Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
S2 Lukas Athaya


__ADS_3

" sama-sama nyonya "


Setelah itu, seluruh keluarga mulai memberikan nasehat kepada Lukas dan Athaya tentang menjalani pernikahan dengan baik.


Saat para orang tua selesai memberikan nasehat, Alana tiba-tiba berbicara mengenai perawatan Athaya.


" bisakah paman Zhe merawat kaki Athaya " ucap Alana.


" tentu bisa, namun aku tidak bisa menjamin kapan itu akan sembuh mungkin akan memakan waktu yang lama "


" tidak masalah paman, itu lebih dari cukup "


" baiklah, Lukas bisa membawa istrinya datang ke rumah ku seminggu 2 kali "


Lukas yang mendengar berita baik tersebut menjadi bahagia. Athaya juga terharu karena akhirnya kakinya akan segera di obati.


" baik paman " ucap Lukas.


Jhon, Eli dan Tristan ikut bahagia ketika mendengar kata-kata Xia Zhe mengenai penyembuhan Athaya.


" baiklah, karena ini sudah malam. Maka sebaiknya kita pergi, berikan waktu pada pengantin baru untuk beristirahat " ucap Eilen.


" aku setuju, Lukaman ayo pergi. Biarkan malam ini mereka menikmati malam pengantin " ajak Albert.


Albert, Lukman dan ayah Devan sudah sangat akrab. Edgar dan kakek Devan juga tidak ketinggalan.


Setelah semuanya pergi, Lukas meminta pelayan membawakan makan malam mereka ke kamar.


" ayo, aku akan membawa mu ke kamar kita " ucap Lukas.


Saat Athaya mendengar kata-kata kamar kita, jantungnya berdetak sangat kencang. Dia benar-benar gugup ketika akan berada di satu kamar dengan suaminya.

__ADS_1


" baik, maaf karena aku sudah merepotkan mu " ucap Athaya sedih.


" jangan seperti itu, jika kau merasa merepotkan lalu bagaimana usaha kak Ana menyelematkan mu "


Lukas benar, Alana sudah bersedia menyelamatkan Athaha. Jadi jika Athaya masih saja berfikir bahwa semua orang repot akibat dirinya maka Alana tidak akan suka.


" maaf " ucap Athaya menyesal.


" aku tidak marah pada mu, jadi jangan mengucapkan kata maaf. Oke " ucap Lukas.


Setelah selesai berbicara, Lukas membawa tubuh Atahya ke kamar mereka yang ada di lantai 2.


Sesampainy di kamar, Lukas membantu Athaya membersihkan dirinya. Dia akan setia mengantar sang istri ke kamar mandi lalu menunggunya di depan pintu hingga Athaya selesai mandi.


Setelah keduanya selesai mandi, pelayan akhirnya mengantar makan malam untuk mereka.


" ayo makan, kita harus segera beristirahat "


Keduanya makan dengan damai, Lukas juga beberapa kali menaruh sayuran dan ikan ke piring sang istri.


Setelah selesai makan malam, mereka memutuskan beritirahat. Saat keduanya sedang membaringkan diri, Athaya tiba-tiba bertanya.


" apa kita akan melakukan malam pertama ? " tanya Athaya.


" apa kau ingin melakukannya ? " goda Lukas


Saat Athaya mendengar perkataan Lukas, wajahnya menjadi merah. Athaya sengaja mengatakan hal tersebut karena tidak ingin Lukas tidak salah paham padanya.


" bukan seperti itu, aku hanya ingin bertanya saja "


Lukas tahu apa yang sedang difikirkan oleh istrinya, dia paham bagaimana karakter Athaya dengan baik.

__ADS_1


" aku tahu, mungkin untuk beberapa minggu kita akan menundanya. Bagaimana pun kaki mu masih sakit, aku tidak ingin menjadi pria tidak berperasaan jika memaksakan kehendak ku "


Athaya menjadi semakin sedih, dia bahkan mulai menyalahkan dirinya yang terlalu bodoh dimasa lalu sehingga masuk ke dalam jebakan Athala.


" maaf, aku masih belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu " ucap Athaya sedih.


" kau baik sayang, jadi jangan merasa bahwa kau tidak baik. Kecelakaan ini juga bukan keinginan mu "


" aku seharusnya tetap dirumah waktu itu, jika aku dirumah maka Mika tidak akan terluka dan kaki ku tidak cedera "


Athaya sudah bertemu dengan Mika di rumah sakit, dia juga langsung meminta maaf pada wanita itu.


" sudahlah, tidak ada gunanya menyalahkan diri. Lagi pula jika kejadian ini tidak terjadi maka Athala akan tetap mengganggu mu "


Di mata Lukas, Athala adalah sosok wanita egois. Wanita itu sangat egois sehingga berani menyakiti saudara kembarnya sendiri, dia bahkan tidak perduli dengan keselamatan saudara yang berada di dalam rahim yang sama saat di kandungan.


" apakah dia akan berubah ? " tanya Athaya.


" aku tidak tahu, tapi jika pun dia belum berubah aku tidak pernah takut dengannya. Aku juga akan menjaga mu untuk selamanya "


" terima kasih, apakah kau masih memiliki rasa padanya ? " tanga Athaya tiba-tiba.


" tidak ada lagi, semuanya perlahan menghilang sejak dia mencampaknya mu di depan umum. Jadi apakah sekarang kau sidah percaya pada ku ? " ucap Lukas sambil menyelus puncak kepala Athaya.


" ya, aku percaya. Maaf jika aku bertanya yang tidak-tidak "


" tidak masalah, ayo sekarang kita tidur. Besok pagi kita juga harus ke rumah paman untuk memulai pengobatan mu "


" baik, selamat malam "


" selamat malam sayang "

__ADS_1


__ADS_2