
“Halo sayang, ibu sangat merindukan mu,”
sapa Clora.
“Halo sepupu. Lama tidak bertemu,” sapa
Alesa.
Sean hanya diam, tidak berniat membalas
karena itu tidak penting untuknya. Dia bahkan tidak berniat meminta keduanya duduk. Dan ketika keduanya sedang menampilan senyum ramah, Larry yang telah selesai dengan kopi akhirnya datang lalu meletakan kedua gelas kopi tersebut di hadapan Sean.
“Sayang, coba tebak apa yang ibu rencanakan untuk mu,” ucap Clora berusaha mendapatkan perhatian Sean.
“Bibi, jangan seperti itu. Kami baru saja bertemu, lagi pula aku tidak bisa menjadi wanita ketiga karena Sean sudah memiliki seorang istri.”
Perlu di ketahui bahwa, Alesa merupakan
sepupu jauh. Tapi mereka tidak memiliki hubungan darah karena Alesa anak angkat dari adik Clora. Jadi jika mereka ingin menikah, itu sah-sah saja asal Sean
bersedia menikah dengannya.
“Tidak sayang, kau akan tetap menjadi
menantu ku. Sedangkan wanita itu, dia hanya wanita hina yang tidak pantas berdiri di samping putra ku.”
Sean yang awalnya masih tenang akhirnya
terpancing. Di hidupnya, tidak ada satu orang pun yang boleh menghina istri dan
putranya, lalu sekarang kedua wanita yang menyebut istrinya hina tanpa melihat
diri mereka sendiri telah melanggar hal yang sangat tidak disukainya.
“Bibi, jangan seperti itu. Sean akan salah sangka dan semakin membenci bibi karena sudah menghina istrinya.”
Keduanya dengan sangat percaya diri
memainkan drama yang sudah di rencanakan dengan sangat baik. Berfikir bahwa Sean akan membenci Violla setelah mereka membongkar identitasnya, sayangnya
mereka lupa. Bahwa Sean sangat memuja istrinya hingga pada tahap obsesi.
“Jangan bela wanita itu, Lesa. Kau harus
tahu bahwa dia memiliki masa lalu yang mengerikan. Menjadi wanita penghubur dan
memberikan tubuhnya pada banyak pria, bukankah itu sangat menjijikan. Aku bahkan
bertanya-tanya apakah anak laki-laki itu adalah cucu ku.”
Nah, satu kesalahan Clora bertambah lagi.
Menghina istri dan putranya, sudah membuat tangan Sean tidak sabar melemparkan kopi panas pada wajah keduanya. Sedangkan Violla duduk di samping Sean dengan tenang. Baginya, hinaan itu tidak akan pernah membuatnya terluka karena dia sudah sering mendapatkannya, kecuali jika yang menghina itu adalah Sean atau keluarganya. Mungkin Violla akan langsung berekasi ketika mendengar hinaan itu.
“Astaga, aku tidak tahu jika dia pernah
melakukan hal semacam itu, Bi. Aku bahkan tidak percaya seperti apa tebalnya wajah keluarganya yang melangsungkan pernikahannya dengan Sean beberapa hari
yang lalu.”
__ADS_1
Menonton drama keduanya, seperti melihat
acara di televisi bagi Violla. Bedanya para pemain berada tepat di hadapannya
dan sebentar lagi akan merasakan seperti apa panasanya kopi serta sakitnya
hantaman gelas kopi dari suaminya.
“Sean, kau harus tahu bahwa wanita yang
ada di samping mu tidak baik. Dia penuh dengan dosa dan tidak cocok menjadi ibu
dari anak-anak mu. Ibu tidak akan bisa iklas jika kau tetap bersama dengannya.”
Ingin rasanya Sean tertawa ketika mendengar Clora menyebut dosa. Apakah dia tidak sadar bahwa dirinya lah yang penuh dosa, merayu suami dari wanita lain lalu menelantarkan anak yang sudah Tuhan ciptakan dengan penuh kasih sayang. Apakah itu bukan hal yang berdosa? Apakah semua perlakukannya pada banyak wanita yang menangis karena suaminya dia rayu tidak berdosa juga.
“Bibi benar, meskipun kau sangat
mencintainya. Tapi kau harus tahu bahwa wanita sepertinya akan membuat reputasi
serta perusahaan hancur. Berbeda jika kau menikah dengan ku, semuanya akan
berjalan dengan baik. Aku juga akan membantu mu mengembangakan perusahaan dan menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak mu.” Berharap Sean akan merasa sangat terkesan dengan keberaniannya untuk menyatakan persaanya membuat Alesa
lupa melihat wajah jijik Sean.
“Lihatlah, Alesa sudah bersedia menjadi
istri dan ibu yang baik untuk mu serta cucu-cucu ibu. Jadi kau harus segera
menceraikan serta mengusir mereka dari rumah ini. Ibu tidak ingin tinggal di
rumah yang sama dengan wanita kotor sepertinya.”
ketika kita menikah. Maka nantinya anak yang ku kandung akan sial, jadi usir saja dia dan putranya dari rumah ini. Lalu kita bisa mengurus pernikahan kita.”
“Setelah kau dan Alesan menikah, ibu
akan tinggal di sini untuk menemani Alesa ketika kau berada di kantor, Nak.”
Sean Violla merasa sangat jijik dengan
ketidak tahu maluan keduanya. Clora bahkan tidak pernah mengucapkan kata maaf
pada Sean. Seolah-olah di masa lalu, mereka tidak memili konflik dan dia wanita baik-baik.
“Apakah kalian sudah selesai atau ingin
melanjukan drama yang tengah kalian mainkan?” Tanya Sean.
Clora dan Alesa tersenyum malu, tapi
tidak berusaha meminta maaf. Bagi mereka, apa pun yang sudah mereka katakana adalah
kebenaran dan Sean harus mengikuti saran mereka.
“Nak, ibu dan Alesa sedang tidak
memainkan drama. Kami hanya ingin kau melihat seperti apa wajah asli wanita
__ADS_1
yang sudah menjadi istri mu, jangan buat nama mu dan nama ibu malu karena kedatangan anggota keluarga baru yang memiliki masa lalu yang bu…”
Kata-kata Clora langsung terhenti ketika
sebuah cangkir kopi tebal dan masih panas akibat air di dalamnya mendarat di keningnya. Membuat kening mulus itu mengeluarkan darah segar sangkin kuatnya lemparan Sean.
“Apa yang kau lakukan ada bibi Se…”
Sama halnya dengan Clora. Kata-kata Alesa
pun langsung terhenti karena perlakukan tiba-tiba Sean. Bukan lemparan gelas tebal yang panas melainkan air kopi panas yang Sean tuangkan di mulut Alesa. Membuat lidah wanita itu terbakar dan pedih.
Kedua wanita itu menjadi sangat ketakutan, mereka tidak menduga jika Sean sangat kasar. Keduanya bahkan tidak di beri kesempatan untuk menghindar sangkin cepatnya pria itu bertindak.
Setelah melihat Alesa kepansan dan Clora
mengaduh kesakitan karena luka di kening. Sean yang masih memiliki setengah sisa kopi panas lalu menyiram kedua wanita itu dari arah kepala. Membuat mereka semakin menderita.
“Kalian harus tahu, di dunia ini. Violla
dan Arsean adalah letak emosi ku. Kalian boleh menghina ku, tapi tidak untuk putra serta istri ku. Jadi sekarang kalian sudah paham bahwa apa pun yangnpernah istri ku alami, itu bukan urusan kalian. Dan aku tidak pernah keberatan dengan masa lalunya, karena darinya aku bisa mendapatkan cinta tanpa meminta untuk di balas.”
Violla terharu ketika mendengar ucapan
Sean. Dia merasa sangat di harga dan di anggap penting oleh pria yang sekarang
telah resmi menjadi suami sekaligus teman hidupnya.
“Oh ya, satu hal lagi tentang perusahaan
dan semua kekasayaan ku. Itu semua ku persembahkan untuk istri ku serta putra
ku, jadi kalian tidak perlu repot-repot berhalusinasi menjadi pemilik perusahaan tersebut karena hanya Arsean Caesar Aldero dan Violla Kathryn Caesar yang berhak menjadi pemiliknya.”
Clora akhirnya sadar bahwa semua milik
putra yang sudah dia buang di masa lalu merupakan persembahan atau lebih
tepatnya mahar pernikahan untuk Violla.
“Tidak bisa, aku adalah ibu mu dan aku
berhak atas perusahaan itu juga. Kau harus membayar utang budi karena aku sudah
melahirkan mu dengan susah payah kedunia ini.”
Violla yang sudah sangat muak dengan
sikap tidak tahu malu Clora menjadi kesal, memutuskan meleparkan bantal sofa
yang cukup kesar ke wajah berdarah Clora, sehingga membuat wanita itu jatuh ke
belakang.
“Sekarang kalian harus pergi dari rumah
ku atau aku akan memasukan kalian ke penjara!!”
Mendengar ancaman Sean. Alesa dengan
__ADS_1
susah payah membantu Clora bangun dari jatuhnya lalu keduanya pergi
meninggalkan Sean dan Violla yang tersenyum puas.