
Semua anggota Black Lion tahu bahwa Carl telah jatuh cinta dengan Mika, pria itu bahkan sudah memendam rasa 2 tahun lamanya terhadap Mika.
Saat kedua Sam dan Carl sedang berbicara, Alana akhirnya tiba. Wajahnya menjadi tidak baik ketika mendengar bahwa Athaya telah di culik.
" bagaimana keadaan Mika ? " tanya Alana.
Meskipun dia khawatir dengan keadaan Athaya, Alana juga sangat memperhatikan keselamatan anggotanya.
" dia masih di operasi Bos, dadanya terkena tembakan namun sepertinya tidak dalam " ucap Sam.
" apakah kalian sudah tahu kelompok mana itu ? "
" belum Bos, apakah kami harus mencari tahu mereka sekarang ? "
" tidak perlu, sebaiknya kita menunggu Mika selesai di operasi. Meskipun nyawa Athaya sedang dalam ancaman namun kelompok itu tidak akan segera bertindak jadi kita lebih baik fokus pada Mika terlebih dahulu "
" baik Bos "
Setelah itu, Alana dan yang lainnya duduk di kursi yang ada di depan ruangan operasi.
Waktu berjalan dengan cepat, tepat ketika 1 jam Mika berada di ruang operasi. Tiba-tiba sang dokter keluar dan memberitahu mereka bahwa operasi berjalan lancar dan kondisi Mika baik-baik saja.
" bagaimana keadaannya dok ? " tanya Alana.
" nyonya bisa tenang, operasi berjalan lancar dan kondisinya sudah stabil. Mungkin nona Mika akan sadar 1 jam lagi. Untungnya peluru tidak mengenai titik fatal sehingga nyawa nona Mika tidak dalam bahaya "
" syukurlah, terima kasih dok "
" sama-sama nyonya, kalau begitu saya akan pergi dulu. Nona Mika akan di pindahkan ke ruang rawat "
" baik dok "
Setelah itu, sang dokter pergi meninggalkan Alana beserta amggotanya. Mereka juga langsung melihat wajah pucat Mika yang di bawa keluar ruangan oleh para perawat.
" sepertinya kita bisa memulai proses pencarian Athaya. Sam, pergilah bersama beberapa anggota ke Dark Company untuk melihat daftar anggota pembunuh bayaran yang mengambil tugas hari ini dan selidikit siapa target mereka " ucap Alana.
" baik Bos "
Setelah itu, Sam dan kedua anggota lainnya pergi meninggalkan Alana serta Carl.
" ayo masuk, tugas mu kali ini hanya menjaga Mika. Selebihnya biarkan aku dan yang lainnya yang mengurus masalah Athaya "
" baik Bos "
Alana dan Carl masuk ke dalam ruang rawat Mika. Saat di dalam, Carl menuju ranjang Mika sedangkan Alana duduk di sofa lalu mulai menelusuri jejak kelompok penculik Athaya melalui ponselnya.
Saat Alana sedang fokus, tiba-tiba saja ponsel Alana berdering. Ketika dia melihat siapa yang menelpon, dia langsung mengangkatnya.
__ADS_1
" apakah kalian sudah mendapatkan informasinya " tanya Alana langsung.
" sudah Bos, tapi tidak ada dari kelompok tersebut yang mengambil pekerjaan menculik Athaya. Lagi pula Bos Dark Company mengatakan bahwa tidak ada yang berani mengambil pekerjaan ini setelah tahu bahwa Athaya adalah calon adik ipar anda " ucap Sam.
Sam benar, di Negara A. Tidak ada satu kelompok pun yang berani mengganggu Alana, sekali pun ada yang berani itu pasti berasal dari kelompok yang tidak terdaftar di Dark Company dan mereka tidak tahu bagaimana kejamnya Alana.
" baiklah, kalian bisa pergi dari sana. Sam perintahkan kedua anggota mu pulang dan kau pergilah ke kediaman Ezafara untuk mencarintahu keberadaan Athala "
" baik Bos, tapi mengapa Bos tidak bertanya siapa yang berani membayar pembunuh bayaran untuk menculik Atahya ? " Tanya Sam penasaran.
" tidak perlu, aku sudah tahu siapa dalangnya tapi belum tahu apa rencananya "
" aku paham Bos, kalau begitu aku akan pergi ke kediaman Ezafara "
" ingat untuk tidak mencuri perhatian atau membuat mu di temukan oleh mereka "
" baik Bos "
Setelah itu, Alana memutuskan sambungan teleponnya. Dia juga langsung memeriksa rekaman yang sengaja di pasang di mobil Mika.
Saat Alana melihat semua kejadian, Alana langsung mengambil foto salah satu kelompok tersebut dari rekaman tersebut.
" halo Sean, cari tahu dimana kelompok yang ada di foto tersebut berada " ucap Alana saat berbicara dengan Sean melalui telepon.
" baik Bos "
" Bos, Mika membuka matanya " ucap Carl bahagia.
Alana yang mendengar hal itu langsung menuju ranjang Mika untuk melihat bagaimana kondisi Mika.
" apakah ada yang sakit ? " tanya Alana.
" bekas tembakan itu masih terasa sakit Bos, tapi itu tidak penting. Bagaimana keadaan Athaya ? " ucap Mika dengan suara lemah.
" tenanglah, kau tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja, sebentar lagi Sean akan memberitahu ku dimana kelompok itu menyembunyikan Athaya "
" maafkan aku Bos, jika saja aku tidak membawa nona Athaya. Maka semuanya tidak akan terjadi " ucap Mika merasa bersalah.
Mika benar-benar merasa tidak enak karena sudah lalai dalam menjalankan tugas. Dia bahkan mulak menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian hari ini.
" iya, kau memang lalai dan harus di beri hukuman " ucap Alana tenang.
Carl yang mendengar hal itu menjadi tidak tenang, dia tidak bisa membiarkan Mika di hukum karena kelalaiannya.
" aku akan menerima hukuman apa pun dari mu Bos " ucap Mika pasrah.
" apa kau yakin ? "
__ADS_1
" iya Bos "
" kalau begitu, hukuman mu akan di lakukan bersama Carl "
Carl dan Mika terkejut saat mendengar perkataan Alana, mereka bahkan tidak mengerti dengan maksud sang Bos.
" maksud mu Bos ? "
" selama pemulihan, Carl akan merawat mu. Jadi kau tidak boleh menolak apalagi mengabaikan perintahnya "
Carl merasa sedang di bantu oleh sang Bos untuk mendekati Mika, sedangkan Mika merasa ada sesuatu yang sedang di rencanakan Alana namun tidak tahu itu apa dan dia juga tidak bisa bertanya alasannya.
" baik Bos " ucap Mika.
Setelah mendengar perkataan Mika, Alana memutuskan kembali ke sofa dan membiarkan Mika dan Carl berinteraksi.
Saat sedang duduk, ponselnya berdering dan itu berasal dari Sean.
" halo Bos, aku sudah mendapat lokasi markas mereka dan dimana mereka biasa menyiksa korbannya " lapor Sean.
" bagus, sekarang datanglah ke rumah sakit dan jangan lupa bawa laptop ku. Malam ini kita akan bersenang-senang "
" siap Bos "
Saat Mika dan Carl mendengar perkataan sang Bos, mereka akhirnya bisa merasa lega.
" apa sebaiknya kita melaporkan kejadian ini pada Lukas, Bos " ucap Carl.
" tidak perlu, kita tidak bisa membuat Athala panik ketika Lukas tahu bahwa calon istrinya hilang. Kalian harus tahu bahwa sedikit saja kita salah langkah maka nyawa Athaya akan menjadi taruhannya "
" maaf Bos, aku tidak berfikir sampai disitu " ucap Carl malu.
" tidak masalah, oh iya. Apakah kau masih menyimpan obat itu ? "
" masih Bos, aku bahkan secara tidak sengaja membawanya. Apakah Bos ingin menggunakan obat itu untuk kelompok itu ? "
" hanya untuk jaga-jaga. Jika mereka melakukan sesuatu pada Athaya maka aku akan membuat mereka menderita dengan obat itu "
" itu ide yang bagus Bos, apakah aku juga boleh ikut nanti malam ? "
" bagaimana dengan Mika ? "
" aku tidak apa-apa jika sendiri Bos. Carl harus membantu anda nanti malam " ucap Mika.
" baiklah kalau begitu "
" terima kasih Bos " ucap Carl bahagia
__ADS_1
Sejujurnya alasan Carl ikut karena dia ingin memberikan pelajaran kepada pria yang sudah menembak Mika saat kejadian tersebut.