
Hari ini adalah hari yang sangat besar untuk Violla, Carl dan Mika. Tepat jam 10 pagi, Violla serta Carl akan mengadakan pernikahan, Mika yang sejak awal tidak ingin hadir karena malu dengan kelurga Violla serta Carl terpaksa hadir akibat pemaksaan yang di lakukan Alana.
Violla yang sedang melihat pakaian pengantinnya tersenyum, membuat sang make up artis heran. Pasalnya bukan senyum itu yang menjadi tanda tanya yang besar, melainkan koper besar yang telah di siapkan oleh Violla dan menolak untuk di rias.
"Tunggu sebentar lagi, pengantinnya akan segera datang." Begitulah yang di ucapkan Violla ketika sang perias ingin memulai pekerjaanya.
"Bukankah anda yang akan menjadi pengantin wanitanya?"
"Tidak, dia adalah wanita yang benar-benar di cintai oleh pria itu. Sejujurnya hari ini adalah hari pernikahan mereka, aku hanya kesalahan untuk mereka."
Sang make up artis terkejut saat mendengar ucapan Violla, dia bahkan muali menduga-duga hal yang buruk mengenai Violla.
Tepat saat jam menunjukan pukul 9:30, Violla mendapatkan sebuah pesan yang berisi tentang kedatangan Mika. Dia yang melihat pesan tersebut langsung pergi ke luar tanpa memperdulikan pandangan para tamu.
"Apa yang sedang kau lakukan sayang? Mengapa kau masih belum mengenakan pakaian mu." Diana terkejut saat melihat penampilan putrinya yang tampak seperti akan pergi jauh bukan melakukan pernikahan.
"Karena bukan aku yang akan menjadi pengantin wanitanya, Bu." Setelah mengatakan hal itu, Violla berjalan terus hingga mencapai tempat Mika dan Athaya berdiri. Tanpa melihat kehadiran Athaya, Violla langsung menarik Mika menuju kamarnya.
Athaya yang melihat tindakan Violla yang menganggapnya tidak ada menjadi sedih, namun dia tidak ingin memaksa Violla meamaafkannya karena dia tahu bahwa perbuatannya telah membuat sang sahabat membencinya.
"Apa yang kau lakukan Violla," ucap Mika saat keduanya telah tiba di kamar.
Tanpa memperdulikan ucapan Mika. Violla langsung meminta sang make up artis membantu Mika di rias lalu memakaikan gaun pengantin yang sudah dia sipakan khusus untuk Mika.
__ADS_1
"Tidak, seharusnya kau yang menikah bukan aku," ucap Mika.
"Bodoh, kau memang wanita paling bodoh. Apakah kau berfikir bahwa berbuat baik dengan menikahkan ku dengan Carl akan membuat kami bahagia? Apakah kau sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Carl yang begitu mencintai mu? Apakah kau sama sekali tidak memikirkan perasaan ku, dan membiarkan ku di hina oleh orang lain karena harus mengikuti sifat bodoh yang kau anggap baik itu." Kali ini Violla tidak perduli jika ucapannya menyakiti Mika, lagi pula temannya sudah membuatnya menjadi wanita jahat. Jadi untuk apa lagi dia menjaga perasaannya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Mika merasa bersalah.
"Lakukan saja apa yang ku minta, menikahlah dengan Carl. Dia pria baik dan pantas menjadi suami mu, namun tidak untuk diri ku."
"Jangan katakan seperti itu, kau wanita baik dan yang salah adalah Sean."
"Aku tidak membutuhkan rasa kasihan dari kalian, cukup bahagiakan Carl maka aku akan melupakan rasa sakit hati ku karena perbuatan kalian. Ingat untuk membahagiakannya karena dia pria yang sangat baik, aku melakukan ini bukan karena kau sahabat ku tapi karena aku sudah menganggap Carl teman baik ku. Dia lebih mengerti perasaan ku dari pada kalian berdua yang menyebut diri sendiri sebagai seorang sahabat namun menyakiti ku secara terang-terangan."
Mika tertunduk sedih saat mendengar ucapan Violla, dia sadar bahwa Violla benar. Mereka mengaku sebagai sahabat namun sama sekali tidak membantu dan hanya memberikan lebih banyak luka untuk Violla.
"Aku mohon jangan pergi," ucap Mika.
"Urus saja urusan mu, hari ini cukup lakukan tugas mu dan jangan coba-coba mencampuri urusan ku." Terdengar kejam memang, namun hanya itu yang bias Violla katakana karena dia tidak ingin langkahnya semakin sulit jika harus menerima permintaan maaf dari Mika dan Athaya.
Sang make up artis menjadi sedih ketika tahu bahwa Violla telah menjadi korban dari orang-orang yang mengakui sabagai sahabat. Dia bahkan menjadi tidak suka dengan sikap sok baik Mika yang terlihat merelakan kekasihnya untuk wanita lain namun kenyataanya tidak iklas.
"Sudah selesai, sekarang waktunya keluar dari kamar," ucap sang make up artis.
Violla mengucapkan terima kasih pada wanita itu lalu membawa Mika keluar dari kamar. Saat mereka sudah berada di tangga, semua tamu termasuk Carl dan keluarganya terkejut ketika melihat perubahan pengantin wanita.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini, Violla?" Rafael tidak mengerti dengan pemikiran adiknya.
"Tenanglah kak, kali ini Violla sangat yakin dengan rencana Violla. Jadi kakak harus mendukung ku."
Rafael tertegun saat mendengar kata-kata adiknya, dia tidak tahu harus menangis atau tertawa akan kedewasaan adik perempuannya yang manja.
Setelah selesai menghadapi sang kakak, Violla berjalan menuju Carl sambil menggenggam tangan dinging Mika.
"Hai, kau terlihat sangat tampan dengan jas itu. Anak ku pasti senang melihat pamannya akhirnya bisa menikah dan bahagia dengan wanita yang di cintai." Violla memasang wajah hangat dan berusaha mencairkan suasana tegang dengan menggoda Carl.
"Apa maksud mu, Violla? Bukankah kita yang akan menikah, lalu kenapa sekarang wanita ini yang menjadi pengantin ku. Apakah menurut mu aku hanya lelucon yang bisa kalian mainkan." Carl tidak suka dengan permainan Violla.
Violla tersenyum dan mengambil tangan Carl lalu menempatkan di atas tangan dinging Mika. Hal itu membuat semua menangis termasuk Athaya yang sudah membuat Violla terluka.
"Berbahagialah bersamanya, kau dan Mika adalah pasangan yang sudah Tuhan ciptakan untuk Bersama. Jangan pernah berfikir bahwa aku sedang mempermainakan mu, selama ini aku sengaja membiarkanya berjalan seperti rencana wanita ini karena aku hanya ingin merasakan bagaimana indahnya di cintai dan memiliki calon suami yang baik," ucap Violla berderai air mata. " Dan beberapa hari yang lalu kau sudah menjadi suami satu hari ku, kau bahkan sangat mencintai anak ku. Terima kasih atas kebaikan mu. Jika nanti ada kehidupan selanjutnya ingat untuk mencari ku, kita harus menikah dan kau harus menjadi suami ku. Apakah kau bersedia?"
Carl menjadi semakin hancur, dia bahkan langsung menarik tangannya dan memeluk tubuh Violla. Tidak memperdulikan perasaan Mika yang sedang berdiri di hadapan mereka.
"Mengapa kau bisa sebaik ini? Mengapa bukan kau yang ku cintai. Jika saja kau yang ku cintai maka kau tidak akan semenderita ini."
"Itulah kenapa aku ingin di kehidupan selanjutnya, kau harus menjadi suami ku. Ingat untuk mencari ku hingga kita bertemu. Dan kau tidak boleh menikah dengan wanita selain aku." Violla membalas pelukan hangat Carl.
"Baik, di kehidupan selanjutnya aku akan mencari mu dan tolong jangan sembunyi dari ku agar pencarian ku berhasil."
__ADS_1
"Ya, kalau begitu sekarang bawa pengantin mu dan bahagiakan dia. Kau juga harus bahagia, jika sampai aku tahu kau tidak bahagia. Maka aku akan melarang anak ku bersekutu dengan mu dan kalian tidak akan bisa menjadi penguasa es krim."