
Saat mereka mendengar perkataan Alana, kemarahan mereka muncul dan berniat untuk menyerang Alana bersama. Mereka berfikir bahwa wanita itu hanya bisa menembak tapi tidak jago dalam bela diri, namun sayangnya mereka salah menduga karna saat menyerang. Alana langsung menendang mereka dengan gerakan cepat.
“ ka..u “ ucap salah seorang pria yang mendapatkan tendangan di perutnya.
Darah mengalir di sudut mulut mereka, salah satu dari keduanya bahkan langsung pingsan setelah mendapatkan tendangan di dada.
“ kalian tidak seharusnya mengganggu keluarga Stanly “ ucap Alana dingin.
Sam yang melihat bahwa sang Bos sedang mengatur nafasnya menjadi khawatir. Dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada sang Bos dan anaknya.
“ apakah kau baik-baik saja Bos “ tanya Sam.
“ aku baik-baik saja, kau tidak perlu memasang wajah cemas seperti itu “
Saat Sam mendengar ucapan Alana, dia tersenyum malu. Dia tahu bahwa Bosnya sedang menghiburnyanya agar dia tidak terlalu cemas dengan kondisinya.
“ baik Bos “
Meskipun dia terlihat baik-baik saja, namun jantungnya berdetak sangat cepat karna melakukan pergerakan yang sedikit berbahaya.
Saat Alana sedang menenangkan dirinya, Sean tiba-tiba berbicara dan mengatakan bahwa dua orang polisi yang sengaja dia hubungi telah tiba.
“ Bos, dua polisi telah tiba, mereka juga sudah menghubungi keluarag Stanly “ ucap Sean.
“ baiklah, suruh mereka naik ke lantai atas “
“ baik Bos “
Setelah selesai berbicara, Alana berjalan menuju keponakanya. Dia sangat iba ketika melihat wajah pucat bayi tersebut.
“ maafkan bibi karna lama datang sayang” ucap Alana sambil mengecup kedua pipi bayi tersebut.
“ Bos, bagaimana dengan mereka “ tanya Sam.
“ biarkan para polisi yang bekerja dan katakan pada mereka untuk merahasiakan keberadaan kita “ ucap Alana.
“ baik Bos "
Setelah menunggu 15 menit, akhinya seorang polisi masuk ke dalam ruangan. Saat sang polisi melihat penampilan Alana dia menjadi terkejut.
“ tolong rahasiakan keberadaan kami, katakan saja pada keluarga Stanly bahwa kalianlah yang menyelamatkan keponakan ku “ ucap Alana.
Sang polisi yang tidak telalu mengenal sosok Alana tepana saat melihat sosok cantik dengan berut besarnya di malam hari.
“ apakah anda yang melumpuhkan semua pria di dalam rumah ini “ tanya sang polis.
“ tidak, aku hanya menjatuhkan 3 orang. Selebihnya adalah perbuatan anggota ku “
__ADS_1
Ketika sang polisi muda itu mendengar ucapan Alana, dia menjadi semakin kagum dengan sosok wanita yang ada di hadapannya. Dia juga percaya bahwa Alana telah mengalahkan ketiganya karna dia dapat melihat ekspresi kelelahan di wajah Alana.
“ apakah saya boleh tahu apa hubungan anda dengan keluarga Stanly “
Pria itu tidak mengingat bahwa Alana menyebut bayi itu keponakanya dan dia juga tidak terlalu mengenal Alana setelah wanita itu hamil.
“ itu tidak penting, yang harus kau lakukan adalah menutupi tindakan kami. Katakan saja bahwa kau yang menyelamatkan bayi ini “
“ tapi “
“ aku akan pergi, tolong berikan selimut kepada bayi ini karna dia sedang kedinginan “
“ baik “
Meskipun dia tidak mengenalnya, tapi dia tahu bahwa wanita itu tidak bisa di ganggu jadi dia memutuskan untuk melakukan apa yang di minta oleh Alana.
Setelah itu, Alana dan yang lainnya pergi ke luar markas. Mereka harus segara kembali ke rumah karna waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan obat yang di berikan oleh Alana akan segera habis.
Saat Alana sedang menuju ke rumah. Keluarga Stanly yang mendengar berita bahagia bahwa anak Mike telah selamat menjadi bahagia, Myra dan Jenifer menangis haru.
“ syukurlah, cucu ku akhirnya di temukan “ ucap Myra.
“ iya bu, putra ku akhirnya di temukan. Aku berjanji tidak akan lagi menitipkan putra ku pada pelayan “
Mereka juga sudah mendengar bahwa salah satu pelayan di rumah tersebut juga menjadi dalang di balik penculikan cucu pertama keluarga Stanly.
“ bukankah polisi sudah mengatakan bahwa merekalah yang telah membantu kita sayang “ ucap Albert.
“ tapi aku masih tidak bisa mengerti dari mana mereka tahu bahwa pelayan itu adalah dalangnya dan dimana lokasi cucu kita “
Devan yang sedari tadi diam, juga ikut penasaran dengan hal yang di katakan Myra dia juga sedikit curiga dengan istrinya. Karna bagaimana pun dia tahu bahwa hanya istrinyalah yang bisa melakukan keajabain tersebut.
“ sudahlah bu, bukankan teknologi semakin cangggih dan para polisi juga memiliki banyak cara untuk mencari tahunya. Jadi sekarang kita hanya harus menunggu kak Mike pulang membawa Arkan “ ucap Justin.
“ Justin benar sayang, kita sebaiknya melupakan hal itu dan menunggu Mike kembali “ ucap Albert.
“ baiklah “
Ketika Devan melihat bahwa semuanya sudah kembali normal, dia memutuskan untuk pulang dan memastikan apakah benar istrinyalah penyelamat anak Mike.
“ ayah, ibu sebaiknya aku pulang. Alana pasti akan gelis jika tahu aku tidak ada di rumah malam ini “ ucap Devan.
“ baik nak, hati-hati di jalan dan terima kasih karna sudah bersedia membatu kami “ ucap Albert.
“ iya ayah “
Setelah itu, Devan keluar dari kediaman Stanly dan masuk ke dalam mobil. Dia meminta sang supir untuk membawa mobil dengan cepat agar dia bisa segera tiba di rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Devan terlebih dahulu memastikan mesin mobil istrinya. Ketika dia melihat mobil itu masih tetap pada posisinya, dia langsung menuju kamar dan melihat bahwa sang istri sedang tidur pulas.
“ sepertinya kecurigaan ku salah “ ucap Devan.
Setelah memastikan tidak ada tanda-tanda bahwa istrinya telah keluar rumah, Devan memutuskan untuk mandi agar bisa berisitirahat.
Saat pria itu sedang mandi, Alana yang berpura-pura tidur menghembuskan nafas leganya. Dia baru saja selesai mandi dan memakai pakaian saat Devan kembali, jantungnya juga berdetak kencang ketika melihat pria itu menyelidikinya.
“ kita beruntung sayang, papa kalian tidak tahu bahwa kita telah melakukan misi malam ini “ ucap Alana tersenyum.
Ketika Alana sedang mengelus perutnya, dia tidak menyadari bahwa Devan sudah keluar dari kamar mandi dan memandangnya dengan tatapan aneh. Saat Alana melihat tatapan pria itu, dia langsung berpura-pura terkejut.
“ kau sudah pulang sayang “ tanya Alana sedikit gugup.
“ iya, apakah kau berpura-pura tidur tadi “ selidik Devan.
“ tentu saja tidak, aku hanya terbangun setelah bermimpi buruk “
“ apa yang menjadi mimpi mu “
“ aku bermimpi kau meninggalkan ku demi wanita lain jadi aku terbangun “ ucap Alana sedih.
Saat Devan melihat wajah sedih sang istri dan mendengar ucapannya, dia menjadi khawatir dan bergegas menuju ranjang untuk memeluk Alana untuk menenangkannya. Dia juga takut bahwa istrinya akan menangis malam-malam karna mimpi itu.
“ apakah kau akan meninggalkan ku demi wanita lain “ tanya Alana.
“ tentu saja tidak sayang, hanya kau satu-satunya wanita yang akan menjadi istri serta ibu dari anak-anak ku. Jadi sekarang tenangkan diri mu, itu hanya mimpi “
“ tapi aku masih takut itu akan terjadi, aku tidak ingin anak-anak ku kehilangan sosok ayah “ ucap Alana.
“ percayalah, aku tidak akan meninggalkan kalian “
“ benarkah “
“ iya, jadi sekarang tenangkan diri mu dan beristirahat. Aku akan memeluk mu agar tidak bermimpi buruk lagi “
Alana yang mendengar ucapan suaminya tersenyum bahagia, dia senang karna sandiwaranya telah berhasil dan suaminya tidak lagi mencurigainyai.
‘ maafkan mama sayang, mama harus membohongi papa kalian ‘ batin Alana.
Devan yang merasakan bahwa istrinya telah tenang langsung membantunya berbaring di sisinya. Dia juga mengecup kening Alana dan mengelus rambutnya.
“ sekarang tidurlah, aku akan menjaga kalian “
“ baik, selamat malam sayang “
“ selamat malam istri ku “
__ADS_1
Setelah itu, Alana menutup matanya. Sejujurnya dia sangat lelah setelah melakukan misi tersebut, dia juga beruntung karna bisa mandi sebelum Devan sampai ke rumah.