Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Rumah Baru


__ADS_3

Hari ini Devan dan Alana bersiap-siap untuk pindah ke rumah baru mereka. Semua barang-barang penting sudah di kirim terlebih dahulu ke rumah baru, Alana juga sudah memberitahu anggota Balck Lion tentang kepindahannya.


“ apakah sudah siap semua “ tanya Devan.


“ sudah “


“ kalau begitu ayo pergi “


Setelah mengatakan itu, Devan membawa sang istri untuk masuk ke dalam mobil. Di dalam juga sudah ada Diego dan Jordan yang telah di perintahkan Devan untuk mengawal mereka, Devan tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka karan bagaimana pun sang istri sedang hamil.


Saat di perjalanan, Alana menyandarkan kepalanya ke sisi sang suami. Devan yang melihat sikaf manja sang istri tersenyum dan mengelus kepala Alana.


“ sayang, bolehkah aku membawa hewan perliharaan ku pindah ke rumah kita “ tanya Alana tiba-tiba.


“ tentu, apa jenis hewan itu sayang “ tanya Devan.


“ hanya dua kucing jinak “ ucap Alana.


Wanita itu sengaja tidak memberitahu bentuk hewan kesayangannya yang sebenarnya, dia tidak ingin Devan menolak jika dia membawa Brownie dan Pompom ketika pria itu tau bahwa keduanya bukan sekedar kucing biasa.


“ baiklah sayang, aku akan menyiapkan rumah untuk mereka “ ucap Devan.


“ biarkan aku yang membuatnya, aku tahu bagaimana tempat yang bagus untuk mereka “ ucap Alana.


“ baik “


Setelah itu keduanya diam, Alana berniat untuk meminta Carli serta yang lainnya pindah ke rumah baru mereka untuk mengurus kedua kesayangannya karna bagaimana pun Pompom serta Brownie tidak terlalu suka dengan teman baru.


Devan yang masih tidak tahu tentang wujud kedua kucing kesayangan istrinya akan menyesel saat melihat kedua hewan itu ketika mereka bertemu.


Setelah perjalanan satu jam, Devan dan yang lainnya akhirnya tiba di rumah baru. Saat Alana melihat penampilan rumah baru itu dia langsung tepana dan takjub. Rumah itu telihat seperti istana moderen dengan lapangan luas serta danau buatan.


“ ini sangat indah “ ucap Alana.

__ADS_1


“ semuanya ku persembahkan untuk mu dan anak kita “ ucap Devan.


“ terima kasih sayang “ ucap Alana lalu memeluk Devan.


Devan bahagia saat melihat raut kebahagian istrinya, dia merasa bahwa semua pengorbanannya untuk mewujudkan rumah impian untuk keluarga kecilnya tidak sia-sia.


“ apa pun untuk istri ku. Sekarang kita masuk ke dalam untuk melihat isi rumah ini “


“ baik “


Setelah itu keduanya masuk ke dalam rumah, saat di dalam Alana semakin tepana dengan desainnya yang elegan namun tidak berlebihan. Semuanya tersusun dengan rapi dengan furniture yang pas.


Ketika puas melihat isi ruangan, mereka menuju kamar utama yang terletak di lantai dua. Devan juga sudah membuat kamar untuk anak-anaknya yang berada di sebelah kamar mereka.


Saat Alana masuk ke dalam kamar, dia tersenyum saat melihat dekorasi kamar yang mewah serta luas. Di sana juga da balkon yang mengarah langsung ke danau buatan serta taman bunga.


“ aku tidak menduga bahwa suami ku akan membuat rumah semewah ini “ ucap Alana.


“ bagi ku ini sepadan jika menyangkut kalian, aku ingin istri dan anak-anak ku nyaman saat tinggal bersama ku “ ucap Devan.


“ tidak perlu berterima kasih sayang. Bagi ku kehadiran mu dan anak-anak kita adalah anugrah yang tidak terniali harganya, kalian adalah harta paling berharga yang ku miliki “ ucap Devan.


Alana tersenyum dan memeluk tubuh suaminya, dia sangat mencintai pria yang selalu ada di sampingnya ketika dia butuh dan yang selalu memanjakannya dengan caranya sediri.


“ aku mencintai mu “ ucap Alana.


Devan mengecup puncak kepala sang istri, dia terharu saat mendengar kata-kata ajaib yang di ucapkan oleh Alana. Bagainya kata itu seperti matra yang mampu membuat hidupnya menjadi semakin bahagia.


Setelah selesai berekeliling, Devan meminta Alana untuk membersihkan diri lalu beristirahat. Dia tidak ingin istrinya kelelahan dan membuat kesehatannya serta kandungannya bermasalah.


“ mandilah dan istirahat. Aku akan membangunkan mu ketika makan malam “ ucap Devan.


“ baiklah “

__ADS_1


Sejujurnya tubuh Alana juga sedikit lelah, dia tahu bahwa saat ini di dalam tubuhnya ada kehidupan lain yang harus dia jaga.


Setelah melihat istrinya selesai mandi dan pergi tidur, Devan mengecup kening Alana dan beranjak ke luar kamar. Dia harus menyelesaikan semua barang-barang mereka serta mobil kesayangan istrinya yang sudah datang.


Waktu berjalan dengan cepat, ketika semua pekerjaan selesai. Devan yang melihat jam yang sudah menunjukan pukul 7 malam langsung pergi ke kamar dan membangunkan Alana untuk makan malam bersama.


“ sayang ayo bangun, kita harus makan malam dan kau juga harus minum susu mu “ ucap Devan lembut.


Alana yang merasa terusik akhirnya membuka matanya, dengan mata yang setengan terbuka dia meminta Devan membawakan makan malam ke kamar karna dia sedang tidak ingin pergi jauh dari ranjang.


“ aku masih mengantuk, tidak bisakah kita makan di kamar saja “ ucap Alana dengan nada seraknya.


“ baiklah, aku akan meminta pelayan untuk mengantar makan malam kita “


Setelah mengatakan itu Devan langsung meminta para pelayan untuk membawa makan malam ke kamar, ketika semuanya selesai Devan membawa sang istri untuk duduk dan memulai makannya.


“ makanlah dengan banyak agar tubuh mu tetap sehat “ ucap Devan.


Alana hanya diam dan melanjutkan makannya, dia menuruti semua perkataan sang suami agar acara makan malam mereka bisa segera selesai dan dia bisa melanjutkan tidurnya.


“ minumlah susu mu sebelum tidur “ ucap Devan.


“ baik “


Setelah selesai makan dan minum susu, Devan meminta para pelayan untuk mebereskan sisi makan malam mereka. Ketika semuanya selesai, Devan mengabil posisinya untuk berbaring di sebelah sang istri.


Ketika Devan melihat mata tertutup istrinya, dia tersenyum dan mengelus perut rata milik istrinya. Dia sudah belajar bahwa saat wanita hamil hormonnya akan berubah dan menyebabkan ketidak-stabilan emosi, Devan juga sudah mempersiapkan dirinya untuk melakukan apa yang akan di minta oleh istri ketika malam hari dan juga sudah belajar untuk memberikan pijatan ketika kaki Alana membengkak.


Pria itu sudah mempersiapkan semuanya dengan cermat, dia sudah belajar banyak hal. Devan tidak ingin kehamilan pertama sang istri membuatnya mengalami depresi, dia ingin menemani Alana selama kehamilannya hingga nanti melahirkan.


“ aku akan berusaha untuk menjadi suami serta ayah yang baik untuk mu dan anak-anak kita sayang “ ucap Devan lembut.


Meskipun dia masih belum tahu berapa dan apa jenis kelamin calon anak mereka, namun Devan tidak terlalu ambil pusing. Baginya perempuan atau laki-laki tidak masalah yang terpenting mereka semua sehat.

__ADS_1


“ selamat malam sayang ku, selamat malam anak papa “ ucap Devan lembut lalu memberikan kecupan di perut datar istrinya.


Setelah selesai, Devan memeluk tubuh istri dari belakang sambil mengelus perutnya. Dia merasa bahwa aktivitas itu menyenangkan sebelum tidur.


__ADS_2