Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

Violla tertawa sumbang saat mendengar ucapan Sean, pria itu tampak seperti seorang pria menjijikan yang sudah menyentuh wanita lain tanpa mengingat atau bahkan berniat bertanggung jawab.


Sean yang mendengar tawa aneh Violla langsung melihat keadannya yang sama polosnya dengan Violla. Dia bahkan mulai ingat dengan kejadian 2 jam yang lalu, kejadian yang membuatnya menjadi pria paling jahat serta tidak bermoral.


Mendengar kediaman Sean membuat Violla bangkit dari tidurnya lalu memperlihatkan bekas-bekas yang sudah di buat oleh pria itu di sekujur tubuhnya. Tanda merah dan biru terlihat sangat jelas, membuat Sean semakin gugup.


"Kita bisa menganggap hal ini sebagai kecelakaan. Ya, kecelakaan." Sean berusaha menghilangkan rasa bersalahnya pada Violla.


"Hanya kesalahan," ucap Violla dengan senyum kecutnya. "Jadi semuanya hanyalah kesalahan, begitu maksud guru?" tanya Violla dengan hati yang hancur. Tidak hanya tidak mengatakan maaf, Sean bahkan menganggap semuanya adalah kesalahan.


"Ya, lagi pula ini juga kesalahan mu karena sudah dating di waktu yang salah. Seharusnya kau langsung pergi ketika aku mulai menyentuh mu." Dia benar-benar menjadi pria jahat. Melupakan rasa sakit di hati Violla, wanita yang sudah menjadi korban dari hawa nafsunya.


"Jadi maksud guru, ini merupakan kesalahan dan akulah dalang dari kesalahan itu. Apakah aku benar, Guru?" Oh, hati wanita mana yang akan sanggup menahan rasa sakit akibat di tolak serta dituduh menjadi wanita murahan oleh pria yang sangat dicintai.


"Benar, kaulah yang membuat semuanya terjadi." Mungkin benar, rasa bersalah dan gugup membuat siapa pun tidak lagi bisa berfikir logis.

__ADS_1


Violla tertawa saat mendengarnya, air matanya bahkan semakin deras mengalir. Dia tidak menduga jika pria yang sangat dicintainya begitu kejam padanya.


"Berhentilah bertindak seolah-olah kau baru pertama kali melakukannya, lagi pula di masa lalu kau sudah sering tidur dengan pria lain." Karena rasa bersalah saat melihat tawa penuh air mata dari Violla membuat Sean melupakan hal yang seharusnya tidak dia katakana."Mungkin saja kau tidak menolaknya karena tubuh mu sudah sangat ingin di sentuh setelah sekian lama tidak disentuh oleh pria."


Ucapan Sean seperti pisau tajam yang menusuk jantung Violla, membuatnya berhenti bernafas sejenak karena tidak menduga jika masa lalunya menjadi boomerang untuknya. Di hina serta di anggap wanita murahan oleh orang yang di cintai, membuat dirinya tidak bisa lama-lama berada di hadapan Sean.


"Ya, guru benar. Aku seharusnya sadar akan diri ku yang sudah Kotor di masa lalu. Seharusnya aku tidak boleh memiliki impian untuk hidup dengan pria yang ku cintai," ucap Violla di sela tangisanya. "Terima kasih karena sudah memberitahu ku, Guru. Sekarang aku sadar bahwa aku hanya seorang wanita menjijikan serta Kotor, sehingga tidak boleh memiliki impian indah. Menikah dengan seorang pria baik dan menerima masa lalu ku. Memiliki keluarga sederhana dengan anak-anak yang lucu yang hidup di dalamnya." Sebuah cerita yang sudah di coba untuk di tutup tiba-tiba terbuka, membuat Violla semakin terpukul.


Sean tercekat saat mendengar kata-kata Violla, dia juga mulai menyesal karena sudah membuka ulang luka yang sudah hamper sembuh karena bantuan Bosnya. Seharunya dia tidak melakukan hal seperti itu, membuat wanita yang sama sekali tidak ingin menjadi hina di masa lalu mengingat kenangan pahit tersebut.


"Tidak. guru tidak perlu merasa bersalah, lagi pula kata-kata guru ada benarnya, aku wanita Kotor. Jadi semua yang terjadi hari ini adalah kesalahan ku. Aku yang sudah tidak bisa menahan hawa nafsu ku karena sudah lama tidak di sentuh oleh pria." Violla tersenyum setelah mengatakan hal itu, wajahnya sudah tidak lagi bisa memberikan ekspresi bahagia karena luka yang terbuka kembali, di tambah luka baru yang baru diberikan Sean semakin membuat hatinya mulai mati rasa akan segala rasa sakit.


Setelah mengatakan hal itu, Violl mulai memakai pakaian dalamnya lalu pergi ke luar kamar untuk menggunakan dres yang tengah tergeletak di ruang tamu. Melihat kepergian Violla tanpa kata-kata membuat Sean menjadi frustasi.


"Terima kasih atas hari ini, Guru. Mulai sekarang sebaiknya kita tidak perlu lagi bertemu agar kak Ana dan keluarga ku tidak tahu apa yang sudah terjadi. Aku juga tidak akan meminta pertanggung jawaban dari guru, semoga di masa depan guru bisa menemukan wanita yang tidak memiliki masa lalu menjijikan sperti ku," ucap Violla sebelum pergi.

__ADS_1


Setelah mengucapkan pesan terakhirnya, Violla langsung pergi meninggalkan apartemen Sean. Beberapa kali dia juga mengusap kasar air matanya dan menahan rasa sakit di tubuhnya akibat perbuatan Sean.


'Terima kasih karena sudah menyadarkan ku Tuhan, seharusnya aku memang tidak menaruh perasaan pada guru. Seharusnya aku sadar akan diri ku yang sudah tidak lagi memiliki masa depan yang cerah akibat kejadian di masa lalu," batin Violla.


Siapa pun akan terluka jika masa lalunya di ungkit kembali, kejadian yang berakhir dengan luka. Luka yang masih belum sepenuhnya sembuh, dan mungkin tidak akan pernah sembuh. Di tambah dengan luka baru yang membuat rasa trauma kembali namun tidak membuat kehilangan akal sehat.


'Kakak, Ibu, kak Ana. Maafkan aku," batin Violla.


Saat Violla tengah berada di perjalanan pulang, Sean yang tengah sendirian di apartemennya termenung. Dia merasa sangat menyesal karena sudah menyakiti Violla, namun dia juga tidak bisa melakukan banyak hal terutama bertanggung jawab karena luka akibat keluarganya masih belum juga sembuh. Hal itu menjadikannya trauma akan keluarga, termasuk membangun keluarga kecil dengan Violla. Dia takut jika dirinya menyakiti Violla dan anak-anaknya jika mereka harus menikah.


Pada akhirnya, hubungan keduanya menjadi tidak lagi harmonis. Salin menjaga jarak serta memperlakukan pertemuan seperti tidak saling mengenal adalah hal yang selalu di lakukan. Tidak ada lagi tawa jahil dan latihan bela diri, tidak ada lagi kehangatan di markas yang menjadi saksi bisu kedekatan mereka.


Semua itu terjadi karena rasa trauma dari masing-masing pihak, pria yang berasal dari keluarga tidak harmonis dan tidak pernah di terima. Membuatnya menjadi seperti ayah yang sangat di bencinya, sedangkan sang wanita yang pernah menjadi wanita penghibur akibat rasa iri dari wanita lain di masa lalu, membuat dirinya menjadi sangat jijik serta Kotor akan dirinya sendiri.


Menjauh mungkin jalan terbaik untuk mereka. Itulah yang ada d fikiran Sean, namun sayangnya Tuhan tidak membuatnya berjalan lancar karena perubahan Violla membuat seluruh keluarga termasuk Alana mulia curiga dan membuat Sean hidup dalam rasa bersalah berkepanjangan.

__ADS_1


__ADS_2