
"Tentu saja tidak sayang, sahabat adalah dia yang selalu ada di samping sahabatnya ketika sang sahabat dalam masalah. Sahabat seharusnya mendengarkan cerita dari sahabatnya, sahabat harus percaya pada sahabatnya, sahabat harusnya menjadi orang pertama yang memeluk sahabatnya ketika sang sahabat dalam masalah. Dan sahabat harusnya menjadi orang pertama yang maju membela ketika sahabatnya di sakiti oleh orang lain." Meskipun Devan tidak pernah memiliki seorang sahabat, tapi dia tahu definisi sahabat dengan baik.
"Lalu mengapa mereka harus menyakiti Violla? Mengapa mereka tidak memberikan pelukan melainkan sebuah hinaan? Mengapa mereka tidak menghapus air mata Violla tapi malah sebaliknya, membuat air mata itu semakin banyak? Mengapa mereka tidak memberikan pelukan hangat tapi malah sebaliknya, menjauhinya dan menjadikannya seperti seorang wanita perebut pria dari wanita lain?"
"Itu karena mereka tidak pantas disebut sahabat. Definis yang mereka tahu saja mereka tidak lakukan lalu bagaimana bisa mereka menyebut diri mereka sahabat Violla. Aku saja malu saat mengetahui bahwa mereka dengan teganya menyakiti Violla dan menggunakan kata 'sahabat' untuk menekan Sean."
Pelukan Devan semakin erat pada sang istri, dia tahu bahwa Alana sudah sangat kecewa pada Mika dan Athaya. Pria itu juga sedikit kesal pada keduanya karena setelah bertahun-tahun selalu menjaga perasaan dan mencegah istrinya untuk tidak menangis tiba-tiba menangis karena perbuatan kedua wanita yang cukup bodoh baginya.
Setelah puas menangis di pelukan sang suami, Alana menatap Athaya dan Mika yang sedang menangis dalam diam. Tatapannya bahkan sangat dingin, tatapan yang sudah lama tidak dia tampilkan karena Devan sangat memanjakannya hingga Ia tidak perlu menghadapi orang-orang yang berniat memprovokasinya..
"Apakah kalian tahu, mengapa Violla tidak langsung menolak permintaan Mika yang ingin Carl menikah dengannya." Jeda Alana sejenak lalu melanjutkannya, "Itu karena dia ingin memberikan pelajaran pada Mika yang tega membuang Carl, pria yang mencintainya dengan tulus, lalu alasan keduanya, Violla ingin merasakan bagaimana rasanya di damping meskipun dia tahu bahwa Carl bukan untuknya dan alasan ketiga. Violla ingin memberikan pernikahan mewah pada Mika sebagai tanda persahabatannya yang telah hancur karena sikap kalian berdua. Apakah sekarang kalian tahu seperti apa sahabat yang sudah kalian sakiti? Apakah kalia sudah puas menyakiti hati seorang wanita yang dengan tulus menganggap kalian keluarganya."
Sudah tidak lagi bisa di bendung, Alana akhirnya menceritakan semuanya pada kedua wanita itu agar mereka tahu seperti apa kebaikan Violla yang di salah artikan. "Aku tahu kau sama sekali tidak iklas melepaskan Carl, bukankah begitu Mika. Kau bahkan mulai menyesali keputusan mu dengan masih mengganggu Carl dengan alasan bertanya kondisi Violla. Apakah kau tidak malu dengan tindakan mu yang munafik itu Mika! kau berpura-pura menjadi ibu peri namun sebenarnya kau hanya manusia biasa. Jika kau memang tidak bisa mengiklaskannya, lebih baik kau tidak memberikannya pada Violla, karena dengan kau melakukan hal seperti itu. Kau sama saja dengan wanita murahan di luaran sana."
Mika langsung terduduk di lantai, kakinya sudah tidak lagi bisa menahan tubuhnya setelah mendengarkan kebenaran yang sangat menyayat hati.
"Sejujurnya, alasan kenapa aku tidak jadi membatalkan pernikahan ini karena Violla yang memintanya. Apa kalian fikir bahwa dia suka di jodohkan dengan pria yang tidak dia cintai dan mencintainya. Jika memang dia suka, sudah sejak awal Sean akan menjadi suaminya, tapi semuanya tidak dia lakukan. Dia sadar bagaimana rasanya hidup dengan seseorang yang tidak mencintainya. Lagi pula, bukankah kalian sudah merasakan bagaimana sakitnya hidup dengan orang-orang yang tidak menyukai kalian, begitulah yang Violla rasakan."
__ADS_1
Kali ini, Athaya yang terduduk di lantai, dia tahu seperti apa rasanya hidup dengan seseorang yang sama sekali tidak mencintainya. Di tambah lagi saudara kembarnya menjadi alasan di balik semua itu.
"Kami benar-benar menyesal kak. Kami sadar bahwa kami memang tidak pantas menjadi sahabat Violla." Pada akhirnya Athaya berani membuka suara.
"Aya benar, disini akulah yang menjadi alasan di balik semuanya semakin rumir. Keegoisan serta sifat tidak tahu diri ku telah membuat sahabat yang sudah menganggap ku keluarga terluka. Aku sangat menyesal, Bos."
Alana tersenyum miris, untuk apa lagi keduanya mengaku salah dan meminta maaf. Lagi pula maaf itu seharusnya di ucapkan pada Violla bukan padanya.
"Satu hal lagi yang harus kalian tahu." Alana tidak menanggapi ucapan keduanya. "Sean saat ini sedang menerima karmanya, dia kehilangan kewarasannya dan melupakan kehidupannya. Dia hanya mengingat kejadian dimana dirinya di adili oleh Rafael, jadi sekarang jangan pernah menghakiminya karena kalian bukan Tuhan dan kalian juga tidak berhak. Terutama untuk mu Athaya, berhentilah menghakimi Sean sedangkan kau sendiri belum tentu suci. Di dunia ini, kita semua pernah melakukan kesalahan, jadi jangan menjadi hakim karena Tuhan lebih pantas menjadi hakim untuk mereka yang pernah berbuat kesalahan."
"Ada apa ini kak? Mengapa istri ku dan Mika menangis?"
"Kau bisa menanyakannya pada istri mu. Aku minta tolong ajari istri mu dan jangan terlalu memanjakannya hingga dia menjadi sangat arogan." Alana tidak akan pernah malu atau menjaga perasaan keluargnya jika menurutnya mereka salah.
Lukas yang mendengar hal itu menjadi kesal pada istrinya, di dunia ini, orang yang tidak boleh di singgung Selain kedua orang tuanya adalah kakaknya, Alana. Alasannya melakukan hal itu karena dia tahu bahwa Alana selalu adil dan tidak suka membuat masalah.
"Sepertinya aku terlalu memanjakan mu, Athaya. Aku tahu bahwa kau berniat membela Mika, tapi tidak tahukah kau sebelum melakukan sesuatu maka cari tahu lebih dulu apa yang terjadi. Selama ini aku membiarkan mu karena ku pikir kau bisa tetap menjadi lebih dewasa seperti sebelum kita menikah, namun sepertinya aku salah." Kecewa, sudah pasti Lukas kecewa pada Athaya, dia juga sengaja menegur sang istri di hadapan semua orang karena dia ingin memberitahu istrinya untuk tidak menyinggung kakaknya karena bagaimana pun kakaknya lah yang membua mereka bisa menikah.
__ADS_1
"Ma-afkan aku, ini semua kesalahan ku." Athaya sama sekali tidak keberatan dengan teguran suaminya. Lagi pula dia sadar bahwa semua adalah kesalahannya, Athaya juga mulai menyadari bahwa Sean pernah menyelamatkannya dan seharunya dia mengingat kebaikan Sean bukan keburukannya.
"Sekarang ikut aku pulang, renungkan semua kesalahan mu dan jangan keluar dari rumah selama bebepa minggu. Aku juga melarang mu berdekatan dengan teman-teman mu termasuk Mika." Meskipun Lukas sadar tindakannya salah dan Mika tidak sepenuhnya bersalah, tapi dia tetap akan melakukannya karena ingin memberikan pelajaran pada Mika.
"Baik."
Setelah itu, Lukas berpamitan pada Alana dan Devan lalu pergi membawa istrinya ke rumah. Begitu juga dengan Mika, wanita itu pamit pada sang Bos dan segera pulang.
-----------------------------
MERDEKA !!!!
BESOK 17 AGUSTUS UNTUK YANG KE 75 KALINYA, SEMANGAT UNTUK KITA SEMUA DAN JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN DI TENGAH PANDEMI.
SEMOGA COVID BISA SEGERA PULANG DAN KITA BISA MENJALAKAN AKTIVITAS DENGAN AMAN DAN BEBAS SEPERTI MAKNA YANG TERKANDUNG DI KEMERDEKAAN, KEBEBASAN ADALAH HAK SEGALA MASYARAKAT.
__ADS_1