
Lima bulan setelah pernikahan Alvin dan Sandra, kehidupan Alana beserta yang lainnya kembali tenang. Tidak ada lagi gangguan, Devan juga semakin posesif terhadap istrinya. Sedangkan Rafael, pria itu semakin dekat dan meminta Jasmine belajar memanggilnya ayah tampa sepengetahuan Alana.
“ ayah, ayo bermain lagi “ ucap Jasmine.
“ ayah lelah, ajak kakak Al untuk bermain sebentar sayang “ ucap Rafael.
Saat ini, ketiga orang itu sedang bermain di halaman belakang tampa kehadiran Alana atau pun Devan.
“ ayah lemah “ ucap Jasmine.
Rafael yang mendengar perkataan putrinya menjadi sedih, dia tidak lemah. Putrinyalah yang terlalu bersemangat untuk bermain kejar-kejaran.
“ kakak Al, ayo kita bermain “ ucap Jasmine pada Alexander.
“ kakak sedang membaca, mengapa tidak membawa Beily untuk bermain “ ucap Al.
Baily merupakan anak dari Pompom. Nama itu diberikan oleh Jasmine karna dia melihat bahwa Baily merupakan peliharaan yang penurut dan mudah di latih.
“ kalian menjengkelkan “ ucap Jasmine ksal.
Saat Rafael melihat wajah kesal putrinya, dia menjadi tidak tenang dan langsung menghampirinya untuk mengajaknya berkunjung ke kediamannya.
“ bagaimana jika kita pergi ke rumah ayah “ ucap Rafael.
“ apa yang akan kita lakukan disana “ tanya Jasmine.
“ ayah bisa membuat cemilan manis untuk mu “ ucap Rafael.
Ketika Jasmine mendengar hal itu, wajah kesalnya berubah menjadi bahagia. Dia bahkan mengajak ayahnya untuk membawa dirinya ke rumah sang ayah angkat.
“ ayo ayah “ ucap Jasmine sambil menarik lengan Rafael.
“ baik, apakah kau ingin ikut “ tanya Rafael pada Al.
“ tidak “ ucap Al tampa melihat.
Rafael yang melihat itu langsung mengajak Jasmine pergi, dia juga tidak terlalu memperdulikan sifat acuh Alaxender.
Saat kedua orang itu pergi, Alexander yang tinggal sendiri memutuskan masuk ke rumah untuk duduk bersama sang mama.
“ mama “ ucap Al.
“ ada apa sayang “ tanya Alana sambil mengelus kepala putranya.
“ Al bosan ma, adik Jasmine dibawa pergi oleh paman Rafael “
Meskipun Jasmine memanggil Rafael dengan sebutan ayah, Alexander tidak memiliki niat untuk memanggilnya dengan sebutan itu walau Rafael memintanya.
“ mengapa Al tidak ikut “
“ tidak, mereka sangat berisik “
Alana yang mendengar hal itu langsung tersenyum, dia tahu sifat putranya sangat mirip dengan suaminya. Mereka sama-sama tidak suka keributan.
“ baiklah, sekarang apa yang ingin Al lakukan dengan mama “
“ tidak ada, Al hanya ingin duduk bersama mama “
Setelah mendengar hal itu, Alana tersenyum dan melanjutkan pekerjaanya. Saat ini dia sedang merancang produk terbaru perusahaanya, meskipun dia sudah jarang pergi ke perusahaan, dia tetap bekerja dari rumah.
“ mama sedang apa “ tanya Alexander.
“ mama sedang menyelesaikan produk terbaru perusahaan sayang “
“ mengapa mama melakukannya, bukankah uang papa sudah banyak “ tanya Alexander polos.
“ mama mempunyai tanggung jawab di perusahaan yang sudah mama bangun sendiri, ini juga bukan tentang uang sayang tapi tentang tanggung jawab “ ucap Alana.
__ADS_1
“ tanggung jawab “ ucap Alexander dengan heran.
“ setiap pemimpin harus memenuhi tanggung jawabnya sayang, mama merupakan pendiri sekaligus pemimpin perusahaan QA jadi mama harus bertanggung jawab “ ucap Alana.
“ apakah setelah dewasa Al juga akan seperti itu ma “
“ tentu sayang, Al akan menggantikan papa sebagai pemimpim di perusahaan “
“ jika seperti itu Al harus lebih rajin belajar ma “ ucap Alexander antusias.
“ iya sayang, tapi jangan terlalu dipaksakan. Al masih kecil dan Al harus bermain seperti anak-anak lainnya “
“ baik ma “
Alana tersenyum mendengar perkataan putranya, dia dan Devan tahu bahwa putranya sudah bisa membaca dengan lancar dan mulai bersifat dewasa. Awalnya mereka takut dengan kondisi putranya karna bagaimana pun mereka tidak ingin Alexander meninggalkan masa kanak-kanaknya.
Saat mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba saja seorang pelayan mengetuk pintuk dan memberikan selembar kertas yang di dapat dari kamar mereka.
“ maaf nyonya, saat saya membersihkan kamar tiba-tiba ada selembar kertas yang terjatuh di lantai “ ucap sang pelayan sambil memberikan kepada Alana.
“ terima kasih bi “
“ sama-sama nyonya “
Setelah itu, sang pelayan pergi meninggalkan Alana. Ketika Alana melihat kertas itu, dia menjadi penasaran dan langsung membacanya.
“ ini “ ucap Alana tidak percaya.
Di kertas itu tertulis perjanjian antara Rafael dan Devan tentang adopsi Jasmine. Alana yang melihat perjanjian itu menjadi tidak percaya.
“ tidak heran mengapa paman Rafael sangat ingin adik memanggilnya ayah “ ucap Alexander yang juga membaca surat perjanjian itu.
Ketika Alana mendengar ucapan putranya, sekali lagi dia tertegung. Dia tidak menduga bahwa kedua pria itu melakukan sebuah perjanjian tampa memberitahunya.
“ sepertinya paman dan papa mu harus diberi pelajaran “ ucap Alana.
Setelah mengatakan hal itu, Alana membawa putranya berkunjung ke kediaman Rafael. Ketika mereka sampai di rumah pria itu. Alana langsung terpana dengan pemandangan putrinya yang sedang membantu Rafael memasak di dapur.
“ sayang, tolong bawa adik mu pergi sebentar. Mama ingin berbicara dengan paman Rafael “ ucap Alana pada sang putra.
“ baik ma “
Alexander mengajak adiknya pergi ke kebun belakang rumah Rafael untuk bermain, disana juga ada ayunan dan kebun bunga yang sengaja disiapkan oleh Rafael untuk putri angkatnya.
“ kita harus berbicara “ ucap Alana penuh penekanan.
Rafael yang memiliki firasat buruk menjadi takut. Dia tidak tahu apa yang terjadi tapi dia yakin bahwa Alana sedang marah padanya.
“ apa yang ingin kau bicarakan “ tanya Rafael.
Saat ini mereka berdua sedang duduk di runag kerja Rafael yang ada di lantai dua. Rafeal sengaja membawanya ke sana agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh orang lain.
“ apakah kalian melakukan perjanjian dengan Devan “ tanya Alana.
“ a..apa yang kau maksud “ ucap Rafael gugup.
“ jangan berpura-pura, katakan pada ku apa alasan mu melakukan perjanjian itu. Mengapa kau meminta putri ku untuk di adopsi “
Ketika Rafael mendengar perkataan Alana, dia akhirnya tahu bahwa Alana telah menemukan kebenaran mengenai perjanjian mereka tentang mengadopsi Jasmine.
“ apakah kau akan memberikan ijin kepada ku untuk mengadopsi Jasmine jika aku memberitahu mu tentang alasan ku “ ucap Rafael sedih.
“ tergantung, jika penjelasan mu memuaskan maka aku akan memikirkannya “
Ketika Rafael mendengar perkataan Alana, dia tersenyum. Dia merasa bahwa saat ini sedang berbicara dengan rekan bisnisnya.
“ kau tahu, alasan ku meminta Devan untuk melakukan hal itu karna aku ingin memiliki seorang putri “ ucap Rafael.
__ADS_1
“ tapi mengapa harus putri ku “
“ itu karna aku mencintai mu, aku ingin memiliki putri dari mu. Tapi karna kau sudah menikah dan sangat mencintai Devan aku memutuskan untuk mundur, aku ingin kau bahagia jadi ku pikir kehadiran ku tidaklah berguna untuk mu “
Saat Alana mendengar perkataan Rafael, dia terkejut. Dia juga merasa kasihan dengan Rafael, bagaimana pun dia tahu seperti apa rasanya jatuh cinta dan ditinggalkan.
“ selain itu, aku juga tidak bisa memiliki keturunan lagi. Kau tahu bagaimana hidup ku saat di Negara S, mereka tidak suka jika aku menjadi penerus. Jadi mereka melakukan segala cara untuk menyingkirkan ku, mereka meracuni ku dan membuat ku kehilangan satu-satunya kemampuan untuk mengahasilkan keturunan “
Setelah mendengar perkataan Rafael, Alana tiba-tiba tersentak. Dia tidak menduga bahwa pria yang terkenal dengan sifat santai serta terlihat tampa beban memiliki kisah seperti itu.
“ mengapa mereka sekejam itu “ ucap Alana tidak percaya.
“ itu hanya sedikit dari kisah ku. Sejak kecil, mereka sudah melakukan banyak cara untuk menyingkirkan ku. Sejujurnya aku sudah lelah dengan hidup dalam persaingan seperti itu, mereka terlalu serakah dan egosi “
“ apakah itu alasan mu pergi ke Negara ini “
“ iya, aku sudah memutuskan untuk hidup damai dan menjaga putri ku “ goda Rafael.
“ siapa putri mu “ tanya Alana kesal.
“ Claretta Jasmine Rafaela Wesly “ ucap Rafael bahagia.
“ aku masih belum mengijinkan mu menjadi ayah putri ku “
Sejujurnya Alana sudah menerima bahwa Rafael akan menjadi ayah putrinya, dia tahu bahwa pria itu sangat menderita. Dia juga tahu bahwa Rafael hanya ingin menjadikan putrinya sebagai salah satu keluarganya dan rela pindah ke daerah mereka.
“ aku tahu kau sudah mengijinkannya “ goda Rafael.
“ baiklah, tapi kau harus berjanji untuk menjaga putri ku dengan baik, jika sampai aku tahu bahwa kau mengecewakannya atau bahkan menyakitinya maka aku akan membawanya pergi dari mu “
“ tentu, aku tidak akan membuatnya terluka sedikit pun. Jadi sekarang percayalah pada ku “
“ baik “
Setelah berbicara tentang masa depan yang dirancang Rafael untuk putrinya. Alana menghampiri kedua anaknya.
“ sayang ayo pulang “ ajak Alana.
“ baik ma “ ucap keduanya.
Ketika Rafael melihat bahwa Alana akan membawa Jasmine, dia bergegas mendekati Alana untuk meminta ijin pada wanita itu agar Jasmine menginap di rumahnya.
“ bisakah Jasmine tinggal disini malam ini. Aku ingin melakukan peran ayah padanya “ ucap Rafael penuh harap.
Ketika Alana mendengar perkataan Rafael, dia memutuskan untuk bertanya pada putrinya. Alana juga tidak ingin bertindak egois, jika memang Rafael benar-benar ingin melakukan peran ayah dan putrinya bersedia maka dia tidak akan melarang mereka.
“ apakah Jasmine mau menginap di rumah ayah Rafael “ tanya Alana.
“ apakah boleh ma “ ucap Jasmine antusias.
“ tentu sayang, jadi apakah Jasmine mau menginap “ tanya Alana sekali lagi.
“ Jasmine mau ma, Jasmine ingin memeluk ayah saat tidur “
“ baiklah, malam ini Jasmine tinggal disini. Nanti mama akan mengirim pakaian untuk putri mama “
“ tidak perlu, aku sudah menyiapkan semua keperluan Jasmine di sini “ ucap Rafael tiba-tiba.
“ sepertinya kau sudah menyiapkan semuanya “ ucap Alana.
“ tentu “
Setelah mengucapkan beberapa hal pada putrinya, Alana membawa Alexander untuk pulang kerumah mereka. Meskipun hatinya tidak bisa meninggalkan putrinya, tapi dia juga tidak bisa menarik kata-katanya.
“ apakah Al keberatan jika mama mengijinkan adik Jasmine tinggal bersama paman Rafael “ tanya Alana.
“ tidak ma, Al tahu bahwa paman Rafael pasti kesepian jadi dia ingin adik Jasmine menemaninya “
__ADS_1
“ terima kasih sayang, Al putra mama yang paling bijaksana “
Sesampainya mereka di rumah, hari telah gelap. Alana meminta putranya untuk mandi dan menunggunya di meja makan. Mereka juga tidak makan malam bersama Devan karna pria itu sedang makan malam bersama dengan rekan bisnisnya.