Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

Keesokan harinya, Sean yang percaya dengan cerita Alana sedang duduk di sofa sambal melihat foto-foto pernikahannya dengan Violla. Foto editan dari Alana sebagai penenang di kala Sean sedang sendiri.


"Kau sangat cantik sayang, kakak bahkan kalah cantiknya dengan mu. Aku benar-benar bangga menjadi suami mu." Sean membelai fotonya dan Violla, beberapa kali dia bahkan mengecup foto tersebut. Membuat para pelayan yang sudah tahu tentang kondisi Sean menjadi sedih. Bertahun-tahun hidup, baru pertama kalinya melihat seorang pria gila karena seorang wanita.


Saat Sean sedang memandang foto pernikahan semu itu. Athaya yang berkunjung ke rumah Alana menjadi terkejut ketika melihat kehadiran Sean, namun keterkejutan itu berubah menjadi benci setelah mengingat Sean pelaku utama kehancuran Violla.


"Sedang apa kau disini!!!"


Sean yang sudah melupakan semua orang kecuali Violla, Alana dan Devan terkejut saat mendengar suara Athaya. Dia bahkan mengerutkan kening ketika melihat kemarahan yang sangat jelas terpampang di wajah wanita itu.


"Kau siapa?"


Athaya terkejut saat mendengar pertanyaan Sean, tapi itu hanya sebentar karena wanita itu kembali berbicara dengan suara keras dan membuat semua orang termasuk Alana yang sedang berbicara dengan dokter gangguan jiwa dan psikiater terkejut.


"Berpura-pura tidak mengenal ku! Apakah kau lupa bahwa aku adalah sahabat Violla. Wanita yang sudah kau hancurkan hidupnya, kau bahkan tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilannya. Membuat Carl dan Mika hampir terpisah. Dan sekarang kau bertanya siapa aku? Apakah kau tidak ingat bahwa karena pria bren*sek seperti mu, Violla harus pergi dari Negara ini dan tidak akan pernah kembali."


Mungkin sebagai seorang sahabat, Athaya berhak menghina Sean. Namun untuk saat ini, tindakannya sangat salah. Wanita itu lagi-lagi tidak mencoba mencari tahu kondisi Sean, mengungkapkan kebenaran yang membuat Sean teringat kejadian menyedihkan tersebut.


"Tidak, kakak mengatakan bahwa istri ku pergi untuk berobat dan akan segera pulang. Kau pasti berbohong." Sean menjadi histeris, dia bahkan mulai gelisah. Membuat Athaya terkejut.


"Apakah kau masih pantas disebut seorang sahabat, Athaya?"


Athaya yang mendengar suara Alana menjadi pucat, dia akhirnya sadar bahwa ada yang tidak beres pada Sean dan sekali lagi, dia membuat hubungannya dengan sang kakak ipar semakin merenggang.

__ADS_1


"Kakak, apakah wanita itu benar? Apakah istri ku marah pada ku dan tidak akan kembali lagi." Sean memeluk pinggang Alana, tubuhnya bahkan bergetar ketakutan.


"Tentu saja tidak, istri mu akan pulang dan kau harus tenang, Oke." Setelah mengatkan hal itu, Alana meminta dokter menenangkan Sean dengan suntikan. Namun pergerakan sang dokter terhenti karena Sean langsung melawan membuat Alana harus bergerak sendiri, meminta jarum suntik tersebut. Alana menekan Sean lalu menyuntikkanya hingga pria itu mulai tenang.


Sang dokter dan psikiater tersebut membawa Sean ke kamar. Mereka harus menjauhkannya dari Athaya yang menjadi alasan Sean kambuh.


"Ma-af kak," ucap Athaya pucat.


"Untuk apa kau meminta maaf pada ku, yang terluka akibat perlakukan mu bukan aku. Jadi berhentilah mengucapkan kata terkutuk itu, lagi pula aku sudah tahu seperti apa sifat mu ketika Lukas memanjakan mu."


Kecewa, sudah pasti Alana kecewa dengan Athaya yang berubah menjadi sangat arogan ketika menikah dengan Lukas. Pria itu yang selalu memanjakan istrinya tidak menyadari bahwa sang istri yang memiliki kisah pahit di masa lalu menjadi sangat keterlaluan ketika di manjakan oleh pria yang mencintainya.


"Aku benar-benar bingung dengan satu hal. Mengapa kau dan Mika selalu menggunakan nama persahabatan untuk menekan Violla dan Sean. Katakan pada ku, sebenarnya apa definisi sahabat untuk mu?" Alana benar-benar tidak mengerti dengan system persahabatan Violla, Mika dan Athaya.


Athaya hanya menunduk, dia sama sekali tidak bias mengatakan apa definisi sahabat karena pada dasarnya dia juga tidak tahu seperti apa persahabatan itu sendiri.


Mika yang baru saja tiba dan terhenti di balik pintu terkejut ketika mengetahui bahwa Bosnya telah menyadari kehadirannya. Dengan terpaksa, dia langsung masuk ke dalam rumah menghadapi Alana yang tampak sangat kecewa padanya.


"Definisi sahabat yang sebenarnya adalah menerima semua sifat baik dan buruk sahabat. Memeluknya ketika dia dalam masalah, membantunya keluar dalam masalah dengan mendengarkan ceritanya, memberikan saran padanya dan menghapus air matanya, Bos."


Alana tersenyum saat mendenganya, "Lalu, katakan pada ku. Apakah kalian sudah melakukan hal-hal sederhana itu ketika tahu bahwa salah satu sahabat kalian sedang dalam masalah?"


Pada akhirnya, Mika dan Athaya sadar bahwa mereka memang tidak pantas menjadi sahabat untuk Violla, tidak hanya menghinanya. Mereka bahkan tidak memberikan pelukan atau bahkan menghapus air mata Violla ketika mengetahui bahwa wanita itu sedang dalam masalah.

__ADS_1


"Sepertinya tidak. Salah satu dari kalian bertindak seperti pahlawan kesiangan. Memberikan calon suaminya pada sahabatnya dan pada akhirnya sang sahabat di hina oleh sahabat yang lainnya. Betapa memalukan, kalian memang benar-benar tidak pantas di sebut sahabat."


Athaya dan Mika menangis saat mendengar kata-kata pedas Alana. Mereka sangat malu pada Alana dan Violla. Hal sederhana seperti itu bahkan tidak mereka berikan pada Violla, lalu mengapa hingga saat ini mereka masih saja menggunakan kata-kata 'sahabat' untuk menekan Sean.


"Untuk mu Mika, apakah saat kau mendengar Violla di tolak oleh Sean kau sudah memberikan pelukan menenangkan untuknya? Apakah kau bertanya seperti apa perasaanya? Apakah kau sudah menghapus air matanya? Atau apakah kau sudah mendengarkan keluh kesahnya?"


Pertanyaan demi pertanyaan menghujam sanubari Mika, dia sama sekali tidak melakukan apa yang di tanyakan oleh Alana. Saat itu, yang dia tahu memberikan calon suaminya pada Violla agar anaknya memiliki ayah, namun lupa bertanya apakah Violla setuju atau tidak dengan sarannya.


"Dan untuk mu Athaya, apakah kau sudah bertanya pada sahabat kesayang mu ini jika Violla menerima atau menolak perjodohan yang di buat Mika? Apakah kau sudah memeluknya ketika datang ke ruamahnya? Apakah kau mengusap punggungnya ketika dia menangis di pelukan mu? Apakah kau sudah melakukan salah satu yang Mika sebutkan tentang definisi sahabat!!"


Semakin banyak kata-kata yang keluar dari Alana semakin sakit dan malu pula Athaya dan Mika. Mereka sama sekali tidak melakukan apa yang di tanyakan oleh Alana.


"Apakah kalian tahu alasan Violla tidak menolak perjodohan yang di buat Mika? Apakah kalian tahu mengapa dia membiarkan semuanya berjalan sesuai keinginan Mika? Apakah kalian tahu itu!!!" Air mata Alana akhinya membasahi pipinya. Dia sudah tidak bisa menahan perasaan kecewanya pada kedua wanita yang sedang berdiri di hadapannya.


Devan yang kebetulan baru saja masuk rumah langsung menghampiri dan memberikan pelukan pada istrinya. Hatinya sakit saat melihat sang istri yang selalu dia manjakan dan jaga dengan baik menangis karena kecewa pada Athaya dan Mika.


"Katakan pada ku sayang, apakah menurut mu seorang sahabat harus menghina sahabatnya hanya karena dia tidak tahu jalan ceritanya dan tidak berusaha mencari tahu terlebih dulu permasalahannya? Atau apakah menurut mu seorang sahabat harus memberikan calon suaminya pada sahabat yang sedang dalam masalah tanpa bertanya pendapat sahabat dan calon suaminya? Apakah definisi persahabatan sudah berubah." Alana menangis sesenggunkan di pelukan Devan.


 


 


 

__ADS_1


----------------------------------------------


MAAF YA, DI BAB INI. AUTOR CUMAN MENCERITKAN DEFINISI SAHABAT YANG SELALU AUTOR PEGANG TEGUH, JADI KALAU KALIAN MENGANGGAP ITU SALAH ATAU TERLALU BERLEBIHAN MAKA AUTOR MOHON MAAF TAPI BIAR GIMANA PUN DEFINISI UNTUK AUTOR BENAR DAN HARUS DI TERAPKASN UNTUK KITA YANG MEMILIKI SEORANG SAHABAT.


__ADS_2