Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
S2 Sean Violla


__ADS_3

Saat ketiga pria itu sedang berusaha membuka paksa pintu mobil, Violla yang ketakutan langsung menghubungi Mika untuk membantunya. Dia bahkan memberikan lokasinya pada sahabatnya itu.


Ketika suasana menjadi semakin mencekam dan pintu akhirnya terbuka. Violla langsung ditarik keluar oleh seorang pria bertubuh besar ke arah mobil mereka yang berada tidak jauh dari mobilnya.


Setelah memasukan Violla ke dalam mobil, sang pria yang di panggil Bos mulai melecehkan Violla. Sedangkan untuk kedua anggotanya berjaga-jaga di luar mobil dengan berpura-pura mengecek ban mobil mereka agar tidak ada yang curiga.


“Lepaskan aku,” ucap Violla ketakutan.


Sang pria yang sedang melecehkannya tidak memperdulikan ucapan Violla, pria itu bahkan dengan cepat merusak pakaian Violla. Hal itu membuat bagian atas tubuhnya menjadi terekspos dan menampilkan pakaian dalam wanita itu.


Saat Violla sedang di lecehkan, Mika bersama dua anggota wanita Black Lion tiba. Kedua temannya bahkan langsung menghajar dua pria yang berjaga sedangkan Mika membuka pintu mobil lalu menarik paksa pria yang melecehkan Violla keluar. Wanita itu bahkan tidak memberikan jeda pada sang pria, dia memberikan tendangan ke seluruh tubuh pria tersebut hingga sang pria jatuh pingsan.


“Apakah kau baik-baik saja, Olla?” tanya Mika khawatir.


Saat ini, kondisi Violla sangat tidak baik. Dia bahkan mulai memimpikan kejadian di masa lalu ketika dirinya di jual ke tempat menjijikan.


“A-aku sangat takut.” Ucap Violla gugup.


“Jangan takut, kau baik-baik saja. Sekarang kami sudah membuat para pria itu pingsan. Jadi kau bisa tenang.” Mika memeluk tubuh Violla yang terbuka. Wanita itu juga sama takutnya dengan Violla, dia takut sahabatnya kembali mengalami taruma hingga berakhir gila.


“T-terima kasih. Jika kalian tidak datang, mungkin aku akan mengalami hal-hal yang mengerikan seperti di masa lalu.” Violla menangis dalam pelukan Mika, dia benar-benar sangat takut dengan kejadian beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


Saat Mika dan kedua temannya mendengar perkataan Violla, mereka menjadi seikit cemas. Ketiganya tidak ingin Violla kembali mengalami penyakit jiwa seperti dulu.


"Ssst, jangan menangis. Semuanya sudah selesai, kami bahkan telah membuat ketiga pria itu pingsan," hibur Mika.


Saat Violla mendengar perkataan sang sahabat, menjadi semakin sedih dan tangisannya menjadi tidak terkendali.


“Sebaiknya kau membawa Violla kembali, Mika. Dia tampak sangat terpukul, mungkin jika dia bertemu dengan nyonya Diana. Kondisinya akan membaik,” saran teman Mika.


“Ya, sebaiknya bawa dia pulang. Biarkan kami yang menangani ketiga pria ini,” ucap teman Mika yang lain.


“Baiklah, aku akan menyerahkan ketiganya pada kalian.”


“Oke, berhati-hatilah di jalan.”


Saat di pejalanan, Mika yang membawa mobil Violla beberapa kali menatap wajah pucat sang sahabat. Wanita itu bahkan menyentuh pundak Violla untuk menyadarkannya agar tidak melamun.


Sesampainya di kediaman, Mika membantu Violla untuk masuk ke dalam rumah. Diana yang kebetulan sedang duduk di sofa ruang tamu terkejut saat melihat penampilan sang putri.


“Ada apa dengan Olla, Mika?” tanya Diana cemas.


Perlu di ketahui bahwa Diana sudah menanggap Mika sebagai keponakannya dan wanita itu bisa datang kapan saja ke rumah mereka.

__ADS_1


“Saat pulang tadi, Olla diberhentikan oleh perampok dan dia dilecehkan oleh mereka bi. Tapi untungnya kami segera tiba sehingga Olla tidak mengalami pelecehan yang lebih serius,” ucap Mika.


Saat Diana mendengar kejadian yang menimpa sang putri, dia langsung memeluk tubuh Violla. Diana sangat takut jika putrinya mengalami penyakit jiwa seperti dulu.


“Seharusnya ibu melarang mu pergi sendirian sayang, sekali lagi ibu benar-benar gagal melindungi mu." Diana bahkan menangis saat memeluk tubuh putrinya yang hanya terbalut jaket Mika.


Ketika Violla dan Diana sedang berpelukan. Rafael yang baru saja kembali dari kantor terkejut saat melihat penampilan adik perempuannya yang mengkhawatirkan.


“Apa yang terjadi pada Olla, Bu?” tanya Rafael cemas.


Saat Mika mendengar pertanyaan Rafael dan Diana yang tidak beniat menjawab pertanyaan pria tersebut. Wanita itu memutuskan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Rafael.


“katakan pada ku dimana pria sialan itu!!! Apakah kalian sudah menyerahkannya ke kantor polisi ?” ucap Rafael marah.


“Belum, kami tahu jika tuan Rafael pasti tidak akan suka jika pereman itu mendapatkan hukuman yang ringan. Jadi kami memutuskan membawanya ke markas untuk menunggu hukuman dari tuan.” Mika memang sudah mendiskusikan hal itu pada kedua temannya dan mereka juga tidak keberatan. Bagaimana pun kejahatan seperti itu tidak pantas di ampuni, lagi pula penjara terlalu ringan untuk pria tidak bermoral seperti ketiga pria tersebut.


“Terima kasih, kalian memang anggota Alana yang kompeten. Kalau begitu, sekarang bawa aku ke markas untuk memberikan hukuman pada ketiga pria tidak bermoral itu.”


“Baik tuan, bibi aku pamit. Olla jangan terlalu memaksakan diri mu, masih ada bibi, tuan Rafael, Bos Alana dan kami yang menyayangi mu. Jadi kau tidak boleh terpuruk sendirian karena itu tidak bagus untuk kondisi mu,” pesan Mika.


Saat Violla mendengar kata-kata Mika, dia akhirnya sadar dan memberikan senyuman baik-baik saja sang sahabat lalu mengajak ibunya pergi ke kamar. Rafael yang melihat hal itu menjadi sedikit lega, dia juga langsung membawa Mika menuju markas Black Lion untuk memberikan hukuman pada ketiga pria yang telah melecehkan adik perempuannya.

__ADS_1


--------------------------------


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan komen agar autor makin semangat upnya 😊


__ADS_2