
“ sudah waktunya kau kembali “ ucap Quenza.
“ tapi aku tidak bisa meninggalkan mu, jiwa mu terluka karna menolong ku “ ucap Alana.
Saat ini, Alana dan Quenza sedang duduk bersama di sebuah ruangan yang serba putih. Sejujurnya alasan Alana tidak segera bangun dari komanya karna dia merasa sedih saat melihat kondisi Quenza.
“ aku baik-baik saja, lagi pula aku akan segera pergi dari tubuh mu “
“ tidak, kau tidak boleh pergi “ ucap Alana.
“ baiklah aku akan berusaha untuk tetap berada di tubuh ini, tapi sekarang kembalilah. Apakah kau tidak merasa kasihan melihat suami dan kelurga baru mu “
Mendengar itu, Alana menjadi diam. Dia juga merasa menyesal karna membiarkan Devan harus sendiran dan kesepian ketika dia jatuh koma.
“ aku akan kembali tapi kau harus berjanji untuk tidak meninggalkan ku “ ucap Alana.
“ oke, aku akan tetap di sini “
Setelah mengatakan itu, Alana langsung memeluk jiwa Quenza yang sedang terluka. kejadian itu membuat mereka akhirnya bisa bertemu dan berbicara seperti saudara kembar.
“ ingat untuk tidak mencari musuh lagi, oke “ ucap Quenza.
“ baiklah “
Setelah itu, perlahan-lahan jiwa Alana menghilang seperti asap putih. Ketika semua jiwanya telah menghilang, Alana akhirnya kembali ke dunia nyata dan membuka matanya.
Saat membuka matanya, dia tidak sengaja mendengar teriakan Olivia yang sedang di siksa oleh suaminya. Dia sengaja tidak berbicara karna ingin memastikan bahwa ini bukan mimpi, Alana bahkan melepaskan selang infus yang ada di tangannya dan menunggu ruangan sepi.
Saat ini wanita itu dapat melihat wajah marah suaminya yang tidak jauh dari ranjang tidurnya. Alana yakin jika suaminya tidak menyadari bahwa dia sudah sadar.
Setelah kepergian Olivia, Alana dapat melihat bahwa Devan bergegas menuju ranjangnya dan betapa terkejutnya sang suami ketika mata mereka tidak sengaja saling bertemu.
“ k..au “ ucap Devan gugup.
Alana tersenyum saat melihat wajah gugup sang suaminya, sejujurnya dia sangat merindukan suaminya yang selalu mengajaknya berbicara.
“ peluk “ ucap Alana lambut sambil membuka kedua lengannya.
Devan mendengar ucapan sang istri langsung bergegas untuk memeluknya. Pria itu bahkan menangis bahagia saat dia bisa mendengar suara wanita yang sangat dia rindukan.
Setelah bepelukan beberapa menit, Devan yang masih belum percaya bahwa ini nyata memutuskan untuk melepaskan pelukannya dan mentap wajah sang istri. Pria itu bahkan tidak berani menutup matanya lama-lama karna takut Alana akan menghilang ketika dia membuka matanya.
Alana hanya bisa tersenyum ketika melihat wajah suaminya yang masih belum percaya dengan kesembuhannya.
“ jangan menangis “ ucap Alana sambil menghapus air mata sang suami.
Devan yang dapat merasakan telapak tangan lembut istrinya di wajah langsung memegang lengannya.
“ kau nyata “
“ tentu, apakah aku perlu memukul agar suami ku percaya bahwa ini nyata “
__ADS_1
“ tidak perlu, aku percaya ini nyata. Aku hanya terkejut ketika melihat mu membuka mata dan meminta untuk ku peluk “
“ aku merindukan mu “ ucap Alana lembut.
Mendengar itu, Devan sekali lagi memeluk sang istri. Dia sangat bahagia karna wanita yang sangat dia rindukan akhirnya bangun.
“ aku juga sangat sangat merindukan mu sayang “
“ terima kasih karna sudah menunggu dan merawat ku “
“ aku mencintai mu “ ucap Devan.
“ aku juga mencintai mu sayang “ ucap Alana.
Ketika Devan mendengar perkataan Alana, dia menjadi terkejut. Dia juga tidak percaya bahwa ketika istrinya bangun, dia akan mendengar kata-kata yang telah lama dia ingin dengar.
“ apakah kau sedang berbohong “
“ tidak, aku benar-benar mencintai mu dan mari kita umumkan pernikahan kita ke publik “
“ apakah kau yakin”
“ iya, aku sangat yakin. Aku juga ingin minta maaf karna tidak langsung bangun karna aku harus menemani jiwa Quenza yang terluka saat membantu ku “
Devan terkejut ketika mendengar perkataan sang istri, dia tidak menduga bahwa akan ada saat dimana jiwa dari sisi lain sang istri bisa terluka.
“ apakah dia baik-baik saja “
Setelah itu, Devan mencabut semua alat yang menempel di tubuh sang istri. Ketika semuanya telah di cabut, Devan mengangkat tubuh Alana dan memindahkannya di kasur yang lebih besar agar dia bisa memeluknya malam ini. Dia juga membutuhkan tidur karna selama satu bulan ini di hanya tidur selama 3 atau 4 jam setiap malamnya.
Tubuh Alana juga sudah baik-baik saja akibat pengobatan akupuntur dan juga herbal dari teman ayah Devan, hanya kakinya yang masih dalam proses penyembuhan. Sesampainya di ranjang, Devan membaringkan sang istri di ranjang dengan lembut lalu membaringkan tubuhnya di samping Alana.
“ aku sangat merindukan momen seperti ini “ ucap Devan sambil memeluk tubuh sang istri dengan lembut.
“ mulai sekarang kita akan selalu melakukan hal-hal seperti ini di setiap malam “ janji Alana.
“ berjanjilah untuk tidak akan meninggalkan ku lagi, aku tidak ingin mengalami kejadian mengerikan itu lagi. Aku sangat ketakutan saat merasakan tubuh mu mulai dingin di pelukan ku “
“ iya aku berjanji “
“ terima kasih istri ku “ ucap Devan.
Setelah itu, mereka saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan satu sama lain. Devan juga mengusap puncak kepala Alana dengan lembut.
“ apa yang terjadi dengan Olivia setelah malam ini “ tanya Alana.
“ kau mendengar semuanya " tanya Devan.
" tidak, aku hanya mendengar suara teriakannya ketika kesayangan ku mematahkan lengannya "
" maaf karna sudah membuat mu terkejut dan membuat mu melihat hal yang mengerikan seperti itu "
__ADS_1
" tidak apa-apa, lagi pula karna teriakannya aku bisa membuka mata ku. Jadi hukuman apa yang kesayangan ku berikan padanya "
" aku memberikannya kepada tuan Ji untuk di jadikan budak seumur hidupnya, lagi pula aku dapat melihat bahwa tuan Ji sangat bernafsu saat melihat wanita itu “
Ketika Alana mendengar itu, dia menjadi sedikit kasihan pada Olivia. Dia tahu bahwa tuan Ji sangat kejam, pria itu juga terkenal dengan sebutan hiperseksual.
“ semoga dia bisa merasakan akibat dari keserakahannya, lalu bagaimana dengan Monly “ tanya Alana.
“ aku juga sudah memberikan wanita itu dan sepupu ku pelajaran berharga, setelah ini mereka tidak akan mengganggu kita lagi “
“ sepertinya mereka sengaja datang untuk membalaskan dendam masa lalu kepada suami “
“ iya, mereka masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah memasukan ayah mereka ke penjara “
“ apakah ayah mereka adalah pria yang mencoba membunuh suami ku 5 tahun yang lalu “
“ iya, apakah kau tidak mengantuk “ ucap Devan mengalihkan.
“ tidak, tubuh ku bahkan sangat lelah karna tidak pernah di gerakan “
“ besok aku akan membawa mu berkeliling “
Mendengar itu, Alana tersenyum. Dia merasa bahwa saat ini suaminya menjadi semakin perhatian padanya.
“ baiklah, sekarang suami ku harus tidur “
“ aku tidak mengantuk "
“ jangan menyakiti diri sendiri, aku juga melihat bahwa kantong mata suami ku sudah menghitam. Sepertinya kesayangan ku tidak tidur dengan baik selama aku tertidur “
“ aku selalu takut setiap kali ingin memejamkan mata. Ketika aku menutupnya maka aku akan langsung mengingat kejadian dimana tubuh mu mendingin saat berada di pelukan ku “
“ aku tidak akan pergi lagi, jadi sekarang tidurlah. Aku akan menjaga mu “
Mendengar itu, Devan tersenyum. Dia merasa geli saat mendengar perkataan sang istri yang ingin menjaganya.
“ kita akan tidur sama-sama, tubuh mu saat ini masih lemah dan butuh banyak istirahat “
“ baiklah “
Alana memutuskan untuk mengikuti perkataan Devan agar pria itu mau tidur malam ini. Bagaimana pun dia merasa bersalah saat melihat mata sayu dan kondisi sang suami yang mulai tidak sehat.
“ selamat malam suami ku "
“ selamat malam sayang “
Setelah mengucapkan itu, Devan menutup matanya dan tertidur. Ketika Alana melihat bahwa sang suami telah tertidur, dia mengulurkan lengannya untuk membelai wajah pucat sang suami.
“ aku akan menebus semua yang telah terjadi selama satu bulan ini, mulai sekarang aku akan selalu ada di samping mu, suami ku “ ucap Alana pelan.
Sejujurnya saat Alana jatuh koma, dia dapat mendengarkan semua suara yang ada di sekitarnya. Dia juga selalu mendengar Devan yang bercerita tentang banyak hal.
__ADS_1
“ aku mencintai mu sayang, selamanya akan mencintai mu “ janji Alana.