
Setelah selesai mandi, Alexander keluar kamarnya dan menghampiri sang mama yang sudah menunggunya di meja makan.
“ apakah malam ini kita makan malam berdua ma “ tanya Alexander.
“ iya sayang, papa sedang makan malam dengan rekan bisnisnya. Ayo sekarang Al duduk agar mama bisa menyiapkan makan malam untuk Al “
“ baik ma “
Ketika semuanya telah siap, Alana dan putranya melakukan makan malam dengan damai, meskipun sejujurnya di hati Alexander menyimpan sedikit kerinduan pada saudara kembarnya, namun dia tetap tidak memperlihatkan karna tidak ingin sang mama repot.
Setelah selesai makan, Alana mengantar putranya ke kamar untuk tidur. Dia juga berpesan untuk tidak terlalu memikirkan Jasmine agar tidurnya bisa nyenyak malam ini.
“ mama tahu Al pasti rindu dengan adik Jasmine, sejujurnya mama juga rindu tapi mama tidak bisa egois karna seperti yang Al katakan, paman Rafael butuh teman “ ucap Alanavsambil mengelus kepala putranya.
“ iya ma, tapi hanya untuk hari ini. Al tidak ingin berpisah dari adik ma “
“ iya sayang, sekarang Al tidur. Mimpi yang indah pangeran mama “ ucap Alana lalu mengecup kening putranya.
“ selamat malam mama, Al sayang mama “ ucap Alexander polos.
“ mama juga sayang Al “
Setelah itu, Alana pergi ke luar kamar sang putra. Dia juga sudah memikirkan hukuman apa yang tepat untuk Devan.
Ketika malam semakin larut, saat jam menunjukan pukul 9 malam. Devan akhirnya tiba di rumah, dia sedikit tidak bahagia karna malam ini tidak bisa makan malam dengan keluarga kecilnya.
“ sayang aku pulang “ ucap Devan saat masuk ke dalam kamar.
Alana yang sengaja menunggu kepulangan Devan langsung memberikan tatapan yang tajam pada suaminya. Devan yang mendapatkan tatapan itu menjadi pucat.
“ ada apa sayang, mengapa kau menatap ku seperti itu “ tanya Devan.
“ apa yang sedang suami ku sembunyikan dari ku “ tanya Alana.
“ tentu saja tidak ada sayang, aku selalu jujur pada mu “ ucap Devan gugup.
“ apakah seperti itu, apakah suami ku yakin dengan hal itu “ tanya Alana sekali lagi.
Devan yang mendengar pertanyaan istrinya merasa tidak enak, dia lupa bahwa tadi pagi sudah menjatuhkan surat perjanjian adopsi antara dirinya dengan Rafael.
“ katakan pada ku sayang, apa yang sedang terjadi. Mengapa kau bertanya seperti itu “ ucap Devan.
“ karna suami ku masih belum ingin menjawab maka malam ini dia harus tidur di luar “ ucap Alana dingin.
Ketika Devan mendengar kata tidur di luar, dia menjadi terkejut dan tidak bisa menerimanya. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“ sayang apa salah ku, mengapa kau melakukan hal seperti itu “ tanya Devan.
Alana yang sudah jenuh dengan tingkah lupa suaminya memutuskan untuk diam dan mendorong suaminya ke luar kamar. Setelah Devan keluar, Alana langsung mengunci pintunya.
“ sayang jangan seperti ini, aku tidak bisa tidur tampa mu. Jika ada sesuatu yang tidak kau suka dari ku maka aku akan merubahnya “ bujuk Devan.
Alexander yang kebetulan sedang keluar kamar langsung mengampiri sang papa yang sedang berdiri di luar pintu sambil mengucapkan kata-kata dengan wajah sedih.
“ papa sudah pulang “ ucap Alexander polos.
Devan yang mendengar ucapan sang putra menjadi terhenti dan melihat wajah putranya yang setengah mengantuk.
“ apakah Al terbangun karna suara papa sayang “ tanya Devan.
“ tidak, Al hanya tidak bisa tidur karena adik Jasmine tidak ada di kamar “
“ kemana adik Jasmine “ tanya Devan penasaran.
__ADS_1
“ paman Rafael meminta mama untuk mengijinkan adik menginap pa “
Saat Devan mendengar perkataan putranya, dia menjadi semakin penasaran. Dia merasa bahwa alasan kemarahan istrinya malam ini ada kaitannya dengan Rafael dan Jasmine putrinya.
“ apakah mama mengusir papa dari kamar “ tanya Alexander.
“ tidak sayang, mama hanya meminta papa menunggu di luar “ ucap Devan.
“ Al tahu pa, mama sepertinya marah pada papa. Apakah papa mau Al bantu “
“ bagaimana caranya sayang “
“ tunggu sebentar “
Setelah mengatakan hal itu, Alexander pergi ke kamarnya untuk mengambil selimut dan bantalnya. Malam ini dia berniat untuk tidur bersama kedua orang tuanya, meskipun Alexander tidak tahu mengapa mamanya meminta sang papa menunggu di luar namun dia tahu satu hal bahwa sang mama sedang marah.
Alxender tahu hal itu karna saat dia berada di rumah Stanly, dia beberapa kali melihat ketiga pamanya dia usir dari kamar oleh bibinya ketika malam hari.
“ mama, buka pintunya. Al ingin masuk “ ucap Alexander dengan suara keras.
Devan yang melihat tindakan putranya menjadi tahu dengan bantuan yang di ajukan sang putra.
Saat Alana mendengar ucapan putranya, dia sedikit tidak yakin untuk membukanya. Dia takut bahwa Devan sengaja memanfaatkan putranya agar bisa tidur di kamar malam ini, dia juga tidak bisa mendengar percakapan keduanya saat di luar.
“ ada apa sayang “ ucap Alana.
Karna tidak tega mendengar suara putranya di malam hari, Alana akhirnya memutuskan untuk membuka pitu kamar.
“ malam ini Al tidur bersama mama, papa ya. Al tidak bisa tidur karna adik Jasmine tidak ada “ ucap Alexander dengan wajah sedihnya.
Ketika Alana mendengar perkataan putranya, dia yang masih kesal dengan suaminya hanya bisa diam dan memutuskan untuk mengijinkan kedua pria itu masuk kamar.
“ baiklah malam ini Al akan tidur bersama mama dan papa “
Saat Devan mendengar hal itu, dia langsung tersenyum bahagia. Dia tidak menduga bahwa bantuan putranya berjalan dengan lancar.
Setelah itu, kedua pria itu langsung masuk kamar. Alana juga membereskan tempat untuk putranya beristirahat sedangkan Devan memutuskan untuk mandi sebelum tidur.
Ketika Alana memeluk putranya saat tertidur, Devan yang baru saja keluar kamar mandi berjalan menuju sisi istrinya. Dia sudah memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan mereka malam ini.
“ sayang, apa yang terjadi pada mu. Mengapa kau marah pada ku “
“ ini sudah malam, Al sedang tidur. Jadi jangan membuat suara “ ucap Alana dingin.
Devan yang melihat bahwa istrinya tidak ingin menyelesaikannya malam ini langsung bertindak. Dia menekan bibir sang istri dengan bibirnya dan mengangkat tubuh istrinya.
Saat Alana mendapatkan perlakukan tiba-tiba dari Devan langsung terkejut, dia bahkan memukul dada pria itu dengan kuat namun sayangnya Devan tidak memperdulikannya dan semakin memperdalam ciumannya.
Devan yang telah mengangkat tubuh Alana bergegas ke dinding dan menekan tombol tersembunyi. Setelah tombol itu ditekan, tiba-tiba saja dinding itu terbuka. Di balik dinding itu terdapat kamar rahasia yang sengaja Devan siapkan khusus untuk mereka berdua.
Saat di dalam, Alana yang sudah terhanyut oleh ciuman suaminya hanya bisa diam dan pasrah ketika Devan meletakan tubuhnya di ranjang yang nyaman. Devan juga memutuskan untuk menyudahi ciuman itu.
Alana yang baru saja terlepas langsung menarik nafasnya, dia bahkan memberikan tatapan kesal pada sang suami yang telah melakukan hal-hal nekat serta menyembunyikan ruangan ini darinya.
“ katakan pada ku mengapa kau marah malam ini “ ucap Devan.
“ sepertinya suami ku tidak tahu apa yang telah di perbuat di belakang ku “ ejek Alana.
“ aku benar-benar tidak tahu sayang, jadi sekarang tolong jelaskan pada ku “
Setelah mendengar hal itu, Alana diam. Saat ini dia sangat ingin memukul suaminya yang masih saja tidak sadar dengan kesalahannya.
“ mengapa aku tidak tahu bahwa suami ku telah melakukan perjanjian dengan Rafael “ ucap Alana tiba-tiba.
__ADS_1
Saat Devan mendengar hal itu, dia akhirnya tahu. Sekarang dia juga paham mengapa Alana memberikan putrinya untuk menginap. Pria itu juga kesal dengan Rafael karna tidak memberitahunya tentang hal seperti ini.
“ sialan “ ucap Devan.
“ siapa yang sialan, apakah suami ku sedang mengutuk ku “ ucap Alana marah.
“ tidak sayang, aku hanya kesal karna Rafael tidak memberitahu ku tentang ini “
“ apakah kalian tetap akan menyembunyikanya dari, apakah ini cara suami ku memperlakukan aku. Apakah suatu hari nanti suami ku juga akan memberikan ku pada pria lain seperti putri ku yang di berikan kepada pria lain tampa sepengetahuan ku “ ucap Alana marah.
“ tentu saja tidak, sampai mati pun aku tidak akan memberikan istri ku pada pria lain “
“ siapa istri mu “
“ tentu saja kau sayang. Aku minta maaf karna tidak memberitahu mu tentang hal ini dengan cepat, aku tidak sengaja untuk menimpannya sayang. Alasan kami tidak memberitahu mu karna kami takut kau akan sedih “
“ aku bahkan lebih sedih saat mengetahuinya sekarang, apakah kau ingin aku melakukan hal yang sama seperti kakak Mike yang tiba-tiba memberitahu ku tentang pernikahan kilatnya “ ancam Alana.
“ tidak sayang, jangan lakukan itu. Aku tidak akan bisa berjauhan dari mu, aku akan memberitahu mu alasan mengapa aku menyetujui permintaan Rafael meskipun hati ku menolaknya “
Alana tetap diam, dia tidak tahu mengapa suaminya sangat ingin menyembunyikan sesuatu darinya.
“ pria itu pasti sudah mengatakan alasannya secara garis besar dan sekarang aku akan mengatakan alasan ku. Aku menyetujuinya karena dia adalah pria yang paling menyedihkan sayang, kau tahu bahwa dia mengalami hal yang menyakitkan di hidupnya. Ketika dia berumur 15 tahu, dia harus menyaksikan ibu dan adik perempuannya di tusuk oleh istri kedua ayahnya tepat di depan matanya. Dia juga tidak bisa mendekat karna wanita itu melarangnya “
Saat Alana mendengar perkataan Devan, dia tertegun. Dia tidak tahu bahwa Rafael akan mengalami hal yang paling mengerikan seperti itu.
“ apakah kau tahu bagaimana rasanya itu sayang, ketika kau melihat dua sosok yang sangat kau cintai di bunuh di hadapan mu dan ayahnya tidak mencegah tidakan wanita itu “ ucap Devan sambil mengelus puncak kepala Alana.
“ mengapa dia tidak memberitahu ku tentang hal seperti ini “ ucap Alana.
“ dia tidak akan memperlihat sisi lemahnya, aku juga mendapatkan informasi ini dari orang-orang ku. Sejujurnya, kau adalah wanita yang paling dia cintai. Kau merupakan obat untuknya tapi sayangnya aku mendapatkan mu terlebih dahulu, jadi sekarang kau pasti tahu mengapa dia sangat ingin menjadikan putri yang berasal dari rahim mu menjadi putrinya. Selain dia telah menjadi seorang kasim, dia juga tidak ingin menyakiti mu dengan merebut mu dari ku “
Setelah Alana mendengar perkataan Devan, dia tidak menyadari air matanya mengalir. Dia sangat marah dengan ayah dan ibu tiri Rafael, dia bahkan sangat ingin membunuh kedua manusia itu.
“ mengapa mereka begitu kejam, aku bahkan tidak tahu bagaiman rasanya hidup setelah melihat kejadian itu “ ucap Alana.
“ jangan menangis sayang, jika Rafael tahu kau menangis karna kisahnya dia pasti akan sedih. Sekarang yang harus kita lakukan adalah memberikannya kehidupan bahagia, biarkan Jasmine menemani dan menjadi putri angkatnya. Meskipun sejujurnya aku sangat tidak ingin menyerahkan putri ku tapi aku juga tidak bisa melihat pria itu menderita “
“ apakah dia akan membawa putri kita pergi jauh “
“ tentu saja tidak, kau pasti sudah tahu bahwa rumahnya berada tepat di samping kediaman kita jadi kau tidak perlu khawatir “
“ baiklah, mulai sekarang aku tidak akan membatasi interaksi antara putri kita dengannya “
“ terima kasih sayang, aku mencintai mu dan maafkan aku karna tidak memberitahu mu tentang hal ini dari awal ”
“ tidak masalah, tapi lain kali suami ku harus berjanji untuk tidak berbohong pada ku “
“ baik sayang “
Setelah itu, Devan memeluk tubuh mungil istrinya. Dia merasa bahwa lelahnya telah menghilang saat memeluk dan mencium istrinya.
“ ruangan apa ini “ tanya Alana tiba-tiba.
“ ruangan yang secara khusus ku ciptakan untuk kita berdua. Aku sengaja menciptakan ini untuk tempat menyelesaikan masalah kita tampa membuat kedua anak kita tahu bahwa kita sedang beradu argumen “
Ketika Alana mendengar hal itu, dia tersenyum dan memutuskan untuk diam. Dia juga setuju dengan ucapan suaminya, mereka sudah menjadi orang tua, akan sangat buruk jika memperlihatkan pertengkaran kecil kepada kedua anak mereka.
“ baiklah, sekarang kita harus kembali. Aku tidak ingin Al terbangun, dia saat ini sedang gelisah karna Jasmine pergi “ ucap Alana.
“ baik sayang “
Setelah itu, Devan mengangkat tubuh istrinya dan keluar dari kamar khusus itu. Saat sampai, Devan membaringkan tubuh istrinya di sisi kanan putranya dan dirinya di sisi kiri sang putra.
__ADS_1
“ selamat malam sayang “ ucap Devan.
“ selamat malam suami ku “