
Saat ini, Albert dan yang lainnya sengaja tidak memberitahu Edgar tentang kondisi Alana. mereka takut kondisi Edgar akan terguncang saat mendengar berita Alana.
“ sayang bangunlah, aku mohon. Aku sangat mencintai mu dan aku juga tidak akan pernah menikah lagi “
Ketika suasana semakin menyedihkan, tiba-tiba saja Bedside monitor yang di gunakan untuk memonitor detak jantung, nadi serta tekanan darah yang masing terpasang di tubuh Alana kembali hidup. Di layar monitor terlihat garis yang tadinya sudah menjadi lurus kembali bergelombang meskipun pergerakannya sangat lambat.
Devan yang mendengar bunyi Alana itu langsung berteriak memanggil dokter. Sang dokter yang mendengar teriakan Devan menjadi terkejut dan segera memeriksa kondisi Alana, para dokter juga meminta semuanya untuk keluar dari ruangan.
“ putri kita hidup kembali sayang “ ucap Myra pada sang suami.
“ iya, semoga saja dia baik-baik saja “ ucap Albert.
Devan juga sama bersyukurnya dengan kehidupan kembali sang istri, dia juga memutuskan untuk tetap menunggu kabar dari sang dokter.
Setelah satu jam pemeriksaan, akhirnya sang dokter keluar dan memberikan kabar yang kurang baik untuk mereka.
“ bagaimana dengan kondisi putri kami dok “ tanya Albert.
“ sebelumnya kami mengucapkan selamat karna putri anda akhirnya bisa hidup kembali, namun saya juga ingin memberitahu kabar buruk ini pada kalian semua mengenai kondisi Alana “
Saat semua orang mendengar ucapan sang dokter, mereka menjadi panik kembali.
“ apa yang terjadi pada istri ku “ ucap Devan.
“ kondisi Alana cukup menghawatirkan, dia mendapatkan luka tembakan di kedua lengan serta punggungnya. Dia juga mengalami luka di sekujur tubuh, luka yang terparah berada di kepala dan kedua kakinya yang menderita patah tulang. Dengan begitu banyak luka yang di terima maka pasien mengalami koma, dia akan tertidur dan kami tidak tahu kapan dia akan bangun “
Ketika mereka mendengar setiap ucapan sang dokter, tubuh Myra langsung kehilangan kekuatannya. Untungnya Albert segera menangkap tubuh snag istri.
“ pasien juga akan bergantung pada alat-alat yang menjadi pendukung kehidupannya, jika alat itu di cabut. Maka pasien akan segera meninggal dunia, jadi apakah kalian ingin tetap memasang alat itu “ tanya sang dokter.
“ tetap pasang, aku akan menunggunya bangun “ ucap Devan.
“ apakah anda yakin tuan, bagaimana pun kami tidak yakin kapan pasien akan bangun. Mungkin juga dia tidak akan pernah bangun dan tubuh pasien hanya bisa bertahan selama 10 tahun saat dia koma “
“ aku tidak perduli, aku hanya ingin kalian tetap menjaga tubuhnya dan memasang alat-alat itu “
“ baiklah jika seperti itu “
Setelah mengatakan itu, sang dokter masuk kembali ke dalam ruangan. Albert yang mendengar setiap perkataan devan menjadi terharus.
“ apakah kau yakin dengan itu “ tanya Albert.
“ iya ayah, aku tidak akan pernah membiarkan Alana pergi. Cukup sekali aku merasakan tubunya yang mulai dingin, aku tidak ingin merasakannya untuk kedua kalinya “
“ tapi dokter mengatakan bahwa mereka juga tidak tahu kapan dia akan bangun “
__ADS_1
“ aku akan menunggunya ayah “
“ apakah kau yakin bisa bertahan, jika suatu hari nanti Alana harus hidup di ranjang dan menggunkan alat-alat itu sebagai pendungkung kehidupannya hingga batas yang di katakan sang dokter, apa yang akan kau lakukan “
“ aku tidak perduli ayah, aku akan tetap menunggunya “
“ kau masih muda, mungkin seharusnya kau tidak menghabiskan sisa hidup mu hanya untuk menunggu Alana bangun “
“ percayalah ayah, bagi ku Alana adalah segalanya. Jadi aku tidak akan pernah meninggalknya meskipun nanti dia tidak akan pernah bangun lagi “
Saat Albert dan yang lainnya mendengar ucapan Devan, mereka langsung tersentuh dengan rasa cinta Devan yang besar untuk Alana.
“ semoga Alana kan segera bangun “ ucap Albert.
“ iya ayah “
Myra yang sedang berada di pelukan sang suami tiba-tiba saja berbicara.
“ terima kasih Devan, terima kasih karna sudah bersedia mencintai dan menunggu Alana. meskipun aku bukan ibu kandungnya tapi aku sangat bahagia ketika melihat putri ku menikah dengan pria baik seperti mu “
“ ibu tidak perlu berterima kasih, bagaimana pun itu adalah tugas ku “
Devan sengaja tetap merahasiakan kebenaran tentang hubungan Alana dan keluarga Stanly, dia berfikir ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakannya.
Saat Devan dan yang lainnya berbicara, tiba-tiba saja seorang pria mendatangi Devan dan memintanya untuk mengikutinya pergi.
“ sepertinya kau mengenal ku “ ucap sang pria.
" ya, aku juga ingin mengucapkan terima kasih karna kau sudah bersedia membawa istri ku ke rumah sakit “
“ apakah kau tidak curiga bahwa akulah dalang di baling kejadian ini “
“ tentu tidak, bagaimana pun seorang pria seperti mu yang mencintai istri ku tidak akan melakukan hal-hal kotor seperti itu “
Sang pria langsung tersenyum saat mendengar ucapan Devan, dia tidak menduga bahwa pria itu akan percaya padanya.
“ bagaimana jika aku mengambilnya dan membawanya ke Negara S “
“ kau tidak akan pernah berani melakukannya, jadi aku tidak takut dengan ancaman mu “
“ sepertinya kau sangat percaya pada ku “
Devan tidak menjawab perkataan pria itu, baginya pria itu hanya sebatas teman dan juga penolong istrinya.
“ katakan apa yang membuat mu ingin berbicara dengan ku “ tanya Devan.
__ADS_1
“ aku hanya ingin mengajukan kesepakatan dengan mu sebagai balas budi karna sudah membawa Alana ke rumah sakit “
“ katakan, jika itu tidak memberatkan ku maka aku akan melakukannya “
“ kau pria yang jujur, aku suka itu “
Setelah mengatakan hal itu, sang pria langsung mengutarakan niatnya kepada Devan. Saat Devan mendengar permintaannya, dia sedikit terkejut.
“ aku tidak yakin itu akan terjadi “
“ apakah kau tidak yakin bahwa istri mu akan bangun “
“ entahlah, aku sedikit tidak yakin dengan itu “
“ percayalah pada ku, dia akan bangun. Bagaimana pun dia bisa hidup kembali saat berada di pelukan mu, dia juga menggumamkan sesuatu saat aku membawanya ke rumah sakit “
“ apa itu “ tanya Devan penasaran.
“ dia memanggil nama mu, meski pun suaranya sangat pelan namun aku dapat mendengarnya dengan jelas “
Mendengar hal itu, Devan menjadi semakin bersalah karna tidak bisa melindungi istrinya.
“ apakah itu alasan mu untuk mundur “
“ iya, apakah kau tahu. Dia pernah mengatakan pada ku bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan mu dan hanya kau satu-satunya pria yang bisa menjadi suaminya “
“ benarkah “
“ tentu, kau juga harus tahu, meskipun aku mencintainya namun aku tidak pernah mau menjadi penyebabnya tidak bahagia. Jika dia bisa bahagia saat bersama mu maka aku tidak memiliki hak untuk mengambilnya dari mu “
“ terima kasih” ucap Devan.
“ jika kau ingin berterima kasih maka kau harus melakukan apa yang ku minta “
“ baik, aku akan melakukannya ketika dia bangun nanti “
“ sepakat. Apakah kau sudah tahu tentang dalang di balik kejadian ini “
“ sudah, sebentar lagi aku akan membuat mereka menderita “
“ baguslah jika begitu, aku juga ingin mengatakan bahwa para penyerang sudah mati di tempat. Sepertinya Alana berjuang sangat keras untuk membalaskan dendamnya “
Devan hanya tersenyum saat mendengar hal itu, dia tahu bahwa itu bukanlah Alana melainkan Quenza. Dia juga tidak ingin mengungkapkan hal seperti itu kepada pria tersebut.
“ bolehkah aku tahu siapa nama mu “ tanya Devan.
__ADS_1
“ nama ku Rafael Ernando Caesar “
Setelah mendengar nama itu, Devan memutuskan untuk pergi. Dia juga harus segera menangkap wanita itu agar dia tidak pergi meninggalkan Negara A.