Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

Carl melepaskan pelukannya lalu berjongkok di hadapan perut Violla dan memberikan kecupan penuh kasih sayang. "Kau harus tetap menjadi sekutu ayah saat lahir kedunia agar kita bisa menguasai dunia es krim sehingga ibu mu tidak bisa seenaknya makan es krim."


Entah mengapa hati Mika dan semua orang yang melihat interaksi antara Carl Bersama Violla menjadi sedih. Mereka bahkan seperti melihat perpisahan antara ayah dan anak.


"Baiklah ayah, di masa depan aku akan menjadi sekutu ayah sehingga ibu tidak akan dengan mudah makan es krim milik kita," ucap Violla berbicara seperti seorang anak kecil.


Setelah memberikan kecupan sekali lagi, Carl mengambil tangan Mika lalu membawanya ke temat pernikahan. Violla yang di tinggal sendirian memilih bergabung dengan ibunya, wanita itu bahkan memeluk sang ibu.


"Anak ibu sudah dewasa," ucap Diana bangga.


"Terima kasih bu, terima kasih karena tetap menyayangi dan menerima ku. Mungkin aku sudah membuat ibu malu, aku bahkan mempermainkan acara yang sudah di buat oleh kakak. Maafkan aku kak, sekali lagi aku membuat kakak malu."


Rafael memeluk tubuh adiknya, dia sama sekali tidak keberatan dengan pilihan adiknya. Rafael bahkan sama bangganya dengan ibunya setelah melihat kedewasaan Violla.


"Kau adik perempuan kakak yang paling kakak sayangi," ucap Rafael.


Pada akhirnya acara berlangsung lancar, Carl yang masih tetap mencintai Mika menyambut wanita itu dengan pelukan hanya, meskipun kini hatinya sedikit menaruh perasaan pada Violla, namun itu tidak akan membuat semuanya berubah. Dia akan tetap mencintai Mika.


Setelah acara sakral tersebut selesai, Violla tiba-tiba meminta microfon dari sang MC untuk memberikan ucapan selamat dan meminta maaf pada semua orang atas drama telah terjadi.


"Permisi, bisakah saya meminta waktu para tamu undangan sebantar saja," ucap Violla. Dan ajaibanya semua tamu langsung terdiam menunggu Violla berbicara.


"Terima kasih. Aku hanya ingin mengucapan selamat berbahagia untuk Carl dan Mika, semoga kalian tetap bahagia. Dan yang kedua, terima kasih untuk kak Ana, kak Rafael, ibu dan Carl. Terima kasih atas dukungan serta kasih sayang yang kalian berikan pada ku, kalian benar-benar memperlihatkan ku arti dari sebuah ketulusan, dan yah aku juga tidak lupa mengucapkan terima kasih pada kakak ipar ku yang paling tampan, tuan Devano yang juga membantu ku meskipun itu melalui kak Ana."


Devan yang mendengar namanya disebut tersenyum pada Violla, sejujurnya. Tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa pria itu sudah memberikan banyak bantuan pada Violla melalui Alana, dia bahkan membatu mencari rumah yang sangat cocok untuk Violla di Negara K.


Sedangkan Mika dan Athaya merasa sakit karena Violla tidak berniat mengucapkan nama mereka. Namun itu hal yang wajar mengingat mereka sama sekali tidak perduli akan perasaan serta hidup Violla.


"Aku bahagia karena memiliki keluarga seperti kalian, untuk kakak. Terima kasih karena tidak membenci atau bahkan mengusir ku saat tahu bahwa aku hamil. Tapi kalian tidak ada yang boleh menghina bayi ku, karena dia adalah hasil dari rasa cinta ku pada pria yang paling spesial untuk hidup ku, dan mungkin hanya dia yang akan menjadi pria spesial di hidup ku."


Para tamu yang merupakan rekan bisnis Rafael, Alana dan Devan mengangguk paham. Mereka bahkan kagum pada keberanian Violla tentang ayah dari sang anak.

__ADS_1


"Maaf juga karena sudah membuat keributan, terutama untuk Carl dan keluarganya. Aku sangat bahagia karena kalian bisa menerima kau dan tidak jijik melihat ku. Carl, kau tidak boleh melupakan janji mu, bahagialah Bersama Mika. Kalian sama-sama saling mencintai dan akan sangat salah jika aku merebut mu darinya, tapi jika ada kehidupan selanjutnya. Tolong jadilah suami ku, kau adalah pria yang paling baik, sehingga semua wanita akan mencintai mu."


Carl tersenyum sendu, sedangkan Mika merasa sakit karena sudah membuat semunya semakin sulit. Dia tahu bahwa pilihannya meminta Carl menikah dengan Violla salah dan sekarang dia merasakan penyesalan yang sangat dalam.


"Baiklah, sekarang aku akan menghentikan ucapan ku. Bagaimana pun aku tidak ingin menjadi artis di pernikahan teman ku sendiri dan mengakibatkan diri ku menjadi pusat perhatian, bukan kedua pengantin."


Setelah mengatakan hal itu, Violla yang akan pergi dari hadapan para tamu menjadi pusing dan hampir jatuh jika saja Quenza yang telah mengambil alih tubuh Alana tidak cepat menahan tubuh lemah Violla.


"Terima kasih kak Quenza," ucap Violla lemah.


Quenza yang sangat sulit di kenali menjadi tertegun karena ucapan Violla. Dia tidak pernah menduga jika ada orang selain Devano yang menyadari kehadirannya.


"Sama-sama," ucap Quenza.


Setelah itu, Quenza membawa tubuh Violla yang baru saja pingsan. Rafael yang melihat sang adik pingsan langsung mengahampiri keduanya. Sedangkan Devan membantu acara agar tetap berjalan seperti biasa, membiarkan Carl dan Mika menikmati hari pernikahan mereka.


Sesampainya di kamar, Quenza yang telah mundur dan di gantikan oleh Alana yang duduk di samping Violla, menunggu wanita itu sadar, begitu juga dengan Diana dan Rafael.


"Apakah ada yang sakit?" tanya Alana.


"Tidak kak, aku hanya sedikit lelah karena terlalu banyak berdiri."


"Kau seharusnya tidak memaksan untuk berbicara di hadapan para tamu, ingatlah bahwa kandungan mu sangat lemah."


"Aku tahu kak, lagi pula itu adalah salam perpisahan ku pada semua orang sebelum aku pergi meninggalkan Negara ini."


Detik itu juga, Rafael dan Diana terkejut karena mendengar Violla yang akan pergi meninggalkan Negara A tanpa sepengetahuan mereka.


"Mengapa kau masih tetap pergi adik? Apakah kau tidak ingin membiarkan kakak dan ibu mengurus mu."


"Bukan seperti itu kak, aku hanya ingin pergi untuk sementara waktu. Mengobati luka yang masih terbuka lebar ini, dan jika nanti sudah sembuh. Aku pasti akan kembali membawa anak ku."

__ADS_1


"Tapi bukan itu caranya sayang, bagaimana bisa kau meninggalkan ibu dan kakak mu tanpa memberitahu kami terlebih dulu." Kali ini Diana yang berbicara.


"Maaf ibu, aku hanya tidak kalian terlalu banyak fikiran. Sudah cukup masalah ku yang menjadi beban untuk kalian, aku tidak ingin menambahnya."


"Bodoh, kau sama sekali tidak menjadi beban untuk kami. Kakaklah yang telah gagal melindungi mu."


Violla tersenyum, keputusannya juga tidak akan berubah karena tekadnya untuk meninggalkan Negara dan pria yang dia cintai sudah sangat bulat.


"Biarkan aku pergi kak, aku janji akan menjaga diri ku dan kembali 5 tahun kemudian. Lagi pula disana aku mungkin bisa mendapatkan pria baik yang bisa menerima ku dan anak ku."


Melihat tekad adiknya sudah bulat, membuat Rafael dan sang ibu tidak bisa menentangnya. Namun keduanya sudah sepakat untuk memberikan pilihan pada Violla jika ingin pergi.


"Baiklah, jika kau memang ingin pergi. Maka kau harus memilih, membawa kakak atau ibu ikut Bersama mu. Kami tidak akan pernah bisa membiarkan mu hidup sendirian di sana, meskipun Alana dan Devan memberikan penjaga tapi kami tetap tidak bisa melepaskan mu sendirian.


Violla menjadi tidak enak saat mendengar persyaratan yang di berikan oleh kakaknya. Dia sama sekali tidak ingin membawa keluarganya karena itu akan membuat semuanya semakin rumit, namun jika dia tidak memilih. Maka bisa di pastikan dia tidak akan bisa meninggalkan Negara A.


"Aku akan memilih ibu, kakak memiliki tanggung jawab di sini. Belum lagi Jasmine sangat menyayangi kakak sehingga akan sulit jika kakak pergi Bersama ku."


"Baik, kau akan pergi bersama ibu."


 


 


-----------------------------------------------------


Udah puas belum sama 6 babnya.


Kurang baik apalagi autor yang rela duduk berjam-jam untuk buat 6 bab.


Jadi sekarang tolong di kasi semangat dengan Like dan Komen biar Autor bahagia.

__ADS_1


__ADS_2