
Di kamar. Saat Violla sedang tertidur nyenyak, Arsean tiba-tiba terbangun dan keluar kamar untuk mencari sang ayah ke kamar yang tempat dia serta ayahnya mandi Bersama.
"Ayah," panggil Arsean dari balik pintu. Membuat Sean yang sedang melakukan rapat melalui sebuah panggilan video terkejut, dia juga langsung meminta waktu sebentar pada para rekan kerja samanya lalu membuka pintu untuk sang putra.
"Ada apa sayang? Apakah kau butuh sesuatu," tanya Sean sambil menggendong sang putra ke meja kerjanya.
Arsean menggelengkan kepalanya lalu menyembunyikan wajahnya di leher sang ayah. Sean yang tahu bahwa sang putra masih mengantuk memutuskan memangkunya sambal bekerja.
Pemandangan seorang anak di pangkuan Sean membuat semua orang yang ikut rapat terkejut. Sebagian bahkan mulai menduga-duga siapa anak kecil itu, sehingga dia bias duduk di pangkuan pria yang cukup di takuti oleh para karyawannya termasuk karyawan wanita.
"Maafkan saya, ini adalah putra saya yang baru kembali dari Negara K. Apakah para rekan keberatan jika saya seperti ini?"
Mendengar kata-kata putra saya membuat semua orang paham dan beberapa orang patah hati karena pria yang selama ini menjadi incaran wanita telah memiliki seorang putra dan pastinya memiliki wanita yang di sebut ibu.
"Tidak masalah tuan," ucap rekan kerja sama Sean.
Setelah mendengar persetujuan rekan kerja samanya, Sean melanjutkan rapatnya. Hingga rapat itu terhenti sekali lagi karena dobrakan pintu yang cukup kuat yang di lakukan Violla. Wanita itu terkejut saat putranya tidak lagi di sampingnya, mencari ke seluruh tempat dan akhirnya menemukannya di kamar Sean.
Arsean yang tadinya tidur nyenyak menjadi terkejut saat mendengar suara pintu yang cukup kuat, membuat Sean yang tengah rapat langsung menatap wajah cemas Violla.
"Ibu, Ar tidur Bersama ayah. Ar tidak pergi, jadi ibu tidak perlu khawatir."
Violla yang pernah bermimpi tentang kepergian putranya menjadi sangat trauma. Dia akan selalu menjadi cemas setiap kali tidak melihat putranya.
"Ar datang ke kamar saat aku sedang rapat, jadi maaf karena sudah membuat mu terbangun." Sean merasa Violla pernah merasakan hal yang buruk terjadi pada putranya sehingga memiliki kecemasan yang berlebihan.
"Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena sudah mengganggu pekerjaan mu." Violla yang sudah berdiri di samping Sean tanpa mengetahui ada banyak tatapan mengarah padanya melalui panggilan video.
Sean bahagia karena Violla tidak marah padanya. "Kalau begitu, kau boleh melanjutkan tidur mu. Aku dapat melihat mata mu yang masih mengantuk." Karena perjalanan yang memakan waktu lama membuat Violla Lelah.
__ADS_1
"Bisakah aku tetap disini, aku tidak ingin jauh dari Ar." Rasa takut yang berlebihan membuat Violla tidak ingin berjauhan dengan putranya.
"Tentu. Tidurlah di sofa itu dan aku akan membuat Ar tidur di sana juga."
Violla mengangguk lalu pergi menuju sofa. Sean membawa putranya dan memberikan tubuh pria kecil itu pada sang ibu. Dan ajaibnya, keduanya langsung tertidur setelah berpelukan, membuat Sean tersenyum lalu mengelus kepala keduanya dengan sayang.
Setelah kejadian pemberhentian dua kali, dengan cepat berita tentang Sean yang memiliki istri dan seorang putra tersebar begitu cepat. Mematahkan banyak hati wanita yang menyukai Sean termasuk sang sekretaris yang menyimpan perasaan pada sang Bos.
Waktu berjalan dengan cepat, ketika Sean telah selesai rapat. Pria itu memutuskan turun ke lantai bawah. Membuatkan makan malam untuk mereka bertiga, meninggalkan Violla serta sang putra yang masih tertidur nyenyak.
Saat tengah memasak, tiba-tiba saja Sean kedatangan tamu. Rafael serta sang ibu, lalu Alana, Devan, kedua anaknya dan Athaya serta Lukas yang tidak membawa anak mereka karena sang kakek tidak ingin sendirian di rumah.
Sean yang membukakan pintu tersenyum bahagia, pada akhirnya mereka sudah sangat akrab dan kedua keluarga besar itu sangat baik kepadanya serta bersedia menerimanya sebagai keluarga.
"Dimana Violla dan Arsean?" tanya Diana, wanita itu sudah sangat merindukan cucunya.
"Baik," ucap Diana lalu pergi ke kamar Sean.
Alana dan yang lainnya memutuskan duduk di sofa sambal berbicara. Sedangkan Jasmine serta Al ikut Bersama nenek mereka untuk melihat sepupu jauh mereka.
"Apakah dia menolak mu?" tanya Alana.
"Tidak kak, semuanya berjalan sesuai dengan rencana."
Rafeal yang mendengar hal itu menjadi bahagia dan memutuskan pergi ke dapur, mencari makanan. Semenjak dirinya menerima Sean, beberapa kali dia akan singgah ke rumah Sean untuk beristirahat atau sekedar mencari makanan karena kebetulan perusahaanya dekat dengan rumah calon adik iparnya.
"Senang mendengarnya."
Devan yang kebetulan lapar memutuskan ikut ke dapur, meninggalkan sang istri bersama Lukas, Athaya dan Sean yang sedang berbicara.
__ADS_1
"Kemana perginya kak Devan dan kak Rafael?" tanya Lukas yang akhirnya sadar bahwa kedua pria itu pergi meninggalkan mereka.
"Ke dapur, perut mereka akan membesar ketika sudah berada di rumah Sean."
Tidak perlu di tanya dari mana Alana tahu tentang tingkah laku keduanya. Selama satu tahun Sean tinggal di rumah itu, Alana serta sang suami sering berkunjung. Dan semenjak itu, Devan sering makan di rumah Sean yang kebetulan selalu tersedia begitu banyak jenis makanan di lemari pendingin.
Lukas yang belum pernah berkunjung langsung tetawa pelan lalu memutuskan pergi ke dapur meninggalkan sang istri yang tengah gugup karena sebentar lagi akan bertemu dengan Violla, mantan seseorang yang pernah dia sebut sahabat namun dengan tega menyakitinya.
"Sepertinya kau juga harus ke dapur kak, makan malam yang ku buat untuk kami bertiga sepertinya harus di tambah karena kalian sudah hadir dan kita harus makan malam bersama."
"Baiklah, kalau kau perlu bantuan maka jangan segan-segan meminta ketiga pria yang ada di dapur membantu mu."
Sean tersenyum, "Tentu kak."
Pada akhirnya, di ruang tamu yang sangat besar hanya tertinggal Alana dan Atahya. Jika kalian ingin tahu seperti apa hubungan Alana dan Athaya sekarang. Maka bisa di katakana bahwa Alana sedikit menjauhinya namun tetap terlihat seperti dulu, termasuk juga pada Mika.
Saat keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba saja mereka mendengar suara langkah kaki yang banyak. Alana bahkan dapat mendengar suara kedua anaknya yang sedang mengajak sepupu jauhnya bercengkrama dengan sangat bahagia.
Violla dan putranya masih tertidur saat Diana bersama kedua cucunya masuk ke kamar Sean. Suara Jasmine yang bersemangatlah yang membuat Arsean terbangun, ketika pertama kali melihat wajah Jasmine dan Al. Arsean menjadi terdiam sejenak lalu tertawa bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan kedua sepupunya. Tawa itu juga membuat Viola terbangun sekaligus terkejut melihat kehadiran sang ibu.
-----------------------------------
SEBAGAI BONUS KARENA TADI SIANG TIDAK BISA UP, AUTOR BUAT JADI 4 BAB.
__ADS_1