Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Bayi Kembar


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, kehamilan Alana telah memasuki 9 bulan. Devan yang sudah tahu bahwa sang istri bisa melahirkan kapan saja memutuskan untuk tidak pergi ke kantor, dia berniat untuk menemani istrinya setiap hari di rumah.


Kaki Alana juga sudah membengkak, dia bahkan kesulitan saat berjalan dan Devan dengan setia membantunya berjalan di taman sesuai perkataan dokter.


“ sayang, perut ku sakit “ ucap Alana tiba-tiba.


Devan yang sedang konsentrasi melihat laptop langsung menatap sang istri, dia tahu arti dari ucapan Alana mengenai perutnya yang sakit.


“ kita pergi ke rumah sakit sekarang “ ucap Devan.


Setelah mengatakan hal itu, Devan menempatkan Alana di kursi roda untuk di bawa ke mobil. Bukan Devan tidak mempu menggendong sang istri, dia hanya tidak ingin istrinya tidak nyaman dan dia melakukan kesalahan karna panik.


Saat di bawah, Rafael yang baru saja tiba di depan rumah ikut terkejut. Dia menghampiri Alana dan Devan.


“ apakah dia akan melahirkan “ tanya Rafael.


“ belum, tapi akan lebih baik jika kita membawanya ke rumah sakit sekarang agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Apakah bisakah kau menyetir “


“ tentu, ayo masukan dia. Kita akan pergi ke rumah sakit “


“ baik “


Mereka juga sudah menyiapkan ruangan khusus persalinan yang mewah untuk Alana di rumah sakit terbesar di Negara A.


Saat di perjalanan, Devan yang sedang memangku kepala sang istri mencoba untuk menenangkan Alana yang sedang terbaring.


“ apakah sakitnya sudah tidak bisa lagi kau tahan sayang “ tanya Devan.


“ aku masih bisa, lagi pula ini sepertinya belum saatnya. Dokter mengatakan ada beberapa tahap hingga bayinya akan keluar “


“ apakah baru hari ini kau merasakannya “


“ tidak, ini sepertinya yang ketiga kalinya tapi itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Aku masih bisa bertahan, jadi sekarang tenanglah. Wajah khawatir mu membuat ku cemas sayang “


“ baiklah “


Rafael yang duduk di depan kemudi, memfokuskan dirinya untuk menyetir dengan baik dan cepat agar mereka bisa sampai ke rumah sakit dengan aman. Sejujurnya dia juga khawatir saat melihat Alana yang kesakitan.


Setelah berkendara selama setengah jam, mereka akhirnya tiba. Devan juga telah menghubungi pihak rumah sakit untuk menyiapkan semua keperluan sang istri saat persalinan nanti.


Ketika tiba di ruangan, sang dokter yang akan membantu persalinan Alana masuk dan memeriksa kondisi Alana.


“ apakah sudah waktunya “ tanya Devan.

__ADS_1


“ belum tuan, ini masih memasuki pembukaan ke 3 tapi ini juga tidak bisa di anggap sepele. Untungnya anda cepat membawa Nyonya ke rumah sakit “ ucap sang dokter.


“ apakah masih lama prosesnya “


“ kita harus menunggu hingga memasuki pembukaan ke 10 tuan. Saya akan mengawasi dari ruang sebelah, jika rasa sakit dan mual yang semakin kuat anda harus mengabari saya “


“ baiklah “


Setelah itu, Devan duduk di kursi yang ada di samping ranjang untuk menemani sang istri. Sedangkan Rafael kembali untuk mengambil pakaian bayi yang telah disiapkan oleh Devan dan Alana.


Waktu berjalan dengan cepat. Saat sudah malam, keluarga Stanly dan Wesly juga sudah berkumpul di rumah sakit untuk menunggu waktu bersalin Alana.


Saat pembukaan sudah memasuki tahap ke 10. Sang dokter sudah memasuki ruangan bersama beberapa perawat dan juga Devan yang bertugas untuk menemani Alana.


Ketika proses persalinan, Devan yang sedang menggenggam tangan sang istri saat berusaha sekuat tenang untuk melahirkan secara normal tiba-tiba meneteskan air mata. Dia akhirnya tahu bagaimana sakitnya seorang wanita ketika berusaha untuk melahirkan anaknya.


“ aku mencintai mu sayang, jangan menyerah kau pasti bisa. Kau adalah istri kecil ku yang hebat “ bisik Devan.


Alana yang sedang berusaha untuk melahirkan bayi pertamanya menjadi sedikit tenang saat mendengar bisikan suaminya. Dia merasa beruntung karna suaminya bersedia menemaninya.


Setelah perjuangan yang cukup panjang, akhirnya bayi pertama lahir. Bayi itu langsung menangis ketika merasakan dunia luar.


“ selamat, bayi pertama anda berjenis kelamin laki-laki tuan Devan “ ucap sang dokter.


Setelah mengatakan hal itu, sang dokter memberikan bayi laki-laki itu ke seorang perawat untuk di bersihkan.


Saat semuanya sedang sibuk dengan bayi pertama, Alana yang sedang mengumpulkan kekuatannya untuk bayi ke dua mereka tiba-tiba merasakan sakit kembali.


“ sepertinya yang kedua juga akan segera keluar “ ucap sang dokter.


Setelah mengatakan hal itu, proses yang tadinya di alami oleh Alana kembali terjadi. Devan juga mulai mengelus puncak pelan sang istri dan mengucapkan kata-kata cinta untuknya.


“ kau bisa sayang, ingat bayi-bayi kita membutuhkan mu dan aku juga membutuhkan mu untuk menemani ku mengurus anak-anak kita di masa depan “


Setelah proses yang sedikit panjang, akhirnya bayi kedua lahir dan betapa terkejutnya Devan saat melihat bayi itu tidak mengeluarkan tangisan.


“ apakah dia baik-baik saja dokter “ tanya Devan.


Sang dokter yang juga terkejut melihat kondisi bayi kedua Devan langsung memeriksanya. Setelah melihat bahwa bayi itu baik-baik saja, dia meminta Devan menggendongnya untuk memastikan semuanya.


“ coba beri pelukan padanya tuan, mungkin dia akan bersuara jika berada di pelukan anda “


“ baiklah “

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Devan membuka kancing bajunya agar tidak melukai kulit bayi kecilnya dan memeluknya dengan pelan. Ketika sang bayi merasakan sentuhan sang ayah, dia tiba-tiba saja mengeluarkan suara tangisan untuk pertama kalinya.


Devan yang melihat itu merasa takjub, dia tidak menduga bahwa bayi keduanya akan menangis ketika berada di pelukannya.


“ sepertinya dia akan menjadi putri yang sangat manja kepada papanya “ ucap Alana.


Semua orang yang ada di ruangan tersenyum saat mendengar ucapan Alana, Devan juga setuju dengan perkataan Alana, dia sudah melihat bahwa putrinya akan manja kepadanya.


“ karna sekarang sudah selesai, maka perawat akan membantu nyonya untuk membersikan diri dan bayi kedua anda akan di bawa ke ruangan khusus bayi “


“ baiklah “


Setelah itu Devan keluar dari ruangan, Dia juga sudah mengancingkan kembali bajunya. Ketika semua orang melihat kehadiran Devan, mereka langsung bertanya tentang kondisi Alana dan kedua bayinya.


“ mereka baik-baik saja, bayi pertama berjenis kelamin laki-laki dan bayi kedua berjenis kelamin perempuan “ ucap Devan bahagia.


Saat semua orang mendengar perkataan Devan, mereka tersenyum bahagia. pada akhirnya kedua keluarga itu mendapatkan anggota keluarga yang baru.


“ lalu bagaimana dengan namanya, apakah kalian sudah memikirkannya “ ucap Eillen.


“ sudah bu, untuk bayi laki-laki kami akan memberikannya nama Alexander Demian Wesly dan untuk bayi perempuan, aku serta Rafael memutuskan untuk memberikannya nama Claretta Jasmine Rafaela Wesly bu. Namanya sengaja ku selipkan di sana karna aku ingin suatu hari nanti putri ku tahu bahwa dia memiliki dua orang ayah “


Setelah mendengar nama yang di ucapkan Devan, mereka semua tidak merasa keberatan. Namun mereka juga ingin memastikan apakah Alana bersedia menerima nama anak perempuan yang telah di siapkan oleh Devan dan Rafael.


“ apakah Alana setuju dengan nama anak perempuan kalian “ tanya Myra.


“ dia setuju bu, meskipun nama Rafaela masih ku sembunyikan darinya karna saat ini aku tidak ingin dia tertekan dan merasa bahwa kami jahat “ ucap Devan.


“ iya nyonya, anda tenang saja. Meskipun saya berencana menjadi ayah baptis untuk Jasmine tapi saya tidak akan pernah membawanya menjauh dari Alana dan saudara kembarnya “ ucap Rafael.


“ apakah benar “ ucap Devan.


“ iya, aku sudah memindahkan barang-barang ku ke rumah baru yang berada di samping kediaman kalian. Jadi jika aku rindu dengan Jasmine aku bisa dengan mudah bertemu dengannya “


Saat Devan mendengar perkataan Rafael, dia terkejut dan tidak menduga bahwa pria itu rela berkorban demi bayi yang sudah resmi menjadi anak angkatnya sebelum dia lahir.


“ kau sepertinya sudah yakin bahwa bayi kedua itu adalah seorang wanita “ ucap Devan.


“ tentu, bagaimana pun tebakan Rafael tidak pernah salah “ ucap Rafael bangga.


Devan hanya tersenyum saat mendengar perkataan Rafael. Pada akhirnya isi perjanjian itu berisi tentang permintaan Rafael untuk menjadi ayah baptis anak perempuan dari Devan dan Alana.


Alasannya meminta anak perempuan karna dia merasa bahwa anak perempuan sangat menyenangkan untuk di manjakan tidak seperti anak laki-laki yang akan menjadi teman berdebat serta tidak mudah untuk di manjakan.

__ADS_1


Maaf ya cuman satu bab karna autor lagi kehilangan inspirasi besok di lanjut lagi seperti biasa


__ADS_2