saat aku berkendara tiba-tiba saja mobil ku hampir menabrakanya. Ketika aku akan bertanya tiba-tiba saja anak buah tuan Ji berlari menuju kami jadi aku membawanya ke markas karna kasihan melihat kondisinya “
“ menapa kau harus membantunya sayang, bukankah dia pantas mendapatkannya “ ucap Devan sambil mengelus perut rata istrinya.
“ jika aku melakukan itu maka aku akan sama seperti dia. Lagi pula sekarang aku juga sudah bahagia karena memiliki keluarga dan suami yang sangat mencintai ku “
“ tapi dia sudah sangat jahat di masa lalu “
“ tidak apa-apa, bukankah dia sudah mendapatkan balasannya. Dia bahkan lebih menderita dari diri ku “
Saat Devan mendengar perkataan istrinya, dia menjadi kagum pada kebaikan sang istri yang bersedia membantu wanita yang sudah menyakitinya di masa lalu.
“ kau benar, mungkin sudah saatnya dia menjalani hidup normal. Lalu dimana dia sekarang “ tanya Devan.
“ aku mengirimnya ke Negara V, dia ingin memulai hidup barunya di tempat baru “ ucap Alana.
Negara V merupakan negara terkecil di dunia, Alana sengaja memilihnya karna dia ingin hidup Olivia benar-benar berubah dan tidak lagi mengganggunya.
“ baguslah jika dia sudah pergi dari negara ini, jadi sekarang sudah tidak akan ada lagi yang berniat menyakiti mu “ ucap Devan.
Alana tersenyum dan memberikan ciuman di bibir suaminya, dia senang bahwa Devan sudah tidak marah lagi.
“ baiklah sekarang mari kita makan, bagaimana pun suami ku harus pergi ke kantor setelah ini “ ucap Alana.
“ aku tidak kembali “
“ mengapa “ tanya Alana.
“ aku sedang ingin bersama dengan istri ku hari ini “ goda Devan.
Alana hanya tersenyum dan mencubit pelan dada Devan, dia tidak menduga bahwa suaminya semakin berani menggodanya.
__ADS_1