
Di Apartemen Olivia.
Saat ini, Olivia sangat marah. Dia tidak menyangka bahwa idenya untuk menghancurkan Audry malah berbalik padanya, sekarang reputasinya juga ikut hancur dan dia tidak memiliki wajah di depan masyarakat.
“ tidak !!! ini tidak bisa terjadi, mengapa aku juga harus ikut hancur. Ini pasti rencana Alana, aku harus segera membalaskannya, aku tidak ingin dia menghancurkan semua usaha ku selama ini “
Saat Olivia sedang marah, tiba-tiba saja pintu kamarnya di dobrak oleh Audry. Wanita itu sangat marah dan merasa bahwa semua ini adalah rencana Olivia.
Olivia yang melihat wajah kesal itu langsung sadar bahwa Audry sedang mencurigainya. Melihat kedatangan dan kemarahannya Olivia dengan cepat merubah wajahnya menjadi sendu.
“ siapa pria itu ! “ ucap Audry marah.
“ adik, aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan “ ucap Olivia, dia memasang wajah tidak bersalahnya.
“ jangan mencoba untuk menipu ku, ini semua pasti rencana mu “
“ adik, percayalah aku sudah menelpon skretaris tuan Devan dan dia mengatakan bahwa tuan Devan bersedia datang, namun aku tidak tahu bahwa semuanya akan menjadi seperti ini. Apa mungkin ini rencana Alana “ Olivia tiba-tiba mendapatkan sebuah ide untuk membuat Audry menjadi alatnya.
Setelah mendengar perkataan Olivia, Audry menjadi tersadar. Dia juga ikut curiga pada Alana, mungkin saja Alana yang sudah menggagalkan rencana Devan untuk makan malam dengannya.
“ kau benar, ini pasti pekerjaan Alana “
“ adik, kau harus memberikan pelajaran untuknya. Aku takut sebentar lagi dia akan menyakiti ayah dan ibu “
“ iya kau benar kak, aku harus memberikannya pelajaran. Aku tidak akan membiarkannya hidup dengan baik “
Ketika mendengar perkataan Audry, hati Olivia langsung bahagia. Dia tidak mengira bahwa wanita itu sangat mudah untuk di peralat.
“ iya adik, tapi ingat untuk berhati-hati. Aku tidak ingin sesuatu terjadi pada mu, aku juga meminta maaf karna tidak bisa membantu karna sedang hamil besar. Kau tahu bahwa sebentar lagi aku akan melahirkan “ ucap Olivia sedih.
Audry yang mendengar itu langsung merasa bersalah. Dia sudah menuduh kakak perempuannya sebagai dalang di balik kehancurannya.
“ tidak apa-apa kak, aku juga meminta maaf pada mu karna sudah menuduh mu “
“ tidak apa-apa adik, bagaimana pun kita adalah saudara. Lagi pula jika itu adalah aku, aku pasti akan melakukan hal sama seperti mu “
Mendengar hal itu, Audry tersenyum. Dia berjanji akan selalu menjaga kakaknya selama hidupnya dan akan membalas siapa pun yang ingin menyakitinya.
“ kau adalah kakak terbaik yang aku miliki, sekarang kau harus menjaga diri mu dan kandungan mu oke, biarkan aku yang membalas wanita iblis itu “
“ kau harus berhati-hati adik “
“ iya kak “
Setelah itu, Audry pergi meninggalkan Olivia. Dia tidak tahu bahwa setelah kepergiannya, wanita yang dia sebut kakak tersenyum licik dan menganggapnya bodoh.
“ sangat bodoh dan mudah di peralat “ ucap Olivia sambil tersenyum.
Saat Olivia sedang memikirkan bagaimana cara memperbaiki reputasinya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ketika dia melihat nama si penelpon, tiba-tiba saja hatinya menjadi tidak tenang.
“ halo “
“ halo nona, ini gawat “
“ apa yang terjadi “ tanya Olivia cemas.
“ tuan Edgar menghilang dan semua pereman itu mati dengan sangat mengerikan “
“ apa !!! mengapa ini bisa terjadi “ ucap Olivia cemas.
“ kami juga tidak tahu, saat kami melihat ke tempat itu. Tuan Edgar sudah tidak ada lagi “
“ apakah kalian sudah mencarinya ke bandara atau pelabuhan “
“ sudah nona, tapi kami tidak menemukan apa pun “
Sampai kapan pun mereka tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan Edgar karena Devan sudah menyiapkan segalanya dan menghilangkan jejak Edgar dari Negara M.
Setelah mendengar hal itu, Olivia langsung memutuskan sambungannya. Dia tidak menyangka bahwa semua rencananya yang sudah dia susun matang-matang akan hancur dalam waktu satu hari.
“ ini tidak mungkin, aku sudah menyiapkan semuanya dan ini telah hancur. Aku tidak bisa menerimanya “
Olivia semakin frustasi, dia tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi. Bagaimana pun Julian sedang memiliki banyak pekerjaan jadi dia tidak bisa menganggunya atau perusahaanya akan hancur.
__ADS_1
***
Di Markas.
Saat ini Alana sedang duduk di hadapan wanita itu, sesaat mereka hanya saling memandang. Alana sudah menyelidiki latar belakang wanita itu jadi dia yakin bahwa wanita itu tidak akan menolak permintaanya.
“ perkenalkan nama ku Quenza Alana Stanly Direktur QA “
“ nama ku Kaila Sherly Sifabella “
Setelah mendengar nama itu, Alana terdiam sejenak. Kaila yang melihat itu menjadi canggung, sebenarnya dia juga sangat ingin bekerja sama dengan Alana untuk menghancurkan Olivia.
Setelah 5 detik terdiam, akhirnya Alana angkat bicara dan bertanya langsung padanya.
“ apakah kau tahu mengapa aku membawa mu ke Markas ku “ tanya Alana.
“ aku tahu, sejujurnya aku juga ingin menghancurkan wanita itu “
“ apakah karna kau masih mencintai pria itu “ selidik Alana.
“ dari mana kau mengetahuinya “
“ itu bukan hal yang sulit untuk ku “ ucap Alana.
Setelah mendengar itu, Kaila terdiam. Sejujurnya masih ada cinta untuk pria itu di hatinya, namun setelah dia memikirkannya, dia tiba-tiba saja teringat bagaimana wanita dan pria itu menghancurkan keluarganya. Hatinya tiba-tiba mati rasa.
“ aku mungkin masih mencintainya, tapi semuanya sudah tidak penting lagi sekarang “
“ apakah kau yakin “
“ iya “
Alana menatap Kaila sejenak, dia dapat melihat bahwa wanita itu berkata jujur dan ada begitu banyak rasa benci di matanya.
“ apakah kau bersedia bekerja sama dengan ku “
“ tentu, aku sudah tidak bisa lagi menahan kebencian ku ketika melihat kebahagiaan mereka berdua “
“ baik, tapi sebelum itu. Aku ingin meminta sesuatu pada mu “
“ apa itu “
“ tolong bantu aku untuk mengambil kembali perusahaan dan rumah ku “
“ apakah kau yakin hanya itu saja, mengapa kau tidak meminta ku untuk membawa mu pergi dari negara ini “
“ tidak, aku ingin menyiksa pria itu melalui bayi ku. aku juga berniat untuk membalaskan dendam ku kepada keluarga yang tidak berterima kasih itu “
Mendengar hal itu, Alana tersenyum. Dia tahu bagaimana kebencian kaila terhadap kedua orang itu dan keluarganya.
“ baik, yang terpenting besok kau harus melakukan semuanya dengan benar. Aku akan membayar seorang dokter untuk membantu mu “
“ aku akan melakukan yang terbaik besok, aku berjanji “
“ sepakat, sekarang kau bisa istirahat. Karna besok kita akan memulai permainan kita “
“ baiklah “
Setelah itu, Kaila langsung beranjak pergi menuju kamarnya. Alana sudah meminta Sean untuk menyediakan semua keperluannya dan membuat kamar yang nyaman untuknya.
Saat Alana sedang memikirkan rencana besok. Tiba-tiba saja Devan datang dengan wajah kesal, Alana yang melihat itu langsung bertanya-tanya.
“ ada apa dengan mu “ tanya Alana.
“ mengapa kau tidak menelpon ku, aku sangat khawatir karna kau masih belum menghubungi ku hingga larut malam “ ucap Devan dengan kesal.
Ketika mendengar hal itu, Alana tersadar. Dia lupa memberi tahu pria itu karna dia merasa bahwa dia masih sendiri dan belum menikah serta berteman dengan Devan.
“ aku baru saja akan menelpon mu, lagi pula kami baru selesai bernegoisasi “
“ benarkah “ selidik Devan.
“ iya “
__ADS_1
Devan yang melihat wajah serius Alana menjadi percaya, wajahnya juga sudah tidak cemeberut lagi. Alana yang melihat perubahan itu hanya tersenyum kecil, dia tidak menyangka bahwa pria seperti Devan akan bertindak seperti seorang anak kecil.
“ ayo kita pulang “ ajak Devan.
“ baiklah “
Setelah itu, keduanya langsung keluar dari markas dan menuju apartemen. Sekarang sudah menunjukan pukul 10 malam, jalanan sudah menjadi sepi. Sesampainya di Apartemen, Devan langsung bertanya apakah Alana ingin makan malam atau tidak.
“ apakah kau ingin makan malam “
“ iya, aku belum makan sejak sore tadi “
“ baiklah, kau harus mandi. Aku akan segera memanaskan makan malamnya “
“ iya “
Setelah itu, Alana langsung masuk ke kamarnya dan mulai membersihkan diri. Ketika selesai membersihkan tubuh dan memakai pyama, Alana langsung menuju meja makan.
Devan yang melihat kedatangan Alana menjadi tersenyum dan mulai menyiapkan makanan untuk mereka, Alana yang melihat bahwa Devan juga belum makan malam menjadi terkejut.
“ kau belum makan ? “ tanya Alana.
“ aku masih belum lapar dan berniat menunggu mu, kau harus tahu bahwa makan sendiri itu tidak enak “
“ seharusnya kau tidak melakukan itu “
“ tidak apa-apa, aku sudah terbiasa “ ucap Devan dengan lembut.
Ketika mendengar itu, Alana menjadi diam dan memulai makan malamnya. Setelah selesai makan malam, Devan tiba-tiba bertanya padanya.
“ kapan kau akan membalaskan dendam mu “
“ aku harus menunggu umpan ku di makan oleh ikannya “
“ apa maksud mu ? “ tanya Devan bingung.
“ apakah aku harus mengatakan semuanya pada mu “
“ iya “
Setelah itu, Alana diam sejenak. Dia masih belum terbiasa untuk mengatakan semua rencananya kepada orang lain, Devan yang melihat itu menjadi paham.
“ bukankah kita sekarang teman, jadi kita harus saling jujur “ ucap Devan.
“ tapi saat SMA aku tidak seperti itu pada teman ku, mengapa kita berbeda “
“ karna kita teman spesial, jadi tentu saja itu berbeda “
Mendengar itu, Alana hanya bisa mengikuti kemauan Devan. Dia meminta pria itu untuk mendekat padanya dan membisikan rencananya ke telingan pria itu. Alana tidak menyadari bahwa ketika dia berbisik dan duduk dekat dengan Devan, jantung pria itu berdetak kencang serta telinganya berubah merah.
Setelah selesai dengan bisikannya, Alana menjauh dan dapat melihat telinga merah Devan. Dia tidak tahu mengapa menjadi seperti itu.
“ apakah kau baik-baik saja, mengapa kedua telinga mu memerah “
Devan yang mendengar itu, hanya bisa merutuki dirinya di dalam hatinya. Saat ini dia terlihat seperti seorang gadis yang malu karna berdekatan dengan orang yang dia sukai.
“ aku baik-baik saja, apakah kau yakin itu akan berhasil “ Devan mengalihkan pembicaraan.
“ iya, bagaimana pun itu adalah kesempatan terakhir wanita itu “
“ baiklah, bawa aku ketika kau berkunjung “
“ mengapa ? “
“ karna kau harus membuat pria itu terpuruk dengan membawa pria setampan diri ku sebagai suami mu “
Alana yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalnya. Sebenarnya dia juga setuju dengan saran Devan, dia ingin memperlihatkan kepada pria itu bahwa sekarang dia sudah memiliki pria yang seratus kali lebih baik darinya meskipun dia masih belum bisa mencintainya.
“ baik “
Devan yang mendengar persetujuan Alana menjadi bahagia, sejujurnya dia sangat ingin memperlihatkan kepada pria itu bahwa pria sepertinyalah yang pantas untuk Alana.
“ sepakat “
__ADS_1