Istri Kecil Ku Yang Hebat

Istri Kecil Ku Yang Hebat
Sean & Violla


__ADS_3

Karena sudah di usir, Athaya memutuskan untuk meninggalkan rumah Rafael dan pergi ke apartemen milik Mika. Dia ingin menceritakan hal yang sudah terjadi pada Violla akibat kebodohannya pada Mika.


Sesampainya di apartemen, Athaya langsung mengetuk pintu Mika. Dia juga memanggil sahabatnya beberapa kali sebagai pertanda bahwa dirinya ingin bertamu.


"Mika, apakah kau ada di dalam?" tanya Athaya sambil mengetuk pintu apartemen Mika.


Mika yang sedang termenung tiba-tiba terkejut saat mendengar suara Atahya. Dia juga langsung membuka pintu dan membiarkan wanita itu masuk. Athaya yang melihat wajah sendu Mika menjadi cemas. Dia bahkan memeluk tubuh sang sahabat beberapa. Berbeda dengan Violla yang dia hina dan tidak berniat memberikan dukungan, seolah-olah semua bencana ini merupakan kesalahan Violla.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Athaya cemas.


"Ya, apa yang membuat mu datang ke apartemen ku?" Tanya Mika mengalihkan. Bohong jika dia mengatakan bahw dia baik-baik saja sedangkan sebentar lagi kekasihnya akan menikah dengan sabahatnya sendir.


"Aku hanya ingin berkunjung. Aku juga merasa sangat tidak enak pada keluarga Violla."


"Memangnya ada apa dengan mereka? Mengapa kau sampai merasa tidak enak."


Sesaat, Athaya ragu apakah dia harus mengatakan kejadian yang baru saja dia alami saat di rumah Violla atau tidak. Sejujurnya, Athaya merasa takut jika Mika akan marah namun jika dia tidak mengatakannya maka Mika akan semakin kecewa padanya.

__ADS_1


"Aku berkunjung ke rumahnya dan meminta Violla menghentikan pernikahan ini. Tapi karena aku terlalu emosi, secara tidak sengaja aku menyakiti hatinya dan membuatnya tertekan. Perutnya juga langsung sakit saat tertawa sambil menangis karena ucapan ku yang menuduhnya sebagai wanita perebut kebahagiaan mu."


Mika menjadi terkejut saat mendengar ucapan Athaya, dia tidak menduga jika Athaya sangat tega menyakiti hati Violla yang jelas-jelas tidak salah.


"Mengapa kau melakukan itu, Aya? Apakah kau tidak tahu bahwa Violla sangat lemah dan masih tertekan. Bagaimana bisa kau membuat sahabat mu terluka sedangkan dia sudah penuh dengan luka."


"Aku tahu aku salah, tapi aku tidak bisa tahan jika harus melihat mu menderita karena pernikahan Carl dan Violla." Athaya benar-benar gagal menjadi sahabat yang baik untuk Mika dan Violla.


"Kau memang salah dan amat salah, Aya. Disini, akulah yang memaksa Carl menikah dengan Violla, dan aku melakukannya karena aku tidak ingin melihat Violla semakin tertekan, ku pikir kehadiran Carl bisa menyembuhkan luka Violla." Mika merasa semakin bersalah pada Violla karena membuat sahabatnya di hina oleh Atahya. "Seharusnya kau tidak menuduhnya seperti itu. Jadi bagaiman keadaanya sekarang?"


Athaya semakin merasa bersalah pada Violla dan Mika karena sudah bertindak sendirian. "Aku tidak tahu, bibi Diana mengusir ku dan melarang ku bertemu dengannya selamanya."


"Mengapa bisa sampai ketahap seperti ini, seharunya akulah yang kalian salahkan buka Violla. Aku yang sudah memaksa pria yang ku cintai menjadi suami dari sahabat ku, bukan sahabat ku yang mengambilnya dari ku." Mika hancur saat mengetahui bahwa keputusannya yang merelakan Carl menjadi penghancur hubungan persahabatn mereka. "Apakah seperti ini kau memperlakukan sahabat mu Aya? Hanya karena kau tidak melihat seperti apa Sean menolak dan menghina Violla sebagai wanita murahan maka kau langsung menarik kesimpulan bahwa pernikahan ini terjadi karena Violla yang memaksanya."


Athaya memang tidak tahu seperti apa kejadian kemarin, dia hanya tahu bahwa pernikahan antara Mika dan Carl berubah menjadi pernikahan Calr dan Violla. Dia bahkan tidak tahu bahwa sahabatnya sedang dalam masalah.


"Maaf, aku tidak tahu jika Violla juga menderita," ucap Athaya sedih.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau tahu, sedangkan kau begitu asik dengan suami mu dan melupakan sahabat mu. Kau bahkan tidak tahu bagaimana kondisi Violla akibat kejadian semalam." Mika memang benar, Athaya terlalu sering menghabiskan waktu dengan Lukas senigga lupa dengan Violla. "Apakah kau tahu bahwa Sean tidak mengakui anak itu sebagai anaknya karena dia sangat yakin bahwa dia membuangnya di luar. Apakah kau tahu bagaimana perasaan Violla saat itu? Jika itu terjadi pada mu, apa yang akan kau lakukan, Athaya."


Jika itu dia, mungkin dia memilih untuk bunuh diri. seperti itulah pemikiran Athaya saat mendengar ucapan Mika tentang kekejaman Sean.


"Maaf, aku sangat menyesal karena sudah mengabaikan kalian dan tidak ingin mencari tahu kejadian yang sebenarnya."


"Sudahlah, lebih sekarang kita harus memikirkan bagamana caranya meminta maaf pada Violla dan bibi Diana. Aku akan mencoba menghungi bibi Diana."


"Baik."


Setelah itu, Mika langsung menghubungi Diana, dan tidak perlu menunggu waktu yang lama. Diana akhirnya mengangkat telponnya namun sayangnya wajah Mika menjadi sendu saat mendengar ucapan Diana.


"Halo, Mika. Terima kasih sudah membuat Violla semakin menderita, bibi benar-benar merasa kau dan Athaya sangat baik sehingga Violla tidak pantas menjadi teman kalian. Jadi sekarang bibi sudah memutuskan untuk menjauhkan anak bibi yang hina itu dari wanita baik-baik seperti kalian. Tolong jangan lagi menghubungi Violla, jika pun nanti kalian saling bertemu anggap saja dia tidak ada. Mungkin itu lebih baik agar Violla tidak kembali gila seperti dulu." Setelah mengatakan hal itu, Diana memutuskan sambungan telepon meninggalkan Mika dan Athaya yang merasa sangat bersalah.


"Maaf karena sudah membuat semuanya semakin rumit, aku tidak tahu akan menjadi seperti ini," ucap Atahya sedih.


Mika tetap diam dan tidak berusaha menyangkal ucapan Athaya, dia bahkan membuat Atahya semakin merasa bersalah. "Sebaiknya aku pergi dulu, jika nanti kau sudah merasa baik tolong hubungi aku," ucap Athaya lalu pergi meninggalkan Mika sendirian.

__ADS_1


Pada akhirnya, karena sikap terlalu baik dari Mika dan Athaya. Hubungan mereka dengan Violla hancur  dan mungkin akan sulit untuk kembali seperti dulu.


__ADS_2