
Saat tertidur, Alana bertemu dengan Quenza. Dia yang memang ingin membicarakan tentang kehamilannya langsung menghampirinya.
“ apakah kau sudah tahu tentang kehamilan ku “ tanya Alana.
“ tentu “
“ apakah kau keberatan ? “
“ tidak, bagaimana pun aku juga sudah lama ingin memiliki murid baru dari mu “ ucap Quenza santai. Sisi lain itu berencana untuk mengajarinya ilmu bela diri dan dia juga sudah mengaggap anak itu miliknya.
Alana yang mendengar itu langsung paham bahwa Quenza tidak keberatan dan ingin anak yang di kandunganya menjadi muridnya.
“ apakah kau akan mengajarkannya cara balapan “ tanya Alana lagi.
“ aku tidak segila itu, meskipun aku menikmatinya tapi aku tidak akan mengajarkan anak kita tentang hal-hal yang mengancam nyawa seperti itu “
“ anak kita ? “ ucap Alana terkejut.
“ iya, bukankah dia juga anak ku. Meskipun kau yang melakukannya dengan suami mu tapi dia telah berada di tubuh kita berdua, jadi tentu saja dia akan menjadi anak ku “
“ terima kasih karna kau mau mengakuinya, apakah kau tahu sebenarnya aku juga takut bahwa kau tidak mengakuinya dan saat lahir itu akan membuat anak ini bingun saat kau muncul “
“ tentanglah, aku sudah mengakuinya sebagia anak ku. Jadi aku tidak akan pernah menyakitinya, walaupun aku sedikit pisikopat tapi aku memiliki sisi kasih sayang untuk seorang anak yang berasal dari tubuh mu “
“ terima kasih “ ucap Alana bahagia.
“aku akan menjaga kalian “ ucap Quenza.
Alana sangat bersyukur karna Quenza yang memiliki sifat egois dan pisikopat bersedia mengakui anaknya. Dia juga menjadi tenang karna Quenza berjanji melindungi mereka.
“ kau tahu bahwa aku tidak bisa mencintai pria itu karna aku terbentuk dari rasa dendam dan sakit hati, tapi aku tidak akan pernah menyakiti anak yang ada di tubuh mu. Aku juga bersedia berdamai dengannya hanya saat dia tidak menyakiti atau menghianati mu “ ucap Quenza.
“ aku tahu itu, bagaimana pun kau tidak seperti jiwa inti. Kau tidak memiliki ketertarikan dengan pria karna jiwa mu berasal dari kebencian yang tumbuh di hati ku, tapi aku bahagia karna kau bersedia berdamai dan menerima anak ini “
Meskipun Quenza memiliki sifat egois dan pisikopat. Tapi dia tidak memiliki rasa ketertarikan dengan siapa pun dan tidak bisa jatuh cinta dengan siapa pun.
Setelah pembicaraan itu, Quenza akan menjadi sosok yang sangat lembut kepada anak Alana dan Devan. Dia juga akan menjadi ibu yang tegas untuk mereka di masa depan.
__ADS_1
Keesokan paginya, Devan lebih dulu bangun dan berniat untuk membuatkan sarapan untuk mereka agar istrinya tidak lagi membuatkan sarapan. Dia juga berniat untuk membayar asisten rumah tangga untuk menggantikan tugas sang istri dalam hal memasak serta membersikan apartemen.
Saat jam menunjukan pukul 8 pagi, Devan membangunkan Alana dan mengajaknya untuk sarapan. Dia tahu bahwa sang istri masih mengantuk karna tidak tidur sampai tengah malam hanya untuk memberikan kejutan ulang tahun padanya.
Setelah selesai sarapan pagi, Devan dan Alana bersiap-siap untuk pergi ke dokter. Saat semuanya selesai, Devan membawa sang istri ke rumah sakit dan sesampainya di sana mereka langsung menuju ruang dokter kandungan.
Ketika selesai memeriksa, sang dokter mengajak mereka berbicara tentang kondisi dan apa saja yang harus di lakukan untuk menjaga kandungan.
“ usia kandungan nyonya Alana telah memasuki minggu ke 4 tuan Devan “ ucap sang dokter.
Saat Devan mendengar usia kandungan istrinya, dia tersenyum dan menatap istrinya dengan tatapan lembut.
“ lalu apakah kandungan istri saya lemah atau ada yang harus di lakukan untuk melindunginya dokter “ ucap Devan.
“ kandungan nyonya sangat kuat tuan, seperti ada kekuatan yang menjaganya. Tapi untuk menjaganya agar tetap aman, nyonya di sarankan untuk tidak melakukan melakukan aktifitas berat karna usia kandungannya masih muda “
“ baik dok, terima kasih “ ucap Devan.
Setelah selesai mendengar setiap arahan dan mauskan sang dokter, Devan membawa sang istri pulang ke apartemen mereka. Dia juga sudah merencanakan untuk pindah ke rumah baru yang telah dia siapkan agar kemanan sang istri terjamin.
“ minggu depan kita akan pindah ke rumah yang telah ku siapkan di kota N, aku ingin kalian tetap aman dan terjaga di sana “ ucap Devan.
“ aku sudah memberi tahu tentang itu kepada ibu dan ibu mertua, namun aku meminta mereka untuk merahasiakannya terlebih dulu agar keselamatan kalian terjamin. Kau pasti tahu bahwa saat ini, banyak orang-orang yang berniat untuk menyingkirkan perusahaan dan aku. Jadi aku tidak ingin kalian terancam “
Alana yang mendengar hal itu menjadi maklum, dia juga tidak ingin semua orang tahu tentang kehamilannya terlalu cepat karna dia juga memiliki beberapa musuh.
“ baiklah, jadi pada usia kandungan keberapa kita akan melangsukan resepsi “ tanya Alana.
“ usia 5 atau 6 bulan, tapi kita akan membicarakannya pada dokter nantinya “
“ baik “
“ apakah Quenza akan menerima kehamilan ini “ tanya Devan tiba-tiba.
Saat Alana mendengar perkataan Devan, dia tersenyum dan menjelaskan tentang pembicaraan mereka tadi malam.
“ dia menerimanya, dia bahkan mengatakan bahwa dia akan melindungi kami dan sudah menganggap anak kita sebagai anaknya “
__ADS_1
“ syukurlah jika begitu, aku takut dia akan marah. Bagaimana pun dia tampak tidak terlalu suka dengan ku “
“ tidak seperti itu, dia memang terlahir dari kebencian. Jadi dia tidak bisa menerima sebuah hubungan keluarga atau pernikahan “ ucap Alana.
Saat Devan mendengar perkataan Alana, dia akhinya sadar tentang sisi lain Quenza. Dia juga tidak bisa melakukan hal yang lebih jika sosok itu tidak bisa menerimanya.
“ setidaknya dia sudah bersedia menerima dan berdamai dengan mu sayang “ ucap Alana.
“ baiklah, sampaikan rasa terima kasih ku kepadanya nanti “
“ iya, dia mengatakan bahwa dia ingin menjadikan anak kita muridnya “
Ketika Devan mendengar itu, dia langsung waspada. Dia takut Quenza akan mengajari anak mereka balapan mobil. Alana yang melihat kekhawatiran Devan tersenyum lalu menjelaskan maksdu dari keinginan Quenza.
“ dia ingin mengajarkan ilmu bela diri sayang, dia juga sudah mengatakan bahwa dia tidak akan mengajarkan balapan liar pada anak kita karna bagaimana pun dia sudah mengakui anak ini “ ucap Alana.
“ benarkah “
“ iya, jadi sekarang kita tidak perlu khawatir tentangnya “
“ baiklah “
Setelah sampai di apartemen, Devan meminta Alana untuk membaringkan tubuhnya di ranjang dan membiarkannya bermain game atau membaca buku agar tidak bosan. Sedangkan dia duduk di sampingnya sambil membaca buku tentang menjadi ayah yang baik.
Pria itu sudah memutuskan untuk mulai belajar agar nanti ketika anak mereka lahir, dia bisa seeprti Raiden dan ayah-ayah lainnya saat merawat buah hati mereka.
Alana juga sudah belajar cara menjadi ibu yang baik dari kedua ibunya serta Salsa sang kakak ipar, dia juga terkadang pergi ke rumah Raiden untuk bermain dengan keponakan barunya yang tampan.
“ sepertinya kesayangan ku sedang membaca buku tentang menjadi ayah yang baik “ goda Alana.
“ iya, aku ingin kita bersama-sama membesarkan anak kita sayang. Aku juga ingin menunjukan kepada dunia bahwa Devano Fernandiz bisa menjadi ayah yang baik “ ucap Devan.
“ aku senang karna bisa memiliki suami yang sangat baik seperti mu “ ucap Alana bahagia.
“ semoga kita bisa mendidik anak kita dengan baik “
“ amin “
__ADS_1
Di masa depan, kehidupan mereka akan menjadi sangat sempurna setelah ke hadiran buah hati yang selama ini mereka inginkan. Rumah mereka akan di penuhi suara menggemaskan dan kedatangan Rafael akan membuat semuanya semakin menyenangkan.